هماهنگ با نسخه‌های زیر

The Tooth and the Nail 2017 720p HDRip H264 AAC-CINEFOX DSUBSIN
ناشر DSUBSIN
100% terjemahan manual. Maaf bila masih banyak salah kata/kalimat. Rate kalo suka...Enjoy :)

برچسب‌ها

hdrip
HDRip
720p
720
HD
تاریخ انتشار: 2018-06-12
تعداد دانلود: 69
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

KIDARI ENT Mempersembahkan

Produksi DA FILMS

Ko Soo

Semua berdiri untuk para hakim!

Ini adalah sidang pertama kasus no. 213

kasus pembunuhan rumah batu (stone mansion).

Kim Joo-hyuk

Moon Sung-Keun Park Sung-Yong

Kami akan mendengar pernyataan fakta jaksa.

Kami menuntut terdakwa, Nam Do-Jin karena membunuh

seorang pria bernama Choi Seung-man pada malam 22 Oktober tahun lalu.

Polisi pergi ke TKP setelah laporan panggilan dari seorang saksi mata

dan menemukan jejak

tubuh yang dimutilasi di pembakaran ruang bawah tanah

serta bagian jari itu tampaknya milik korban.

Polisi menangkap tersangka yang berada di TKP.

Diam di tempat! Polisi!

Disutradari oleh Jung Sik dan Kim Hui

Yang mulia, ada pepatah pengadilan mengatakan..

Tidak ada kepastian bila tidak ada tubuhnya.

Itu memang terdengar benar pada awalnya. Tetapi..

kata yang terpenting hilang dalam kalimat itu.

Yang mana

adalah bukti.

Akan lebih akurat bila dikatakan

tidak ada kepastian bila tanpa bukti dari tubuhnya.

Saya ingin menyerahkan ini sebagai bukti.

The Tooth and the Nail =Alih bahasa : @DSUBSIN=

SEOUL - TAHUN 1945

Boleh aku pinjam uang untuk bayar taksi?

Aku akan membayarnya kembali, pasti..

1 won saja, aku mohon padamu.

Terima kasih, pak.

Sekarang, kembalikan tasku.

Apa kau bercanda, nona muda?

Ini jauh lebih kecil!

Kau bilang aku kekurangan 1 won.

Dan ini dia.

Dengar ya, nona.

Apa kau tahu berapa waktu yang ku buang untuk menunggumu?

Ini terlalu kecil!

Bahkan ini tidak menutupi!

Punyalah hati nurani!

Kau terlalu banyak meminta. Mengambil 2 tas hanya seharga 1 won, kan?

Apa kau ingin berada dalam masalah yang serius?

Kalau begitu tolong beri aku yang ini saja.

Aku benar-benar membutuhkan ini. Ku mohon, pak.

Sial! Lepaskan aku!

- Ku bilang lepaskan! - Tidak bisa!

- Lepaskan! - Apakah ini bisa berhasil?

Pasti ada emas di dalamnya.

Terima kasih.

Ku rasa kau datang dari tempat jauh.

Apa kau punya tempat untuk disinggahi?

Maaf?

Aku bertanya apa kau punya tempat tinggal?

Dengar ya.

Aku bersyukur karena kau sudah membantuku.

Dan aku yang meminta pertolongan lebih dulu.

Tetapi, jika kau memiliki niat lain karena meminjamkan aku uang...

Maksudmu ini?

Lihat?

Sekarang tolong bantu aku. Kau mungkin bisa membeku.

Oh, aku meninggalkannya di dalam mobil...

Seperti yang anda bisa lihat, ini pistol asli.

Siapa yang akan membunuhku? Tidak ada.

Nona cantik yang di sebelah sana. Tolong, kemarilah.

Siapa namamu?

Ha-yeon. Jeong Ha-yeon.

Ha-yeon.

Apa yang akan kau lakukan

hanyalah menarik pelatuk pada saat aku memberi sinyal.

Semuanya!

Hitung sampai tiga!

3 dan tembak!

Tidak mau menembak.

Tidak mungkin.

Coba sekali lagi.

- Tidak berhasil. - Tarik lebih keras.

Lebih keras, kau harusnya...

- Astaga! - Apa dia benar-benar menembak?

Sepertinya dia tidak mati.

- Dia bangun! - Luar biasa!

Aku sedikit takut tapi aku senang.

Ngomong-ngomong...

Apa Abdullah Lee nama aslimu?

Tentu saja tidak.

Namaku Seok-jin. Lee Seok-jin.

Kau seorang pria muda.

Aku tak yakin...

- bila aku bisa menanyakanmu ini. - Silahkan.

Sulap pistol itu. Bagaimana kau melakukannya?

Tebaklah.

Pistol itu pasti palsu...

Jika sulap semudah itu...

Kau membuat pistol itu tak berhasil menembak untuk 3 kali pertama, kan?

Sehingga tidak meledak 3 kali

dan baru berhasil di ke-4 kalinya!

Cukup sampai di sana.

Aku membayar banyak untuk trik ini.

Aku harus segera pergi.

Terima kasih untuk segalanya.

Aku sangat tidak berdaya...

tapi aku bisa menghindari kedinginan dan menikamati sulap berkat dirimu.

Kau mau ke mana?

Matahari akan segera terbit.

Kalau begitu.

Tunggu, Ha-yeon!

Bagaimana kalau berbagi kamar denganku?

Maaf?

Aku bekerja sampai larut malam setiap hari.

Kamar kosong di malam hari.

Jadi aku bisa tidur di siang hari dan kau tidur di sana malam harinya.

- Tapi... - Sekarang aku sudah bertemu denganmu.

Aku tidak bisa membiarkanmu pergi seperti ini di musim dingin.

Aku akan merasa bersalah karena melakukan itu.

Kalau begitu hanya sampai aku dapat pekerjaan.

Aku akan menerima bantuanmu.

Maafkan aku.

Jangan terlalu berharap banyak.

Hanya sebuah hotel biasa.

Aku tidak terlihat seperti itu tapi, aku pria miskin.

Ayo.

Benar, aku lupa!

- Lebih hangat dari yang terlihat, kan? - Ya.

Aku merasa seperti seorang pesulap memakai sepatu ini.

15 JULI 1948 SIDANG PERTAMA KASUS PEMBUNUHAN RUMAH BATU

Siapa yang memanggil anda?

- Maaf? - Pria yang melaporkan kasus ini.

Mengatakan bahwa dia mendengar suara tembakan

dan melihat mayat melalui jendela ruang bawah tanah.

Aku tidak tahu.

Tidak ada petunjuk?

Dia menutup telepon setelah mengatakan itu.

Dalam sebagaian besar kasus pembunuhan, saksi takut terhadap pembalasan...

Tapi ini semua dimulai dengan panggilan telepon itu.

Dan polisi belum memverifikasi identitas orang ini?

Mari kita bicarakan soal jari ini

Saat anda menemukan ini

apakah ada bagian lain?

Bagian lain apa?

Bagian lain dari tubuhnya.

Misalnya, kepala atau

organ dari Choi Seung-man? Atau paling tidak genangan darah?

Dia membakar semuanya. Tidak ada yang tersisa.

Anda mengatakan seolah-olah anda melihatnya terbakar.

Aku tak lihat tapi...

- keadaannya... - Keadaan! Tepat pada intinya!

Kesaksian anda bersifat tidak langsung.

Pemikiran anda tentang bagaimana itu pasti terjadi, kan?

Tapi, kami punya buktinya.

Bukti yang pasti adalah bahwa seseorang terbunuh!

Bukti pasti apanya?

Maksud anda jari ini?

Kalau begitu, aku ingin bertanya satu hal terakhir.

Anda percaya bila seorang pria akan mati jika salah satu jarinya terpotong?

Apa anda akan mati jika jari anda terpotong?

Keberatan, Yang mulia!

Dia memaksa asumsi saksi!

Jaksalah yang memaksakan asumsinya.

Kami membutuhkan saksi atau mayat

atau paling tidak motif kejahatan

untuk membuat suatu kasus pembunuhan.

Tapi jaksa tidak bisa menyerahkan apapun.

Ini bukanlah pekerjaan pengacara untuk menilai sebuah bukti.

Aku ingin mengingatkan anda

bahwa kami telah menunjukkan kurang lebih 10% bukti.

Aku tidak sabar untuk melihat bukti-bukti itu sendiri.

Lagi!

Kau ini vampir atau apa?

Kenapa kau merangkak ke dalamnya setiap malam!

Hei, siapa jalang itu?

Kenapa dia mengambil alih kamarmu? Apa kau berhutang uang padanya?

Berani sekali kau memanggilnya jalang?

Apa kau memukulnya?

- Astaga! - Dasar brengsek.

Bisakah seorang pesulap nomaden membelinya?

Aku sudah khawatir dengan bisnis yang lambat.

Jangan lakukan ini padaku.

Tunggu!

Haruskah kita mempekerjakan satu staf lagi?

Kau bilang kau butuh seorang gadis di dapur?

Aku bilang kita kehilangan pelanggan!

Berhenti menatapnya!

Kau akan membuat lubang di wajahnya!

Oke, kan?

Dengar, nona.

Apa kau tidak pandai dalam hal apa pun?

Ya?

Tidak juga...

Kenapa kau butuh keahlian khusus untuk staf dapur?

Apa kau benar-benar ingin si cantik ini bekerja di dapur?

Aku punya ide yang lebih bagus.

Menari itu soal kaki. Langkah.

Kemari. Ya, kaki kanan dulu.

Langkah mundur. 1...

- 2. - 2.

- 3. - 3.

- 4. - 4.

- Masuklah. - Ya.

The Tooth and the Nail (Stone Mansion Murder Case / Seokjojeotaek Salinsagun / 석조저택 살인사건) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Tooth and the Nail (Stone Mansion Murder Case / Seokjojeotaek Salinsagun / 석조저택 살인사건)

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left