نخستین 200 خط.
Diterjemahkan oleh: Bajingan, Toa Pek Yuna
I'm not surprised not everything lasts
I've broken my heart so many times I stopped keeping track
I talk myself in, I talk myself out
I get all worked up then I let myself down
I tried so very hard not to lose it
I came up with a million excuses
I thought I'd thought of every possibility
And I know someday that it'll all turn up
You'll make me work so we can work to work it out
And a promise you keep that I give so much more than I get
I just haven't met you yet
I might have to wait I'll never give up
I guess it's half timing and the other half's luck
Wherever you are, whenever it's right
You'll come out of nowhere and into my life
I know that we can be so amazing
And maybe love is gonna change me
Tunggu aku! Hei!
Hei, tunggu aku! Hei! Kemba..
And somehow I know that it'll all turn up
You'll make me work so we can work to work it out
And a promise you keep
I give so much more than I...
PIXIES
- Hai, Daisy! - Hai, Sam.
Eh, kau melakukan...sesuatu?
Aku sedang berpikir untuk terbang ke Glow Worm Trail.
- Kau mau ikut? - Siapa, aku?
Ya, aku mau...mau ikut...
ke Trail itu...denganmu, ke sana, ya?
Kelihatannya seseorang mendapatkan pacar.
Aku yakin mereka akan saling mencintai dan peduli satu sama lain.
- Oh, menjijikkan. - Oh, bung, tutup mulutmu.
Ooh... berciuman, berciuman.
Max! Agh! Kalian berdua ini.
Daisy, maaf, acuhkan mereka saja. Lalu kemudian, di Glow Worm Trail?
Kedengarannya bagus, Sam. Sampai jumpa denganmu di sana.
Fantastis! Aku...aku akan menemuimu segera!
Kalian berdua ini tak bisa dipercaya. Itu tadi adalah yang paling banyak yang pernah kukatakan ke Daisy.
Sekarang kami berkencan. Tak bisakah kalian berdua membiarkan aku sendiri untuk dua menit?
Kalian selalu hanya mengikuti disekitarku.
- Hei, Sammy, tunggu. - Agh, biarkan aku sendiri, William.
- Aku mau bicara padamu. - Lupakan saja.
Kau mungkin sedikit terlalu kasar kepada Max dan Twitch barusan.
Mereka yang memulainya. Mereka tak bisa membiarkan aku sendiri, bahkan untuk satu menit.
Mereka teman terbaikmu, bro.
Jika mereka mengatakan hal hal yang tak kausukai, kau tak boleh memasukkannya ke dalam hatimu.
Terkadang mereka tak mengerti bahwa ketika mereka bercanda,
hal itu bisa menyakiti perasaan.
Dengar, pertahankan kesabaranmu, dan jangan membesar besarkan masalah kecil.
Oke.
Mereka temanmu, perlakukan mereka sebagaimana kau ingin diperlakukan.
Kau! Kau raksasa kejam!
Kau pikir kau bisa datang ke dunia kami,
menghancurkan keindahan alam yang mengelilingi kami?
Tidak, Pak! Tidak hari ini! Tidak di bawah pengawasanku!
Mati, manusia sampah!
Tidak, tolong! Tahan Sang Raja, jangan...
Oh, Tuan, anda.
Hah? Ada apa?
Anak anakmu, Rajaku...
- mereka terlambat untuk acaranya. - Pergi! Cari mereka!
Siap, Tuan!
Agh! Aku benar benar tak mau melakukan ini, tapi...
Aku tak boleh terlambat lagi. Ayah akan membunuhku.
Maaf, Alam.
William! Sam!
Terbang!
Sammy!
William!
William!
William? Sammy?
Sam, oh, betapa senang melihatmu.
Ayahmu akan memotong kepalaku jika...
- Will? - Sam, kau tak mau...
Will? Will, bangunlah.
Nah, dia masih hidup... tapi sedikit saja.
William perlu perawatan medis, sekarang.
Bawa dia ke rumah sakit!
Samuel... putraku...
sekarang bukan waktunya untuk menangis.
Untuk beribu ribu tahun, kita bangsa peri telah menjadi komunitas membanggakan,
dan begitulah untuk bergenerasi...
siapapun yang melakukan kejahatan terhadap kita,
akan menderita nasibnya dengan kutukan bangsa peri.
Samuel, putraku...
kau akan menanggung beban kutukan kita melawan musuh ini.
Ikuti manusia itu pulang ke rumahnya,
dan pastikan bahwa dia akan menjalani hidup penuh kemalangan untuk selama lamanya,
demikian sabdaku, Raja Bangsa Peri.
- Jangan khawatir. Kita akan balas dia. - Pasti...kita akan balas dia.
Kita akan balas dia dengan baik.
Hari yang panjang.
Ahh... sayang, aku sudah pulang.
Hm, kelihatannya hanya aku dan kau lagi, ranjang.
Lelaki itu bisa tidur benaran.
Kau bicara tentang menekan tombol tidur, ya?
Di mana Sam?
- Mencari es krim? - Dasar kau ini.
- Itu dia. - Halo juga.
Max, Twitch...
untuk memastikan kemenangan dalam pertempuran, kalian harus mempelajari musuhmu.
Kagumi, hormati sifat sifat mereka.
Sekarang, ayo kita jatuhkan sebuah buku di atas kepalanya.
Ow!
Rak buku bodoh.
Oh, bung, kerja yang bagus, sobat...serius.
Oh, kita baru saja mulai.
Ahh.
Yeah.
Hmm. Mm-mm?
Tak ingat membuka barang barang itu, hmmm. Oh...
Agh! Oh, tidak!
Kebakaran! Kebakaran! Kebakaran!
Hmm.
- Kau baik? - Yah, aku baik.
Oop, hampir saja.
Hah?
- Otak kucing. - Kau bilang sesuatu?
- Joe, kau baik? - Aku baik.
Hmm.
Yeah, yeah!
Kakiku!
Untuk kesekian kalinya, aku tak mau pergi denganmu, Joe.
Aw, ayolah, Betty, akan menyenangkan.
Kita bisa bermain dokter dokteran.
Tidak, pekerjaaanku dan kehidupanku tidak sama, terima kasih.
Tapi kita sudah saling mengenal satu sama lain begitu baiknya.
Dan itulah sebabnya aku harus menolak pesona dirimu.
Hal terakhir yang ingin kukencani adalah bencana yang bisa berjalan.
Ouch.
Kau pria yang baik, Joe...
tapi kau akan kelihatan jauh lebih baik jika aku tak melihatmu tiga kali dalam seminggu di sini.
Kata katamu lebih dingin dari stetoskopmu.
Whoa! Whoa!
Pergilah, keluar dari sini. Cepat, cepat.
- Baiklah. - Aneh.
Whoa, yeah, salahku. Maaf.
Ada sesuatu yang salah, nasibku belakangan sangat buruk.
Hah?
Hah?
- Halo? - Joe, di mana kau?
Aku dalam perjalanan, maaf, aku mengalami kecelakaan.
Kecelakaan lagi.
Bu, bawalah kuncimu ke Vincent di sebelah sana dan dia akan mengurus kalian dengan baik.
Vincent? Kau kasih Vincent bekerja di toko?
Mengapa? Dia bagus kok.
Dia tak bisa membedakan alternator dari sikunya.
Barangkali, tapi sikunya tepat waktu.
Kau bilang kau akan selesai dalam satu jam. Satu jam, katamu!
Kami akan melewatkan acara spesialnya! Bagaimana istriku akan dapatkan pancake panggangnya?
Aku suka pancake panggang.
Dia suka pancake panggang, bahkan tergila gila.
Semua yang tersisa untuknya hanya pancake panggang! Dan sekarang...tak ada pancake panggang.
- Aku tak tahu apa yang harus dilakukan tanpa pancake panggang. - Dia tersesat tanpa pancake panggang itu.
Kau merobek hatinya di sini, kubilang padamu! Kau merobeknya berkeping keping.
- Sesuatu yang buruk akan terjadi. - Dia butuh pancake panggang itu!
Joe, hanya...ke sini secepatnya.
Kita butuh kau di meja.
Ayah, aku bisa mengusahakan...
mobilnya, Yah. Aku sebenarnya sangat kompeten.
Tidak setiap detik dalam hidupku adalah bencana sepenuh--
Wow.
- Kalian yang melakukan itu? - Yang satu itu adalah keajaiban bersayap.
Agggh!
Hanya sesaat dalam damai.
Oh, astaga, kau baik baik saja?
Aku baik baik, baik baik saja, aku..
Apa kau yakin? Karena aku menghantammu cukup keras dengan pintunya.
- Aw, itu terlihat cukup parah. - Uh...
Tahu tidak, aku tak memperhatikannya. Aku sedang mengutak atik ponselku.
Gangguan Teknologi, makin banyak saja sampah industri yang membingungkan kita, bukan?
Ooh, video kitty.
Bung...hei! Sadarlah.
Ayo, kita ambil es batu untukmu.
Letakkan bebanmu.
Oh, tenanglah, aku akan segera kembali dengan esnya.
Selamat datang di hutan, sayang.
Oh, wow, dia sangat manis. Mungkin keberuntunganku sedang berubah.
Um...
Aku harus mengatakan sesuatu. Uh...
Kau yang mengambil semua gambar ini?
- Yah. semuanya. - Apa ini Valdez Spill?
Yah, aku mengambil gambar itu ketika aku berumur 7 tahun, sesaat sebelum ulang tahunku.
- Dimana yang ini? - Yang mana?
- Bocah di atas tumpukan sampah teknologi. - Oh, India.
Kau tahu kebanyakan pembuangan barang teknologi kita berakhir di tanah negara negara asing?
Bagaimana aku bisa tahu.
Huh, aku mungkin kehabisan es.
- Hei, tsunami ini cukup hebat. - Yah, pulau Sumatra.
Aku sedang menikmati kopi bakar segar dengan beberapa teman perjalanan ketika, wuuus!
Itu terjadi! Maksudku, saat yang beruntung, kukira. Hei, aku tak bisa temukan es, tapi aku punya ini.
- Punya apa? - Ini.
Kau selalu menyerang tamumu dengan produk daging?
Ah, itu Tofurky, jadi secara teknis itu bukan daging.
Aku tak punya es, jadi hanya ini yang bisa dipakai.
Seorang vegan dengan lengan yang kuat, aku berpikir itu tak mungkin.
Hei, jika kau punya masalah dengan Vegan, dua matamu akan memar.
Tidak, tidak, ini bagus. Aku menyerah.
No comments yet. Be the first to leave one.