نخستین 200 خط.
Diterjemahkan oleh: Zain Selamat menonton
Baiklah, hadirin sekalian,
mari kita sambut
pasangan baru, Tn. Greg Demopolis dan Tn. Matthew Kang.
Aku sungguh penasaran kenapa
hanya kau yang sudah makan malam.
Aku harus kembali kerja. Aku kena giliran.
Jangan pergi sebelum bagian terbaiknya.
Karena itu aku makan sekarang.
Aku akan menyampaikan pidatoku.
Hmm.
Baguslah.
Aku mengerti.
Kau pakai riasan.
Kau tidak mau menangis sebelum kerja.
Kuharap leluconmu selucu bayangan
aku menangis karena pidatomu.
Hanya ada satu cara untuk tahu.
Lalu Matthew dapat tugas baru,
18 bulan di Omaha.
Di sana dia kelihatannya hanya punya satu teman.
Aku pulang, kulihat Greg di lantai ruang tengah kami
berusaha untuk tidak panik,
sambil mendengar YouTube Dalai Lama,
yang tidak terlalu membantu
karena sang Lama tidak pernah pacaran,
apalagi pindah negara bagian demi dia.
Nah, Greg sangat takut
Matthew akan tahu siapa dia sebenarnya,
dan bukan cuma hal sepele seperti
caranya mengarang fakta
seperti Mark Twain penemu tali bra.
Tidak, memang benar.
Dia benar-benar penemunya, dan juga stand-up. Cek saja Google.
Jadi, kukatakan pada Greg, tinggallah denganku,
tetap di sini, dan jangan khawatir
soal patah hati.
Karena satu hal yang kutahu soal Greg
adalah dia akan selalu melakukan kebalikan
dari yang kusarankan.
Jadi, bulan depannya Greg sudah di Omaha,
dan sisanya adalah sejarah,
yang membuktikan keyakinanku selama ini.
Bahwa Dalai Lama itu payah.
Atau bisa juga,
hati yang takut patah
adalah hati yang tak pernah dipakai.
Untuk Greg dan Matt.
Untuk Greg dan Matt!
Jagoan datang berkunjung!
Bagaimana bulan madumu?
Astaga, aku tepar.
Ingat pantainya, makanannya,
budaya Kuba yang kaya.
- Sialan kau. - Apa?
Kukira kau ke sini untuk menemuiku.
Aku memang ke sini untuk menemuimu.
Oke, tahu apa yang kuinginkan darimu?
Aku mau kau terima hubunganmu dengan Olivia, oke?
Kalian itu teman, agak-agak teman,
teman dekat, mantan rekan kerja.
Itu semua kategori yang spesial dan indah.
Dan sekeras apa pun usahaku, tidak ada yang bisa menghapus
malam mabuk kalian berdua itu.
Dengar, aku tidak suka nadamu, Greg.
Dan itu adalah satu sesi bercinta saat mabuk.
Kau orgasme saat bersamanya?
Karena kau tidak terdengar jernih setelahnya.
Connor, astaga, maaf aku blak-blakan,
tapi jujur saja, sudah waktunya kau menyerah.
Greg sudah menikah sekarang, kau harus move on.
Aku tidak mudah menyerah.
Bahkan saat aku benar-benar memohon padanya.
Jadi, pidatomu sukses, ya?
Lumayan. Tidak, bagus kok.
Kau dapat kenalan?
Dari situ kau tahu pidatonya bagus.
Maksudku, itu pernikahan gay.
Dan para gadis lajang heteroseksual
terkenal sangat suka pria gay, kan.
Ya, tapi bukan pria gay yang ini.
Mereka menganggapku sangat menyebalkan.
Ya, tapi tamunya cuma setengah yang dari pihakmu.
Yang kudengar ini adalah caramu
mengatakan kau senang bertemu denganku.
Benarkah begitu?
Dan tolong diingat, pembeli adalah raja.
Dan tolong diingat,
kau pelanggannya Greg, bukan aku.
Terima kasih. - Ya.
Dah.
Dengar, kawan, aku tahu merana itu terasa romantis,
tapi sebentar lagi jadi menyeramkan.
Apa yang kau bawa, seluruh isi rumah ada di tasmu?
Hei.
Tanganku kotor.
Aku mau cuci tangan sebentar.
Aku akan segera kembali.
Bisa bawakan kami stik roti? Terima kasih.
- Sedang apa kau di sini? - Dia yang memaksa datang.
- Benarkah? - Bilang pada kokimu
jangan membuat makanan seenak ini.
Kami membuat stik ayam.
Kau datang menggangguku seperti anak kecil
setelah aku menghilangimu secara dewasa.
Kalau melihatku bersama istriku mengganggumu,
itu bukan masalahku.
Jangan pelintir kata-kataku.
Dia bicara dengan siapa?
Tidak tahu.
Tapi tahu ide yang lebih menarik?
Lihat ke meja di sana.
Kau lihat wanita itu?
Kau kenal dia?
- Tidak, tapi kau akan kenal. - Aku sedang tidak ingin.
Lihat, teman kencannya tidak datang.
Dia menunggu pria muda tampan
datang untuk mengajaknya bicara.
Dan karena itu tidak akan terjadi,
mungkin aku saja yang ke sana?
Aku tidak bilang begitu sama sekali.
Itu semua hanya pikiranmu.
Dengar, kalau bukan untuknya, lakukan untuk Olivia.
Tunjukkan padanya ada gadis lain
yang melihat betapa berharganya dirimu.
Saat kau bilang sudah menikah,
kukira kau tidak akan merepotkan.
Ternyata, kau sangat butuh perhatian.
Mungkin sekali ini, kita lewati saja
ucapan jahatmu yang nanti kau tarik lagi.
Tahu cara termudah melewatinya?
Jangan muncul di tempat kerjaku.
Terima kasih banyak sudah datang.
Selamat malam. - Terima kasih.
Cari kerja yang benar, mungkin aku tidak perlu ke sini.
Akan kuludahi makananmu.
- Ludahi mulutku. - Lihat situasinya, Kevin.
Oke.
Eh, ke mana dia? Apa dia pergi?
Tidak, dia baru saja mulai.
Mungkin bukan apa-apa. - Hmm.
Jadi, tidak ke mana-mana, bahkan pertukaran pelajar?
Sebenarnya, aku selalu tinggal
di rumah orang tuaku.
Apa? Itu praktis.
Sewa mahal dan aku bisa bolak-balik ke kampus.
Mudah. - Sayang sekali.
Kau tidak punya teman sekamar buruk yang makan semua makananmu
dan menaruh celana dalamnya di mana-mana.
- Aku punya itu, ayahku orangnya. - Benar.
Dulu aku punya teman yang kuliah di UALR.
Aku pernah muntah di air mancurnya.
- Itu buruk. - Tolong jangan,
jangan laporkan aku.
Loyalitasku untuk kampusku, kuharap kau mengerti.
Tentu saja.
Kalau begitu, aku tidak akan cerita apa yang terjadi di lapangan.
Itu lebih buruk.
Nona, apa pria ini mengganggumu?
Tidak, tidak, sama sekali tidak.
Karena dia buronan di beberapa negara bagian
atas kasus perbuatan tidak senonoh.
- Dia bercanda. - Oh.
Aku bercanda, dia temanku.
Dulu dia kerja di sini.
Kami bertemu di sini.
Dan kami pernah berhubungan seks, secara teknis.
- Kenapa kau tambahkan "teknis"? - Oke.
Aku suka atasanmu.
Manis sekali. - Terima kasih.
Aku jarang punya alasan memakainya, jadi...
Waktu kecil, Jenny punya kelinci peliharaan,
yang bunuh diri.
Oh, itu dugaannya.
Aku tidak di rumah saat itu.
Dan cerita ayahku tidak masuk akal.
Aku belum menyampingkan kelalaian.
Ralat.
Mungkin ayahnya yang membunuh kelincinya.
Tapi kabar baiknya, kau main biola.
Betul.
Aku main rekorder dan ayahku
membunuh rasa percaya diriku.
Jadi, kita wanita modern yang senasib.
Connor, kau harus banyak belajar dari kami.
Mm-hmm.
Kami akan tutup, tapi kau mau tetap di sini?
Ya, tentu.
Kau minum apa?
The Threesome Kisah Tiga Hati
Aku senang sekali kalian mengajakku bicara.
Aku sangat butuh malam seperti ini.
Kenapa?
Teman-temanmu tidak suka menari?
Maksudku, aku tidak punya banyak teman.
Maksudku, ada teman masa kecil, tapi entahlah.
Kau tumbuh dewasa, lalu jadi berbeda,
dan, ya, apa kau pernah berpikir,
kau akan jadi orang seperti apa
jika bergaul dengan orang yang berbeda?
No comments yet. Be the first to leave one.