نخستین 143 خط.
Bahkan... Bahkan sekarang...
Semangat bertarungku sudah meningkat! Membuatku penuh tenaga!
Bisa dibilang saat ini
aku merasa tak terkalahkan!
System Call!
Generate Thermal Element!
karenai tsuyoi omoide kagayaku Pride
kupunyai kebanggaan yang bersinar abadi bersama semangatku
unmei ni aragatte yuke
dan kan terus melawan takdir hingga akhir
kimi no koe ga todokanai basho de ha
di suatu tempat di mana suaramu tak menggapaiku
daremo oshiete kurenakatta yuganda Rule
kulawan aturan yang tak dikatakan seorang pun padaku
osanai koro ni tsuyoku negatta
perjalanan demi temukan kebenaran
yume no arika wo sagasu tabi ha hajimatta bakari
dari mimpi masa kecil kita yang indah baru saja dimulai
nageita jikan ha mou iranai
waktuku tak boleh kusia-siakan dalam ratapi nasib
genkai no kabe wo ima sugu kowashite
saatnya tuk lewati batasan diriku
karenai tsuyoi omoide kagayaku Pride
kupunyai kebanggaan yang bersinar abadi bersama semangatku
donna itami ni fureta to shitemo kawaranai kioku
mau kupahami rasa sakit ini pun ingatanku takkan berubah
shikai wo hirogete mitsuketa chikai wo daite
sumpah ini kudekap saat pikiranku terbuka
kumori naki me de eranda michi wo kimi ni tsunagu kara
karena jalan tak pasti ini telah kupilih tuk menuju padamu
koe wo hibikasete
membuat suaramu jadi terdengar
unmei ni aragatte yuke
dan kan terus melawan takdir hingga akhir
proud of myself
bangga akan diriku
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Pedang Raksasa
Aku tak pernah tahu kalau dia bisa pakai teknik semacam ini.
Sayangnya, raksasa api itu takkan bisa dihancurkan oleh bungaku.
Sekalipun aku fokus bertahan, hanya bisa sebentar.
Berarti, kita harus bisa serang Chudelkin yang asli di saat kau bertahan?
Benar sekali. Aku bisa menahan serangannya selama sepuluh detik.
Kirito, Eugeo, carilah kesempatan untuk menyerang Chudelkin.
Tapi ingat jangan maju terlalu jauh, nanti Pendeta Tertinggi bisa menyerangmu.
Sepuluh...
...detik.
Berputarlah, wahai bunga-bungaku!
Matanya.
Baiklah.
System Call.
Discharge!
Yang Mulia!
Waspadalah!
Ini...
Yang...
Yang Muliaku...
Kirito.
Ya, meski cukup membosankan
tapi aku bisa dapat beberapa data yang cukup berguna.
Mengganggu saja.
Kejam sekali.
Bocah Tak Teratur.
Kukira alasan karakteristikmu tak bisa kulihat
adalah karena kau unit yang lahir dari pernikahan yang tak resmi.
Tapi ternyata bukan, ya?
Kau datang dari sana, 'kan? Manusia di sisi lain.
Itu benar, 'kan?
Benar.
Meski begitu, tingkat otoritas yang kumiliki sama seperti penduduk di dunia ini
jadi, aku tak bisa dibandingkan denganmu, Administrator. Bukan, lebih tepatnya, Quinella.
Jadi, gadis pendek itu menceritakan kisah konyolnya itu padamu, ya?
Lalu?
Apa alasanmu datang ke duniaku ini?
Quinella, di masa depan nanti, kau akan hancurkan duniamu sendiri.
Aku? Aku akan hancurkan dunia?
Benar.
Kesalahanmu adalah, menciptakan Kesatria Perbawa
untuk melawan serangan dari Tanah Kegelapan.
Itulah penyebabnya.
Tak salah lagi, itu kata-kata yang akan keluar dari mulut gadis pendek itu.
Menyedihkan.
Untuknya yang bersikeras ingin singkirkanku, dan kau yang sudah memakan umpanku.
Kalau boleh, sang Pendeta Tertinggi...
Kekhawatiran bahwa Kesatria Perbawa tak cukup kuat
untuk melawan serangan dari Tanah Kegelapan
juga dirasakan Komandan Kesatria, Bercouli, dan Wakil Komandan, Fanatio.
Lalu, aku pun sependapat.
Sang Pendeta Tertinggi
apa kau punya cara untuk lindungi para manusia seandainya para kesatria sudah gagal?
Yang ingin kutanyakan bukan hanya itu.
Kau sudah pisahkan kami dari orang tua
dari istri, suami, bahkan dari saudara sendiri
lalu menyegel ingatan kami.
Semua itu demi tanamkan ingatan palsu tentang pemanggilan dari atas surga!
Kenapa kau tak mau percaya pada kesetiaan dan kehormatan kami padamu?
Kenapa sampai nodai jiwa kami
dengan ritual yang memaksa kami untuk tunduk pada perintahmu?
Aku tersinggung. Padahal aku sangat percaya padamu.
Modul Takzim yang kuberikan pada kalian adalah bukti dari cintaku.
Benda ini sudah bebaskanmu dari rasa gelisah dan sakit
agar kau bisa tetap jadi boneka yang indah selamanya.
Apa menurutmu paman... Komandan Kesatria, Bercouli
di 300 tahun lebih lamanya bertugas sebagai Kesatria Perbawa
tak pernah merasa gelisah atau tersiksa sama sekali?
Apa menurutmu begitu, Sang Pendeta Tertinggi?
Kau abaikan rasa sakit yang dia pikul di hatinya
sekalipun dia sudah jadi orang yang paling setia padamu!
Apa memang begitu?
Tentu saja aku tahu itu.
Ini bukan pertama kalinya Bercouli pikirkan masalah sepele begitu.
Sebenarnya, sekitar seratus tahun yang lalu, dia juga sempat bahas hal ini.
Makanya aku jadi memperbaikinya.
Dan bukan hanya dia.
Semua kesatria yang berumur di atas seratus tahun juga begitu.
Kubuat mereka lupakan setiap ingatan pahit yang dimilikinya.
Tenang saja, Alice
aku juga akan hapus ingatan menyedihkan yang buatmu seperti ini.
Akan kujadikan kau boneka yang tak perlu berpikir lagi.
Memang benar, saat ini hatiku, terasa sakit seperti dikoyak-koyak tanpa sisa.
Tapi rasa sakit ini...
Perasaan yang belum pernah kurasakan ini tak ingin kuhapuskan.
Alasannya adalah
No comments yet. Be the first to leave one.