نخستین 200 خط.
Namaku Zhao Kai Jia.
Karena beberapa alasan, tiba-tiba aku melakukan perjalanan waktu dari tahun 2017 ke tahun 2007
bersama... teman kecilku, Shi Zhao Yu.
Tunggu, ini sudah 2008. Aku sudah menulisnya di buku harianku.
Aku janji pada Zhao Yu aku takkan gunakan perjalanan waktu buat ambil keuntungan dari orang lain
dan kami saling berharap yang terbaik untuk hubungan kami berikutnya.
Kami juga janji kami takkan beritahu siapapun soal perjalanan waktu ini.
Bicara soal perjalanan waktu,
aku rasa ada hal penting yang sepertinya tidak bisa aku ingat.
Aku punya perasaan kalau ini ada kaitannya dengan perjalanan waktu.
Tidak apa-apa.
Aku bisa menikmati masa mudaku lagi.
Tiket lotre?
Aku menang.
Subtitle dari DramaFever Diterjemahkan oleh indri danti22
Kalau kau bertemu seorang gadis yang biasa ngobrol denganmu,
mungkin tanpa sadar kau sudah jatuh cinta padanya.
Kau selalu ingin merilis album sendiri.
Rasanya sayang saja kalau kau melewatkan audisi penting seperti ini.
Kau sering bergaul dengannya 'kan?
Itu bukan urusanmu.
Tadi itu pengalaman paling mendebarkan dan menyentuh yang pernah aku alami dalam hidupku.
Tn. Tak Tahu Apa-apa! Kurang ajar!
Kau tak ingin aku ke rumahmu atau terlalu dekat dengan Kai Jia?
Sebenarnya, menurutku Kai Jia cukup manis.
Kai Jia, apa boleh aku memelukmu?
Kau bisa cerita apa saja padaku.
Aku tidak akan curiga dan ikut campur seperti biasa.
Baiklah.
Hari ini...
Jun Ren tanya apa dia boleh memelukku.
- Apa? - Katanya tidak akan curiga.
Besok mereka latihan dimana? Aku harus beri pelajaran padanya.
Kenapa? Apa yang terjadi?
Dia melakukan apa padamu?
Kemunculannya membuatku kesal.
Aku akan lakukan apa saja untuk menyingkirkannya.
Kenapa kau marah sekali?
Jangan khawatirkan aku. Aku pasti akan beri pelajaran pada bedebah itu.
- Tenang saja... - Kenapa aku ceritakan ini padanya?
Shi Zhao Yu, sedang apa di sini?
Katanya kau takkan curiga atau ikut campur.
Zhao Yu, Kai Jia.
Tim-mu latihan juga di sini?
Sempurna. Aku ingin bagikan kue ulang tahun.
Tiap orang dapat satu.
- Ini buat kita? - Kita dapat satu?
- Ruby perhatian sekali. - Terima kasih.
Apa yang kau lakukan padanya?
- Aku tidak mengerti maksudmu. - Kau lupa yang terjadi kemarin?
Berani-beraninya kau.
Aku juga tidak mengerti dia bicara apa. Tidak apa, Jun Ren.
- Menjauhlah. - Tidak apa-apa...
Zhao Yu sedang tidak sehat. Baiklah. Kau tidak dengar apa-apa.
Ada apa denganmu?
Kenapa lakukan itu?
Jadi, kita tetap akan bersaing?
Kau ini kenapa?
Kau bilang dia tidak dewasa, tapi kelakuanmu sendiri mirip anak SMA.
Umur psikologismu 10 tahun lebih tua darinya, tapi dia bisa lebih dewasa darimu.
- Kau tidak marah dengan reaksinya? - Buat apa aku marah?
Itu cuma pelukan, pelukan persahabatan.
Dari sudut pandang orang dewasa,
pelukan seperti itu mirip dengan meminjam penghapus atau buku catatan. Apa masalahnya?
Tidak, kemarin malam kau terlihat ketakutan.
Karena itu aku ingin membelamu.
Tapi kau tak masalah kalau dia memelukmu?
Tidak ada yang salah dengan itu.
Tidak ada yang salah?
Kau meneleponku hampir 10 kali.
Jiwa 30 tahunmu pasti merasa ketakutan waktu dipeluk.
Memang kau di sana? Memang kau tahu aku ketakutan apa tidak?
Tentu, aku akan tahu. Satu-satunya orang lain yang pernah memelukmu adalah...
Kau benar. Umurku memang 30 tahun.
Kau pikir aku tak tahu apa arti dari pelukan yang Jun Ren berikan?
Kurasa kita tak harus berlebihan seperti ini.
Momen yang paling mengerikan sudah terjadi di 2017.
Itu cuma pelukan persahabatan.
Pelukan persahabatan?
Kalau nantinya dia melakukan ciuman persahabatan,
kau takkan masalah juga karena melakukannya dengan temanmu?
Itu yang kurang dari kedewasaanmu.
Aku tidak akan menyetujuinya.
Kau yakin? Kau yakin tidak jatuh cinta padanya?
Tentu saja, aku tidak jatuh cinta padanya.
Aku bisa saja menjauh darinya, tapi aku tidak bisa menjauh darimu.
Bukannya itu sudah cukup jelas, dasar bodoh?
Kau juga kau menggertakku?
Astaga... Kenapa kau memberiku bir waktu aku ingin soda?
Sudah selesai latihan?
Kita harus bicara.
Hasil audisinya sudah keluar.
Tebak. Menurutmu kami lolos tidak?
Tidak lolos.
Aku terus berpikir kalau
alasan aku mulai bermain musik rock karena aku ingin mengejar kemandirian dan kebebasan.
Biar bagaimana juga, kita cuma bisa hidup sekali.
Jadi, aku tidak ingin hidup sesuai dengan standar orang tuaku.
Tapi walau aku memilih untuk tak memainkan permainan orang dewasa,
aku tetap ingin mendapat pengakuan dari para juri.
Kalau aku tetap menjadi diriku sendiri, apa aku akan menang?
Aku sungguh tak ingin memikirkannya.
Kalau lagu yang kau mainkan waktu itu...
aku yakin semua orang akan menyukainya.
Akhirnya ada juga orang yang berbicara denganku.
Lagu itu hampir selesai. Aku cuma perlu menyelesaikan liriknya saja.
Aku sudah ceritakan masalahku.
Kau ingin ceritakan masalahmu?
Aku rasa kau marah pada Jun Ren dan Kai Jia 'kan?
Tidak juga.
Aku cuma ingin dia tidak terlalu dekat dengan Jun Ren.
Aku takut dia akan terluka.
Kenapa?
Sepertinya kau bermusuhan sekali dengan Jun Ren.
Tapi sebenarnya Jun Ren tidak sejahat itu.
Aku tak tahu bagaimana menjelaskannya.
Aku cuma tidak ingin Kai Jia jadian dengannya.
Tapi dia tidak mau mendengar omonganku.
Kau bicara seolah-olah kau ini ayahnya Kai Jia.
Jadi, dari apa yang kau bilang,
Kai Jia suka pada Jun Ren?
Tidak mungkin.
Jadi, dia punya perasaan padanya 'kan?
Kurang lebih antara teman dan pacar.
Lagi pula, mereka sudah pernah jalan bersama 'kan?
Setiap orang adalah semacam pemandangan.
Pemandangan yang harus ditemukan.
Kai Jia cuma ingin mencari pemandangan baru.
Tapi kau menjauhkannya dari sebuah pengalaman baru.
Memang benar itu akan menjauhkannya dari rasa sakit.
Tapi di saat yang sama, kau juga merampas haknya untuk mengalami hidup.
Bukan begitu?
Jun Ren mungkin bisa jadi pria yang sempurna buat Kai Jia.
Kau sendiri?
Bagaimana perasaanmu pada Jun Ren?
Kau suka padanya?
Aku suka pada Jun Ren.
Tapi aku juga suka padamu.
Maksudku bukan rasa suka sebagai teman.
Kai Jia, kau sudah pulang.
- Iya, biar aku bantu. - Tidak apa-apa.
Zhao Yu sudah pulang. Bibi akan suruh dia bantu Bibi.
- Zhao Yu, ayo bantu Ibu. - Kenapa belanjanya banyak sekali?
Kata Ayah, dia ingin buat jamuan makan besar.
Ibu juga beli sekotak sayur organik, makanya sekalian Ibu bawa.
Siapa yang mau ikut bantu?
Kalian tahu tidak?
Anak SMA yang tinggal di sebelah berpacaran dengan seorang pria.
Ibunya lihat dia dengan pacarnya waktu baru mau buang sampah.
Katanya mereka berpelukan lalu berciuman.
Bu, sebenarnya Ibu belanja apa menggosipi orang?
Menggosipi orang? Ini sangat penting.
Ibunya bahkan tanya pria itu punya hubungan apa dengan anaknya.
- Kalian tahu dia bilang apa? - Apa?
"Kami cuma teman."
Astaga! Cuma teman?
Apa zaman sekarang tidak masalah teman berpelukan lalu berciuman?
Mungkin dia malu.
Dia kan sudah tertangkap basah. Harusnya lebih tanggung jawab.
Mungkin mereka memang berteman.
Pelukan dan ciuman bukan berarti cinta.
Itu semua bagian dari kedewasaan.
Aku akan cuci buah.
Apa maksud dari perkataannya?
Aku juga tidak mengerti.
Kau tidak mengerti?
Kai Jia.
Kenapa kau minum-minum?
Kenapa kau minum-minum?
Kau sudah minum berapa banyak? Kau mabuk?
Aku ingin minum, tinggalkan aku sendiri.
Cukup. Ini konyol.
Kau sedang apa? Kembalikan.
- Kau sudah minum banyak. - Berikan.
Hei...
Kau ini menyebalkan sekali.
Kau bilang Jun Ren itu pria jahat, tapi kau salah.
Kau tak membiarkanku melakukan apa-apa, termasuk berpacaran.
Kau bahkan merebut kaleng bir terakhirku.
Tidak.
Aku berusaha membantumu.
Dia merayumu dan Ruby di saat bersamaan.
Dia cuma mau main-main. Dia tidak serius denganmu.
Terima kasih.
Terima kasih sudah beritahu aku kalau Jun Ren sebenarnya tidak suka padaku.
Benar.
Tidak ada yang suka padaku dan aku tidak bisa membuat orang lain suka padaku.
Berapa kalipun aku menghidupkan kembali masa mudaku, aku tidak akan pernah berubah.
Tapi tidak apa-apa.
Aku tidak butuh pacar. Aku cuma butuh alkohol.
Bahkan bir ini membenciku.
Kai Jia.
Zhao Kai Jia, lihat aku.
Zhao Kai Jia, lihat aku.
Zhao Kai Jia, lihat aku.
Suatu hari nanti, pasti ada orang yang akan suka padamu.
Kau akan bersama orang yang akan memperlakukanmu dengan baik.
Kau pasti akan bertemu dengannya.
Kalau memang begitu, apa mulai sekarang kau bisa tinggalkan aku sendiri?
Berhenti melindungiku dan membatasiku dari orang yang ingin mendekatiku.
No comments yet. Be the first to leave one.