نخستین 200 خط.
SERIAL NETLFLIX
Netflix.
MENDENGKUR
MENDENGKUR
PUKUL 06.30 SI BERBULU BANGUN TIDUR
Tempat ini ternyata bagus setelah terang.
Hei, Lapar.
Tak ada orang selain kita.
Bagus.
Astaga.
Pemandangannya indah.
Luar biasa.
TRIP KEDUA SI LAPAR DAN SI BERBULU
Burung sedang bercengkerama.
APRIL, GOCHANG
Ayo jalan-jalan.
Tempat apa ini?
Aku sangat suka jalanan benteng.
Udaranya segar.
Sangat indah.
Aromanya segar sekali.
- Hanya ada aroma parfummu. - Benarkah?
- Baunya kuat sekali. - Ini…
- Kau semprot sebanyak apa? - Baunya jadi aneh.
Hermès.
Aku bukan wanita, kenapa terus perhatian padaku?
Aku suka ini. Hidup selalu ada dua pilihan.
Kiri atau kanan? Kanan atau kiri?
Sebelah kanan lereng yang curam,
tapi bisa jadi pemandangannya bagus di puncak.
Sebelah kiri sudah ada jalan setapak.
Aku pilih kanan. Aku seorang petualang.
Aku pilih kiri.
Hari ini ikuti aku.
Kita sudah jauh-jauh sampai Gochang.
Belut makanan khas di sini.
- Aku tahu. - Kita makan itu nanti.
Aku tidak suka belut.
Kau pasti makan kalau aku yang masak.
Kita sampai.
- Bagus sekali. - Luar biasa.
Sangat indah.
Sedang apa? Menyusun batu?
Sambil membuat permohonan.
Aku bermimpi setelah dari Jeju.
- Mimpi apa? - Aku ke Sungai Han,
lalu ada anak anjing manis berlari ke arahku.
Kupanggil dia karena menggemaskan.
Dia berlari ke arahku.
Makin dekat, kepalanya berwujud ikan siakap.
Padahal badannya anjing.
Aku tak bisa lupa itu.
- Kepalanya ikan siakap? - Ya, berbadan anjing.
Sepertinya aku sangat syok.
Astaga, apa lagi ini?
Masih ada jalan lain.
Menyenangkan sekali!
Harusnya aku olahraga di sini tadi.
Lain kali aku akan bawa matras.
Itu ide yang bagus.
Warga yang tinggal di sini
pasti sangat bersyukur.
- Ini luar biasa. - Ya.
Semua jalannya indah.
Kita melalui dua jalan itu.
- Jalan yang kau dan aku inginkan. - Benar.
Kita turun dari jalan kanan.
- Seperti kehidupan, 'kan? - Benar.
- Kadang kita bingung memilih jalan. - Benar.
- Aku makin suka toenmaru seperti itu. - Benar.
Aku ingin bersantai di sana.
Daecheongmaru juga.
Dari belakang, motorku lebih bagus.
- A Dog of Flanders . - Apa maksudmu?
Motormu penuh air saat hujan.
- Jangan konyol. - Buat lubang supaya air turun.
Kau belum mencabutnya.
Cepat kemari.
Buang airnya.
Rasanya berada di tempat lain.
PUKUL 08.30 MULAI MENYIAPKAN SARAPAN
Akan kubuatkan sarapan enak untukmu.
Kau seperti ibuku.
Ibuku ketika berusia 30-an.
Tidakkah aku hebat mempersiapkan ini semua?
Benar.
Sang-soon, putarlah musik untuk kami.
MUSIK DIMULAI
Ini pemberian Hyo-lee.
Hei, aku kagum.
Astaga.
Mentega.
Kue beras?
Kue beras mugwort ?
Kau memanggang ini juga?
Andai penonton mendengar ini.
HEBAT
Ini sungguh…
Boleh dimakan? Enak selagi panas.
- Belum boleh. - Kelihatan enak.
Jangan.
Masih hangat? Luar biasa.
Hebat.
MENJILAT
Kelihatan lezat.
MENDESIS
Panas.
Lihat ini.
Sekarang giliran ini.
Kau tahu wafel eomuk?
- Aku baru tahu. - Rasanya luar biasa.
Aku sangat suka eomuk.
- Sungguh? - Bahkan kumakan mentah.
Astaga, kita makan eomuk Busan di Gochang.
Suara ini bisa jadi lagu kita.
Lagu nomor delapan, desis eomuk .
DESIS EOMUK
- Hong-chul, lihat. - Apa ini?
Astaga.
Warnanya menjadi kekuningan.
Kelihatan enak.
Hong-chul, tolong aku.
- Ada es krim di lemari pembeku. - Apa?
Ada es krim dan sendok di samping tasku.
Mustahil. Ini luar biasa.
Lihat ini. Es krim kesukaanku.
Ini Together.
Astaga.
Tambah lagi.
- Satu saja cukup. - Tidak, ini kurang.
Kita tidak cocok.
Hias dengan cantik.
Tambahkan bubuk kacang.
- Bubuk kacang? - Ya.
Ini luar biasa.
Netflix.
Ini seperti kedelai bubuk dengan hiasan kue beras.
- Sudah bagus. - Ini menakjubkan.
WAFEL EOMUK
Astaga.
Makanlah seolah ini piza.
MENGUNYAH
- Bagaimana rasanya? - Luar biasa.
MENGUNYAH
Hong-chul, ini…
Sangat enak.
Teksturnya kenyal karena mengembang.
Aku penasaran dengan ini.
Sobek dengan tangan. Tunggu.
Cobalah garaetteok juga.
WAFEL GARAETTEOK
Garaetteok ini yang terbaik.
WAFEL GARAETTEOK YANG TERBAIK
Ini yang paling enak.
Aku lebih suka yang lebar.
Cobalah.
TEPUK TANGAN
Ini luar biasa.
Lihat cara makanku.
TAMPAR
MENGUNYAH
Rasanya lumayan, 'kan?
"Lumayan"? Hei, ini sangat enak.
Kau tahu betul kesukaanku.
Tentu. Bahkan suami istri tak seperti ini.
Menurutku kau luar biasa.
Kemarilah. Kubuatkan kopi.
Aku suka itu.
BERDECIT
- Apa kau biasa begini? - Hidup itu tak mudah.
Lihat. Apa itu?
TENAGA
Baiklah.
Ini untukmu karena kau tak minum kopi.
Perpaduan Barat dan Timur.
- Minum kopi di hanok. - Benar.
Lihat warnanya. Ini seperti sujeonggwa.
Harum.
Rasanya kuat.
Tapi bisa menetralkan minyak dari eomuk.
- Menyegarkan, 'kan? - Tentu.
Aku masih tak paham orang sepertimu.
- Lalu? - Kalau aku suka langsung minum.
- Begitu, ya? - Ya.
Ini ada seninya.
BERSULANG
Kenapa benda itu ada di sana?
- Itu? - Penadah hujan?
Kau tak tahu? Itu mainan tradisional. Aku lupa namanya.
Itu tuho! Yang dilempar.
- Mau taruhan lagi? - Apa?
- Yang kau katakan tadi. Belut. - Belut?
Katamu belut di sini terkenal.
- Tidak mau. - Kita jauh-jauh ke sini.
Bisa jadi kau atau aku yang kalah.
- Belut… - Kurasa tidak. Tidak.
Ketika di Pulau Jeju waktu itu,
efeknya cukup lama untukku. Efek ikan siakap.
Aku setuju.
- Tapi… - Kau terlihat seperti belut.
No comments yet. Be the first to leave one.