نخستین 155 خط.
Seri ini tidak mengklaim dengan benar suatu kejadian
Untuk memberikan kesan drama dan etnik, maka cerita ini telah mengalami perubahan untuk menggambarkan keadaan di masa itu.
Nama seperti Harka Bai Dan Heer Kunwar adalah historis populer,
demikian juga dengan Jodha Bai
Seri ini tidak mengklaim dengan benar suatu kejadian
norma-norma atau hubungan keluarga sosial.
Acara ini tidak bertujuan untuk menyakiti sentimen dari komunitas apapun.
Katakan padaku bagaimana cara mengatur pengeluaran uang di Harem.
Yang Mulia, setiap ratu dan pelayan di harem di berikan uang yang telah ditetapkan setiap bulannya
sesuai dengan status dan posisinya.
Jika mereka membutuhkan uang tambahan, mereka harus mengajukan itu
Ini adalah daftar dari para Ratu dan pelayan.
Di sini disebutkan uang yang mereka terima setiap bulannya.
Jumlahnya berdasarkan pada posisi mereka.
Kau harus menyimpan sebuah tabungan dari pengeluaran di harem.
Kau harus mengawasi perkiraan biayanya.
Dan juga pengeluarannya.
Oh Tuhan, ini lebih rumit dari yang aku bayangkan.
Beritahu padaku tentang masalah masalah kalian.
Nafisa telah menyimpan sutra yang telah di kirimkan untuk ku dari Multan.
Sekarang dia menolak untuk mengembalikan itu.
Tidak, Yang Mulia, sutra itu memang untuk ku.
Tapi dia mengambilnya dari petugas pengiriman.
Yang Mulia, aku membutuhkan uang lagi bulan ini.
Aku ingin memberikan uang tambahan bagi para pelayan ku.
Jodha, ada..
Diamlah, Moti, biarkan aku mendengarkan keluhan keluhan mereka.
Apa yang tadi kau katakan? Apakah sutra itu telah dikirimkan untukmu?
Ratu Jodha sepertinya sangat sibuk dengan tugas tugasnya di harem.
Sepertinya begitu, ibu.
Ratu Ruqaiya dulu yang mengurus masalah di harem.
Aku tidak ingat kau pernah menunggu untuk bertemu dengan ratu ratu mu.
Kaisar harus menjadi prioritas di atas masalah masalah harem.
Memang benar, ratu Jodha masih baru untuk tugas ini.
Aku akan pergi dan memberitahukannya bahwa kau ada disini.
Tidak, ibu, kau tidak perlu melakukan itu. Aku tidak ingin kau memanggilnya.
Aku bisa mengerti bahwa ini adalah hari pertamanya.
Dia akan terbiasa dengan hal itu nantinya.
Sejujurnya, aku senang melihat bahwa dia tidak meninggalkan tugas tugasnya pada orang lain.
Aku menghormati orang orang yang mementingkan tugas tugasnya.
Lihatlah! Setelah memenangkan pemilihan itu,
dia bahkan tidak merayakannya. Dia bekerja sejak saat itu.
Jadi, aku tidak ingin mengganggunya dari pekerjaannya.
Seilljurnya, Jalal,
Aku bisa melihat bahwa kau juga telah berubah.
Semuanya akan berubah seiring dengan waktu. Waktu mengajarimu pelajaran baru.
Aku akan meninggalkan mu sekarang, aku akan menemui Ratu Jodha nanti.
Aku dulu yang mengurus masalah di harem
dan aku tidak bisa hanya duduk saja.
Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
Salam, Yang Mulia.
Aku sangat senang kau ada di sini, Hoshiyar.
Kau tahu, aku merasa sangat bosan.
Kau juga tadi tidak ada disini
yang bisa aku marahi dan mengeluarkan rasa frustasiku.
Tapi, Yang Mulia, kaulah yang ingin membuat agar Ratu Jodha tetap sibuk
agar kau bisa menghabiskan waktu dengan Yang Mulia, kan?
Lalu apa yang kau lakukan disini?
Yang Mulia baru saja menemui Ratu Jodha.
Tapi dia pergi lagi begitu melihatnya sedang sibuk.
Aku pikir kau seharusnya pergi menemui Yang Mulia sekarang.
Bagus sekali, Hoshiyar.
Untuk pertama kalinya dalam hidup mu kau telah melakukan sesuatu yang masuk akal.
Aku sangat bahagia hari ini.
Apa yang sedang kau lakukan?
Ya Tuhan! Kau terlihat berbeda hari ini.
Tidak, Hoshiyar, aku tidak berubah sama sekali. Aku masih tetap sama.
Aku hanya merubah sikap ku.
Lupakan tentang semua ini.
Aku harap Ratu Jodha tidak menyadari bahwa aku telah mengirim mu kesana sebagai mata mata ku.
Tidak, Yang Mulia.
Ratu Jodha terlalu sibuk dengan tugas tugasnya
sehingga dia tidak punya waktu untuk mencurigai seseorang.
Bagus sekali.
Ratu Jodha sibuk dengan tugas tugasnya di harem.
Dan aku punya banyak waktu senggang.
Sekarang aku akan menghabiskan waktu ku dengan Jalal.
Ngomong ngomong, kau boleh melakukan tugasmu.
Kapanpun kau bisa membawakan berita untuk ku.
Kau mau pergi kemana, Yang Mulia? Biarkan aku sisirkan rambutmu.
Tidak, Hoshiyar.
Hari ini, Jalal akan membantu ku untuk merapihkan rambutku.
Aku tidak bisa meninggalkan dia sendirian.
Selamat datang.
Aku tahu kau akan datang kesini.
Jalal, bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini?
Aku tadi mendengar langkah kaki mu.
Waw! Jadi kau memiliki bakat seperti itu juga.
Katakan pada ku sesuatu, jika kau punya waktu, kenapa kau tidak datang menemui ku?
Sekarang aku tidak punya tugas atau tanggung jawab apapun.
Itu memang benar.
Aku penasaran kenapa kau memilih suara mu untuk Ratu Jodha, kenapa kau melakukan itu?
Sekarang aku tahu alasannya kenapa kau melakukan itu.
Sungguh? Lalu, katakan pada ku kenapa aku melakukan itu?
Kau melakukan itu agar kau memiliki waktu dan Ratu Jodha menjadi sibuk
Benar, kan?
Jalal, aku benar benar sedih mengetahui bahwa kau telah salah paham pada ku.
Aku hanya berusaha untuk bermurah hati.
Aku merasa jika semua orang menginginkan Ratu Jodha untuk mengatur masalah di harem.
Dia harus mendapatkan satu kesempatan
Aku berusaha untuk mengatur martabat dari kepala ratu yang kau sarankan.
Aku berusaha untuk menjadi orang yang baik hati. Tapi kau masih salah paham pada ku!
Tidak, tidak seperti itu. Aku senang kau mendengarkan dan menuruti nasehatku.
Aku mengerti. Kau pikir aku keras kepala dan aku tidak akan mendengarkan mu
Tapi yang sebenarnya adalah bahwa aku tidak pernah tidak menghormati saran dari mu.
Tidak ada yang lebih penting dari mu, Jalal.
Baik itu posisi ku ataupun kekuasaan ku.
Aku senang mengetahui bahwa aku adalah orang yang paling penting dalam hidup mu.
Kau ingin menghabiskan waktu dengan ku.
Tapi lihatlah ironi itu,
Kau memiliki waktu. Kau terbebas dari tugas tugas mu. Tapi aku masih harus mengatur kerajaan.
Tidak, Jalal, aku tidak ingin mendengar alasan apapun.
Kau harus menghabiskan waktu bersama ku.
Jalal, tidak bisakah kau melakukan itu untuk ratu kepala mu?
Baiklah. Setelah pertemuan besok, aku akan berusaha untuk meluangkan waktu untuk mu.
Sungguh?
Baiklah. Jadi kita akan bermain "Chaugan" terlebih dahulu. Lalu kita pergi untuk berburu.
Kita sudah lama tidak pergi untuk berburu.
Itu adalah ide yang sangat bagus.
Aku harus mengatakan, Jalal,
Aku benar benar senang berada di dekat mu.
- Abdul. - Iya?
Selesaikan pekerjaan mu tepat waktu.
Yang Mulia telah mengumumkan sebuah perayaan
- Kita harus berada di sana. - Baiklah.
Tuan, ada perayaan apa?
Ada apa dengan mu? semua orang di Agra tahu tentang hal itu.
- Aku telah berkelana selama berbulan bulan. - Tidak mengherankan kalau kau tidak tahu itu.
Yang Mulia telah mengumumkan perayaan besar.
Semua rakyat telah di undang.
- Yang Mulia akan merayakan dengan rakyatnya. - Kenapa seperti itu?
Ratu Jodha telah menyelamatkan Yang Mulia dari seorang gadis beracun.
Tapi dia telah diracuni.
Yang Mulia telah berdoa untuknya bersama dengan rakyatnya.
Oleh karena itu dia telah mengumumkan bahwa begitu Ratu Jodha sembuh,
dia akan merayakan dengan rakyatnya.
- Abdul, cepatlah. - Iya.
Jodha, aku senang bahwa semua orang sangat menyukai mu.
Sebelum ada orang yang mengenali ku, aku harus pergi dari tempat ini.
Hati hati, jika ada seseorang yang memasuki atau meninggalkan Agra,
Kau harus memeriksanya dan menanyai identitasnya.
Yang Mulia akan mengadakan pesta terbuka.
Keamanannya harus benar benar sempurna.
Apakah kalian mengerti? Ayo!
Pengamanan di sini sangat ketat.
Bagaimana cara agar aku bisa pergi dari sini?
Apa? Tadi Yang Mulia ada disini! Kenapa kau tidak memberitahu ku, Moti?
Aku telah mencobanya, tapi kau tidak membiarkan aku mengatakan apapun.
Yang Mulia memberi tanda pada ku agar tidak mengganggu mu.
Kalau begitu apa yang harus aku lakukan?
Aku kira kau ingin mengatakan sesuatu hal yang lain. Aku tidak tahu bahwa kau akan memberitahu ku telah kedatangannya.
Yang Mulia datang tanpa pemberitahuan
Aku yakin dia pasti berpikir bahwa aku tidak punya waktu untuknya.
Aku yakin tidak merasa seperti yang kau bayangkan.
Dia tadi tersenyum dan memberi tanda pada ku bahwa dia akan menemui mu lagi nanti.
No comments yet. Be the first to leave one.