نخستین 197 خط.
Saat aku mulai mempelajari paus bungkuk hampir 50 tahun yang lalu,
dana penelitiannya sangat kecil.
Aku mau berterima kasih pada Pacific Life Foundation
atas kemurahan hati tiada banding mereka dalam mendukung
cagar paus bungkuk dan mamalia laut lainnya.
Pacific Life memungkinkan masa depan yang lebih baik.
Dukungan mereka untuk lautan yang sehat menguntungkan kita semua,
paus dan manusia.
Planet kita memiliki alam semesta paralel.
Tempat menakjubkan di mana para raksasa bebas berkeliaran.
Beribu tahun lamanya, kita hanya bisa bertanya-tanya
tentang paus bungkuk.
Sekarang, dengan menjelajahi dunia mereka,
kita memperoleh kilasan mengejutkan kehidupan mereka.
Paus dewasa 40 ton muncul ke permukaan di rumahnya, lautan.
Meski lebih panjang dari bis sekolah, raksasa 50 kaki ini cekatan.
Dengan sirip yang lebih lebar daripada kebanyakan Learjet ,
paus bungkuk berakrobat dengan indah.
Sering terlihat di perairan dangkal,
mamalia ini kadang menyelam sampai kedalaman 1.000 kaki.
Ada 1 rambut kaku di tiap benjolan kepala mereka,
guna membantu merasakan sekeliling.
Hari ini, kita memperingati mereka...
tapi tak selalu begitu.
Paus diburu selama ratusan tahun
dan dijadikan minyak untuk menerangi kota kita.
Saat pemburu paus mengembangkan tombak ledakan,
para raksasa ini tak berkutik.
Kita hampir memusnahkan paus bungkuk dari muka bumi.
Lalu, saat perang dingin, seorang pengintai angkatan laut AS,
yang merekam dengungan kapal selam Soviet,
mendengar suara misterius.
Dengan kata lain, itu suara paus bungkuk.
Paus bungkuk bernyanyi bersama
dalam rangkaian terus-menerus suara.
Musik laut dalam.
Tahun 1970, saat rekaman ini dipelajari
oleh peneliti Roger Payne dan Scott McVay,
mereka sadar bahwa suara yang tampak acak itu
sebenarnya pola ritmis tepat suara, atau "nyanyian."
Saat album rekaman keluar,
Nyanyian paus bungkuk merubah jutaan hati.
Banyak orang dari berbagai bangsa ikut bersama
mendukung larangan membunuh paus.
Nyanyian paus bungkuk
akhirnya membantu kita mulai mengerti,
kalau paus itu makhluk indah dan kompleks,
pantas dilindungi, pantas hidup.
Ini adalah titik balik kami.
Samudera Pasifik selatan.
Populasi paus bungkuk di sini terancam oleh perburuan.
Di Tonga, hanya ada sekitar 50 paus betina dewasa tersisa.
Tahun 1978, saat raja Tonga melarang membunuh paus,
paus bungkuk di sini lambat laun mulai pulih, 1 anak demi 1 anak.
Sekarang di Tonga, ada sekitar 2.000 paus bungkuk,
memang sedikit dari yang pernah ada, tapi ini permulaan.
Bangkitnya paus bungkuk telah memicu
ledakan melihat paus di sini.
Meningkatnya turisme telah meningkatkan standar kehidupan
penduduk lokal, seperti Ali Takau.
Kakekku dulu pemburu paus.
Dia memburu paus bungkuk untuk memberi makan keluarga kami.
Daripada membunuh paus bungkuk,
Ali bekerja keras menyelamatkannya.
Masa depan paus bungkuk kami
tergantung anak-anak ini.
Aku bercerita soal masa perburuan,
supaya kita takkan pernah membunuh lagi.
Tugasku mengantar para turis dan peneliti
melihat paus bungkuk.
Sekarang paus cantik ini mulai pulih.
Tiap anak sangat penting bagi kebangkitan rapuh Tonga.
Setelah setahun mengandung,
si induk melahirkan 1 bayi 14 kaki.
Seperti apa rasanya menjadi paus bungkuk yang baru lahir,
berenang di luasnya lautan biru,
di mana tandamu satu-satunya adalah sang induk raksasa?
Paus bungkuk membagi indahnya perairan ini
dengan seluruh komunitas kehidupan laut.
Ikan remora ikut menumpang.
Bahkan saat si induk tidur,
si bayi tak berkeliaran jauh dari susu induknya.
Tapi setelah beberapa minggu, si anak mulai berani,
dan mereka pergi sendiri.
Mereka sangat ingin tahu.
Mereka punya banyak energi.
Anak-anak paus ini belajar dengan cara meniru induknya.
Di tahun pertama, tubuh mereka tumbuh besar 2 kali lipat.
Setelah mereka berhasil,
tak ada yang bisa menghentikan mereka.
Tiap anak bersama dengan induknya
hanya sekitar setahun guna belajar tentang dunia.
Cara bermigrasi ribuan mil.
Makan apa dan cara mencarinya.
Siapa yang harus dipercaya dan ditakuti.
Pemburu paus seperti kakekku
pernah mengincar induk dan anaknya,
karena berenang begitu lambat.
Aku selalu sayang kakek,
tapi dia tak mengerti perlunya berhenti membunuh paus.
Pembunuhan berhenti di sini, Tonga,
tapi tidak semua di tempat lain.
3 negara, Jepang, Norwegia, dan Islandia,
masih memperbolehkan pemburuan paus untuk perdagangan dan penelitian.
Saat ini, cuma sedikit orang yang membunuh paus dengan sengaja,
tapi sekarang kita membunuh mereka tanpa disadari.
Saat kapal bertabrakan dengan paus,
dampaknya seringkali fatal.
Jumlah kapal di lautan dunia meningkat 2 kali
dalam 12 tahun terakhir.
Ada yang bisa kita perbuat soal tabrakan fatal ini.
Salah 1 solusinya adalah memperlambat laju kapal,
atau mengubah rute menghindari jalur migrasi paus.
Di Tonga, si induk berenang berbulan-bulan
hampir tanpa makan apa-apa.
Untuk mencari makan, paus bungkuk di Tonga menuju selatan
ke perairan Antartika yang dingin dan kaya.
Banyak paus bungkuk samudera pasifik utara bermigrasi ke Alaska.
Dr. Fred Sharpe telah mempelajari tingkah laku
paus bungkuk di sini selama 25 musim panas terakhir.
Sebagian besar waktu, paus bungkuk di Alaska makan krill.
Krustasea kecil mirip udang ini melimpah di sini,
di perairan penuh dengan arus balik dan nutrisi es.
Krill kecil itu mungkin sulit ditangkap
bila paus bungkuk bergigi, tapi mereka tak bergigi.
Sekitar 3 jam lagi.
Paus bungkuk tak punya gigi melainkan balin.
Bentuknya seperti saringan
yang menggantung di langit-langit mulut mereka.
Balin membiarkan air lewat tapi
menjebak makanan lezat, seperti ikan dan krill.
Saat kami mencoba menemukan tempat mereka makan bersama,
rasanya hampir seperti kau kembali ke keluarga.
Fred telah mempelajari
paus istimewa ini sejak lama
Gelembung!
hingga dia bisa tau
paus mana yang bersuara hanya dengan mendengarkan.
Kami tau siapa itu siapa,
karena tiap paus ini punya ujung ekor yang benar-benar berbeda.
Ujung ekor itu layaknya sidik jari.
Tak ada 2 ekor yang benar-benar mirip.
Jadi... kuabadikan.
Dia Melancholy.
Aku sudah mengenalnya lebih dari 20 tahun,
dari mempelajari tingkah laku dan bahkan menggambarnya.
Aku sering melihat Melancholy
bersama paus jantan lain yang kami sebut Vulture.
Kebanyakan paus makan sendiri-sendiri,
tapi Melancholy dan krunya telah belajar strategi keren.
Mereka menangkap ikan lebih banyak dengan bekerjasama sebagai tim.
Saat kami mendengar panggilan makan
dan melihat para paus berkumpul,
kami tau akan ada pertunjukan indah.
Yang terjadi selanjutnya adalah salah 1 tingkah laku
hewan terbaik dan terkompleks yang pernah diteliti.
Namanya "makan jaring-gelembung bergerombol."
Langkah pertama selalu menyelam serempak.
Beberapa paus menyelam
ke bawah kumpulan haring
untuk mengarahkan mereka menuju permukaan.
Dengan sirip pektoral pajang mereka,
mereka bisa mengungguli mangsa yang bergerak cepat.
Spesialis gelembung mengeluarkan aliran gelembung,
membentuk dinding spiral udara
yang berfungsi sebagai jaring agar ikan tidak kabur.
Paus penyuara yang ditugaskan mulai
mengeluarkan suara yang memekakkan...
menakuti ikan agar menuju ke permukaan.
Mulut paus bungkuk terbuka lebar-lebar,
mereka bisa menelan mobil kecil.
Dalam sehari mereka bisa makan sampai seton.
Seperti makan 8.000 hamburger.
Ya, cuaca mulai dingin di sini saat musim gugur,
Melancholy, Vulture, dan paus lainnya mulai pergi.
Mereka berenang ribuan mil
menuju perairan hangat tempat kawin
seperti Kosta Rika, Meksiko, dan Hawaii.
Beberapa paus bungkuk bermigrasi
5.000 mil sekali tiap tahun...
Salah 1 migrasi terjauh mamalia yang pernah ada.
Ada 15 populasi berbeda paus bungkuk,
terletak di seluruh lautan dunia.
Mereka makan di daerah kutub dan sub-kutub,
kawin dan beranak di daerah tropis.
Tiap musim dingin, Kepulauan Hawaii menjadi tuan rumah
pertemuan terbesar paus bungkuk di Pasifik Utara.
Ribuan paus.
Paus bungkuk bisa hidup sampai 80 tahun atau lebih.
Mereka penasaran pada kami, sepenasaran kami pada mereka.
Paus lain dan lumba-lumba bersuara,
tapi suara paus bungkuk sangat beragam
daripada paus lain...
termasuk dengkuran...
erangan...
desahan...
dengusan...
No comments yet. Be the first to leave one.