نخستین 200 خط.
Sejujurnya,
ingatanku sudah kembali
beberapa saat lalu.
Eun-byeol, kau ingat?
Kau berjanji
memenuhi permintaanku jika ingatanmu pulih.
Apa pun yang akan kutanyakan,
kau harus mengatakan, "Ya."
Kau...
Kau Ko Eun-byeol, 'kan?
Permintaanku
tak begitu sulit.
Maafkan aku.
Aku sungguh minta maaf.
Jangan minta maaf. Katakan saja ya.
Paham?
Kenapa kau lakukan ini padaku?
Kenapa kau bukan Ko Eun-byeol?
Jadi, semua yang kau katakan kepadaku adalah bohong?
Kenapa tak memberitahuku lebih awal?
Siapa kau?
Ayo.
Tae-gwang, lepaskan dia.
Kubilang, lepaskan dia.
- Tae-gwang. - Sudah kubilang diam saja.
Tidak.
Aku harus melakukannya sekarang.
Maafkan aku.
I-an.
Aku
bukan Ko Eun-byeol.
Tidak.
Kurasa
aku bingung dengan sesuatu.
Nanti...
Nanti kita bicara lagi.
Kau sudah
mengetahuinya sekarang.
Saat aku hilang ingatan,
rasanya menyenangkan.
Aku belum pernah mendapatkan
begitu banyak cinta.
Jadi, aku membuat keputusan yang salah.
Dahulu,
aku tak tahu ini akan sangat menyakitimu.
Aku tahu ini sudah terlambat.
Tapi aku sungguh minta maaf
karena membohongimu.
Aku tak mengerti
semua perkataanmu.
Jadi,
aku butuh waktu untuk berpikir.
Kalian tahu kita
berganti seragam musim panas, 'kan?
- Ya! - Ya!
Siswa yang butuh seragam baru, datang ke klinik dan ajukan permintaan.
Ada yang ingin kau katakan?
Ya.
Semuanya, kalian tahu situs web sudah diperbarui?
- Ya! - Ya!
Astaga. Menjijikkan sekali.
Suamiku, dia payah sekali, 'kan?
Sayangku sangat antusias.
Ada laman komentar anonim untuk setiap guru.
Tinggalkan pesan untuk berterima kasih pada guru kalian.
Tolong pastikan kalian meninggalkan banyak pesan untuk guru!
- Baik! - Baik!
Hei... Maksudku Nona Jeong,
benar bisa anonim?
Kau tak bisa melacak alamat IP dan...
Lupakan saja.
Hei, Tae-gwang!
Datanglah ke sekolah tepat waktu.
Sekian!
Semuanya, semoga hari kalian menyenangkan!
- Semoga hari Ibu menyenangkan! - Sampai jumpa!
Sekolah kita berubah menjadi TK sejak dia datang.
Bebek.
- "Kwek, kwek!" - Kepala sekolah!
"Bawa palu itu."
- Guru! - "Semuanya, bahagia!"
- Toko camilan! - Ayo!
- Halo. - Halo.
Para siswa bersikap baik?
Ya, mereka duduk begitu aku masuk kelas
dan menjawab dengan keras.
Aku harus masuk kelas, jadi...
Tentu.
Dia tak tahu anak-anak mengejeknya.
Sudahkah memberi tahu dia, Pak Kim?
Sudah.
Lalu?
Katanya dia percaya kepolosan anak-anak.
I-an tak masuk hari ini.
Kurasa dia juga manusia.
Itu pasti cukup mengejutkan.
Apa?
Jangan bilang
kau pikir dia akan melindungimu
setelah tahu kau bukan Ko Eun-byeol?
So-yeong.
Kasihan.
Setiap kali orang memanggilmu Eun-byeol,
bagaimana perasaan I-an?
Apa?
"Menyingkirkanku"?
Kau harus tahu kehadiranmu di sini saja
sudah menyakitkan
untuknya.
RUANG GURU
Kau ibu Min-jun, 'kan?
Halo, Pak.
Apa kabar?
Aku baik-baik saja.
Kau selalu sibuk, 'kan?
Ya, benar,
tapi aku harus datang jauh-jauh ke sini.
Silakan duduk di sini.
Aku ingin bicara dengan guru bahasa Inggris Min-jun.
Min-jun, ibumu datang.
- Apa? - Dia pergi ke ruang guru.
Aku tak pandai basa-basi.
Kudengar ini terjadi
saat So-yeong sendirian di kelas.
Dia bahkan bohong soal berada di sana?
Kenapa kau hukum anak-anak tak bersalah
dan berusaha menutupinya?
Itu yang dikatakan Min-jun?
Dia terlalu baik untuk mengadukan orang lain.
Aku mendengarnya dari ibu siswa lain.
Kudengar semua yang di kelas tahu itu.
Kau tak tahu?
Memang benar So-yeong ada di kelas,
tapi tak ada bukti jika dia pelakunya.
Kalau begitu, carilah buktinya.
Atau berikan Min-jun nilai penuh.
Astaga.
Lima poin?
Kenapa dia harus mengalami ketidakadilan meski tak bersalah?
Tak adil bagi siswa lain yang mengumpulkan tugas tepat waktu.
Aku harus mengurangi nilainya. Maafkan aku.
Begitu rupanya.
Aku tak ingin melakukan ini karena ini sekolah,
tapi karena kalian tak bisa menyelesaikan ini,
aku harus meminta bantuan polisi.
Polisi?
Bu Shin,
tolong tenang dan duduklah.
- Sampai nanti. - Bu Shin.
Bu Shin.
RUANG GURU
Ini J Entertainment.
Audisimu sudah dijadwalkan. Hubungi kami.
Ada kabar dari mereka?
Pamanku sibuk, tapi aku memohon agar meluangkan waktu.
Lakukan dengan baik.
Astaga.
Ayo makan. Ini jam makan siang.
Apa? Ini jam makan siang.
Benar juga.
Aku tak ingin makan sekarang.
Benarkah?
Baiklah.
Halo.
Hai, I-an. Lama tak bertemu.
Kenapa kau kemari? Kau sudah memberi tahu Eun-byeol?
Aku datang untuk menemuimu.
Benarkah?
Baik. Tunggu sebentar.
Apa kabar?
Baik.
Tak apa-apa. Katakanlah.
Kau datang karena
ingin tahu soal Eun-byeol, 'kan?
- Tae-gwang. - Apa?
Kenapa kau di sini, bukannya di kantin?
Kau angkuh sekali.
Aku juga tak ingin makan.
Hei! Di sini!
Halo.
Negara kita terkenal dengan pesan antarnya yang cepat.
Kau "pria tampan di lapangan SMA Sekang"?
Ya, benar.
- Berapa harganya? - 14.000 won.
- Silakan. - Selamat menikmati.
- Selamat siang. - Hei, Tae Gwang.
Jajangmyeon yang terbaik saat kau tak berselera.
Restoran ini sangat enak.
Kau tahu harus mengaduknya seperti ini?
Kau tak tahu, 'kan?
Kau tahu apa?
Ini, makan yang ini.
Hei, Tae-gwang.
Kau tak membenciku?
Rasanya tak enak kalau dingin, makanlah.
Lalu?
Bagaimana obrolannya semalam?
Baik.
Kau senang ketahuan?
Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.