نخستین 200 خط.
School 2021 Episode 11
Mulai besok, ayo kita pergi bareng.
Apa?
Makan siang bareng,
dan pulang bareng setelah bekerja.
Apa maksudmu?
Aku ngajak kamu pacaran.
Aku suka sama kamu.
Diterjemahkan oleh "Sekolah Online Team"
Belum ada orang di sini.
Ya.
Jadi sekarang... kamu dan aku... maksudnya... kita pacaran?
Suka sih, aku suka. Tapi masih terasa tidak nyata.
Aku juga begitu.
Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?
Tadi kan aku udah bilang.
Pagi-pagi pergi bareng, dan makan siang bareng.
Kalo lihat Young Joo dan Seo Young sih, itu yang mereka lakukan.
Kamu gila?
Jangan kelihatan banget dong!
Oh gitu?
Masuk, masuk, cepat.
Hey, kalo di sekolah jangan kelihatan banget ya.
Emangnya kamu anggota Departemen Regulasi?
Apaan nih?
Kok kalian pagi banget datangnya?
Iya juga.
Kalian kelihatan kayak datang subuh banget berduaan.
Gak ih, gak datang bareng.
Ehehem!
Buat sekarang, iyain aja.
- Hei, sini sama aku aja. - Tidak.
Ini cuma foto!!
Ini foto kelulusanku waktu SMP!
Aku ketemu sama Guru Kesiswaan waktu mau naik ke atas.
- Seperti akan menembus langit, kan? - Kayaknya itu lebay banget deh!
Gak, gak apa-apa.
Bisa gila aku!
Wanjaaayyyy!!!
Udah lah sekali aja!
- Gak, gak mau! - Ayo.
Aku ngajak kamu pacaran.
Aku suka sama kamu.
Oke!
- Gak usah! - Udah sih jepret aja!
Gak, aku gak gitu.
Jin Ji Won.
Jin Ji Won!
Hah? Apa?
Ji Won, apa ada masalah?
Kenapa dari tadi kamu planga-plongo?
Iya juga.
Kamu kelihatan kayak berpura-pura jadi teman...
untuk teman laki-lakimu sejak kecil...
dan akhirnya kamu ditembak sama dia!
Hey! Jangan ngaco kalo ngomong!!
Apaan sih... ini benar-benar... jinjja...
sangat konyol!!
Apa maksudnya?
Ada yang nembak Ji Won?
Tidak.
Aku lagi ngomongin soal web novel yang aku baca semalam.
Dia kenapa sih?
Tiba-tiba riweuh sendiri.
- Nah, itu dia. - Novel web yang mana?
Hei, hei.
Ki Joon-aaaa!
Gong Ki Joon, kamu gak apa-apa? Gak terluka??
Ottokeeee :(
Ada apa?
Ngagetin aja anjir!
Harus telpon ambulans sekalian?
Hiisssh, aku juga jatoh, woy!
Jin Ji Won! Kenapa kamu pilih-pilih teman?
A-aku, um... Ho Sung.
Kamu gak apa-apa? Gak terluka?
- Ada apa? - Dia terluka parah?
Aku gak tahu.
- Kamu gak tahu? - Terus kenapa kamu ke sana?
Aaah~ bisa gila aku!
Astaga.
Apa mataku jadi aneh gara-gara keseringan jalan sama dia?
Apa aku tertarik sama dia?
Ji Ho Sung, jinjja!
Aku terus kepikiran dia, gimana ini?
Apanya yang ottoke? Ikuti aja kata hatimu.
Aiisshh!
Kamu dicampakkan sama pacarmu, jadi gak peduli sama kehidupan cinta sahabatmu.
Ngomong apa sih?
Kamu gimana? Udah sembuh?
Kamu hanya akan membiarkan Young Joo pergi begitu saja?
Harus berapa kali aku bilang kalau bukan seperti itu?
Apa gunanya aku ngasih tahu kamu? Kamunya aja berpikir sesuka hatimu.
Jangan ngelucu kamu!
Coba saja menipu hantu.
Oke, aku akan mengikuti kata hatiku.
Aku pergi ya!
Hey, kamu di mana?
Kenapa remnya rusak?
Gak bagus nih!
Ngapain?
Apa?
Aku cuma... anu...
Kamu nungguin aku?
Atau, kamu mau ngomong sesuatu?
Ngomong apaan? Gak ada.
Jadi gini...
Aku mau pulang... Tunggu, tidak.
Aku lagi otw pulang, tapi aku punya waktu.
Jadi aku lagi mikir, apa aku harus pulang ke rumah...
atau langsung otw ke tempat kerja. Jadi aku duduk dulu di sini, sambil mikir.
Aku lagi mikir harus ngapain. Gimana menurutmu?
Ngemeng apa sih?
Aku pergi.
Aaah~ jinjja!!
Kapan dia datang?
Kenapa harus Jung Young Joo?
Aahh~~
Aah~ jinjja! Bisa gila aku!
Hei, maaf.
Kenapa datangnya telat banget?
Aku harus bikin alasan supaya bisa pergi duluan.
Kamu gak tercyduk, 'kan? Gak melakukan yang mencurigakan, 'kan?
G...Gak, kayaknya sih enggak!
Apa maksudmu... "kayaknya sih enggak?"
Kamu kentara banget, 'kan?
Udah kubilang jangan diperjelas banget!
Duh kamu ini ner-bener!
Emangnya sesusah itu?
Dahlah, jangan dibahas lagi.
Ayo cepat pergi.
Gak ada yang lihat, 'kan?
Ayo pergi.
Apa ini tempat yang terkenal?
Itulah yang aku dengar.
Dari tadi di sekolah, aku searching terus tentang beberapa tempat.
Bagaimanapun, hari ini adalah hari pertama kita.
Aku ingin kita pergi ke suatu tempat yang bagus.
Hari pertama.
Kelihatannya enak, ayo makan!
Oke.
Kamu gak apa-apa?
Rasanya...
manis ya.
Ya, enak.
- Makan. - Oke.
Ayo abisin.
Gak, aku udah makan banyak.
Kenapa gak kamu aja yang makan?
Aku biasanya emang gak suka makanan kayak gini.
Apa maksudmu?
Aku ingat banget waktu kecil...
kamu takut kuemu diambil orang lain, jadi kamu abisin kue itu sendirian.
Ingatanmu terlalu bagus.
Tetap saja,
kamu aja yang makan. Aku tahu kamu suka banget makanan ini.
Rasanya enak.
Aaah~ kenyang banget!
- Ini dia! - Ya, ini dia.
Kita makan yang kayak biasa aja.
Ternyata...
kita makannya banyak.
Hey...
Jadi...
sekarang kita ada di atap,
terus tiba-tiba aku kepikiran sesuatu.
Apa?
Kenapa suasananya begini?
Kamu...
Bukankah kamu menolakku hari itu di sini?
Aku?
Saat itu, kamu jelas-jelas ngomong...
Umm...
Aku...
Aku tidak benar-benar...
"Aku tidak benar-benar..."
Kamu ngomong gitu.
Kalau itu bukan penolakan, lalu kata-kata berikutnya apa?
Itu...
aku tidak benar-benar...
menyukaimu...?
Itu gak masuk akal.
Aku tidak benar-benar...
tahu bahwa kamu menganggapku seperti itu atau semacamnya.
Tapi itu bukan penolakan.
Itu karena terlalu tiba-tiba.
Jadi aku sedikit terlambat.
Sekarang jangan terlambat lagi.
Lalu bisakah kamu memberitahuku sekarang?
Apa?
Waktu masih kecil, kenapa kamu mukul aku?
Oh...
Itu.
Kenapa aku pacaran sama Jin Ji Won?
Eiiy, kayaknya iya pacaran.
Beneran enggak ih!
Jangan ngomong gitu, aku malu.
Eiiy, tapi aku lihat!
Aku mendengarnya.
Aku dengar kamu ngomong ke Ho Sung kalau kamu malu ada rumor kita pacaran.
No comments yet. Be the first to leave one.