نخستین 200 خط.
DELOKFILM
Download Movies and TV Series
Kinshicho, Tokyo
Misalnya...
Pemandangan yang kamu lihat di sekitar mu
Pandangan seperti ini...
Terlihat seperti ini bila mabuk.
Apa yang anjing mu lihat adalah...
Apa yang pecinta ramen lihat adalah...
Jika kamu adalah orang yang sedikit menyimpang...
Jika kamu orang yang depresi...
Jika kamu adalah orang yang memiliki indra ke enam...
Benar.
Itu bukan seolah-olah orang di sebelah mu...
... melihat dunia yang sama seperti mu.
untuk diriku dan orang ini juga...
Itu bukan soalah-olah kita melihat dunia yang sama
Hey, ini tidak apa-apa?
Tidak apa-apa, Pak tua.
Pak tua? Sialan kau.
Serahkan saja pada aniki.
Dengarkan, jika kita tidak menemukan Shishido Joe-san hari ini...
Apakah kamu tahu berapa banyak yang harus aku pertanggungjawabkan?
Aku mengerti.
Hey... Aku akan pergi lagi.
Sumuanya abu-abu...
Dengan pipi tembem seperti Shishido Joe-san.
Kita harus memanggilnya "Shishido Joe-san"... Hei, lihat ini!
- Dia melihatnya - Dia tak melihat!
Oke, Choro-san?
Berhenti menggunakan nama itu!
Seriuslah, dasar kau!
Ada yang salah?
Dia di sini.
Hah?
Kamu mencarinya dengan baik
Tapi kita tidak tau kalau itu Shishido Joe-san
Tidak masalah.
Karena aku sudah melihatnya.
Hah?
Ini tagihannya.
1,296,000 yen? Itu kemahalan!
Tapi biasanya untuk hal-hal seperti mencari rekan mu yang diculik,
dan menemukan persembunyian dari penghianat mu,
Kita menerima jumlah yang sama.
Apa?
Aku pikir ketua harus tau itu juga.
Aku akan mengumpulkan uang lainnya.
Ayo pergi.
Hey. Tunggu sebentar.
Ke sini sebentar.
Shishido Joe-san.
Lucu sekali!
4 dari 5 indera.
Suara, bau, rasa dan sentuhan, semua hilang.
Bekerja sebagai detektif, hanya mengandalkan indera penglihatan,
Namanya adalah Higurashi Tabito.
Aku heran dunia seperti apa yang dia lihat.
- Dah Daichi-kun. - Dah.
Dah. Sampai jumpa besok.
Ah!
Hiromi-sensei, tolong jaga Koutarou-kun.
Tunggu, tunggu...
Senpai!
Senpai!
Senpai!
Oh, Yamakawa-sensei, sampai jumpa.
Bukan 'sampai jumpa', apa yang kau lakukan, menyelinap begitu.
Aku tidak menyelinap, aku pergi biasa.
Senpai, kamu ada shift terakhir hari ini.
Yamakawa. Gantikan aku.
Apa? Lagi?
Saya demam. Saya demam. Saya demam.
Itu alasan lain, bukan?
Bagaimana mengetakannya...
Seorang pria sedang menunggu saya.
Kamu meresahkan kita, setiap kali.
Kau benar. Aku harus
Tapi kamu lihat, Yamakawa.
Aku tidak bisa menunda pernikahan lagi.
Itu memabantu hidup ku, kau tahu.
Kencan...
... Aku ingin pergi!
Aku mengerti.
Aku akan mengambil shift terakhir untuk mu.
Aku pikir kau akan katakan itu
Terimakasih~
Ah kita ketemu!
Yang menggelitik!
Klik klak.
Tei-chan kan?
Ingin bermain bersama?
Momoshiro Tei-chan, benar?
Kamu tidak mengingat nama ku?
Ah, Aku minta maaf.
Kau lihat, aku mengajar di kelas Sakura...
- Aku tidak begitu tahu kelompok Tupai... - Sungguh?
Aku juga tau nama guru di kelas Sakura.
Yamakawa Youko-sensei. 25 tahun.
Tidak ada mitra!
Wow, kamu buat apa?
Ini kutu laut raksasa.
Eh? Seiji-kun?
Kamu tau kamu tidak boleh masuk ke ruang staf?
Hancur!
Aku akan menghancurkan mu!
Permisi.
Hai, Youko-sensei.
Ah!
Kamu tidak boleh pegang ini!
Itu benar, jangan menangis.
Apa yang terjadi?
Mama~
Aku sungguh minta maaf.
Tidak apa-apa.
Ketika dia lakukan sesuatu yang buruk, jelas ia harus di marahi.
Iya...
Baiklah, kita lagi buru-buru...
Oke, ayo Seiji. Jalan.
Kamu beruntung mama Seiji baik.
Iya, aku minta maaf.
Ew... kenapa kecoa?
Itu kutu laut raksasa!
Tei-chan, bukan waktunya bermain di luar.
Tunggu... Tei-chan?
Tei-chan!
Tei-chan! Tunggu, apa yang salah?
Aku tidak ingin menunggu, jadi aku mau pulang.
Kamu harus menunggu sampai mama mu datang.
Aku tidak punya mama.
Maaf, um...
Tunggu ayah mu dulu.
Papa tidak datang menjemputku.
Eh?
Yang selalu menjemput aku adalah Yukiji.
Yuki-jii?
Oh, kakek!
Selamat tinggal, sensei.
Eh, tunggu...
Apa?
Ow!
Dia mau ke mana?
Jika kamu pindah ke sisi lain dari jalan yang selalu kamu lewati,
Bisa ada pemandangan yang tidak bisa kamu akui... Aku terkejut.
Dia pergi ke tempat seperti ini?
Tei-chan.
Tei-chan?
Tei-chan?
Itu Papa.
Apa yang ibu lakukan?
Jangan di bangunkan.
Dia tidak akan bangun.
Oh, maaf.
Ibu tidak pulang?
Oh... iya.
Maaf sudah menggangu.
Permisi, otou-san.
Tolong bangun.
Ada yang mau ku bicarakan pada mu.
Membiarkan anak makan sendirian...
Permisi, otou-san?
Otou-san!
Maaf!
Apa yang kau lakukan?
Kamu salah! Aku hanya...
Aku bilang jangan dibangunkan, iya kan?
Permisi!
Kamu ayahnya, kan?
Ah, iya...
Kenapa kamu tidak menjemputnya hari ini?
Um...
Ini guru di kelas Sakura.
Oh?
Oh!
Aku Higurashi Tabito.
Terimakasih bantuannya.
Jadi kenapa kamu tidak jemput dia?
Itu...
Sepertinya Anda meminta kakeknya untuk menjemputnya kan.
Kakek?
Tapi hari ini kamu di rumah kan?
Kenapa kamu tidak menjemputnya?
Maaf.
Aku tertidur.
Persis .
Otou-san, Tei-chan masih umur 6 tahun.
- Tolong jangan biarkan dia makan sendirian. - Iya.
Sedang sibuk bekerja atau sedang mengantuk,
Aku yakin ada berbagai keadaan, tapi...
Um... Kamu dengar?
Iya, tentu.
Itu hanya Anda agak terlalu kuat, tampak seperti aku bertemu mereka sebelum membacanya.
Hah?
Apa itu?
Iya, ketika kamu bicara seperti itu mudah untuk dimengerti.
- Anda mengejek saya? - Woah!
Itu tidak membantu?
Papa melihat perkataan dengan matanya.
Perkataan dengan matanya?
Apa maksudmu?
No comments yet. Be the first to leave one.