نخستین 189 خط.
Permisi.
Ini pesanan Anda.
- Terima kasih sudah menunggu. - Terima kasih.
Silakan. Yang ini juga.
Terima kasih.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Terima kasih banyak.
Terima kasih.
Maaf. Terima kasih.
- Lain kali pesan lagi, ya. - Ya.
Bu Yuma, kau makan kari tanpa nasi?
Nasi itu minuman, 'kan? Kita sepikiran.
Bukan itu.
Aku akan segera pulang.
Jangan khawatirkan piringnya. Aku pasti mencucinya.
Ya. Baik. Sampai nanti.
Akiyama, kemari.
Baik.
Teman-teman, kalian boleh pulang.
Apa? Kukira kita lembur. Itu sebabnya kita makan.
Tunggu. Di mana Pak Manajer?
Aku beruntung. Aku dapat bonus, jadi, aku akan ke tempat spa.
Sampai jumpa besok.
- Kita harus pulang juga. - Ya.
Tunggu.
Kita harus pergi juga.
Ke mana?
MINT KELAB MALAM
Sudah kuduga, Pak Akiyama.
Dasar bodoh. Jangan salah paham.
Kita bukan mau bermain. Tapi mengasah keterampilan kita.
Apa?
Dengarkan.
Biasanya, pramuria kelab malam berpindah meja setiap 20 menit.
Sebagai pemasar, 20 menit merupakan waktu maksimum kita dengan klien.
Kuncinya adalah meluluhkan mereka dalam waktu yang terbatas.
Ada kesamaan antara pemasaran dan kelab malam.
Baiklah. Dia terdengar sangat meyakinkan,
tapi aku yakin dia mau bermain.
Jika perfoma kalian meningkat, bonus berikutnya untuk kalian.
Menangkan hati mereka dalam 20 menit.
Aku mengerti.
Semoga hari Anda menyenangkan!
Selamat datang di Kelab Malam Mint.
Inilah nona-nona cantik kami.
Selamat malam.
Selamat malam.
Selamat malam.
Nikmatilah.
- Halo. - Aku Haruna.
Aku Ryosuke.
- Senang bertemu. - Senang bertemu.
Hai, Sakura.
- Silakan, sapu tangannya. - Terima kasih.
Sekarang, izinkan saya perkenalkan nona paling populer nomor satu kami.
Akari! Ya!
Selamat malam.
Sarukawa.
- Ya? - Lakukan yang terbaik.
Ya.
Namaku Akari.
Seni makanan pedas.
Ini adalah jalan menuju katarsis melalui makanan pedas.
Di dunia makanan pedas, tak ada hidangan yang lebih baik
daripada keberanian menghadapi kesulitan
tanpa takut gagal.
Aku suka alkohol,
tapi aku tak pernah bisa mabuk.
Keren! Toleransi alkoholmu pasti tinggi.
Tambah lagi!
- Itu saja? - Mari makan!
Wah, hebat!
Hanya ada satu gaun yang ingin kulihat dipakai wanita.
Apa itu? Aku ingin tahu.
- Gaun pengantin. - Dasar gombal.
Astaga. Hanya kami yang tidak bergembira.
Bukankah tim kami hebat? Semuanya suka makanan pedas.
- Kau juga, Pak Sarukawa? - Aku baru saja mulai suka.
Bagaimana denganmu? Kau punya makanan favorit?
Omong-omong,
aku sangat pandai membuat okonomiyaki.
Kuncinya adalah tetap sederhana.
Jika soal okonomiyaki, sederhana itu terbaik.
Kuharap bisa menyajikannya kepada orang asli Tokyo sepertimu.
Aku terlihat seperti dari Tokyo?
Kau adalah kecantikan khas Tokyo.
Yang kutahu orang-orang sepertimu tidak ada di Osaka.
Begitu rupanya.
Kurasa kau pria baik, Pak Sarukawa.
Kau pikir begitu?
Akari, meja berikutnya menunggu.
Tapi tak usah memaksakan diri.
Tidak semua orang cocok di tempat seperti ini.
- Apa? - Sampai jumpa.
Permisi.
- Sampai jumpa! - Sampai jumpa!
- Terima kasih! - Ayo pergi.
- Sampai jumpa lagi. - Pak.
Itu kartu nama saya dan kupon untuk kunjungan berikutnya.
Silakan datang lagi.
Baik.
Ayo, Saru. Ayo pergi.
Sungguh menyenangkan.
Aku akan mengirimi Miyuki pesan.
Bukankah tadi menyenangkan?
Kenapa kau terlihat begitu murung?
- Hei, Pak Akiyama! - Tenang.
Aku sangat senang.
Tunggu. Apa dia menolakmu, Pak Akiyama?
Bukan itu.
Ini tentang penjualan kita.
Sarukawa, kembalilah ke sana besok.
Aku?
Tak ada satu pun produk Lonron di tempat itu.
Aku belum pernah coba minuman itu.
Kau diberi kartu namanya, 'kan?
- Aku akan bicara dengan Pak Manajer. - Tapi…
- Pak Akiyama, ronde kedua! - Tunggu!
Tunggu.
Alkohol cocok untuk kelab malam.
Halo.
Halo. Anda pelanggan semalam.
Maaf. Kami tidak buka di pagi hari.
Bukan itu. Izinkan saya memperkenalkan diri.
Kami produsen minuman.
Saya berharap Anda mau mencoba beberapa minuman alkohol kami.
Belum pernah dengar Lonron.
Kami punya pemasok alkohol tetap. Jadi, silakan Anda pergi.
Kami punya berbagai macam minuman, silakan cicipi sedikit.
Saya tidak mau buat kontrak dengan Anda. Silakan Anda pergi.
Terima kasih banyak.
Anda begitu keras kepala.
- Kenapa masih kemari? - Saya bukan mau bekerja.
KUPON DISKON
Begitu! Anda seharusnya bilang dari tadi!
Ada pelanggan yang datang!
Saat ini, ini satu-satunya cara untuk mendapatkan kepercayaannya.
Ini minuman Anda.
Terima kasih. Bersulang.
Bersulang.
Apa Nona Akari benar-benar populer?
Ya. Dia nomor satu.
Itu sebabnya manajer sangat memercayainya.
Manajer mendengarkan semua perkataan Akari.
Apa kau tertarik dengan Akari?
Tidak! Kau benar-benar tipeku!
Itu tidak benar.
- Sungguh? - Ya.
Aku akan percaya jika kau memesan Yom Perignon.
Yom Perignon?
Bersulang.
Ayolah, Pak Sarukawa.
Ayolah.
Ayo minum.
Terima kasih banyak.
Ini nota Anda.
Ini kupon untuk kunjungan berikutnya.
Baiklah.
Saya hampir lupa.
Berikut daftar minuman alkohol kami.
Terima kasih dan hati-hati.
Sampai jumpa.
- Buang ini. - Baik.
TAGIHAN KE LONRON
Gawat ini.
Maafkan saya, Pak.
Total 180.000 yen?
Yang benar saja, Saru.
Kau benar-benar dalam masalah sekarang.
Saya tidak tahu Yom Perignon sangat mahal.
Aku akan coba bicara dengan bagian keuangan.
Aku tak yakin bagian keuangan mau mengeluarkan biaya sebesar itu.
Karena mereka sangat ketat belakangan,
kau mungkin harus membayar 180.000 yen
dari uangmu sendiri.
Uang sendiri?
Aku ke sana karena kau menyuruhku!
Kau harus mendapatkan kontrak dari mereka!
Jika kau dapat kontrak, Pak Manajer akan membereskan sisanya.
Menangkan. Seolah-olah hidupmu taruhannya.
- Aku ingat kau. - Halo.
- Maaf membuatmu menunggu. - Santai saja.
Kau mau minum apa?
Aku akan minum Yom Perignon.
Ada apa?
Aku tidak punya uang untuk membayar Yom Perignon hari ini.
Kau ingin memasok alkohol ke sini, 'kan?
Manajer kami tidak mendengarkan promosi penjualanmu.
Jadi, kau memintaku, berharap aku mau bekerja sama.
No comments yet. Be the first to leave one.