نخستین 200 خط.
Diterjemahkan oleh mifae :)
Hai.
Hai.
Kau John?
Benar.
Hai.
Annie?
Ya, itu aku.
Kau bisa parkir di sana.
Benar, di sana.
Baiklah.
Aku tunggu di dalam.
Baiklah.
John!
Silakan lihat-lihat.
Aku segera ke sana.
Baiklah.
Aku ada di ruang tamu.
Apa?
Di ruang tamu!
Kulihat kau sudah
melihat-lihat tempat ini.
Ya.
Ini...
Suram, menyeramkan, dan kurang kepribadian?
Terasa tidak asing.
Rumah liburan, kan?
Danau dan hutannya indah.
Damai.
Mengingatkanku pada rumah yang kukunjungi waktu kecil.
Annie?
Annie?
Hei.
Semua baik-baik saja?
Ya.
Panggil saja aku Anne.
Anne.
Baiklah.
Bagus.
Aku mau berterima kasih padamu.
Gary bilang kau pakai segala alasan
untuk meninggalkan pacarmu sejenak.
Aku sangat menghargainya.
Baiklah.
Tak masalah.
Aku butuh uang tambahan.
Aku akan bawa ini ke mobil
dan mengajakmu keliling kalau ada waktu. Oke?
Baiklah.
Biar kubantu.
Jangan.
Tidak usah.
Ini tidak berat.
Baiklah.
Ada apa?
Mungkin pipanya karatan.
Tempat ini mulai bobrok.
Sudah sangat tua.
Belum pernah dipugar.
Kami punya rencana besar untuk tempat ini.
Benar kan, Agnes?
Aku John, perawat magang dari Homefront.
Aku akan membantumu selama Anne pergi.
Dia sedikit lelah setelah perjalanan.
Kurasa dia tak bisa mendengarmu.
Aku bisa mendengarnya.
Aku ingat dengan jelas meminta Homefront
kirim perawat berpengalaman, bukan bocah perawat amatir.
Banyak sekali...
homoseksual seperti ini...
Baik.
Ayo pergi ke kamarmu.
Hal yang tak mau kudengar
sebelum aku mati adalah rengekan.
Rengekan?
Benar.
Lihat dia.
Dia tampak lemah.
Annie.
Dia lemah.
Dia lemah.
Kau tetap di sini!
Kau tetap bersamaku!
Kubilang kau tetap di sini.
Tidak.
Kubilang kau tetap di sini.
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Kau tak boleh berbuat begini lagi padaku.
Aku tak mau dengar.
Aku tak mau dengar.
Tidak!
Kau pasti akan bekerja dengan baik.
Aku bisa membantumu.
Hentikan.
Hentikan!
Kubilang hentikan, Sinting!
Kau tak bisa berdiri?
Apa?
Berdiri.
Atau kau juga tak berguna selain lemah?
Tak mampu menggendong wanita berbobot 45 kg.
Aku hanya mau membantu.
Oke?
Kau tidak membantu, Nak.
Pergilah ke sana.
Baik.
Aku di sini.
Terima kasih bantuannya, Gay.
Cuci tanganmu.
Kau tetap lemah.
Kau dengar itu?
Aku dengar.
Suara aneh di rumah ini?
Dia datang di musim gugur.
Suara itu?
Embun beku.
Aku mau jalan-jalan sekarang.
Baiklah.
Baiklah.
Aku tak sadar udara dingin bisa menggelitik paru-paru.
Nyaman sekali.
Nyaman, kan?
Benar.
Hai.
Semoga kau tak ada masalah dengan pasienmu.
Tidak terlalu kesulitan.
Aku bertemu Mike dan katanya dia punya barang
yang kau minta dia belikan.
Katanya kau pasti mengerti.
Apa kau punya niat buruk?
Aku tahu itu.
Aku merindukanmu.
Cepatlah pulang.
Hubungi aku.
Coba kulihat.
Aku mencintaimu.
Dah.
Yang benar saja.
Memangnya kita ada di Afganistan?
Hei.
Hei. Sayang?
Hei!
Hei!
Ya.
Aku sudah coba cari sinyal selama satu jam.
Aku bergurau.
Tentu saja aku merindukanmu.
Aku hanya lelah.
Sungguh?
Ya.
Karena pasien?
Ya, Agnes.
Entahlah.
Dia banyak maunya.
Dementia mulai menyerangnya.
Ucapannya tidak jelas, suasana hatinya buruk
tangan dan kakinya selalu dingin.
Jadi...
Tidak.
Entahlah.
Seperti yang kubilang, dua hari.
Lupakan saja.
Kita lihat saja.
Setelah selesaikan ini, aku akan dapat bonus.
Sepadan, kan?
Ya.
Ya.
Bacakan sesuatu untukku.
Ya.
Sial.
Kurasa aku mendengarnya.
Aku harus pergi, Sayang.
Aku mencintaimu. Baiklah.
Aku akan telepon secepatnya.
Dah.
Mau lagi?
Mau lagi?
Aku tak merasakan apa-apa.
Semua ini tak berguna.
Apa?
Aku pasti menghabiskan beberapa jam kemarin
berteriak minta tolong.
Maafkan aku.
Agnes, maaf.
Waktu terus berjalan.
Aku bisa rasakan kegelapan merayap, menggelitikku.
Cium baunya. Dibuang. Hampa.
Diasingkan...
bersama homoseks tidak kompeten
dan bodoh di sini.
Bunuh aku.
Tembak saja aku.
ASI belum kering dari hidung, bibir...
Masih menyusu.
Bodoh sekali.
Terbang menjauh bersama nyanyian burung musim dingin
No comments yet. Be the first to leave one.