نخستین 194 خط.
"Drama ini berdasarkan Kisah On Dal dalam Kronik Tiga Kerajaan"
"Karakter, kejadian, dan tanggal tidak sesuai fakta sejarah"
"Episode 4"
Aku tidak butuh siapa pun!
Kalian bodoh dan lancang!
Siapa di sana?
Jangan sembunyi di sana seperti tikus.
Tunjukkan dirimu.
Apa Anda
mengenaliku?
Kamu...
Ya. Aku Pyeonggang.
Kenapa Anda melakukannya?
Kenapa Anda menelantarkanku?
Hantu.
Aku melihat hantu.
Ada orang di sana? - Ayah.
Ada hantu!
Aku melihat hantu!
Ada hantu di sana!
Di dalam sana! Tangkap hantunya!
Tangkap hantunya!
Hantunya...
Hantu... Aku melihat hantu.
"Raja Pyeongwon, Raja Goguryeo ke-25"
Sesakit inilah jiwaku.
Batu ini akan membuatmu aman.
Tuan Putri.
"Nyonya Gongson, pengasuh Pyeonggang"
Tuan Putri.
Bibi.
Tuan Putri. Ini sungguh Anda?
Maafkan aku.
Aku tetap hidup.
Kenapa Anda bilang begitu?
Aku
bersyukur Anda masih hidup.
Aku sangat bersyukur.
Bibi.
Siapa yang diserang katamu?
Asal sekali kalian.
Itu aku.
"Go Sang Cheol, komandan Suku Gyeru"
Jenderal. - Mereka tampak bermalas-malasan,
jadi, aku menggoda mereka.
Kalian sudah menerima pelajaran. Kalian boleh pergi sekarang.
Baik, Tuan. - Baik, Tuan.
"Go Geon, putra sulung Go Won Pyo, Penguasa Benteng Songhak"
Di mana Nyonya Gongson?
Bagaimana Anda bisa tahu?
Aku bertanya.
Aku mengirimnya ke istana atas perintah Gochuga.
Tapi situasi di istana kacau.
Kenapa? - Raja melihat hantu.
Tapi rupa hantunya seperti mendiang putri raja.
Anda tumbuh menjadi sangat cantik
dan sangat elegan.
Ayahku
memanggilku hantu.
Dia pasti terkejut.
Dia kehilangan akal sehatnya
sudah lama sekali.
Putra Mahkota sangat cemas, bukan?
Putra Mahkota...
Bisakah Anda beristirahat di sini dengan tenang malam ini?
Aku akan melapor kepada Raja besok pagi.
Belum. Belum bisa.
Aku harus mencari tahu tentang sesuatu dahulu.
Berhenti.
Aku Go Geon, Kepala Pertahanan Ibu Kota.
Siapa kamu dan di mana kamu bekerja?
Jarak kita hanya 10 langkah kaki.
Meski kamu melarikan diri, aku tetap bisa menghabisimu.
Ungkapkan identitasmu.
Kamu mencoba kabur padahal tidak bisa berjalan.
Master Go. - Ya, Tuan Putri.
Sudah lama tidak bertemu, Master Go.
Ini benar-benar Tuan Putri?
Lalu orang yang kulihat tadi...
Bagaimana kabar Anda... - Berhenti.
Jika kamu melepaskanku sekarang, kita berdua akan hidup.
Jika tidak,
salah satu dari kita akan mati.
Kenapa Anda berusaha menyakiti Raja?
Aku harus pergi untuk mencari tahu alasannya. Tidak, sebenarnya...
Aku harus pergi.
Lepaskan aku, Master Go.
400 meter di luar gerbang istana adalah kandang kuda kita.
Tunjukkan ini dan mereka akan memberi Anda kuda.
Tuan Putri. Tolong kembali sebagai seorang putri.
Jika Anda datang sebagai pembunuh,
aku terpaksa menghabisi Anda.
Siapa di sana?
Kepala Pertahanan Ibu Kota.
Seingatku aku minum dua kendi. Sekarang mulai terasa pahit.
Di mana temanku?
Kenapa? Kamu akan terus menunggu?
Bangunkan aku saat dia datang.
Aku ingin tidur siang.
Jika kamu khawatir, lepaskan aku.
Aku tidak bisa melepaskan jaminanku.
Jaminanmu akan tidur.
Nyalimu memberimu kesempatan lagi.
Satu,
katakan semua yang kamu tahu soal dia dan pergi dengan selamat.
Atau tetap bergelantungan terbalik dan menunggu tanpa tujuan.
Tentu saja, kamu tidak akan mendapat makanan atau air.
Aku tidak suka merasa lapar.
Bisakah kamu melepaskan ikatanku saja?
Harga kepalanya lima bongkahan perak.
Aku akan menebus utang temanku kepadamu.
1.000 nyang, bukan?
Kamu bisa keluar dari sini sejak lama.
Jika begitu, temanku akan merasa tersesat saat dia kembali.
Kamu yakin dia akan kembali.
Dia bilang akan kembali, jadi, aku percaya.
Kamu tidak tahu apa pun tentangnya.
Nama dan identitas aslinya.
Tanpa mengetahui apa pun,
kamu hanya memercayai hal-hal yang kamu inginkan dan menunggu.
Aku tidak peduli soal itu.
Aku hanya ingin dia baik-baik saja.
Dia akan kembali setelah urusannya selesai.
Aku harus melakukan apa dahulu? Aku akan melakukan apa pun.
Astaga.
Apa seorang biksu bernama Wol Gwang tinggal di sini?
"Wol Gwang, biksu Yibullansa, mantan jenderal Suku Jeollo"
Apa kamu tahu
siapa aku?
Anda sudah pergi jauh, Tuan Putri.
Raja mencoba menggunakan tirai manusia.
"Untuk memanfaatkan orang sebagai kedok"
Itu perbuatan Ratu.
Ratu mengirim hantu tuan putri.
Apa katanya?
Dia bertanya apa aku mengenalinya.
Dia bilang dia Pyeonggang.
Dia... Dia menyalahkanku.
Dia sudah seperti ini semalaman.
Anda harus tenang.
Ya. Aku butuh pengusiran setan.
Pengusiran setan besar-besaran.
Pengusiran setan?
Cobalah untuk tenang.
Atur hari untuk pengusiran setan.
Aku harus menyingkirkan hantu tuan putri!
Mungkin saja dalam waktu dekat,
aku bisa bertemu ayahmu.
Kenapa Ayah kemari?
Tuan Putri
masih hidup.
Jika ayah dan anak bertemu lagi,
sebelum kita sempat membuat rencana,
situasi akan lepas kendali.
Bunuh dia segera setelah kamu menemukannya.
Dia putri Goguryeo.
Itu tidak mengubah apa pun.
Dia hanya pembunuh yang mencoba membunuh Raja.
Ayah!
Kubilang bunuh dia.
Kamu tidak boleh membunuh tuan putri.
Jangan sembarangan mengatakan itu.
Hanya Gochuga dan beberapa orang di dewan Lima Suku yang tahu.
Itu sebabnya ini bisa menjadi kesempatan.
Jika sang putri kembali hidup-hidup,
Gochuga yang akan merasa paling terancam.
Kita butuh dia merasa goyah
jika Suku Sono kita ingin membuat kemajuan.
Kita hanya perlu duduk dan nikmati saja.
Akan lebih baik jika kita menangkap tuan putri.
Tuan Putri?
Kamu punya rencana?
Rencanaku melibatkan seseorang.
Astaga, kamu kuat. - Itu mengesankan.
Bisakah kamu bergegas?
Minggir.
Berikan itu.
Kasihan sekali.
Aku berdoa agar kamu terlahir kembali sebagai manusia.
Maafkan aku.
Hei!
Kamu?
Kenapa kamu di sini?
Apa yang kamu lakukan di sini?
Aku? Aku menyeduh herba obat.
Sekarang aku harus memotong bunga serunai Siberia.
Bunga serunai Siberia? - Ya.
Aromanya harum.
Ambillah selagi kamu di sini.
Apa kamu bahkan tahu situasi Lembah Hantu kacau?
Kenapa? - Kenapa lagi? Karena kamu.
Kamu mengikuti seorang pembunuh ke Cheonjubang
dan tidak kembali berhari-hari. Tentu saja, kami semua khawatir.
Aku hendak mengirim pesan, tapi...
No comments yet. Be the first to leave one.