هماهنگ با نسخه‌های زیر

Black Clover - 88
ناشر Inisial ZA
88. Menyerbu Markas Mata Matahari Tengah Malam

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2019-06-19
تعداد دانلود: 43
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 188 خط.

Manusia hampir dilenyapkan oleh iblis.

Dan yang selamatkan manusia hanyalah seorang penyihir.

Dia dipanggil Kaisar Sihir, dan dia pun jadi legenda.

Akhirnya Kesatria Sihir yang lulus ujian Kesatria Royal pun diumumkan!

Lalu, salah satu peserta lulus yang datang terlambat adalah Zora.

Ditambah lagi, kesatria yang bertindak sebagai prajurit pembantu,

Shiren Tium, Cob Portaport, Komandan Pasukan Elang Perak, Nozel Silva.

Sehingga total ada 20 prajurit Kesatria Royal.

Apa pun yang terjadi kita harus menang!

Mata Matahari Tengah Malam

adalah organisasi teroris yang mengancam Kerajaan Semanggi!

Kalau kita tak bisa kalahkan mereka, maka takkan ada kedamaian di negeri kita!

Markas Mata Matahari Tengah Malam

berada di

labirin terapung di tengah-tengah wilayah sihir yang kuat bernama Bebatuan Gravito!

Halaman 88 Menyerbu Markas Mata Matahari Tengah Malam

Markas Pasukan Singa Kirmizi

Terima kasih sudah datang ke sini, Rivalku!

Markas Pasukan Singa Kirmizi Ruang Medis

Aku sudah mendengarnya dari kakak, katanya kalian berdua lulus sebagai Kesatria Royal!

Ya!

Akhirnya pertarungan terakhir dengan Mata Matahari Tengah Malam akan dimulai!

Kami akan berangkat tiga hari lagi.

Sampai saat itu tiba, kami akan tinggal di ibu kota agar informasi penyerangan tak bocor.

Begitu, ya.

Anu...

Bagaimana kondisi Tn. Fuegoleon?

Dia masih tertidur.

Saat Mata Matahari Tengah Malam menyerang ibu kota waktu itu,

kita tak tahu apa yang musuh lakukan pada kakak saat menculiknya.

Pasti mereka melakukan suatu kelicikan!

Tidak, kalau memang begitu, kakak pasti akan bilang seperti ini...

"Aku tak bisa kalahkan mereka karena kurangnya kemampuanku."

Aku akan berlatih lebih keras lagi dan menyusul kalian semua,

dan melampaui kalian!

Leopold.

Aku pasti akan balaskan kekalahan Komandan Fuegoleon!

Komandan Fuegoleon tak menertawakan impianku menjadi Kaisar Sihir.

Dia bahkan menyebutku rivalnya.

Aku bisa seperti sekarang ini berkat Komandan Fuegoleon.

Aku juga.

Tak perlu merasa malu karena dirimu lemah.

Malulah kalau kau selalu lemah!

Aku juga jadi kuat berkat kata-katanya itu.

Asta, Noelle, kupercayakan pada kalian.

Demi kedamaian negeri ini...

...kami akan kalahkan Mata Matahari Tengah Malam!

Lain kali, mari bertarung bersama, Leo!

Tentu saja, berhati-hatilah!

Aku akan datang lagi.

Semoga Komandan Fuegoleon dan Kak Finral segera bangun, ya.

Dan juga...

Mungkin sensasi yang kurasakan dari mana-nya itu

ada hubungannya dengan Mata Matahari Tengah Malam.

Kita harus mengalahkannya.

Tapi aku selalu kepikiran akan sesuatu.

Si Gorila Berambut itu pernah bilang, 'kan?

Bahwa mereka juga tak bisa maafkan kita.

Kita bertarung melawannya karena sama-sama tak bisa memaafkan.

Ya, kalau kita bisa saling memaafkan, berarti kita tak perlu bertarung lagi.

Jadi...

Bahkan aku tak mengerti mau omong apa!

Padahal kau itu bego, tapi malah memikirkan sesuatu yang rumit.

Jangan sebut aku bego!

Tapi Komandan Yami pernah bilang begitu!

Sip, di saat seperti ini, aku perlu latihan otot!

Otot perut!

Lalu, otot punggung!

Dasar otak otot.

Ototku kram!

Sulit dipercaya.

Yuno, Mimosa, dan juga Senior Kacamata!

Apa kalian juga pergi membesuk Tn. Fuegoleon?

Tidak, kami ada tujuan lain.

Soalnya, anggota Pasukan Fajar Keemasanlah yang paling banyak lulus Seleksi Kesatria Royal.

Asta, kau baik-baik saja?

Tak perlu khawatir!

Karena aku sudah melatih setiap otot yang ada di tubuhku!

Beberapa hari ini, kami selalu bertemu dengan Komandan Mereoleona,

Berarti, yang belum kau latih hanya otakmu, ya.

Benar, benar.

jadi, kami tak boleh kecewakan siapa pun.

Memang lemah banget, sih.

Eh, jangan mengejekku!

Kalau ada sihir untuk bikin pintar, bisakah kita berikan pada Asta?

Wah, Yuno baik banget!

Jangan meminta sesuatu yang aneh begitu, dong!

Maaf, kurasa tak ada sihir seperti itu.

Itu sedikit mengecewakan!

Ya ampun.

Padahal sebentar lagi akan ada pertempuran besar, tapi kau bahkan tak terlihat gugup.

Bagaimana jadinya kalau mata-mata musuh mengetahui rencana kita?

Mata-mata?

Kemungkinan bisa terjadi.

Yang menyogok Komandan Pasukan Paus Ungu

untuk menyerang ibu kota kerajaan adalah mereka.

Kita harus selalu berhati-hati.

Benar juga, sih.

Kita harus berhati-hati.

Kalau kalian mau pergi ke ibu kota kerajaan, maukah kuantar?

Dengan kapalku.

Boleh, nih?

Terima kasih!

Apa boleh buat, deh.

Rumah Penginapan Ibu Kota Kerajaan

Enak!

Enak, enak!

Masakan di ibu kota kerajaan memang beda, ya!

Ah.

Asta, ada saus di mulutmu.

Astaga, aku terlalu lancang.

Terima kasih, Mimosa!

Kau makan terlalu banyak, tahu.

Bukankah kau harus lebih waspada?

Benar!

Lihat, mulutmu sampai penuh dengan makanan.

Bukan berarti aku peduli juga, sih!

Tidak kok, aku sama sekali tak lengah.

Biasanya makanku malah dua kali lipat dari ini!

Bisa-bisanya.

Aku jadi cemas.

Bukan hanya Asta.

Mereka mungkin berbakat, tapi banyak juga pembuat onar di antara mereka.

Aku sudah tak sabar ingin bertarung!

Aku pasti akan menghajar mereka sampai babak belur.

Zora sedang sendirian!

Pasti dia terlalu malu untuk buka pembicaraan dengan orang lain.

Aku harus pecahkan suasana kaku ini!

Lihatlah!

Ini tiruan wajahmu!

Bau sekali!

Komandan Rill?

Kalian semua benar-benar tak punya sopan santun.

Hidangan itu harus dinikmati dengan cara yang lebih elegan,

cantik, dan menawan.

Berani-beraninya kau lari dariku hanya karena tak mau dimakan?

Benar-benar jamur tak tahu keindahan.

Sini!

Jangan lari!

Dasar jamur tak tahu diri!

Jangan makan saudaraku!

Semuanya, Nn. Puli bersedia mempersembahkan sebuah lagu untuk kita.

Puli, Puli, Puli, kulitku indah sekali!

Seorang gadis cantik dengan suara merdu!

Apa-apaan lagu ini?

Puli, Puli, Puli, kulitku indah sekali!

Kok suaranya bisa separah ini, sih?

Maaf kalau tak sopan, tapi rasanya aku seperti ingin bunuh seseorang.

dengan pipi yang menggemaskan!

Berisik!

Puli poo pariponpen!

Aku sama sekali tak bisa dapatkan informasi yang berguna kalau terus bersama bocah itu!

Pushka, pushka...

Ada apa, Komandan Pasukan Elang Perak?

Kau butuh waktu tiga hari untuk persiapkan operasi ini.

Langkah yang sangat hati-hati.

Maksudmu apa?

Apa kau pikir aku ragu-ragu?

Tidak.

Sepertinya aku tak perlu khawatir.

Kau memang selalu cepat mengerti.

Aku memasang perangkap untuk cari tahu sejauh mana musuh tahu rencana kita.

Baiklah, saatnya kita dengarkan.

Apa kau pikir bisa mengelabuiku dengan sihir bodoh macam itu?

Sakit, sial!

Kau takkan bisa kabur!

Mata-mata dari Mata Matahari Tengah Malam?

Tak kusangka benar-benar ada.

Aku terkejut!

Pemula Nomor Dua,

sepertinya selama ini dia mengikutimu.

Bisa-bisanya aku tak menyadarinya.

Benar-benar kesalahan besar.

Aku menginterogasi dia tanpa membunuhnya,

tapi sepertinya musuh kita masih belum menyadari rencana kita.

Karena itulah, kita akan percepat operasi penyerbuan ini.

Kita serang markas Mata Matahari Tengah Malam besok pagi.

Besok?

Bukan tiga hari lagi?

Aku tak mau Yuno melihat wajahku setelah bangun tidur, lo!

Pastikan kalian semua istirahat dengan cukup.

Itu saja.

Sepertinya Nn. Mereoleona sejak awal sudah berencana untuk segera lancarkan operasi ini

secepatnya setelah beliau berhasil menangkap mata-mata musuh.

Jadi, untuk mengelabui lawan, harus mengelabui rekan dulu, ya.

Tapi besok pagi?

Benar-benar Komandan yang mengerikan.

Ada apa, Junior Pendek?

More Indonesian subtitles for Black Clover (ブラッククローバー)

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left