نخستین 199 خط.
Perjanjian Perceraian
Pria: Yan Hao
Wanita:
Bayi rusa dan Mickey menatap kue dan menelan air liur mereka.
Lihatlah! Ke mana mereka pergi?! -Mommy
Burungnya terbang.
Gadis kecil mulai menangis dalam kekecewaan.
"Tak apa, jangan menangis."
"Aku akan menangkap burung biru bahagia lain untuk kamu."
Burung biru bahagia... - Nona Song Jia An,
Ini giliran Anda. - Oke, terima kasih.
Ibu mau konsultasi ke dokter sekarang.
Mainlah sendiri sekarang, ya? Gadis baik.
Nona Luo, gaun pengantin ini gaun pengantin musiman buatan tangan perancang kami.
Memiliki desain renda vintage pada tubuh bagian atas.
Jika Anda suka ini, kami dapat memesan terlebih dahulu untuk Anda.
Panggil saya Madam Yan.
Saya akan membawa suami saya kesini setelah dia bercerai.
Kami akan putuskan kemudian.
Batalkan semua janji saya hari ini.
Saya ada sesuatu yang penting.
Tapi malam ini Anda ada makan malam dengan Direktur Wu dan Pak Jia Lai dan Anda harus kesana.
Jika tidak... -Saya katakan batalkan semuanya, kamu dengar atau tidak ?!
Maaf, kalungku putus.
Apa kamu punya sesuatu dari desain serupa?
Baik, kami akan lihat.
Terima kasih.
Papa?
Aku harus memberinya kejutan.
Berikan cincinnya! -Apa yang kau lakukan?!
Berikan padaku! -Minggir!
Kembalikan padaku. - Berikan padaku!
Berikan padaku, cepat! -Berikan padaku!
Papa!
Papa!
Apa kau masih ingat bagaimana kita mudanya?
Seingaku hari itu, aku selalu akan ingat bagaimana kembang api meledak di langit.
Hanya seperti persahabatan kita.
Dalam suasana warna-warni dan indah ini, dengan semua harapan kami,
kami mekar dan bersinar dalam diri kami sendiri untuk orang yang kami cintai.
If We Meet Again oleh Wang Li Ren
To The Dearest Intruder Episode #01
Waktu dan Alih Bahasa dipersembahkan untuk Anda oleh The Unobtrusive Team @ Viki
Maaf, bisa kau pegangkan ini? Terima kasih, terima kasih.
Hello, Shao Qing.
Dimana kau?
Aku masih di bis.
Aku akan sampai sekitar tiga puluh menit.
Aku pikir kita mengatur untuk bertemu di sore hari untuk membeli kebutuhan sehari-hari?
Jam berapa sekarang?
Maaf.
Aku membuat sup untuk dibawa kesana,
tapi aku tidak sengaja lupa mengecek waktu.
Aku sungguh tak bisa menanganimu.
Lupakan. Aku akan kesana duluan.
Ketika kau tiba, kau bisa periksa lihat apa lagi yang kau butuhkan atau kau bisa menggunakan milikku sebagai gantinya.
Hei, tunggu.
Kau yakin kau tidak mau aku menjemputmu?
Tak perlu. Yan Hao akan menjemputku.
Yan Hao? Yan Hao, lagi!
Sebenarnya siapa dia?
Dia orang yang tinggal di sebelahku ketika aku masih muda.
Orang yang ulang tahunnya sama denganmu.
Aku akan kenalkan kau ke dia suatu hari.
Kencanlah sebelum bersuami!
Bye bye.
Maafkan aku. Terima kasih terima kasih.
Jangan bilang dia sudah sampai?
Maafkan aku. Bisakah kau pegangkan ini?
Hei, Tuan, kau memotong antrian,'kan?
Kukatakan kau memotong antrian, kau dengar aku atau tidak?
Kapan kau lihat aku potong antrian?
Siapa bilang kita harus mulai antri dari sana?
Siapa yang tidak mengantri untuk membeli sesuatu?
Perilaku yang mengerikan!
Kembali ke belakang!
Kenapa kau menarikku? Apa yang kau mau?
Hey. - Kau...
Kau memotong antrian dan kau masih coba meninjunya?
Wanita ini benar.
Teman ini ada di sini duluan.
Kalau kau tidak ingin mengantri di belakang, aku akan menempatkan kamu di sana.
Jadi, apa?!
Kau baik-baik saja? -Kau melihat dia memotong antrian, tapi kau tidak mengatakan apa-apa dari awal.
Wow, aku bahkan dimarahi membantumu.
Terima kasih.
NT $355?
Dia memberiku kembalian NT $155.
Dia memberiku kembalian lebih?
Maafkan aku! Maafkan aku!
Apa kau baik-baik saja? Maafkan aku.
Kupikir lensa kontakku robek.
Biar kulihat. -Hey, apa yang kau lakukan?
Bukannya kau bilang lensa kontakmu robek?
Aku hanya ingin meniupnya untukmu.
Tiup, apa? Kau gila?
Akan parah kalau melukai matamu.
Jangan bergerak. Biar kulakukan. -Tak perlu! Menjauh.
Mataku...
Aneh. Mengapa Yan Hao masih belum datang?
Baunya enak.
Muda, bersemangat, cantik, dan wanita baik hati tolong berbaik hati.
Aku belum makan beberapa hari.
Bisakah kau beri aku sesuatu untuk dimakan?
Aku tidak punya apapun untukmu.
Paman, aku punya NT $100.
Ambil ini dan beli sesuatu untuk dimakan, oke?
Aku akan ambil ini untuk beli makan malam nanti.
Tapi aku belum makan siang.
Lihat aku, aku kelaparan. Aku sangat lapar.
Tapi aku bangun pukul 6 pagi dan tawar-menawar dengan nenek untuk ayam tua aku gunakan untuk memasak sup ini.
Aku masak sup selama lima jam.
Ini buat orang yang kucinta. Aku tak bisa berikan padamu
Nona, ada pepatah yang mengatakan:
"Anda harus bersikap baik kepada orang lain, jika Anda ingin orang lain menjadi baik untuk Anda.
Tidak hanya harus merawat orang tua Anda sendiri, Anda harus merawat orang tua lain juga. "
Pikirkan tentang itu. Jika aku ayahmu, apa yang akan kau lakukan?
Lihat, aku kelaparan.
Ayahmu kelaparan.
Baiklah.
Kau boleh minum sedikit, ya?
Baiklah.
Hanya sedikit.
Sedikit.
Sedikit.
Sedikit.
Sedikit.
Sedikit.
Klinik Mata (oftalmologi)
Ini, teman. Kau harus meneteskan obat mata ini setiap empat jam.
Ingatlah makan pil anti-inflamasi sebelum kau pergi tidur.
Hei, teman kampus - Apa ?!
Tidak aman buatmu berjalan-jalan dengan mata terluka.
Kenapa tidak biarkan aku mengantarmu?
Tak perlu! Aku bisa pulang sendiri.
Kau mahasiswi dari sekolah kami, 'kan?
Jurusan apa dan kelas apa?
Bukan urusanmu.
Lain kali aku akan menemanimu ke janjimu berikutnya.
Aku akan bayar tagihan medismu.
Tak perlu. Itu nasib burukku kau menabrakku.
Nantinya, tolong perhatikan kemana kau akan pergi.
Jangan hanya sekadar menabrak orang lain.
Teman, aku benar-benar ingin bertanggung jawab.
Beri aku nomor telponmu.
Atau MSN tidak apa juga.
Nomor telpon?
Kenapa aku harus beri nomor telponku?
Apa masalahmu?
Teman sekelas, kau telah salah paham - Teman sekelas,
waktu mahasiswa universitas sangat berharga.
Daripada membuang-buang waktumu menggoda dan mengobrol di MSN,
kenapa kau tidak lebih belajar?
Maka kau tidak akan makan mi instan nantinya.
Baik. Kalau kau tidak mau, lupakanlah.
Anggap saja aku berutang padamu.
Jika kita punya kesempatan untuk bertemu di masa depan, beritahu aku kalau kau butuh sesuatu.
Oh, aku lupa menjemput Jia An.
Jia An.
Jia An. -Maafkan aku.
Maafkan aku terlambat. Kau menunggu lama?
Ayo pergi. Biar kuantar kau kembali.
Oh ya, cepatlah.
Aku memasak sup ayam tonik ini pagi-pagi.
Seorang Paman minta semangkuk sup. Setelah minum, dia meminta semangkuk kedua kalinya.
Aku tidak beri. Minum ini cepat selagi panas.
Ada apa?
Ini dingin!
Kau marah?
Ini semua salahmu.
Jika kau datang lebih awal, tak akan jadi dingin.
Ayo, berikan ke aku.
Apa ini bekerja?
Ini.
Ayo pergi.
Ini perjalanan pertamaku ke Taipei.
Dua orang yang paling kusuka ada di kota ini.
Yan Hao, yang tumbuh bersamaku.
Dan sahabatku dari SMA.
Shao Qing.Aku suka Yan Hao sejak masih kecil.
Walau dia pindah dari rumah lamanya tiga tahun lalu,
aku masih mau bersama dia.
Untungnya, Shao Qing dan aku masuk ke universitas dimana Yan Hao kuliah.
Ketika aku memikirkan akan bersama Yan Hao dan Shao Qing untuk empat tahun ke depan,
Aku merasa sangat bahagia.
Song Jia An, ada asrama di sekolah. Mengapa kau menyewa apartemen? Buang-buang uang.
Shao Qing tidak diterima ke dalam asrama.
Jadi kami sepakat untuk hidup di luar kampus. Dengan cara ini, kami dapat membagi biaya sewa antara kami.
Shao Qing, lagi? Kenapa kau harus lakukan semua dengannya?
Bukannya aku bilang kau?
Shao Qing pindah dari luar negeri ke kelas kami ketika dia di SMA.
Dia mengajariku bahasa Inggris.
Plus dia tidak ada teman satupun di Taiwan.
Kami berteman baik. Tentu saja, kami harus bersama.
Bagaimana bisa aku biarkan dia tinggal diluar kampus sendirian?
Juga, tanggal lahir dia sama denganmu.Ini takdir!
Tetapi ketika kau lihat dia nanti, jangan menggodanya. Dia akan marah.
Dia akan marah segampang itu?
Bahkan tanggal lahirnya sama seperti aku?
No comments yet. Be the first to leave one.