نخستین 154 خط.
Aku mulai merasa kesal kalau terlalu lama.
Kenapa kau masih mau berjuang dengan menyedihkan seperti ini?
Padahal hasil dari pertarungan ini sudah terlihat jelas.
Memang apa lagi yang bisa kau capai di proses yang akhirnya sudah ditentukan begini?
Justru proses mencapai tujuan itu yang penting.
Pilihan di mana kau mati sembari berlutut, atau mati sembari memegang pedang.
Itulah yang jadikan kita manusia.
Pakaianmu yang serba hitam ini, sudah seperti Kesatria Kegelapan, ya.
Baiklah. Kalau memang itu yang kauinginkan
akan kuberikan takdir penuh siksa yang begitu lama untukmu.
Sampai kau memohon padaku agar akhiri penderitaanmu.
Kalau hanya itu takkan cukup
untuk kalahkan sifat keras kepalaku.
karenai tsuyoi omoide kagayaku Pride
kupunyai kebanggaan yang bersinar abadi bersama semangatku
unmei ni aragatte yuke
dan kan terus melawan takdir hingga akhir
kimi no koe ga todokanai basho de ha
di suatu tempat di mana suaramu tak menggapaiku
daremo oshiete kurenakatta yuganda Rule
kulawan aturan yang tak dikatakan seorang pun padaku
osanai koro ni tsuyoku negatta
perjalanan demi temukan kebenaran
yume no arika wo sagasu tabi ha hajimatta bakari
dari mimpi masa kecil kita yang indah baru saja dimulai
nageita jikan ha mou iranai
waktuku tak boleh kusia-siakan dalam ratapi nasib
genkai no kabe wo ima sugu kowashite
saatnya tuk lewati batasan diriku
karenai tsuyoi omoide kagayaku Pride
kupunyai kebanggaan yang bersinar abadi bersama semangatku
donna itami ni fureta to shitemo kawaranai kioku
mau kupahami rasa sakit ini pun ingatanku takkan berubah
shikai wo hirogete mitsuketa chikai wo daite
sumpah ini kudekap saat pikiranku terbuka
kumori naki me de eranda michi wo kimi ni tsunagu kara
karena jalan tak pasti ini telah kupilih tuk menuju padamu
koe wo hibikasete
membuat suaramu jadi terdengar
unmei ni aragatte yuke
dan kan terus melawan takdir hingga akhir
proud of myself
bangga akan diriku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Pahlawanku
Kuda-kuda gaya pedang High Norkian.
Berarti dia mengincar satu serangan penghabisan.
Barusan itu adalah Teknik Pedang, empat serangan beruntun dari pedang satu tangan
Vertical Square, itu namanya, 'kan?
Teknik Pedang? Dia persis bilang begitu?
Apa dia mengetahuinya dari ingatan Eugeo?
Kalau begitu
kalau kupakai teknik yang belum pernah dilihat Eugeo
yang lebih dari empat serangan beruntun...
Tadi itu enam serangan beruntun dari Rapier, Cruxifixion, 'kan.
Mustahil.
Serangan satu tebasan Katana, Zekku.
Seluruh sistem yang gerakkan dunia ini, sudah kuketahui semuanya.
Bagaimana mungkin?
Kau tak seperti biasanya.
Eugeo.
Kirito.
Yang ingatannya sudah hilang bukan hanya Kesatria Perbawa.
Kau dan aku juga sudah kehilangan ingatan yang berharga.
Aku, kau, dan Alice tumbuh bersama di Desa Rulid.
Ya, aku ingat sekarang.
Saat Alice dibawa oleh kesatria itu, aku ada di sana.
Saat itu aku tak bisa lakukan apa-apa.
Tapi kau yang masih anak-anak sudah berani untuk melawan kesatria itu.
Eugeo.
Jadi, kali ini giliranku yang akan membantumu.
Kali ini, mari kita berdua selamatkan Alice.
Ayo, Kirito.
Kirito.
Aku tahu kau pasti bisa bangkit kembali.
Mau berapa kali pun terjatuh, pasti akan terus bangkit.
Jadi, bangkitlah, Kirito.
Wahai sahabatku.
Wahai
pahlawanku.
Ya, aku akan terus bangkit, meski harus berkali-kali, demi dirimu.
Kenapa?
Kenapa kau dengan bodohnya terus bersikeras menentang takdirmu?
Karena hanya itu...
Hanya itu yang jadi bukti keberadaanku di sini!
Dunia ini adalah milikku!
Takkan kubiarkan pendatang tak diundang sepertimu bersikap seenaknya!
Berlututlah!
Serahkan kepalamu!
Tunduk padaku!
Tidak.
Kau hanyalah seorang perampas.
Orang yang tak mencintai dunia ini beserta para penghuninya
tak pantas jadi penguasa!
Cinta adalah kuasa.
Aku mencintai segalanya.
Aku pantas kuasai segalanya!
Tak sopan!
Tak sopan!
Berengsek!
Masih belum.
Masih belum!
Tak kusangka kedua pedangmu itu tak ada yang terbuat dari besi.
Mengejutkan. Sungguh hasil yang tak terduga.
Sekalipun kukumpulkan semua sumber daya yang ada
lukaku tetap terlalu parah untuk disembuhkan.
Kalau sudah begini, tak ada pilihan lain.
Apa yang kau lakukan...
Itu...
Ini jauh lebih cepat dari perkiraan.
Aku akan pergi duluan.
Selamat tinggal, Bocah.
Sampai bertemu lagi.
Selanjutnya
kita akan bertemu di duniamu.
Tunggu!
Yang Mulia!
Tolong bawa aku!
Lepaskan! Lepaskan aku! Dasar makhluk hina!
Akhirnya aku bisa jadi satu denganmu, Yang Mulia!
Beraninya boneka pemberontak sepertimu...
Yang Mulia!
Wahai Administrator-ku!
Aku... Berada di dunia milikku ini...
Apa sudah berakhir?
Eugeo.
Berhenti! Berhentilah!
Kenapa? Eugeo!
Kembalilah! Eugeo!
Stay cool, Kirito.
Eugeo! Tunggulah, aku akan sembuhkanmu!
Tak perlu. Biarkan saja, Kirito.
Kau bicara apa? Mana mungkin kubiarkan?
Kalau tak berakhir seperti ini
No comments yet. Be the first to leave one.