نخستین 200 خط.
Terkadang disebut kutukan.
Terkadang mereka berbohong.
Terkadang semua itu benar.
Cerita yang kudengar...
...aku tak tahu benar atau tidak.
Namun satu hal yang pasti.
Seharusnya aku tidak datang ke sini...
...ke Rumah Besar Gwang-Lim.
SUNG JUN
KIM HONG-PA
KIM BO-RA
PENJAGA MALAM
SANG PENULIS
RUMAH BESAR GWANG-LIM
Halo, Pak.
Aku Jung Ji-woo. Aku yang tadi telepon.
Halo.
Terima kasih.
Bukankah ini kopi, Brasil?
Kolombia, benar?
Ini teh herbal.
Kau keberatan jika aku merekam ini, Pak?
Aku tidak akan menerbitkannya. Untuk rekamanku saja.
Tentu saja.
Bagus.
Apa orang zaman sekarang menggunakan itu?
Aku suka barang retro.
Barang kuno, Pak.
Bisa kau mulai dengan memperkenalkan dirimu?
Apa yang harus diperkenalkan? Aku hanya pengurus di sini.
Pengurus...
Kau bilang kau seorang kartunis?
Seperti itulah.
Kini mereka menyebutnya seniman kartun.
Mengapa seorang seniman lukis datang ke sini?
Aku mendengar rumor...
...banyak terjadi kejadian aneh di sini.
Apa benar begitu?
Ini tidak benar, 'kan?
Dahulu kala...
...terdapat yatim piatu di sini.
Suatu hari, terjadi kebakaran.
Mereka yang dewasa...
...meninggalkan anak-anak dan lari menyelamatkan diri mereka.
Semua anak-anak terbakar habis hingga mati.
Sejak itu, mulai terdengar rumor aneh.
Orang mendengar suara-suara aneh.
Pria yang pindah ke lantai lima mengatakan hal yang sama.
Dia seorang penulis novel.
Bukankah menyenangkan?
Kau boleh melihat-lihat, tapi kau harus cepat memutuskan.
Tempat ini cukup terkenal.
Lihat pemandangannya! Sungguh bangunan yang indah di sana.
Ini sangat modern dan apik.
Kau tahu, udara di sini sangat segar.
Tahu?
Ini keras sekali.
Apa yang kau lakukan?
Apa ada anak-anak tinggal di bawah sana?
Mungkin. Tapi banyak anak-anak datang dan pergi di masa liburan.
Kau berharap ruangan kedap suara dengan harga ini?
Aku tinggal di lantai tujuh. Kita bisa menjadi tetangga, Kawan!
Kau bukan kawanku.
Aliran air!
Di sini sangat bagus, Tuan.
Kau harus melihatnya sendiri.
Kau mungkin akan tersembur.
PENGHARGAAN PENULIS BARU TERBAIK
Kau bilang lebih baik tanpa aku.
Lalu kau pergi dari rumah?
Kapan kau pernah mendengarkan aku?
Apa kau sudah gila?
Sampai aku selesaikan bukuku. Lebih nyaman seperti ini.
Bagaimana dengan putra kita?
Dia menangis sepanjang hari!
Dia sendirian. Bagaimana kau tahu dia menangisiku?
Terserahmu!
Kapan kau pulang?
Pulang sekarang juga!
Tenanglah. Ibumu tidak marah. Jangan menangis.
Aku sudah hampir selesai.
Kita bertiga akan hidup lebih baik setelah aku selesai menulis ini.
Jadi tolong. Biarkan aku pergi.
Selama ini kau sangat baik.
Maaf aku harus katakan ini.
- Tapi bicaramu kurang ajar. - Halo?
Selamat datang.
- Ada yang bisa kubantu? - Tolong, obat sakit kepala.
Apa yang kau rasakan dikepalamu?
Ya...
Tolong, berikan aku apa saja.
Halo.
Kau menjual penghilang jamur?
- Aku duluan di sini. - Maafkan aku.
Tidak, kami tidak punya. Cobalah di toko grosir di sana.
Semuanya, $2.60.
Terima kasih. Kembalianmu!
JEON WOO-RAM
Tolong mundurkan.
- Ini saja? - Ya.
Tapi anak-anak datang ke rumahku!
Tidak ada dalam kamera pengawas. Tenanglah.
Bagaimana aku bisa tenang? Laptopku rusak!
Bagaimana jika aku kehilangan semua data di dalamnya?
Dengar.
Anak-anak itu menggangguku!
Setahuku, tak ada orang yang tinggal di lantah bawahmu.
Tidak mungkin. Aku dengar suara bising dari bawah setiap hari!
Kau tahu dari mana asalnya?
Seperti membenturkan tongkat ke atap.
Seperti ini!
Kau mengunci pintumu. Bagaimana anak-anak bisa masuk?
Menurutmu aku melihat hantu? Itu gila.
Itu baru lucu.
Kau memang lucu, kau tahu itu?
Lupakan saja. Aku akan turun ke kamar 404.
Halo.
Permisi!
JEON WOO-RAM
Ternyata.
Aku tahu kau ada di dalam sana, Nak!
Keluar!
Suruh orang tuamu untuk keluar.
Bukalah!
Buka pintunya!
Permisi!
Tolong jangan berisik
Anak-anak zaman sekarang keterlaluan.
Begitu juga orang tuanya.
Lihatlah sampah ini!
Kenapa aku membenci anak-anak?
APOTEKER
MENGHILANG
Namanya, Lee Hyung-hoon.
Dia meraih banyak penghargaan dan pencapaian.
Tapi aneh saja.
Dia tiba-tiba berhenti menulis dua tahun lalu.
Dia menghilang.
Apakah seniman cenderung seperti itu?
Menghilang tanpa jejak?
Penulis yang kau sebutkan.
Dia memang ada.
Lee Hyung-hoon.
Dia menghilang dua tahun lalu dan dulunya tinggal di sini.
Karya terakhirmu...
Apa judulnya?
Maaf?
Kenapa kau bertanya itu?
‘Horor Menakutkan’.
Kenapa wajahmu seperti itu?
Itu sering kali gagal.
Itu pasti menyakitkan.
Aku ingin tahu tentangmu.
Di mana kau lahir?
Apa ketertarikan dari dirimu?
Kau berkencan?
Kenapa? Apa aku membebanimu?
Tidak, bukan begitu.
Aku tidak terbiasa bicara seperti ini dengan orang tua.
Mereka bilang...
...hidup berubah mengikuti siapa yang kau temui.
Tentunya, tidak setiap pertemuan berakhir baik.
Pernah ada seorang wanita tinggal di lantai sembilan.
Dia sangat cantik dan modis.
Dia tidak pantas berada di tempat ini.
Menurutnya...
...itu adalah takdir, tapi berkencan dengan pria yang salah.
Seseorang yang tidak seharusnya dia temui.
Kabar terkini.
Seorang pria membunuh istri dan putrinya berusia sembilan tahun...
...dan dikatakan telah melarikan diri dari tempat kejadian.
Polisi sedang berusaha mencari pelaku tersebut.
Mereka mengambil rekaman CCTV terdekat...
...dan menghubungi rekan-rekannya.
Berita selanjutnya.
Seorang pria membunuh ibu dan putranya dan istrinya...
...dan melihatnya bunuh diri.
Ya?
Kenapa belakangan ini kau tidak angkat teleponku?
Aku sedang sibuk.
Jujur saja. Kau berkencan, kan?
Jangan bahas itu lagi, Bu.
Kau hanya angkat teleponku satu atau dua kali sepekan.
Kau tak pernah angkat jika lewat pukul delapan malam.
Kau pikir aku tidak mengenalmu?
Ya, kau tidak mengenalku.
Tidak perlu khawatir.
Bagaimana aku tidak khawatir?
Ingat yang selalu kukatakan...
Pria tidak bisa dipercaya!
Hentikan! Jangan bahas tentang ayah lagi.
Jika bukan karena dia, hidupku tak akan seperti ini.
Kenapa dengan hidupmu? Kau bahkan punya pacar.
Siapa yang bilang begitu?
Semua terlihat jelas, Bu.
Diam-diam berkencan dengannya atau menikah lagi.
Itu bukan hubungan serius.
Dan jangan mengalihkan pembicaraan. Jawab aku!
Ibu.
Aku tidak berkencan dengan siapa pun dan tidak punya rencana untuk itu.
No comments yet. Be the first to leave one.