نخستین 200 خط.
BERDASARKAN KISAH NYATA
KAMPALA, UGANDA
2011
Apa aku sudah siap?
Tempatmu di sini.
2007
Pagi, Ny. Kimbale./ Pagi!
Brian, masih tidur.
Phiona.
Richard! Adik kecilku, bangun!
Pergilah./ Kau yang pergi.
Ini satu-satunya. Masing-masing 500.
Kelimanya?
Kelimanya?/ Ya.
2,500.
Kapan kau mau menjual murah?/ Pak, bayar aku 1,000.
Dua kantung! Dua kantung, tolong.
Ibumu masih punya hutang denganku.
Akan kami lunasi besok.
Itu saja. Sekarang beritahu ibumu aku mau uangku.
Ya, Tuhan, Phiona.
Dia memberiku tumpangan dengan motornya.
Model terbaru, sepeda motor China.
China! Ya!
Tanya kakakmu kenapa pria ini membawa gadis muda dengan motornya.
Ibu bertanya, "kenapa dia membawa gadis muda dengan motornya?"
Theo punya hati yang besar!
Brian.
Menurut Ibu kau sebaiknya jaga jarak dengan pria ini.
Kau harus menghasilkan 1,000, Phiona.
Tidak, Ibu, itu terlalu banyak. Aku lelah!
Begitu juga ibu.
Ibunya Patricia tidak memaksanya berjualan. Aku lelah.
Ibunya Patricia punya suami yang masih hidup.
Apa ayah kalian meninggalkan ibu uang saat ia meninggal?
Theo!/ Night, ayo.
Night, kau mau kemana?
Jalan-jalan.
Apa kau Ibunya atau saudarinya?
Untukmu, bukan keduanya.
Dan aku tahu dubuk saat aku melihatnya.
Kau sebaiknya menjauh dari putriku.
Ibu, hentikan!
Jika aku melihatmu datang ke sini lagi...
Aku akan bakar motormu hingga hancur!
Kau sebaiknya berhati-hati.
Motor ini harganya lebih mahal dari semua yang kau punya.
Theo./Aku pergi.
Theo!
Aku takkan pernah memaafkan ibu untuk ini.
Ibu tak perlu dimaafkan!
Ibu mau kau menjual jagung untuk memberi makan adik-adikmu!
Pergi. Pergilah!
Kemeja, kemeja. Pakaian kemeja.
Pakaian kemeja.
Kemarilah. Pakaian kemeja untukmu.
Menyebar!
Joseph! Umpan jauh! Terus bermain.
Katende.
Mereka menolakmu.
Aku sudah peringatkan kau.
Mereka tak peduli dengan pendidikanmu.
Hanya status keluargamu.
Aku menyerah, Temanku.
Aku akan terima posisi sebagai asistenmu...
Tapi hanya hingga aku menemukan pekerjaan sebagai teknisi.
Apa yang membuatmu berpikir aku masih punya pekerjaan untukmu?
Jadi kau bersedia untuk mengubah harapan...
...dan mengubah kehidupan anak-anak melalui olahraga.
Penuh waktu.
Aku bersedia.
Selamat datang. Katwe membutuhkanmu.
Satu jagung? Hanya 300.
Aku bilang, tidak, terima kasih. Astaga!
Terima kasih. Terus menari.
Terima kasih, Bu.
Bawa emberku, Phiona.
Kau pergi ke mana setiap hari?
Brian! Kita masih belum mendapatkan 1,000 shillings!
Ayo!
Cepat, cepat, cepat!
Kenapa kau tak ikut bermain?
Kau bisa patah tulang bermain sepak bola.
Ibuku melarang. Tak ada uang untuk dokter.
Aku pernah beberapa kali patah tulang bermain sepak bola.
Joseph, apa yang tadi aku katakan?
Ada permainan lain yang bisa kau mainkan.
Pernah dengar catur?/ Aku tahu.
Kau mencium seseorang, lalu mencoba untuk menangkapnya.
Tidak, Itu permainan papan. Aku bisa ajarkan kalian.
Aku tidak mau.
Tidak keren, ya?
Kupikir kau mungkin suka mengalahkan anak kota.
Apa maksudmu?
Saat aku kuliah...
Orang-orang kota dengan jam emas mereka,
Mereka menyukai permainan ini.
Mereka mengadakan kontes untuk melihat siapa yang terbaik.
Aku siap setelah kau siap.
Aku adalah anak yatim. Sama seperti kalian,
Aku tak punya jam emas...
Tapi aku berlatih permainan caturku.
Dan aku kalahkan mereka semua.
Terima kasih./Aku harus membayar uang pendidikan.
Bawakan kami permainan ini.
Kau mau bermain catur?
Bagus.
Pagi./ Pagi, Brian.
Pagi./Pagi, Brian./ Pagi. Pagi, teman-teman!
Hai, Gloria./ Pagi.
Joseph, hai./ Pagi, Ivan.
Hei, pelatih sudah datang.
Selama pagi, para pelopor!
Selamat pagi, pelatih!
Dimana cangkirnya?
Kemarilah yang mau bubur!
Gadis muda. Kemarilah.
Masuklah. Ayo.
Apa kau lapar?
Kau bau!
Siapa dia?
Apa kau berlarian di lumpur seperti babi?
Pergilah, gadis bau. Ini bukan permainanmu.
Lepas!
Lepas! Lepas!
Lepas!
Lain kali aku akan sobek hidung itu dari wajahmu!
Siapa lagi yang berani?
Aku? aku tidak berani.
Hei! Seorang pejuang.
Siapa namamu?/ Phiona.
Selamat datang.
Ini tempat untuk pejuang.
Phiona.
Aku ambil yang sudah busuk dari kemarin...
Tapi kau harusnya memberi itu padaku secara gratis.
Aku akan beri gratis saat kau beri aku sesuatu secara gratis.
Ini.
Tak perlu bayar.
Abdul, pergilah bermain ruwenda.
Gloria, bisa kau ajarkan Phiona cara menggerakkan bidaknya.
Kita harus memberitahu mereka yang tidak tahu.
Yang kecil ini,
Motornya rusak, jadi dia hanya selangkah maju ke depan.
Ini adalah ratu.
Dia yang paling kuat dari bidak yang lainnya.
Apa yang mereka semua lakukan?/ Mereka saling membunuh.
Lihat, mati.
Ini adalah presiden .
Jika presidenmu terjebak, tak bisa kemana-mana lagi...
Kau berkata, skakmat./ Skatmat?
Sekarang pergilah. Aku tak suka bau busukmu.
Hei, Phiona! Bagaimana hidupmu?
Baik-baik saja.
Mari kita berdoa.
Ya Tuhan, berkati makanan yang akan kami makan. Amin.
Amin.
Ibu, aku sudah kenyang.
Ibu makanlah bagianku.
Aku juga sudah kenyang, Ibu.
Kalian sudah makan. Bagaimana?
Kau sebaiknya tidak memakan jagungnya.
Lihat, apinya bersinar.
Bagus! Bagus, aku mengalahkanmu.
Si babi sudah mandi.
Joseph, kau bermain dengan api.
Diamlah, Benjamin.
Pelatih.
Pelatih menyebut itu "peningkatan."
Tapi aku menyebutnya "menjadi ratu."
Saat kau menggerakkan bidak kecil ke ujung papan...
...kotak demi kotak...
Saat ia mencapai ujung papan...
Dia menjadi...
...Ratu.
Didalam catur...
Yang paling kecil bisa menjadi yang paling besar.
Itu sebabnya aku menyukainya.
Kau jaga Richard.
Ibu akan mencari Night.
Phiona!
Phiona!
Night./Kemari.
Night?
Ibu baru saja pergi mencarimu.
Ini.
Dari mana kau mendapatkan ini?
Sudah kubilang padamu, Theo orang yang baik.
Kau tidak tinggal dengannya, 'kan, Night?
Ibu tinggal dengan seorang pria. Beberapa tahun lagi, begitu juga kau.
Tidak. Tidak denganku.
Night...
Apa menurutmu Tuhan mau kita bernasib buruk?
Kenapa kau mengatakan ini?
Karena sejak ayah dan Juliet meninggal...
Tampaknya Ia marah dengan kita.
Kurasa Tuhan tak peduli dengan kita,
Begitu juga sebaliknya.
Sampai jumpa, Adikku.
Ivan, saat kau mengambil air untuk ibumu...
No comments yet. Be the first to leave one.