A Korean Odyssey

A Korean Odyssey (화유기)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

화유기—A Korean Odyssey—Hwayuki—E14—Ayra
ناشر Writer_Ayra
Episode 14. Pecokornya setrong banget elah....

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2018-02-13
تعداد دانلود: 52
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Apakah aku sudah berhasil melalui 10.000 tahun kesengsaraan?

Aku... sudah mati?

Ma Wang? Ma Wang!

Berandalan itu memanggilku.

Kenapa aku mendengar suara si sinting itu setelah mati?

Sial sekali.

Ma Wang! Ma Wang, buka matamu!

Gara-gara kau tidak kunjung membuka mata, aku kira kau mati!

Aku... Ma Wang.

Sudah kubilang aku akan kembali.

Bangun. Bangunlah. Augh.

Augh... beratnya. Augh.

Kerja bagus.

Aku... berhasil melalui 99 takdir kesengsaraan yang tersisa?

Bukan 99, tapi 88.

Apa? Kalau begitu, masih ada yang tersisa?

Ma Wang pingsan setelah terpanah sebanyak 88 kali.

Jika kau terpanah lagi, kau mungkin hancur berkeping-keping.

Aku harus melaluinya.

Tidak boleh ada yang tersisa.

Tidak ada yang tersisa. Tidak ada.

Aku kan si sinting.

Di sini, bam, bam, bam, augh....

Aku mendapatkan 10 untuk menggantikanmu. Augh, sakitnya.

Sedangkan yang terakhir diambil alih oleh Tetua Soo Bo Ri.

Augh, dia itu Dewa, tapi setelah mendapat satu kali panahan saja langsung pingsan. Augh, dasar lemah.

Sekarang semuanya sudah berakhir, jangan cemas.

Syukurlah.

Tapi kenapa di sini sangat dingin dan gelap?

Huh? Apa maksudmu? Di sini terang.

Apa? Barusan kau bilang terang?

Ma Wang.

Kau tidak bisa melihat?

Ma Wang! Ma Wang!

Tubuhnya sedingin es.

Kau sungguh tidak bisa melihat apa pun?

Sepertinya.

Tampaknya, dunia menjadi gelap.

Kita harus menemukan wadah dupaku. Panglima Es, curi untukku.

Mencurinya dari Sage Agung dan lagi di rumah Ma Wang,

bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan.

Di wadah dupa itu sudah ada darah Sam Jang.

Aku hanya perlu mencampurkan darahku di sana maka semuanya beres.

Apa kau sungguh membutuhkan tubuh Sam Jang?

Dengan tubuh ini, kekuatanku tidak sekuat yang sebelumnya.

Aku harus menjadikan tubuh itu milikku.

Cari cara.

Panglima Es.

Panglima Es.

Jeo Pal Gye-nim ada apa ke sini?

Ah, aku ke bar untuk menemui Peri Ha, tapi dia tidak ada di sana.

Tapi Panglima Es, kenapa di sini padahal sudah larut?

Aku memiliki sangat banyak energi karena ada badai angin, jadi tampaknya tidak mudah untuk tidur.

Ma Wang terluka. Dia butuh Peri Ha.

Ma Wang kenapa?

Dia dipanah dengan takdir kematian atau semacamnya, jadi suhu tubuhnya menurun drastis (menyebabkan dingin ekstrem).

Mereka berpikir mungkin Peri Ha bisa menghangatkannya.

Bangunkan Peri Ha dan bawa dia ke sana.

Ya, tolong tunggu sebentar.

Ah, ajak dia ke mobil.

Tampaknya kita menemukan alasan masuk ke rumah Ma Wang.

Dingin sekali.

Aku juga kena sepuluh panahan, tahu.

Aku juga kedinginan, tapi tetap berbagi energi denganmu.

Aku kedinginan sekali. Bisa kau genggam tanganku lebih erat?

Berhenti menarikku.

Masalahnya... bisa tidak kau memelukku erat-erat saja? Kemarilah.

Kulepas lho tanganmu!

Aku sudah membayar kecuranganku dalam permainan kartu dengan ini.

Jalannya masih panjang. Bayar dengan mengumpulkan poin saja.

Kau masih ingin jadi Dewa? Aigoo...

Kau sebelumnya bilang semua demi cinta, sepertinya bohong.

Apa yang terjadi pada Cha Eun?

Saat Ma Wang roboh, siklus hidupnya saat ini juga berakhir.

Tanpa bersimbah darah dendam, dia pergi dengan damai.

Syukurlah.

Hukumannya sudah berakhir sekarang,

lebih baik jika dia bereinkarnasi di kehidupan selanjutnya,

dia menjadi bunga yang begitu dia sukai.

Auh, dingin.

Berhenti menarik tanganku! Dasar!

Jeo Pal Gye-ssi sedang menjemput Peri Ha ke sini.

Setelah itu, pasti akan sehangat musim panas.

Musim panas... hanya akan tiba jika sudah saatnya.

Tolonglah nyalakan pemanasnya dulu!

Sudah menyala semua, tahu! Kalau begitu, pergi saja saja ke sauna!

Dasar tidak berperikemanusiaan! Pantas kau lahir jadi monkey.

Ma Wang-nim! Ma Wang-nim! Ma Wang! Oh.

Ma Wang-nim masih hidup, 'kan?

Ya, dia kurang sehat tapi masih hidup.

Ya, masuklah ke sana.

Oh, dingin sekali.

Ma Wang-nim? Ini buah Seolangcho dari bunga yang hanya tumbuh saat musim salju di Gunung Himalaya.

Kau ke tempat berbahaya itu untuk mengambilkan ini?

Seharusnya saya sampai lebih cepat,

tapi saya jatuh ke dalam jurang dan harus merangkak ke luar, jadi saya terlambat sampai.

Bagaimana denganmu? Apa kau terluka?

Ah, saya baik-baik saja.

Itu akan membuat Anda merasa lebih baik. Silakan lekas dimakan.

Ah... buah Seolangcho ini harus kau bagi juga dengan si sinting itu.

Dia mendapatkan 10 panahan menggantikanku.

Hush! Bukan saatnya untuk membaginya. Cepat dimakan saja dan telan dalam sekali lahap.

Tapi, memakan ini sendirian...

Sepertinya jatuh satu.

Aku... aku merasa bersalah.

Saya akan mencarikan obat yang jauh lebih baik dari ini.

Aigoo... ya.

Oi, Sekretaris Anjing, kau menemukan sesuatu yang enak, 'kan? Beri aku juga.

Tidak ada.

Aku yakin dia membawa sesuatu, kok.

Ma Wang yang tidak setia itu pasti memakan semuanya.

Kurasa, ada (kesetiaan).

Sekalipun monster tampaknya tidak memiliki kesetiaan, sebenarnya mereka punya.

Sekretaris Ma, juga Sa Oh Jeong-nim, saat mengurusmu, mereka sangatlah setia.

Sejujurnya, dalam hubungan manusia, tidak ada yang bertahan abadi (sesetia itu dalam waktu lama).

Bagi kami (para monster) sekali terikat akan setia selamanya.

Jika kami berkhianat, kami membayar dengan nyawa.

Peri Ha sudah sampai.

Ah, begitu kau tiba di sini,

udara jadi terasa lebih hangat.

Ma Wang tercemar racun beku yang cukup serius.

Aku akan datang mulai sekarang dan menghangatkan rumah untukmu.

Dan juga, aku akan membuatkan tonik herbal untuk menghangatkan tubuhmu.

Ah, terima kasih. Terima kasih.

Setelah racun bekunya sudah keluar seluruhnya, kau akan kembali baik-baik saja.

Omong-omong, karena aku tidak bisa melihat dan hanya mendengar suaramu,

membuatku teringat dengan penampilanmu dahulu.

Kau sebelumnya begitu cantik.

Tentu kau pasti tetap cantik sekarang. Aku berharap dapat melihatmu langsung dengan kedua mataku.

Terima kasih sudah mengingat penampilanku.

Peri Ha sebelumnya sangatlah cantik.

Peri Ha sebenarnya memiliki tubuh terpisah dengan Panglima Es?

Ya, Peri Ha dulu adalah peri tercantik di Kahyangan.

Benar. Hyungnim juga pernah berkata Peri Ha adalah yang tercantik di Kahyangan.

Begitu? Berarti dia memang sangat cantik.

Peri Ha? Augh... dia memiliki kecantikan yang begitu mengejutkan.

Tidak peduli secantik apa pun wanita itu, Oh Gong Hyungnim tidak akan tertarik kepadanya.

Tidak, Hyungnim sebelumnya sangat tertarik kepadanya.

Dia bahkan mengambilkan pir keabadian Ibu Ratu dari Timur untuknya.

Benar, benar. Aku ingat.

Wah, saat itu sangat populer di Kahyangan. Kau ingat?

Para peri memperebutkan aku sampai Kaisar Giok...

Kalau begitu, aku pamit dulu.

Apa? Kenapa? Kenapa kau tidak pergi bersama Peri Ha setelah dia turun nanti?

Tidak usah.

- Aigoo, dia marah! - Kenapa?

Bagaimana bisa kau mengatakan wanita lain cantik di depannya?

Dan kau Oh Jeong, kenapa bawa-bawa pir keabadian di hadapannya?

Cepat sana susul dia!

Oh.

Oh, dasar Kera! Kadang dia benar-benar bodoh.

Kelihatannya, Hyungnim sangat menyukai Sam Jang.

Dalam situasi normal, dia akan marah kepadamu karena membahas Peri Ha dan aku yang mengungkit Bando (Ibu Ratu dari Timur).

Tapi dia pergi tanpa marah pada kita.

Iya, 'kan? Biasanya dia pasti langsung menyalakan api. Fire.

Dia bisa saja memuntahkan bola api dulu, tapi langsung pergi menyusul Sam Jang.

Kalau Peri Ha di sini, maka Panglima Es tidak bisa bekerja, 'kan?

Kurasa begitu. Berbagi tubuh dengan adiknya pasti sangat tidak nyaman.

Panglima Es sangat baik, ya.

Tapi, kau tahu bagaimana cara jiwa dua bersaudara itu akhirnya dapat berbagi tubuh?

Tidak. Aku tidak pernah dengar.

Aigoo, aku harus pergi juga.

Kau kan juga besok kerja. Jadi, pulanglah.

Benar. Aku akan pulang setelah meletakkan kimchi di kulkas.

Aku pergi.

Kenapa kau di sini?

Aku mengikutimu. Kau cepat sekali dapat taksi.

Kalau aku mendadak muncul di dalam taksinya, bisa-bisa terjadi kecelakaan.

Jadi aku sampai duluan dan menunggumu.

Kau seharusnya menikmati waktumu bernostalgia dengan masa lalu.

Kenapa ke sini?

Popularitas tinggi?

Apa pentingnya soal siapa yang cantik dahulu?

Aku, sejak memakai ini, tidak merasa seorang pun lebih cantik dari dirimu.

Kau satu-satunya yang cantik.

Kau... gara-gara Geumganggo mengatakan aku cantik,

padahal dari lahir aku juga sudah cantik.

Kau cantik, cantik.

Kau tetap cantik dalam pakaian yang aneh dan bahkan saat kau sedang marah.

Tidak peduli apa pun yang kau lakukan, kau cantik.

Gara-gara Geumganggo, tidak peduli berapa kali pun aku mendengar bahwa aku cantik,

aku tidak bisa merasa bahagia.

Kau... sebelum memakai Geumganggo,

kau bertemu juga denganku. Bagaimana aku saat itu?

Cobalah untuk mengingat.

Saat itu... um...

Saat itu bukan waktu yang tepat untuk menentukan kriteria kau cantik ataupun tidak.

Bagaimana ya mengatakannya? Um...

Saat itu aku hanya makanan bagimu, 'kan?

Apakah dia lezat atau tidak?

Memangnya aku ayam?

- Apa kau khawatir bahwa aku tidak akan menganggapmu cantik jika Geumganggo sudah lepas? - Oh.

Hal yang kukhawatirkan adalah kau tidak bersungguh-sungguh.

Kenapa harus mengkhawatirkan hal itu? Aku hanya perlu tidak melepasnya.

Aku tidak ingin melepas ini.

Aku ingin terus mencintaimu.

Ini adalah keinginanku sendiri. Jadi, ini sungguhan.

Aku mengerti.

Aku baik-baik saja sekarang, jadi pergilah.

Bukankah kau terlalu mudah mengatakan "aku baik-baik saja"?

More Indonesian subtitles for A Korean Odyssey

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left