نخستین 200 خط.
Tenang. Mama disini, oke?
Kuharap kamu bisa bersikap dewasa, oke?
Ke bawah kasur. Sembunyi di bawah kasur. Sekarang. Cepat. Cepat.
Kumohon, jangan ganggu kami!
Di mana Mama? Di mana...
Pergi, Michael, pergi!
Tidak!
Michael.
Michael, lari!
Kamu membuat baterainya cepat habis.
Seperti Mama bisa dapat sinyal saja disini.
Untungnya, orang disini ingat kamu dapat bicara tanpa benda itu.
Tidak apa-apa, sobat.
Hati-hati jangan melepas sabuk pengamannya.
Aku tidak melepasnya.
Kita sampai. Bagaimana dengan itu?
Tak ada jalan untuk kembali sekarang.
Kita tak boleh melakukannya meskipun kita ingin.
Aku tahu ini sedikit mengecewakan, tapi tunggu hingga kamu lihat bagian dalamnya.
- Hei, sobat. - Hei, Denise, periksa pompa airnya.
Kamu ingin melihat halaman rumahmu yang baru?
Ya? Halamannya besar.
- Masih berfungsi. - Ya, aku terkesan.
Aku tahu kamu khawatir.
Tapi dalam beberapa hari, semua yang ada disini akan tampak baru. Aku janji.
Termasuk itu?
Baiklah. Mungkin seminggu.
Tetap yakin kita bisa melakukan ini?
Iklimnya bagus. Tanahnya subur.
Dengar, aku tahu aku tak berhasil melakukan ini di kota.
Tapi ini sesuatu yang kutahu.
Jess.
Jess, kemari bantu aku mengangkat tasnya.
Bagaimana rumahnya menurutmu?
Neat.
Bantu kami menurunkan barang.
Kalau kita semua ingin tidur malam ini, kita harus bergerak.
Oke.
Neat.
Kurasa dia akan baik-baik saja.
Ya, setidaknya dia bicara pada kita. Kurasa itu sebagai permulaan.
Ya.
Aku menyukai tempat ini, kamu tahu.
- Hei. - Hei.
Bagaimana?
Sepi sekali di sini.
Ya. Butuh waktu untuk terbiasa, huh?
Kamu tahu, membawamu kemari bukan hukuman, Jessica.
Ini hanya penyesuaian bagi semuanya.
Dan satu-satunya jalan agar ini berhasil bagi kita...
...adalah jika kita memberikan kesempatan.
"Akan kuanggap itu hal yang bagus, Ayah."
"Ayah benar. Ayah selalu benar."
Selamat malam.
Tidurlah.
Jangan menyerah, sayang!
Jangan khawatir. Aku pasti bisa.
Ayo.
Ayo.
Ayo.
Ayo. Bagus. Ayo.
Ayah berhasil! Tos. Tos.
Ayah berhasil!
Roy Solomon?
Colby Price. Bank Belton.
Oh, hei. Senang bertemu denganmu.
Jadi kamu bilang Ayahmu juga menanam bunga matahari.
Ya, di sepanjang Kota Turek.
Aku tumbuh besar tak terlalu jauh dari sini.
Begitu.
Dengar, aku tahu kalian sudah pindah...
...tapi ada sebuah kesempatan dari bank yang mungkin akan membuatmu tertarik.
Tempat ini hanya menghasilkan debu selama bertahun-tahun...
...hingga kamu datang dan membelinya...
...dan sekarang, ternyata...
...pihak lain tertarik dengan tanah ini.
Kabar baiknya, mereka bersedia membayar sebesar yang kamu bayar dan...
...menambahkan 15% lagi dari pembayarannya.
Kami sudah disini.
Dan sejujurnya...
...keluargaku membutuhkan sedikit ketenangan saat ini.
Baiklah, surat ini akan menjelaskanmu detailnya.
Hubungi aku jika kamu ingin membicarakannya.
Terima kasih, akan kulakukan.
Hei, Benny.
Aku datang.
Kamu siap?
Oh, bagus.
Ben?
Ben?
Hei, sobat.
Kupikir kamu sedang tidur.
Bagaimana caramu keluar dari tempat tidur, sobat?
Kupikir kamu...
Ayo. Kembali ke tempat tidurmu.
Oke.
Baiklah, Ben. Sekarang cobalah tidur, oke.
Berbaring. Tidurlah. Anak pintar.
Ayah menyayangimu.
Apa?
Apa yang kamu lakukan?
- Pergi ke kota. - Kurasa tidak, Jess.
Berikan aku kuncinya.
Aku sedang mencarinya juga.
Terima kasih, Jess. Kamu siap untuk pergi?
Jess?
Kenapa dia?
Karena aku, bukan dia.
Kupikir dia mau membawa mobilnya.
Jangan terlalu dipikirkan.
Ngomong-ngomong, anakmu berusaha memanjat keluar dari tempat tidurnya semalam.
Itu hal baru.
Ya.
Jadi ada sesuatu yang akan kulakukan padamu...
...saat aku kembali dari ladang malam ini.
- Sesuatu yang baru, hah? - Oh, ya.
Aku sudah membaca farmer-sutra.
Sampai nanti.
- Ini dia. Harimu menyenangkan sekarang. - Terima kasih, Ed.
Jadi, kalian keluarga baru di kota ini, benar?
Ya, Roy Solomon.
- Jadi apa yang kamu tanam? - Bunga matahari.
Baiklah. Mari kubantu memulainya.
Hei, boleh aku jalan-jalan?
Baiklah.
Hei, jangan terlalu jauh.
Hei, sobat.
Hei, apa yang kamu lihat?
Kamu tidak menghabiskan serealmu.
Dan Ayah bilang kamu berusaha memanjat keluar dari tempat tidurmu.
Apa kamu melakukannya sendiri?
Bagus!
Oper bolanya.
Dapat.
Kalian jaga dia.
- Naik! Naik! - Ambil!
- Ayo, Bobby. Apa itu? - Ayo.
Sedikit bantuan?
Terima kasih.
- Faktor lengan. - Benar.
Aku Bobby.
Jess.
Selamat datang di North Dakota, Jess. Kamu dari Chicago, kan?
Ya. Bagaimana kamu bisa tahu?
Kota kecil. Semua orang tahu semuanya. Kamu mungkin ingin mengingatnya.
Jadi apa yang kalian lakukan untuk bersenang-senang di sini?
Kamu sedang melihatnya.
Manis.
Setengah sekarang dan setengahnya setelah panen.
Tawaran terbaik yang bisa kuberikan.
Aku menghargainya.
Dan jika kamu mencari pekerja, kamu bisa membayar murah mereka.
Aku tak bisa berbuat banyak sekarang, tapi akan kupikirkan. Terima kasih, Ed.
Kamu mengalahkanku.
Ya, faktor lengan.
Ayolah, kamu bermain di Chicago, kan?
Ya, aku main. Aku ikut tim saat masih SMP.
Ya? Apa yang terjadi?
Entahlah. Kurasa aku ingin mencoba hal lain.
Ya, tim wanita disini sangat buruk.
Ya, tim cowok juga, jika kamu termasuk.
Bagus sekali, kawan.
Hei, kamu tahu, jika kamu merasa bosan dengan kegiatan di kebun...
...aku siap untuk meluncur dan menjemputmu...
...dan kita bisa pergi melakukan sesuatu di tempat lain.
Ya, mungkin.
Hei, aku harus pergi.
- Sampai jumpa lagi. - Ya.
Senang bertemu denganmu.
Hei, siapa bocah itu?
Hanya seorang cowok.
Dari sekitar sini?
Bukan. Dia mampir untuk main basket.
Kamu dapat nomor telponnya?
Ayah.
Jika kamu ingin kembali, jika kamu terlalu malu...
- ...aku akan mendapatkan nomornya untukmu. - Ayah.
Kamu tahu, kurasa kamu dan Ibumu bisa bicara banyak hal jika kamu mau mencobanya.
Kita semua disini keluarga, Jess.
Jadi aku akan pergi melihat apakah Mama butuh bantuan.
Oke. Tentu.
Bagaimana kotanya?
Kecil.
Hei, Jess, aku sungguh menyesal mengenai masalah sebelumnya.
Tidak apa-apa.
Ada yang bisa kubantu?
Aku senang sekali jika kamu mau membawa turun beberapa kotak yang ada di lorong.
Tentu. Ibu ingin meletakkannya dimana?
Letakkan saja di gudang bawah.
Terima kasih.
Astaga. Anda harus berhenti melakukan itu.
Maaf jika aku mengagetkanmu.
Apa yang anda inginkan?
Aku ingin tahu apakah anda sudah memikirkan mengenai penawarannya.
Kami sudah mengambil keputusan.
Kami tetap tinggal.
Sekarang, jika anda tidak keberatan, ada yang harus kukerjakan.
Tentu saja.
Selalu banyak yang bisa dikerjakan di ladang.
Sampai jumpa.
No comments yet. Be the first to leave one.