Heidi

Heidi

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Heidi 2015 BluRay 720p DTS x264-HDS
ناشر Mortred

برچسب‌ها

BluRay
x264
720p
720
TS
HD
تاریخ انتشار: 2016-10-22
تعداد دانلود: 190
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

HEIDI

Heidi! Ayo!

Halo, Dete.

Aku kepanasan.

- Masih jauhkah tempatnya? - Heidi, tempatnya persis di atas.

Halo, Dete.

Halo.

- Apa dia putri almarhum kakakmu? - Ya.

- Ayo, Heidi. Kita harus pergi. - Dia sudah besar.

Ayo.

Hendak kamu bawa ke mana dia?

- Kakeknya. - Paman-Alp?

Demi Tuhan!

Dete.

Paman-Alp tak memiliki keyakinan.

Konon dia tak bisa diajak bicara.

Maksudmu aku harus titipkan dia di panti asuhan?

Atau menyerahkannya pada petani asing?

Kamu tahu sendiri, tak seorang pun mau merawat orang asing.

Mungkin lebih baik baginya bersama orang asing.

Paman-Alp bahkan membenci anaknya sendiri. Semoga Tuhan mengampuninya.

Aku yakin dia tak akan bersedia menerima anak itu.

Heidi! Di mana kamu?

Heidi, cepatlah kemari!

Sebentar!

Halo, Kakek.

Halo, Paman-Alp.

Ini Heidi.

Cucumu.

Aku kini bekerja di Frankfurt.

Jadi aku membawanya padamu.

Yang jelas, dalam dirinya mengalir darah dagingmu.

Pergi dari sini! Uruslah dia.

Aku sudah mengurusnya selama lima tahun ini.

- Tapi aku sudah tak mampu lagi. - Enyah dari sini!

Heidi, dengarkan Bibi.

Tak ada yang perlu ditakutkan.

Bibi yakin, Kakek tak akan menyakitimu.

Ayo, cepat ke sana.

Sana!

Ampunilah hambamu ini Tuhan.

Anak ini! Bawa anak ini!

Sana, kejar Bibimu!

Tapi Bibi juga tidak mau.

Kakek?

Kakek?

Selamat pagi, Kakek.

Minum.

- Terima kasih. - Aku akan membawamu ke Pastur.

Dia tahu apa yang harus diperbuat.

Buka mulut.

Anak ini kuat.

Dan juga sehat.

Tak akan sulit mengurusnya.

Dia tak bisa tinggal denganku.

Baiklah.

Aku akan ke Maienfeld selama tiga hari. Mungkin ada yang berminat mengurusnya.

Jika tidak, titipkan di panti asuhan.

Namun sebelumnya, dia harus tinggal dulu bersamamu.

Kalau begitu akan kubuat dia menderita.

Adalah tugas mulia untuk menjaga cucumu sendiri.

Ini, pergilah.

Kakek?

Apa aku harus tidur di kandang lagi malam ini?

Tidurlah di mana pun kamu suka.

Kakek hanya punya satu kursi.

Dan juga satu ranjang.

Ada apa di atas sana?

Aku mau tidur di tumpukan jerami ini. Bolehkah?

Kakek?

Aku tidak ingin tinggal di panti asuhan.

- Selamat pagi, Kakek. - Habiskan susumu.

Berhenti!

Selamat pagi, kambing-kambing.

Little Bear! Little Swan!

Ayo berangkat!

Ayo! Cepat! Cepat!

Selamat siang, Panglima-Gembala-Kambing.

Ajak dia ke gunung hari ini.

Ajarkan dia cara hidup di pegunungan.

Halo. Namaku Heidi.

- Ini. - Terima kasih.

Ayo.

Kamu dengar dia. 'kan? Kamu harus turuti perkataanku.

Ya, ya.

- Siapa namamu? - Peter.

- Apa sekarang kamu tinggal dengannya? - Ya, dia adalah Kakekku.

Kakekmu?

Kenapa tidak tinggal dengan kedua orang tuamu?

Mereka telah tiada.

Ayahku juga telah tiada.

Sebelumnya aku tinggal dengan Bibi Dete di Bada Ragaz.

Aku hanya duduk saja sepanjang hari.

Tapi di sini sangat beda. Aku bisa bermain!

- Hei, jangan jauh-jauh dariku! - Ya, ya.

Siapa nama yang kecil itu?

- Snowhopper (Pelompat salju). - Bisa tunjukkan padaku cara membuat api?

Ya.

Eh, Peter.

Apa kamu memakan sedikit keju dan sosisku?

Apa, aku?

Tidak, bukan aku.

Lalu siapa?

Aku tidak tahu. Mungkin kambing?

Kambing?

Hei! Tetap di situ.

Little Swan, Thistlefinch! Hentikan!

Minggir! Hentikan!

- Lihat saja kamu! - Lepaskan dia!

Kamu bisa nurut tidak? Kubilang jangan ke mana-mana!

Berhenti memukulinya! Mereka sudah berhenti bertarung.

Mereka harus dihukum. Produksi susu mereka jadi sedikit jika bertarung.

Jika berhenti memukuli mereka, aku akan berikan setengah makananku.

Setengahnya?

Setiap hari?

Tapi kamu tidak boleh memukuli kambing-kambing lagi.

Janji?

Setiap hari. Setengahnya.

- Kamu melihatnya? Lihat. - Ya, aku bisa melihatnya.

Lihat. Cepat, sembunyi!

Sekarang giliranmu.

- Aku? - Ya.

- Heidi? - Ya?

Jangan sangkut pautkan dengan makanan, ya?

Ada apa?

Konon Kakekmu pernah membunuh orang di desa.

Terima kasih.

Aku akan tidur di kandang saja.

Apa Peter bercerita tentang Kakek?

Dan kamu begitu saja percaya padanya?

Benarkah yang Peter katakan?

Orang-orang senang bercerita tentang keburukan.

Kamu harus putuskan sendiri, lebih percaya dengan mata dan telingamu sendiri...

...atau perkataan orang lain.

Selamat malam, Kakek.

Alangkah indahnya.

Aku tahu tempat-tempat yang indah di sini.

Besok akan kutunjukkan tempat bunga edelweiss tumbuh.

Peter.

Besok aku sudah tidak di sini lagi. Kakek membawaku ke Pastur.

Apa?

Aku sendirian lagi dengan kambing-kambing dungu ini.

Suhhh! Ayo! Ayo.

Ayo! Jalan!

Ya ampun, kenapa wajahmu?

Kakek?

Apa kursi ini untukku?

Untuk siapa lagi?

Tapi besok aku pergi.

Kamu akan pergi ke gunung besok.

Dan lusanya juga?

Ya.

Jangan banyak bertanya, cepat bersihkan wajahmu.

Terima kasih, terima kasih, terima kasih!

Peter! Aku boleh tinggal di sini!

- Ini adalah hari terakhirku di sini. - Kenapa?

Aku harus sekolah.

Kapan kamu kembali?

Mungkin saat musim semi.

Sampai musim semi?

Berkunjunglah ke rumahku.

Nenekku pasti akan senang bertemu denganmu.

Berhenti makan rumput, sudah cukup untuk hari ini!

Ayo!

Bolehkah aku sekolah?

Duduklah, kita makan.

Lihat siapa itu.

Luar biasa.

Dia seharusnya tak diperbolehkan mengurus anak kecil.

Dia menatap kita.

Selamat siang.

Halo.

Paman-Alp.

Apa yang kamu rencanakan dengan anak ini?

Tak ada urusannya denganmu.

Setahun lagi dia harus sekolah.

Tak perlu.

Berpikirlah. Setiap anak harus belajar membaca.

Dia tak bisa menuruni pegunungan Alpen seorang diri saat musim dingin.

Ayo, nak. Pergilah keluar.

Kesepian di atas pegunungan Alpen sana sepanjang musim dingin.

- Anak seumuran dia butuh teman. - Dia sudah punya yang dibutuhkan.

Hal itu melanggar hukum.

Aku tak tertarik dengan hukum.

Ayo.

Dasar keras kepala.

Kemarilah, lihat.

Ini sudah jadi.

Bagus.

Terima kasih, Kakek.

Seandainya ini musim semi lagi.

Yiha!

Lebih cepat!

Lebih cepat!

Terima kasih.

Menjelang malam, Kakek akan menjemputmu.

Halo, apa Peter ada?

Dia sedang sekolah. Masuklah.

Ibu, kita kedatangan tamu. Namanya Heidi.

Halo.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left