نخستین 200 خط.
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :. IDFL™ SubsCrew
.: Episode 8 :.
Apa yang kau lakukan?
Kau, kan?
Kau bunuh perempuan sial itu, Jae Hee, kan?
Apa maksudmu?
Tak usah menghindar.
Perempuan yang sudah mati itu mengatakannya. Kau kekasihnya!
Kau di mana? Sedang menyetir?
Ada apa? Apa yang terjadi?
Temanku. Temanku dalam bahaya.
Terima kasih kalian sudah datang.
Kau kelihatan kurang tidur. Jangan khawatir. Dia akan baik saja.
Anak-anak memang sering mimisan.
Aku akan datang kalau sempat. Jaga dirimu.
Jangan lupa kabari aku kalau hasil tes keluar.
Terima kasih.
Hati-hati di jalan.
Aku pergi dulu. Dah.
Seperti kata Han Sang Hoon, apa benar kekasih Jae Hee adalah Dong Seok?
Sungguh kau tak ingat apa-apa?
Mungkin ingat kalau dengar rekamannya lagi.
Aku tak ingat semua detailnya.
Tapi bila benar Dong Seok kekasih Jae Hee...
Dong Seok membunuh Jae Hee,
bahkan membunuh ibu mertua Jae Hee, Na Yoon Jeong.
Maka Jeong Won dalam bahaya.
Aku akan menyelidiki Dong Seok.
Sementara ini kau fokus pada Ye Rin.
Ya.
Hati-hati di jalan./ Ya, selamat bekerja.
Kalau bukan karena sidik jari Kim Yeong Dae, pasti kau yang dituduh.
Kekasih Baek Jae Hee ternyata Chef Hwang Dong Seok.
Kenapa sidik jari Kim Yeong Dae ada di lokasi kejahatan?
Jadi chef itu membunuh Na Yoon Jeong,
dan entah bagaimana meninggalkan sidik jari Kim Yeong Dae.
Apa itu masuk akal?
Apa pekerjaan kita masuk akal?
Orang seperti kita mencari nafkah dari kejadian yang tak masuk akal.
Anak Se Yeon baik saja? Masih di rumah sakit?
Ya./ Apa parah?
Dia masih di rumah sakit.
Bagaimana? Kuantar ke rumah sakit?
Tidak, pulang dulu.
Kamar 13, kamar 13.
Ye Rin kenapa?
Anda dilarang masuk. Tolong keluar.
Lepaskan.
[Daerah Akses Terbatas: Khusus Personil Berotorisasi]
Ye Rin.
Ye Rin! Ibu di sini!
Satu, dua, shoot!
Ibu di sini! Buka matamu! Ye Rin!
Ye Rin!
Leukemia?
Kami curiga leukemia limfositik akut,
Masih harus dijalankan beberapa tes lagi setelah kondisi pasien stabil.
Ye Rin hampir tak pernah flu.
Penyakit ini penyakit akut.
Pertama-tama kita tes dulu.
Taksi!
Halo. Aku ayah teman Ye Rin.
Kita pernah bertemu di taman, kan?
Halo, Sang Hee.
Sang Hee, kan?
Kau akan ke rumah sakit Ye Rin?
Aku juga akan ke sana. Naiklah. Kita pergi bersama.
Taksi!
Ye Rin...
Sekarang harus bagaimana?
Aku tak tahu orang macam apa aku.
Sebagai ibu, aku bahkan tak tahu anakku sakit.
Aku memaksa anak yang sakit agar berangkat sekolah.
Se Yeon, jangan terlalu menyalahkan dirimu.
Ini salahku.
Apa yang bisa kulakukan...
Apa yang bisa kulakukan untukmu dan Ye Rin?
Ada yang bisa kau lakukan.
Katakan. Akan kulakukan. Apapun itu.
Jangan, jangan lakukan apapun.
Jangan lakukan apapun, jalani saja hidupmu seperti dua tahun terakhir.
Hidup seperti orang yang sudah mati.
Apa maksudmu?
Ye Rin...
membutuhkan banyak uang untuk operasi dan pengobatan.
Mungkin kita butuh uang asuransimu untuk hari ini.
Aku butuh uang itu untuk mempertahankan hidup Ye Rin.
Ye Rin bisa terus hidup seperti itu selama sisa hidupnya.
Mulai saat ini, aku akan hidup untuk Ye Rin. Maka dari itu, kau...
kau jalani hidup seperti sudah mati.
Seperti orang mati, seperti itu.
Aku paham maksudmu.
Aku paham.
Maaf. Maaf. Kumohon. Maaf.
Maaf.
Sembunyi!
Bagaimana ini?
Maaf. Bagaimana ini?
Maaf. Akan kubersihkan.
Sebentar. Akan kubersihkan.
Berikan kopinya.
Terima kasih.
Aku benar-benar minta maaf.
Sekarang tak apa.
Kau sudah datang.
Kau sedang keluar?/ Ya.
Kubawakan yang kau minta.
Tapi ada yang menumpahkan kopi.
Tak apa. Terima kasih.
Kondisi Ye Rin parah?
Dokter bilang apa?
Mereka masih harus menjalankan tes lagi.
Tutup saat kubilang tutup.
Kim Yeong Dae masih hidup. Jangan ditutup seperti ini.
Makanya selama ini kudukung. Mempercayai insting detektifmu.
Sudah hampir selesai.
Sidik jarinya ditemukan di lokasi kejahatan. Permainan sudah berakhir.
Na Yoon Jeong, wanita itu, kau bilang orang lain punya motif untuk membunuhnya.
Soal itu agak kacau tapi akan segera kujelaskan semuanya.
Kim Yeong Dae benar-benar masih hidup.
Bocah ini benar-benar...
Kuberi waktu dua minggu. Bawakan bukti penting.
Sebelum itu, tak ada bantuan.
Santai. Kau penguntit Kim Yeong Dae?
Diam, kerja yang saja yang benar, kampret.
Lihat ini. Di sini ada banyak barang bagus.
Lucu sekali.
Ini mobile.
Dari perspektif bayi, bagaimana cara melihat mobile sangat penting.
Bayi kita akan berbaring dan memandangnya seperti ini.
Kau juga coba lihatlah.
Saat mengirim USB itu, aku juga mengirimnya kepada suamimu.
Terima kasih. Selamat menikmati.
Terima kasih.
Halo!/ Halo.
Aku selalu menonton programmu.
Terima kasih.
Kau tak nyaman? Kita ke tempat lain?
Tak apa. Ayo makan.
Sebenarnya, penjualan di restoran meningkat sejak aku tampil di TV.
Aku menghasilkan banyak uang.
Sangat menguntungkanku.
Benar.
Maka dari itu, program yang pernah kuceritakan. Kita coba saja?
Apa? Acara realita bayi?
Ya, kau ingat?
PD program itu mengagumkan,
terancang dengan baik sehingga semua ingin mengerjakannya.
Dan PD Kim bilang tak ada jalan lain kecuali kita.
Sayang./ Bicaralah.
Kau seorang chef.
Bukan selebriti.
Kau kira aku tak tahu?
Tapi di mana-mana banyak chef dan restoran.
Semua melakukan apa saja agar dikenal.
Ini kesempatan yang sangat baik untuk kita.
Jadi maksudmu,
kau ingin anak kita jadi tontonan untuk meningkatkan penjualanmu?
Kenapa bicaramu begitu?
Itu yang kau katakan sekarang.
Terlalu berat kau atasi sendiri makanya memanfaatkan anak kita.
Jangan-jangan...
itu sebabnya kau berusaha keras memiliki anak?
Kenapa kau bicara begitu?
Kalau kau ingin jadi tontonan, lakukan saja sendiri.
Bu guru Han.
Aku tak percaya kau kirimkan USB itu kepada suamiku.
Dong Seok sangat ambisius.
Tapi dia bukan orang jahat.
Kenapa dia begitu bahagia kalau tahu bukan anaknya?
Tidak. Suamiku tak melihat USB-nya.
Kau hanya ingin memberiku masalah.
Kau benar.
Aku tak mengirimnya pada suamimu.
Aku juga yang memutar videonya.
Aku benar-benar minta maaf.
Kau jujur, kan? Jujur, kan?
Kalau aku tahu kau hancur semudah ini,
aku takkan mempermainkanmu.
Akan kuhentikan. Tak asyik.
Sampai kapan kau akan menangis?
Gunakan sampai habis.
Kenapa?
Setelah habis, kau akan tahu.
Kau sedang apa?
Kini kita yakin siapa pembunuh ayahku.
Kalau begitu.../ Aku pergi dulu.
Seon Ho.
Hari ini kau ada waktu?
Halo.
Eun Soo, lama sekali kau tak datang.
Maaf, aku jarang sekali datang.
Tidak. Maaf, aku jarang mengunjungimu.
Jarang terlalu sering datang ke rumah sakit kami.
Itu maksudku.
Aku ke toilet sebentar.
Maaf./ Tak apa, biar aku saja.
Dia agak ceroboh.
Kaset-kaset ini sangat penting.
Kaset apa ini?
No comments yet. Be the first to leave one.