نخستین 200 خط.
"Ada Bayi di Mobil"
Kurasa dia kesulitan mengemudi karena hujan.
Dia sedang belajar mengemudi.
"Ada Bayi di Mobil"
Dia melihat semuanya.
"Foto kecelakaan mobil Park Seong Hwan"
"Belajar Mengemudi"
Dia tidak buta.
"Tanggal 9 Mei, enam pekan, 67 cm, 120 bpm, harapanku"
Mi Do satu-satunya saksi dan kaki tangan.
Itu sebabnya Jang Ho bisa memiliki alibi.
Tidak, Jang Ho sepertinya tidak tahu.
Beri salam. Dia pacarku.
Habiskan saja makananmu.
Soo Hyun, kenapa kau diam saja?
Ya. Bisakah kau menyelidiki seseorang untukku?
Aku akan mengirimkan nama dan alamat kantornya.
Ada apa? Ada hubungannya dengan yang terjadi?
Ini mendesak. Selidiki secepat mungkin.
Baik, aku mengerti,
tapi kau tidak berhak menyelidiki kasus ini.
Kau mendengarkan?
Aku akan menghubungimu lagi.
"Episode 10"
Kau tidak perlu mencintaiku.
Bagiku, itulah cinta.
Aku tahu
kau tidak mencintaiku,
tapi
aku tidak peduli.
Bagi beberapa orang,
ini juga bentuk lain dari cinta.
Aku bukan Eun Ho.
Ya.
Aku tahu itu.
Kita harus berhenti.
Kau bisa
mulai menulis lagi.
Aku akan kembali mengadakan pameran dan untuk Yeon Woo,
dia akan kembali ke sekolah begitu matanya pulih.
Mari kita kembalikan semuanya seperti dahulu.
Mengerti?
Bagaimana?
Apa
yang harus kulakukan?
Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?
Apa yang membuatmu kesulitan?
Karena Yeon Woo?
Biar... Biar kubantu.
Aku akan melakukan apa pun.
Maafkan aku
karena mengandalkanmu saat itu.
Maaf aku menyakitimu begitu lama.
Aku egois.
Aku minta maaf untuk itu.
Kita tidak bisa menyerah sekarang.
Jangan tinggalkan aku.
Aku merasa bersyukur kau saat itu ada di sisiku.
Aku serius.
Saat semua ini berakhir...
Sampai saat itu tiba...
Selamat tinggal, Jang Ho.
Mi Do?
Dia membantu kami selama syuting.
Apa maksudmu?
Karena tema dokumenternya, kami merekam dalam kegelapan total.
Pak Oh bersamamu sepanjang waktu?
Ya. Dia bersama kami sepanjang waktu.
Bisa tunjukkan rekamanmu hari itu?
Tentu.
Ada titik butakah?
Seperti kataku, kami ingin ini terlihat nyata,
karena itu kami berusaha keras.
Itu, Pak Oh di sana.
Dan ini Mi Do.
Bisakah aku melihat klip lain yang merekam Pak Oh?
Tentu saja. Jika itu membantu Humas.
Aneh.
Aneh. Kami merekam semuanya.
Dia pergi selama syuting?
Tidak. Dia ada di sana sepanjang waktu.
Biasanya, Pak Oh memberikan instruksi sendiri,
tapi hari itu, dia merasa kurang sehat.
Di mana, ya?
- Selama syuting? - Ya.
Bahkan suaranya pun serak,
jadi, Mi Do yang menyampaikan instruksinya kepada kami.
Jadi, pelanggan lain tidak keberatan.
Memangnya itu mungkin?
Mi Do bukan ahli dokumenter.
Mereka sudah lama berpacaran.
Aneh sekali.
Kau bilang mereka bertemu tiga tahun lalu.
Ya. Di mana, ya?
Karena Lee Mi Do,
semua orang berpikir Oh Jang Ho ada di sana.
Direktur Bae memberi tahu polisi pada tanggal satu bulan ini
di dalam Royal The Hill, dia menabrak dan membunuh
pemilik klub Kim Seok Pil,
lalu menyerahkan jasadnya
kepada Anggota Dewan Hwang Tae Seob.
Jadi, kau berdoa di gereja?
Ya, sebentar.
Baiklah. Ayah tahu kau sudah melihat berita.
Kau pasti punya banyak pertanyaan
dan merasa bingung.
Berandal yang mencoba menculik cucuku
dan pembunuh pria satunya sudah ditangkap.
Semua sudah berakhir sekarang.
Bagaimana jika
kau dan Yeon Woo pergi ke tempat lain untuk sementara?
Nama Yeon Woo akan muncul di berita selama beberapa saat,
lagipula ada banyak rumah sakit yang lebih baik di luar sana.
Di mana maksud Ayah?
Di mana saja.
Sebutkan tempat apa pun.
Ayah akan mengaturnya.
Piring yang pecah
tetap rusak meski disatukan kembali.
Jika ini tentang Soo Hyun,
merelakannya bisa menjadi pilihan.
Aku tidak bisa melakukannya. Ayah mengetahuinya.
Di saat seperti ini, ingatlah satu hal.
Bahwa kau ibu Yeon Woo.
Kau pernah kehilangan dia sekali dan itu sudah berlebihan.
Bagi kita berdua, bukan?
Ya, Ayah.
Kudengar Pimpinan ingin segera bertemu denganku.
Soal ini kau cepat.
Soal lain sebaliknya.
Boleh aku tahu ini soal apa?
Di usiaku ini,
ada dua perubahan menarik.
Satu, waktu bertambah cepat.
Sehari bagi orang lain terasa seperti sepekan bagiku.
Dua,
aku merasa tidak sabar, seperti anak kecil.
Ikut aku. Ada sesuatu yang harus kau lihat.
Aku punya rekaman semua perbuatanmu malam itu.
Aku sudah memasukkanmu ke Gedung Biru.
Tentu aku juga punya trik lain, bukan?
Pimpinan tidak mengatakan apa pun,
jadi, aku tidak bisa maju.
Kenapa?
Kau takut menyerang Soo Hyun tanpa seizinku
akan membuatku kesal?
Karena dia anggota keluargaku?
Hanya butuh setengah hari kurang untuk merusak kehormatan seseorang.
Butuh kurang dari sehari untuk memperbaikinya.
Mana mungkin aku tidak tahu?
Aku akan bergegas.
Jika tidak bertindak lebih dahulu,
kau tidak bisa mengalahkan Soo Hyun.
Akan kuingat itu.
Seo Young, ini darurat.
Sampai jumpa di kantor. Aku segera ke sana.
Soo Hyun melakukan ini karena Eun Soo?
Karena dia dan Oh Jang Ho?
Ya.
Lanjutkan yang kau lakukan.
Baik, Pak. Aku menyuruh mereka menjauh
terlepas dari situasinya sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Astaga.
Sekretaris Lee cukup tangguh.
Dia masih bertahan.
- Ya. - Baiklah.
Mari kita patahkan sayap Soo Hyun dahulu.
Ya, Pak.
"'Gadis Remaja dari Yeongsan Menghilang'"
Jika tidak bisa menyerang pesannya, serang pembawa pesannya?
Ini klasik.
Trik bertahan lama ada karena suatu alasan.
Karena bekerja.
Kita harus menyingkirkan Soo Hyun dengan ini untuk mengakhirinya.
Agar berkas aslinya tidak pernah muncul.
Jangan khawatir dan katakan saja apa yang kuberikan kepadamu.
Mari kita habisi Soo Hyun besok.
Setelahnya, semua akan berakhir?
Apa maksudmu?
Semuanya.
Aku ingin semuanya berakhir. Aku lelah.
Kau membawakan News Night hanya sekali
dan yang lainnya membuatmu bosan?
Aku ingin menyelesaikan semuanya, menetap,
menghabiskan banyak waktu denganmu seperti sebelumnya,
makan santapan enak, dan pergi ke hotel.
Aku ingin kehidupan impianku kembali.
Aku benci semua kerumitan.
Ya.
Kenapa aku tidak tahu kau menderita?
Seperti katamu, mari kita akhiri dengan cepat.
Akhiri dengan cepat
dan saat bisa melihatmu terbang jauh,
aku akan merasa senang
melihatmu di berita di Gedung Biru.
Karena punya rahasia yang sama, kita akan tetap berhubungan.
Selama kau tetap bertahan,
aku tidak akan melepaskan tanganmu.
Jangan khawatir.
Jadi, mari bekerja lebih baik bersama.
No comments yet. Be the first to leave one.