نخستین 200 خط.
Sebelum pendekar Gup Jing tewas dalam pertempuran di kota Siang Yang...
pendekar pedang Yang Guo membuat pedang yang terbuat dari Besi Sien.
Pedang Penguasa Langit dan Golok Pembunuh Naga.
Merupakan 2 pusaka sakti.
Sejak itu, dunia persilatan berlomba memperebutkan kedua pusaka itu.
Terjadilah pertumpahan darah.
Raja Singa Emas sekte Ming mendapatkan Golok Pembunuh Naga.
Kakak seperguruannya, Chengkun, mau merebut pusaka tersebut.
Lalu memfitnahnya, membunuh ratusan orang dan pendekar hebat dari 6 perguruan.
Membutakan kedua mata Sie Sin .
Untungnya pendekar kelima Wudang, Zhang Chiu San menyelamatkan Sie Sin...
membawa kabur kekasihnya Ying Su Su dari kelompok Kangouw...
mengasingkan diri ke pulau Ping Huo.
Dikaruniai putra bernama Zhang Wuji.
TERJEMAHAN | YOYONG MASAMBA
Pedang Penguasa Langit dan Pedang Pembunuh Naga.
Siapapun yang berhasil mendapatkannya...
akan menguasai dunia dan tak ada yang berani menantangnya.
Menurut legenda, dari kedua pusaka tersebut...
terdapat sebuah rahasia besar.
Siapapun yang mendapatkannya...
akan menjadi penguasa dunia persilatan.
Ayah, ibu, kalian sudah begitu hebat,
tidakkah kalian tahu rahasianya?
Rahasia-nya tak boleh orang lain tahu.
Jika tidak, akan ada petaka besar di dunia persilatan.
Anak kita sudah beranjak dewasa, baiknya membawanya kembali ke Cheong Yen.
Kak, Wuji sudah berusia 15 tahun.
Tak lama lagi ulang tahun guru-ku, Zhang Cen Ren.
Aku mau bawa Wuji ke Wudang.
Lagipula Wuji, sejak lahir sampai sekarang,
belum pernah keluar dari Pulau Ping Huo.
Belum pernah melihat orang lain.
Kurasa itu bagus buat pertumbuhannya.
Adik, dalam dunia persilatan...
kau dan aku sudah tahu betul.
Berhati-hatilah.
Sehari lagi kita akan tiba di gunung Wudang.
Ini sangat baik mengajak Wuji keluar.
Dia tak pernah keluar dari Pulau Ping Huo...
aku kasihan padanya.
Ibu, bangunlah.
Jangan menangis.
Kenapa dengan ibumu?
Ibuku pingsan.
Tak bangun-bangun.
Ibu..
Ada yang mau kuberikan padamu.
Ini buatmu.
Terima kasih, kakak.
Ibu, bangunlah
Ibu sudah bangun..
- Ibu. - Luka dalammu sangat parah, ayo.
Ayo. Hati-hati.
Ibu, ayo kita pergi.
Ayo, pergi bersama kakak.
Kita mau kemana?
- Ibu... - Ayo pergi
Ibu..
Guru, tadi ada Zhang Chiu San dan Ying Su Su disini.
Jika kau mau merubah...
aku akan mengampunimu.
Terima kasih, guru.
Akan kurawat putrimu Zhiruo dengan baik.
Pergilah dengan tenang.
Muridmu, Zhang Sanfeng..
hari ini ulang tahun-ku yang ke-100.
Mohon berkati dan lindungi aku.
Ibu, kenapa begitu banyak orang-orang kesini mencari ayah?
Itu cuma kedok jika mereka mencari ayahmu.
Mereka mau merebut Golok Pembunuh Naga milik ayah angkatmu (Sie Sin).
Selamat datang ketempat ini.
Ini sudah yang kesekian kalinya orang-orang datang ke Wudang.
Mau ikut merayakan ulang tahun Zhang Sanfeng.
Baiklah, kalian sudah datang...
pasti lapar, kan?
Makan malamlah di Wudang.
Sambil ngobrol-lah.
Takut, kan?
Suruh Zhang Chiu San beritahukan dimana Sie Sin berada sekarang, oke?
Cepat katakan.
Sie Sin sudah difitnah.
Itu karena ulah Chengkun.
Kalian dari Perguruan Kebeneran..
mau membalas dendam.
Kalian sebenarnya mau merebut Golok Pembunuh Naga.
Sie Sin dan Ying Su Su adalah aliran iblis.
Kau bersekongkol dengan mereka.
Merusak nama baik 6 perguruan besar.
Hari ini, kami berikan kau kesempatan untuk bertobat.
Tinggal katakan saja dimana Sie Sin berada, jangan berhubungan lagi dengan wanita siluman itu.
Maka kami akan memaafkanmu.
Kalian tak berhak berbicara tentang kebenaran dan kejahatan.
Chiu San, nada bicara-mu, tak perlu begitu keras.
Zhang Cen Ren, sungguh kau mau melindungi Zhang Chiu San?
Tak baik bersikap kejam.
Mien Cie, aku melihatmu tumbuh dewasa,
aku tahu betul watakmu?
Ketahuilah hari ini, umurku sudah 100 tahun.
Tak perlu begitu keras kepala.
Tapi..
Jika kalian sulit diajak bicara?
Bersikeras mau melawanku,
aku siap menghadapi kalian.
Siapa kalian?!
Ikut dengan kami!
Wuji, cepat pergi!
Ibu!
Ibu!
Pergi!
Turun!
Jurus Tapak Sien Ming.
Adik seperguruan!
Lepaskan kakak seperguruanku dulu...
jika tidak, kubunuh dia!
Wuji.
- Kakak. - Ayo!
- Kakek guru, aku dingin sekali - Wuji.
Wuji.
Kalian....
dari Perguruan Kebenaran!
Wuji.
Dia terkena pukulan jurus Tapak Sien Ming.
Guru.
Aku tak mau menyusahkan Wudang lagi.
Biar aku sendiri yang menghadapinya.
Selama ini, guru sudah mengajariku,
tak bisa kubalas kebaikan guru.
Aku cuma memohon satu hal pada guru...
Jagalah Su Su dan Wuji dengan baik.
Ayah.
Kakek guru.
Aku Zhang Chiu San, hari ini akan pergi dari Wudang.
Siapa saja yang mau membalas dendam sama saudara angkat-ku Sie Sin.
- Ayo majulah. - Jangan hadapi mereka.
Berikan Pedang Langit!
Guru.
- Chiu San. - Ayah!
Guru.
Lepaskan aku!
Ayah!
- Ayah. - Chiu San.
Chiu San.
Ayah.
Ayah.
Kelak,...
hiduplah dengan baik.
Jangan balaskan dendam.
Pedang Langit.
Jika masih ada ditangan orang sepertimu...
akan banyak orang tak bersalah menjadi korban!
Hari ini, karena...
aku masih menghormati gurumu, pendekar Guo Siang..
kumaafkan kau.
Pergilah!
Semuanya pergi!
Guru.
Bagaimana dengan luka Wuji?
Sayangnya, aku cuma berlatih...
3.090 jurus 9 matahari.
Saat itu, aku membantu guruku di shaolin,
menyalin satu kitab.
Kitab Lu Jia.
Kitab itu...
berisikan jurus 9 matahari.
Kuil shaolin menuduh kami mempelajarinya diam-diam kitab itu.
Kami dianggap pengkhianat, mengusir kami dari kuil shaolin.
Sebelum guruku meninggal, aku bersumpah...
tak satupun murid Wudang diperbolehkan mempelajari Kitab Lu Jia.
Dengan menguasai semua jurus 9 matahari...
baru bisa menyelamatkan Wuji.
Bagaimana dengan kitab shaolin itu?
Akan kupertimbangkan.
- Wuji. - Ya.
Ini ruangan Chang Cing Ku.
Siapapun tak boleh masuk kesini.
Kau dan ibumu bisa masuk...
dan berobat disini.
Baik.
Pelajarilah kitab suci disini, sambil bersihkan tempat ini.
Begitu lonceng dibunyikan pergilah ke tempat makan.
Kakek guru.
Kakek guru bilang...
murid Wudang tak dibolehkan mempelajarinya.
Tapi aku bukan murid Wudang.
Tak ada tempat duduk? Ayo duduklah disini.
Duduk...
Dasar tak berguna, buang-buang saja tenaga kakek guru.
Gak tahu malu.
Andai aku jadi kau, aku sudah pergi dari sini.
Tinggal di gua dan mati disana.
Malu untuk keluar.
Siapa kau?
Aku? Aku kakekmu.
Wuji, kemarilah.
Jangan makan dengan kakak senior.
Ayo kita kembali.
Lebih baik kau dan ibumu pergi dari sini.
Jangan makan nasi Wudang.
Kembalilah ke aliran iblis ibumu!
No comments yet. Be the first to leave one.