نخستین 200 خط.
Kau bilang itu kenangan masa lalu,
tapi kenapa aku baru memulainya sekarang?
Eh eh kenapa?? Kamu mabok?
Tiba-tiba aku kesal.
Kesal apa?
Selama ini kita terlalu banyak membuang-buang waktu.
Bukankah harusnya kau yang menghubungiku lebih dulu?
Apa harus kau yang jadi pemenang?
Kau sama sekali tidak merasa bersalah padaku?
Dan sama sekali tidak penasaran dengan kehidupanku?
Yang bilang untuk jangan bertemu lagi itu kau.
Buat apa juga aku menghubungimu?
Jangan menyesali masa lalu, itu membuatmu terlihat payah.
Kalau kita tidak jaga jarak...
saat kita sedang tidak saling menghubungi...
akan bagaimana jadinya?
Aku penasaran...
apakah kita bisa pacaran seperti gosip yang beredar?
Kenapa?
- Ada apa lagi? - Gak... bukan gitu... bukan... gak!!!!
Apa?
- Maaf. - Kenapa?
Bukan, maksudku, tanpa tidak memutus hubungan pun..
kita pasti terlibat pertengkaran yang hebat...
lalu diikuti oleh pertengkaran sepele...
dan sekarang pun pasti kita sudah tidak berhubungan.
Apakah belakangan ini, semua hubungan dalam hidupmu mencapai titik akhirnya?
"Aduuhh menggangu sekali. Semuanya sangat menggangu"
Belakangan, merasa seperti itu?
Kau sudah mengakhiri cinta segitiga itu?
Kau juga sudah selesai jadi pacar gelapnya?
Sebenarnya, tidak ada yang perlu diakhiri.
Semuanya berjalan begitu cepat.
Ada beberapa hal baik terjadi padaku, seiring bertambahnya usia.
Jadi aku harus membuat keputusan dengan cepat.
Sudahlah... Aku tidak mau membahas...
hal seperti itu di jalanan dinding batu Deoksugung.
Eun Hee-ya...
Kenapa...
kita berduaan disini, jam segini?
Sepertinya kita rindu masa umur 20an kita.
Ayahnya Eun Joo datang...
saat pernikahannya Eun Joo.
Bukankah kau tetap berhubungan dengannya selama bertahun-tahun?
Bagaimana bisa kau bicara kesalahpaham seperti itu...
Aku tidak pernah sekalipun memikirkan orang itu...
selama hidup denganmu.
Apa maksudmu dengan aku berhubungan dengannya?
Aku...
Aku melihatnya hari itu.
Apa yang kau lihat?
Beritahu.... beritahu aku apa yang kau lihat!
Maaf karena tamu kami terlalu banyak.
Tidak apa-apa.
Sekarang kita sudah jadi keluarga, tidak perlu sungkan seperti itu.
Tidak apa-apa.
Halo.
Jangan tegang begitu.
Hari itu aku merasa sangat tertekan, sampai rasanya sulit untuk bernapas.
Tapi kau melewati hari itu dengan baik.
Dan itu membuatku semakin marah.
Rasanya seperti aku yang tidak cocok berada disana.
Aku ke toilet sebentar untuk menjernihkan pikiran...
Saat aku kembali, aku melihatmu sedang tersenyum pada orang lain.
Aku mengira kalau orang itu adalah Ayahnya Eun Joo.
Orang itu terlhat seperti Ayahnya Eun Joo...
yang selalu aku bayangkan.
Aku bicara dan tersenyum pada orang lain?
Lalu, apa yang harus aku lakukan di pernikahan anakku?
Menangis?
Hari itu...
suasana hatimu tidak baik, jadi aku sibuk...
hanya untuk memperhatikanmu.
Anyong haseyo...
Apa Anda kuliah jurusan Bahasa Korea di Universitas Wanita Jinsun...
angkatan tahun 1980?
Tidak, bukan.
Dia mudah mengenali orang yang lulus dari Universitas Jinsun.
Sepertinya kali ini dia salah orang.
Tapi di mataku...
terlihatnya seperti itu.
Kalau saja kau bertanya, mungkin salah paham ini akan selesai di saat itu juga,
tapi kau membiarkannya berlarut-larut.
Itulah kenapa...
kau membuatku...
lebih menderita...
semenjak pernikahan itu?
Apa gunanya menyelesaikan...
kesalahpahaman ini sekarang?
Karena ke depannya...
kita sudah bukan siapa-siapa lagi.
Waktu Ayahku kembali ke umur 22 tahun,
sorot matanya juga berubah.
Dan aku dibuat takjub karenanya.
Rambut dan kulitnya...
tetap masih sama karena tidak ikut balik jadi muda,
tapi sorot matanya, benar-benar seperti umur 22 tahun.
Matanya bersinar-sinar.
Apa sekarang kau sedang menunjukkan sorot mata umur 20 tahun?
Hmm.
Saat itu, aku punya sebuah pengakuan padamu.
Pengakuan?
Hmm.
Aku bilang kalau kita hanya berteman, tapi aku suka curi-curi pandang padamu.
Aku selalu ingat senyuman manismu...
dan membayangkannya sebelum aku tidur... Seperti itu.
Kenapa semuanya tiba-tiba begini.
Aku tahu kalau itu adalah masa lalu, tapi apa kau tidak terlalu santai mengatakannya?
Tiba-tiba aku penasaran.
Apa kau, pernah sebentar saja, merasakan hal yang sama padaku?
Apa kau pernah mengingat senyumku di hatimu...
dan membayangkannya sebelum tidur?
Tidak usah dipikirkan, sudah pasti tidak pernah.
Selama ini aku itu hanya teman untukmu.
Dan untukku...
itu rasanya nyaman.
Kata adikku,
ponselmu sibuk berdering belakangan ini.
Ayo!
Kau mau bicara sesuatu padaku?
Sepertinya ada, tapi tidak bisa ucapkan.
Wajahmu terlihat frustasi. Kenapa tuh?
Tidak, tidak ada.
berkat ucapanmu yang terlalu blak-blakan...
hal yang mau bicarakan, jadi hilang semua!
Aiguuuu lupakan masa 20 tahunan.
Aku cape.
Aduh aku juga pegel-pehel.
Aigooooo~~~
Orang yang tidak bisa minum-minum...
mau apa meneleponku jam segini?
Itu apa?
Sudah datang.
Tuh kan? Hanya kau yang bisa aku andalkan.
Cepat ambil gelas.
Temani aku minum.
Hyung-nim!
Aku tidak bisa minum tanpa makanan.
Tunggu dulu sebentar.
Huh?? Apa ini?
Ada banyak makanan di kulkas,
tapi tidak disentuh sama sekali.
Istrimu terlalu memanjakanmu, Hyung-nim.
Benar.
Istriku terlalu memanjakanku.
Itulah kenapa aku tidak pantas hidup sebagai manusia.
Aigu, baru setengah botol saja sudah mabuk.
Tentu saja tidak.
Jika itu benar-benar...
kesalahpahamku,
Aku...
AKU...
TIDAK BISA MEMAAFKAN DIRIKU SENDIRI!!!!
AIGU!!! KENAPA??
- Hyung-nim!!! - Lepaaassss!!!!
Hyung-nim kau kenapa?
LEPAAASSS!!!!
Aiguuuu semuanya menyebalkan.
Sepertinya aku tahu, kenapa kau...
suka kantor yang kosong.
Aku melihat kunci mobil diatas mejamu,
jadi aku mengantarkan mobilmu ke rumahmu.
Itu yang ingin aku lakukan,
tapi aku tahu, kau pasti merasa tidak nyaman, jadi aku tinggalkan mobilnya.
Aduuuhh ngagetin aja.
Naskah yang dipersingkat sudah lebih baik. Kerja bagus.
Ya, saya akan menyelesaikan revisi terakhir.
Ajaaaa!!!
Semuanya menyebalkan!!
Aku makan lebih awal untuk minum obat.
Punya waktu sebentar?
Aku ada waktu untuk minum kopi.
Aku menggabungkan...
keuntungan dari rumah sakit setelah kita menikah,
tabungan, saham, asuransi, dan harga apartemen.
Kau mengerjakannya dalam waktu semalam?
Tidak.
Aku sudah tambahkan data terbaru ke file yang sebelumnya.
Apa kau masih marah karena Ibuku tidak meminta maaf?
Jadi kau mau melawannya?
Hal ini akan membuatnya menyewa seorang pengacara.
Dan kau yang akan lebih dulu kalah lalu terluka.
Ibuku sangat kejam kalau menyangkut suatu hal yang ingin dia lindungi.
Juga bukan berarti Ibumu akan melindungimu.
Sekarang waktunya dia tahu, kalau tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginannya.
Dan, aku juga bisa jadi kejam.
Kau tidak tahu tentang dirimu sendir.
Kau tidak kejam.
Orang yang bijaksana, tidak mungkin bersikap kejam.
Kau terlihat seperti orang yang mau membuat keributan disana sini.
Jangan begitu.
Kau tinggal lihat saja nanti.
Wanita yang menafkahi hidup pria miskin, lalu pria itu selingkuh...
setelah dia jadi sukses.
Aduuhh sinetron banget deh!
Wanita kaya tidak bisa jadi pemeran utama.
Kepribadiannya sangat sesuai dengan analisis kita,
bahwa dia terlihat seperti fakboi.
Apa? Sebelumnya kau bilang dia seperti psikiater.
Gosipnya adalah dia dan Seo Timjang-nim punya suatu hubungan.
No comments yet. Be the first to leave one.