نخستین 200 خط.
Aku tidak pernah bersedih karena sendirian
sebab ibuku selalu bersamaku.
Aku tidak marah saat aku yang terakhir,
karena ibuku memegang tanganku erat,
Aku tidak pernah bersedih saat ibu terlambat,
karena ibu pasti datang.
Ayah!
Tapi aku tetap ingin memanggil meski hanya sekali,
"Ayah. Ayahku."
Sa Rang?
Mmm.
Ibu?
Apa?
Ibu!
Kemudian ibuku akan tersenyum.
Super Daddy Yeol Episode 8
Benar. Ini palsu.
Kami akan hidup bersama selama tiga bulan.
Kami pasangan rehabilitasi dengan tenggat waktu.
Tetapi,
Aku sangat terkejut saat dia tiba-tiba bilang sudah menemukan seorang ayah.
Oh, astaga! Sheesh!
Kau tahu apa?!
Dimana kau sekarang?
Mereka semua meragukan kita, dan ini masalah besar!
Kita akan ketahuan!
Jangan khawatir dan dengarkan ucapanku.
Apa?
Jangan terkejut terlepas dari apapun yang akan kulakukan nanti di sana.
Apapun yang kuucapkan, tetap tenang, dan ikuti aku tanpa bertanya.
Aku akan menyelesaikan dengan baik.
mulai saat ini...
kau adalah wanitaku dan aku priamu. Kita tidak berpura-pura.
Sekarang, kalian percaya?
Aku adalah pria wanita ini dan ayahnya.
Kami adalah keluarga. Sungguh... satu keluarga.
Hey! Kau keren sekali!
Keren!
Bagus sekali!
Aigoo, Direktur Hwang.
Ayo minum lagi.
Direktur, aku akan memanggil taksi untuk mengantarnya pulang.
Tinggallah lebih lama bersama yang lainnya.
Ya, benar.
Masuklah.
Selamat menikmati.
Pergilah. Aku bisa sendiri.
Kau tidak apa-apa?
Ahh!
Mirip seperti penguntit,
kau naksir pada Yeol-ku.
Aku tahu semuanya.
Dr. Cha.
Tapi! Aku tidak bisa membiarkanmu bertindak lebih jauh lagi.
Aku akan melindungi lelakiku!
Jika kau pernah meneteskan air liur
atau menggodanya lagi, kau 100% akan mati.
Kalian duluan saja.
Ayo.
Tidak, aku nanti saja!
Ba ba ba ba datang, melempar bola,
dia memukulnya dan home run!
- Kau paham semuanya? - Aku direkturnya.
Direktur apa?
Kandung kemihku.
Oh, apa kau terlalu banyak minum?
Hari ini kau benar-benar memintanya.
Kau bilang Sa Rang kasar, karena dia suka olah raga?!
Kau bilang aku tidak mengajarkannya sopan santun?
Tidak! Bukan begitu!
... Nyonya.
Dia seperti itu karena dia tidak punya ayah, huh?
Kau menolaknya karena dia dari keluarga yang berantakan?
Maaf! Aku benar-benar minta maaf!
Aku yang salah.
Berlutut!
Tidak mau?
Kau tahu bagaimana aku menangani orang seperti dirimu, bukan?
Orang sombong yang merasa dirinya sangat hebat, ini apa yang kulakukan pada mereka.
Aku minta maaf! Tolong maafkan aku!
Tadi kau memberiku hadiah yang langka!
Glamor karya Picasso?
Glamor karya Picasso?
Itu bukan glamor.
Bukan glamor,
itu hasil karya siswa SD, Cha Sa Rang. Dasar bodoh!
Ahh! Tolong aku!
Bulan sangat terang.
Hari yang tepat untuk mabuk.
Bulan sabit sangat terang? Omong kosong.
Aku mengatakan ini karena kau mungkin masih salah paham.
Kami tidur terpisah karena kami terbiasa hidup sendiri.
- Tapi tiap malam-- - Aku tahu kau berbohong.
Aku tahu, itu semua bohong.
Yang kau ucapkan tadi, palsu menjadi nyata. Bukankah itu bohong?
Apa?
Itu sungguh-sungguh. Kenapa kau tidak percaya padaku?
Aku tahu dari Sa Rang.
Kau hanya bisa menjadi sungguhan jika dia mengakuimu. Itu janji ibunya.
Dan juga bahwa ibunya tidak 100% mencintaimu. Dan dia belum akan mengakuimu.
Itu karena dia masih kecil. Dia bisa salah paham.
Bukan masalah kau asli atau palsu.
Ini pertama kalinya aku melihat ekspresi itu
di wajah Sunbae.
Saat kalian tadi bernyanyi bersama,
saat kau bilang dia wanitamu,
dia seperti gadis remaja yang gugup dan cemas.
Dia tidak pernah menunjukkan perasaannya kepada siapapun
dan selalu memasang wajah poker face.
Ini keputusan dan pilihan Sunbae, jadi bagaimanapun aku akan mempercayainya.
Jika tidak masalah bagi Sunbae maka tidak masalah bagiku.
Wow! Kau agak keren hari ini.
Kau percaya padanya, kau harus percaya padaku-
Aku ingin tanya sesuatu.
Apa kau yakin bisa bertanggung jawab atas Sa Rang dan Sunbae, sepanjang hidup mereka?
Apa cintamu cukup besar untuk melindungi dan menjaga mereka sepanjang hidup mereka?
Tentu saja—
Han Yeol! Hey! Han Yeol!
Harusnya tadi kau bawa ponsel!
Mi Rae! Mi Rae pingsan.
Kau bicara apa, mabuk begitu?
Sunbae!
Cepat! Cepat!
- Kenapa dia? - Ibu!
Apa yang terjadi? Sadarlah.
- Kenapa dia, Sa Rang? - Ibu!
Sadarlah.
Hey! Mi Rae!
Ada apa? Cha Mi Rae!
Cha Mi Rae!
Tadi, di dalam lift,
kami bicara soal cara mendidik anak-anak kami.
Lalu tiba-tiba...
Dia tidak sadar. Segera bawa ke rumah sakit.
Tidak ada waktu lagi. Taruh dia di punggungku. Sa Rang,
- Kau tahu dimana UGD terdekat, bukan? - Ya. Aku akan mencari taksi.
Kenapa aku tidak tahu waktu itu? Kenapa aku tidak mengerti?
Jika saja aku tahu, apa yang akan kulakukan?
Apa cintaku cukup besar untuk melindunginya dan bertanggung jawab atas dirinya selamanya?
Tolong cepat. Ke rumah sakit.
Aku selalu terlambat.
Itu sebabnya aku pria yang tidak baik.
Sa Rang. Sa Rang.
Bagaimana ibu? Sudah sadar?
Belum. Dia akan baik-baik saja. Sepertinya dia kelelahan karena pestanya.
Kau harus istirahat, besok kau harus ke sekolah.
Tidak mau! Aku tidak akan pergi sampai ibu sadar!
Baiklah. Kau mau susu?
Kau belum makan, bukan? Ayo.
Ini...
Ini ada di kantung Sunbae.
Tramadol dengan Codeine! Ini obat untuk penderita kanker tahap akhir.
Ini obat pereda rasa sakit, bukan?
Sunbae melarangku berbicara.
Jika kau yakin tidak akan menyesal nantinya, lakukan saja.
Kau harus istirahat lagi.
Tidak, aku tidak apa-apa.
Kurasa aku terlalu banyak minum. Semua orang pasti terkejut.
Kenapa kau menyembunyikannya?
Kalau kanker tahap IV.
Kalau waktu yang tersisa kurang dari setahun. Kenapa kau menyembunyikannya?
Aku tidak bisa membiarkan hal ini.
Aku mohon padamu.
Pada Sa Rang, pada Yeol,
jangan beritahu mereka.
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :.
Aigoo, aigoo! Kau tidak apa-apa, kakak ipar?
Apa kau kekurangan darah? Kenapa mendadak begitu?
Sudah pasti tekanan darahmu. Benarkan? Kita melakukan banyak hal hari ini.
Aku tidak apa-apa. Mungkin karena obat flu dan sedikit minumannya.
Tidak heran kau tiba-tiba menjadi seperti orang yang menggunakan obat-obatan...
Syukurlah, kau tidak apa-apa.
Sayang, ayo pulang. Sudah larut malam. Kami pulang duluan.
- Kenapa? - Hati-hati di jalan.
Bagaimana ini? Direktur rumah sakit dan Direktur Park pingsan.
Mereka ingin bersenang-senang dan minum bomb cocktail,
kemudian muntah dan minum lagi kemudian bertengkar dan seterusnya.
Di ruang tamu rumah kami?
Astaga!
Mereka akan meragukan kita jika kita tidur terpisah. Sebaiknya aku tidur dimana?
Oh! Astaga!
Kenapa jantungku berdetak cepat begini? Seperti saat kami pertama bertemu.
mulai saat ini...
kau adalah wanitaku dan aku priamu. Kita tidak berpura-pura.
Sekarang, kalian percaya?
Aku adalah pria wanita ini dan ayahnya.
Kami adalah keluarga. Sungguh...
satu keluarga.
Belum 100%.
Kami belum boleh begini.
Selalu menyuruhku tidur di lantai, padahal ada tempat tidur yang nyaman...
Kemarilah.
Naiklah ke tempat tidur.
Kalau kau tidak mau, ya sudah.
Hanya untuk hari ini, karena kita tidak boleh ketahuan.
Tentu. Hari ini menjadi besok. Sekali menjadi dua kali. Begitulah cara kerja dunia.
Berhenti!
Mulai!
- Kau akan mati. - Tidak apa-apa meski aku mati.
Mulai sekali lagi!
No comments yet. Be the first to leave one.