نخستین 200 خط.
TERJEMAHAN | YOYONG MASAMBA
Ayo. Tutup area ini.
Mendekat.
Dorong. Dorong terus, teman-teman.
Hei, hati-hati!
Pak, Adithya di sini.
Dorong mereka.
Situasinya buruk, Pak. Kami butuh bantuan.
Aku sudah beritahu RAF. Dimana Prasad?
Dia berada di jalan Shoukath Ali, bahaya sekali di sana.
- Baik. Jaga semuanya di sini. - Siap, Pak.
- Oke, Pak. - Awasi di sana.
Pak, biar aku yang urus di sini.
Tolong lindungi koloni LIC, Pak. Mengerikan sekali di sana.
- Kau yakin? - Ya, pak.
Pak! Pak!
Mereka akan membunuh semua orang.
- Oke, urus ini. - Oke, Pak.
Cepat, Pak. Mereka datang untuk membunuh kami.
Hei.
Hei, kau!
Kakak Chkamun!
Hei!
Dimana DCP Adithya?
Apa yang dia lakukan?
PETUALANGAN POLISI SUPER DI CINE FUNKY
JANGAN MAIN-MAIN DENGANKU ATAU DENGAN HUKUM DAN ATURAN.
RAHASIA MAFIA NARKOBA TERUNGKAP.
GAYA SEORANG POLISI SUPER.
HAK ASASI MANUSIA PENTING
POLISI HARI INI
D. C. P. DI TED TALK
MANUSIA MARATHON
INDIA HARI INI
TAPP CHABUTRA PAHLAWAN YANG DINOMINASIKAN MENDAPAT MEDALI KEHORMATAN.
'CRICKET' RAMAH
POLISI HARUS MENEKANKAN PENTINGNYA KESEHATAN
SAATNYA SELFIE
PENCARIAN POLISI CORDON DI MALAKPETA DIPIMPIN OLEH WESTZONE DCP ADITHYA
AKTOR PERWIRA POLISI DCP ADITHYA MEMENANGKAN MEDALI KEHORMATAN.
D. C. P ADITHYA menerima medali Kehormatan.
POLISI MENGHARGAI MEDALI KEPADA PEMBELA RAKYAT.
Terima kasih.
Ya, Mansoor? / Selamat, Pak.
- Selamat, Pak. - Selamat, Pak.
- Bersenang-senanglah? - Vodka mantap, Pak.
- Bersulang! - Pesta yang bagus, pak.
- Terima kasih. - Selamat, Pak!
Terima kasih.
Selamat, Pak!
Selamat!
Terima kasih, Pak.
Bersulang!
Dia selalu membenciku, bahkan sebelum aku dipromosikan.
Setelah aku menerima medali ini.
Dia akan terus menggali informasi dariku.
Dia sudah keterlaluan membenciku.
Lebih buruk lagi,
karena aku menyukaimu, dia tak tahan melihatmu.
Dia petugas yang baik, tidak diragukan lagi.
Untuk menangkap bajingan itu, dia harus menjadi salah satu seperti kau.
Seharusnya dia berpikir begitu.
Maka dia bisa jadi bajingan terbesar sepanjang masa.
Tn. Sathya, kami sedang membicarakan tentang kejelekanmu.
- Kau menjelekanku? - Aku hanya bercanda.
Kau memang suka bergurau, Pak!
Dengan bantuanmu, dia telah memenangkan sebuah Penghargaan Negara.
Selanjutnya, dia akan memimpin satuan tugas.
Maka kau bisa pastikan dia akan mendapatkan Piagam Kehormatan.
Bantuanku tidak akan menghasilkan apa-apa selain gas!
Kau butuh nyali!
Tapi dengan dukungan dari orang sepertimu,
bukannya berfokus pada cukuran yang rapih,
aku bisa mengubah karirku juga.
Seperti Adithya.
Hanya orang bodoh mengikuti aturannya begitu saja, Pak.
Hanya untuk mengubah pandangan departemen kita sekarang dan nanti,
orang sepertiku suka melanggar aturan.
Diberi kesempatan, kitapun bisa melanggar aturan.
Ayo! Biarkan anak muda ini bersenang-senang. Kita lebih baik bergabung dengan kelompok se-umuran kita.
Apa yang bisa kita lakukan? Ayo kita pergi.
Permisi.
- DCP Adithya? - Ya.
Apoorva. Apoorva Ramanujan.
Penggemar berat.
Oke.
Omong2, selamat atas medalinya.
Terima kasih.
Apa yang kau lakukan?
Aku berencana untuk memulai sesuatu denganmu.
Maaf?
Dua tahun lalu, aku menyelesaikan Masterku di Psikologi.
Menulis adalah keinginanku.
Harapanku adalah menulis novel kriminal.
Dengan pahlawan sepertimu.
Kenapa seorang pahlawan" memuja " aku?
Aku bisa menjadi pahlawanmu!
Benarkah?
Apa kau tidak masalah?
Tanpa bergerak sedikit pun jika seseorang menganggapku sebagai pahlawan,
kenapa aku harus permasalahkan?
Dan begitu juga dengan orang sepertimu...
Seperti aku?
Aku tidak tahu apakah minuman ini membuatku berkhayal
atau memang kau memang orangnya cantik.
Tapi...
Juga seksi!
Oh!
Terima kasih.
Kau tidak mabuk.
Aku punya cermin di rumahku.
Aku tahu, maksudku...
Aku yakin...
Tapi kenapa gadis cantik dan terpelajar sepertimu
tertarik pada novel kriminal dan pembunuhan sadis?
Emang kenapa?
Kau kira perempuan hanya sebatas bantal merah muda,
boneka beruang dan simbol cinta?
Aku...
bukan tipe yang bertanya kepada pacarku, kapan kau mau menikahiku, sayang?
Kapan kau ingin aku membunuhmu? Apa kau tipe itu?
Benar sekali!
Entah bagaimana, aku tidak bisa makan kecuali aku melihat darah sekali sehari.
Kau gila! Kau tahu itu?
Aku mengerti.
Apa?
Novel pembukaanku.
Pahlawan wanitaku adalah Ananya.
Sang pahlawan, DCP Akshay, katakan padanya,
"Kau seorang psikopat, kau paham?"
Setelah itu mereka berdua menari.
- Kemudian gadis itu... - Apakah kita bisa?
- Apa? - Menari!
Jangan khawatir, anggap ini bagian permulaan dari penelitianmu.
Ayo!
YOYONG MASAMBA
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Hei, kau mau masuk? Kasturi tidak ada di rumah.
- Tidak, pergilah! - Sampai jumpa.
Adi?
Adi!
Adi!
Kirthu, apa?
Ponselnmu berdering terus-menerus. Kurasa itu Mansoor.
- Jam berapa sekarang? - 5: 30 pagi.
Ada apa, Mansoor.
Kau ingat Inspektur Prasad, Pak?
Dia dibunuh, Pak.
Di rumahnya sendiri.
- Pak! - Hei, Mansoor.
Seluruh Kepolisian Hyderabad tampaknya ada di sini.
DCP Sathya dan ACP Raghava Divisi Kriminal juga ada di dalam.
Tapi kurasa kau harus melihat ini.
Halo, Pak.
Akhirnya kau datang.
Kau hampir meledak tadi malam, kan? Masuk dan lihatlah sendiri,
kau akan segera sadar! Masuklah ke dalam.
DCP Adithya! Aku menginginkanmu!
Pisau yang digunakan kecil, tapi sangat tajam.
Dia sudah memotong arteri brakialis dan femoralisnya.
Lalu perlahan-lahan memotong leher korban.
Intinya, dia mau menghabiskan semua darah dari tubuh korban.
Dia tahu persis apa yang harus dilakukan untuk memastikan korban meninggal seketika.
Pelaku tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan.
Dan dia juga tahu waktu yang tepat.
Pembunuhan yang direncanakan dengan sempurna.
Tuan Satgas.
Penyelidikan ini bukan tugasmu. Ini tugas kami.
Setelah catatan cinta yang sensasional itu ditinggalkan untukku, aku harus meresponnya, Pak.
Ada saksi?
Setengah jam yang lalu, istrinya tiba-tiba menemukannya seperti ini.
Tidak ada saksi lain.
Tim petunjuk akan akan tiba 5 menit.
Kami sudah mengelilingi rumah ini.
Sampai sekarang, kami hanya menemukan beberapa jejak sepatu.
Seluruh area telah ditutup.
Kami bahkan sudah menyisir daerah tersebut.
Mansoor? / Pak?
- Apa Prasad di pesta kita tadi malam? - Tidak, pak.
Jika istri Prasad pergi ke luar kota, dia bebas keluar masuk.
Ini hanya omongan biasa, Pak.
Sementara itu, Tn. Sathya sedang menyelidiki apakah Ny. Prasad berselingkuh.
- Anak-anaknya? - Tidak ada, Pak.
Padahal Prasad punya rekening di mana-mana, tidak ada deposito, Pak.
Saldo nol.
Masalah perbankan.
Apa?
Tidak ada, Pak.
Asap dupa baik untuk kesehatan, Pak, tapi kau tidak setuju. Ayo.
Selamat pagi.
Pembunuhan Inspektur Vedaprasad
ditanggapi dengan sangat serius oleh departemen kami.
Menantang departemen kami dan DCP Adithya itu tindakan yang salah.
Jadi kasus ini akan ditangani secara sah oleh Satgas DCP Adithya..
Shankar?
- Tn. Adithya. - Ya.
Aku yakin pembunuhnya meninggalkan catatan untukmu di tubuh Prasad?
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.