نخستین 200 خط.
Penerjemah: Ariel Nugie Thanks to Madara!
Ayolah!
Hai!
Apa?
Halo, Ryan. Namaku Nancy.
Apa ini? Kenapa ...
Apakah ... Apa namanya ...
Hei ...
Terlalu berlebihan.
Lucunya, lihatlah!
Anda Ryan, 'kan?
Maksudku, bukan Ryan Wright.
Namamu bukan Ryan Wright.
Kau bisa saja Tn. Ryan Wright.
Kau bisa saja Tn. Right (Benar)
Apa pun itu, kau Ryan yang kucari.
Oh, Tuhan!
Kau bisa melakukannya.
Kau hanya perlu datang.
Lihat yang terjadi.
Jangan mabuk!
Bagus, kau mau datang!
Sial!
Benar-benar pantai yang indah. Ada telur burung-dara. Indah!
Burung-dara?
Jika aku membantumu, Clarice, akan berpihak pada kita juga.
Quid pro quo. kuberitahu kau, kau beritahu aku.
Bukan tentang kasus ini, tapi tentangmu. Quid pro quo.
Ya atau tidak?
Ya atau tidak, Clarice? Catherine menunggu ...
Hai!
- Layanan kamar? - Ya, sebelah sini!
Senangnya!
Ini dia!
Jadi, beritahu aku, Andrew!
- Boleh aku panggil "Andy"? - Silahkan!
Bagaimana pesta di bawah?
- Berjalan baik. - Benarkah?
Kau tahu ada makanan di sana, 'kan?
Aku tahu, aku tak sedang ingin berpesta sekarang.
Kau punya kecap, Andy? Halo?
Siapa Andy?
Pria baik yang membawakanku makan malam.
Kau tidak ke pesta?
Aku tak masuk ke pesta, aku ada di atasnya.
Hannibal dan Clarice ada di sini, begitu juga Andy. Dia baru saja pergi.
Berikan telpon pada dia!
Andy, saudariku ingin bicara padamu.
- Maaf! - Terima kasih!
- Halo? - Andy, namaku Elaine, dengar!
Ada baju digantung di sana, berikan pada dia!
Baiklah!
Jangan!
Jangan, Andy!
- Suruh dia merias wajah! - Dia ingin kau merias wajah!
Sudah cukup, kau punya tisu?
Elaine, aku dijebak. Mau dipertemukan dengan pria ...
- ... rekan kerja Katie. - Baguslah!
Ayolah, ini terlalu diatur dan kikuk, aku tak tahan.
Lalu bagaimana lagi kau bisa mencari pasangan?
Aku bertemu Andy!
Dia kabur, dia tak suka mendengarnya.
Tolong pasang tanda "jangan diganggu" di luar!
Jangan lakukan, Andy! ajak dia bersamamu!
Ah, kau teriak!
Kau sudah jauh-jauh ke sana.
Pakailah seragammu, tunjukkan wajahmu di pesta.
- Tetap di sana selama 10 menit! - Pestanya bertema, Elaine.
Sungguh? ambil catatanmu!
Ayolah, aku terlalu tua untuk ini.
Umurmu 34, bukan 84.
Ayolah, ucapkan mantramu!
- "Perlihatkan dirimu!" - Bagus!
- "Ambil kesempatan!" - Lebih santai lagi!
"Jadilah kuat!"
"Jadilah lain daripada yang lain!"
"Belajar bahasa Prancis!" "Sering memasak!"
"Mengerti konflik Israel-Palestina."
"Menjalani ...
... kehidupan."
Aku hampir mengirim tim pencari!
Batalkan!
- Minumlah Mojito. Tawaran pertama gratis. - Baiklah!
Bayar semuanya dengan tabunganku, sekarang tabunganku habis.
Selamat bertunangan, aku membawakanmu hadiah.
Kau masih memikirkanku, meskipun kau menggeledah mini-bar.
Oh, ini dia!
Nancy, kau mengagumkan!
Dia pasti menyukainya.
Biar kuhabiskan dulu Mojito, lalu menemuinya.
Dia benci Facebook, suka Yoga.
Dia sangat kreatif.
- Dia cocok denganmu. - Sudah kuduga kau mengatakannya.
- Ayolah! - Baiklah!
Kita juga dipertemukan dan lihatlah!
Seperti kehidupan setahun dihapus dari ingatanmu.
Kau ingat gadis itu yang selalu saja menangis sambil merancapmu.
Menyedihkan!
Lihat dirimu sekarang!
Lihatlah kalian berdua, begitu spesial.
- Ayolah, beri dia kesempatan. - Baiklah, panggil dia!
Yang sepertiku, jomblo malang di umur pertengahan ke-30.
Aku sebenarnya jomblo malang di umur ke-30.
Dia benar.
Aku menangis dengan bahagia.
Namaku Ryan. 37 tahun.
Namaku Nancy, umur 34.
Maaf, tanganku basah. Bukan karena dari pipis.
Karena Mojito,
Aku tak berpikir karena dari pipis.
Ya, tentu saja bukan karena pipis, itu kehidupan yang tak bersih.
Aku tak cebok dengan tanganku.
Aku gunakan tisu toilet seperti orang lain.
Leganya!
Begitu juga pipis, jika dipikirkan.
- Bagaimana kalau tambah? - Baiklah!
- Biar aku urus! - Tak usah!
- Tak apa-apa. - Tak usah!
- Kau yang urus? - Kau yang urus?
- Aku yang urus. - Baiklah!
Tertangkap!
Foto mantan di dompet.
Bukan, itu saudariku.
Dia sangat cantik, aku yakin dia populer.
Dia meninggal.
Berjalan lancar!
Aku punya foto kucing di dompetku yang masih hidup.
Aku ingin orang menanyaiku itu.
- Baguslah kau pergi. - Kenapa bagus?
Ini terlalu menyiksa dan mudah ditebak seperti biasa.
Biarkan saja vaginaku terutup rapat!
- Apa itu bisa membantu? - Tak menyakiti Barbie.
Dia punya pantai, kereta kuda, dan salon.
Dan kekasih.
Dia masih dengan pria itu? Pria dengan senyuman palsu.
- Berapa lama kau di sana? - Bergeraklah sekarang juga!
Ada banyak cemilan untuk ditaruh di banyak mangkuk.
Sekitar dua jam.
Diberitahukan pada pengunjung, dikarenakan adanya perbaikan ...
... kereta takkan berhenti di stasiun Clapham Junction.
- Sekitar tujuh jam. - Apa-apaan?
- Aku bercanda. - Tidak lucu.
- Aku tak bisa lakukan ini sendiri. - Halo!
Jangan lupa beli cokelat!
Ibu menyukainya. Pidatomu siap?
Sudah ada naskahnya.
Pidatomu belum siap. Kau selalu menggambar dan mencoret.
- Maksudku ... - Ayolah!
Ayah suka kau yang berpidato.
Jadi buat yang bagus dan spesial.
Baiklah!
- Nancy! - Apa?
Jangan tutup rapat dulu! Pasti kau temukan pasangan, aku janji.
Ya, pergilah!
Oh.
Cuci celana hitam.
Permisi!
Aku mendengarnya tadi.
Cobalah baca ini!
Baiklah!
- Berubahkah? - Berubah apa?
Kehidupanmu.
- Mungkin iya, - Mungkin juga tidak.
Lebih baik mencobanya, kalau tidak, apa gunanya?
Kau harus berharap bisa berubah, apa gunanya hidup tanpa harapan?
- Kematian. - Jadilah mati.
Kau memang harus baca ini.
Aku mau pinjamkan punyaku, tapi aku butuh ini untuk kencan.
- Kenapa butuh buku untuk kencan? - Begini caranya kita saling mengenali.
Comblang. Selalu berjalan.
Selalu berjalan jika yang mempertemukan menyelesaikan tugasnya.
Hubungan yang berhasil selalu berdasarkan apakah kau suka keluar ...
- Kau harus baca ini. - Tak mau.
- Buku ini laris internasional. - Begitu juga Da Vinci Code.
- Buku ini juga sempurna. - Tidak sempurna.
- Ini yang kau butuhkan. - Kenapa semua orang selalu beritahu apa yang kubutuh.
Jika mereka memberitahumu, dengarkanlah!
Kau harus diam!
- Kau menyuruhku diam? - Ya.
- Aku hanya menyarankan ... - Sekarang!
Obrolan kita selesai.
Tuan dan Nyonya.
Sekarang kita tiba di tujuan akhir, London Waterloo.
Pikiran negatifmu merusak kehidupanmu
Maaf, permisi!
- Kau di mana? - Aku tidak telat, 'kan?
Maaf, ada yang muntah tadi di dekat kereta.
Sudah jelas, banyak sekali penundaan.
Ide bagus agar kita bisa saling mengenali.
Sangat mudah juga mencarimu jika berdiri di bawah jam besar itu.
Tidak ...
Bagaimana caranya kita saling menyapa? Aku tak terbiasa.
Apakah jabat tangan? Pelukan? Apa itu formal?
Kita orang dewasa, kita langsung saja ... Terlalu cepat untuk itu?
Hai!
Astaga, kuharap itu bukan panggilan daruratmu.
Karena aku tak sempat mengeluarkan kutipan terbaikku.
Itu salah satunya, jika kau cemas.
Biar aku yang tangani, Nona!
Hai! Benar, kita sudah bertemu.
No comments yet. Be the first to leave one.