نخستین 200 خط.
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
Tidak. Lurus saja.
Sedikit.
Tidak, terlalu banyak.
Lurus.
Tidak, ke kanan.
Buka matamu, kumohon!
Diam dan pandu aku.
Apa kau sinting?
Traktor, Robin!
Itu besar.
Buka matamu, sialan!
Ke kanan!
Ke kanan.
Ini dia!
Luar biasa!
Tak ada gunanya mengambek.
Kau tak sadar kau sudah keterlaluan?
Main-main itu boleh,
tapi kau nyaris membunuh kita.
Kau terdengar seperti ayahmu.
Mungkin ayahku benar.
Tinggal saja dengan mereka lagi.
Kau tahu bahwa sebenarnya aku menyukai kehidupan itu.
Aku mungkin bertemu laki-laki yang disukai orang tuaku.
Kenapa kau tak berhenti?
Kenapa, hanya karena kausuruh?
Tidak bisa begitu.
Jika aku memintamu teler, kau tak akan mau.
Bagaimana jika aku mau?
Aku tak mau.
Aku mau.
Kenapa? Karena kau kesal?
Tidak.
Aku ingin merasakan perasaanmu.
Ini efeknya kuat.
Bersama-sama.
Sekali ini saja.
Hanya jika kau berjanji ini terakhir kalinya.
Mungkin.
Kumohon.
Jangan bunuh aku.
Apa pun yang terjadi,
kita akan bersama selamanya.
Kematian pun tak bisa memisahkan.
Aku berjanji padamu.
Jika kita mati,
kita akan kembali.
Kita akan kembali.
Tak ada yang datang melihatnya.
- Siapa yang mau datang untuknya? - Piero.
Dia mengambil anak kita.
Mirta pasti ingin dikubur di sebelahnya.
Apa?
Kita berutang itu.
Itu keinginan terakhirnya.
Dia tak akan melakukannya jika bukan karena Robin.
Aku tak ingin dia sendirian di peti itu, dalam gelap.
Hentikan.
Tak akan kuizinkan.
Hentikan.
Tak ada yang akan membawanya kembali.
BUNGA YANG TERLALU CEPAT DIPETIK
Kalian mau ke mana sendirian di hutan, Cewek Cantik?
Kami ingin Coke.
Kita bisa minum bersama.
Kami duduk di mana? Tak ada tempat.
Ayolah, setidaknya katakan kalian mau ke mana.
Kami tak mau bergaul dengan pencandu.
- Kau dengar itu? - Kejam. Aku tak akan menculik kalian.
Apa temanmu sepertimu?
Itu bukan urusanmu.
Dia tak bisa bicara?
Dia menggigit lidahnya saat melihatmu. Ayo pergi.
Kita akan bertemu lagi.
Ayo!
Siapa cowok di belakang?
Robin.
Semua cewek suka dia.
Kita tidak.
Aku mau pergi. Dah.
Miranda.
Tidak.
Kau sedang apa? Lepaskan aku! Kumohon.
Kumohon.
Kumohon, lepaskan aku.
Hentikan.
Aku juga mau masuk.
Tak bisa. Ayahku akan marah.
- Ayo ke rumahku. - Aku tak bisa.
Akan kuantar kau ke sana.
Pelankan suaramu.
Aku ingin melihatmu masuk.
Dan aku ingin melihatmu pergi.
Pergilah.
Boleh aku terus mengamatimu?
Tidak. Itu akan lama sekali.
Mirta.
Mirta.
Ini Ibu.
Ini Ibu.
Ibu tahu kau di dalam.
Buka pintunya.
Mirta.
Buka.
Kau dingin sekali.
Amalia?
Tetaplah di sini.
Mirta, jangan cemas.
Amalia?
Mirta.
Mirta!
Amalia.
- Mirta. - Amalia.
Amalia.
Mirta?
Mirta?
Di mana kau, Mirta?
Aku tak mau melukaimu.
Kau sembunyi di mana?
Mirta?
Keluarlah sekarang.
Aku ingin melindungimu.
Jadilah anak baik, keluarlah.
Kami ingin melindungimu, Mirta.
Mirta?
BENANDANTI BERHARAP PERHENTIANMU DAMAI
SELALU BUKA
RESTORAN
DANTE'S
Waktunya pesta!
Kau bukan dari sini, 'kan?
Aku pasti mengingatmu.
Aku tak pernah lupa perempuan seksi.
Kau pasti mahasiswa. Mungkin jurusan Literatur.
Aku insinyur.
Aku merenovasi vila dan rumah mahal.
Cukup keren, 'kan?
Kau juga keren.
Bagaimana jika kita pergi dari sini?
Kau tak akan menemukan orang yang lebih baik.
Maaf, dia sudah mengklaim.
Tidak. Aku…
Mirta.
Amalia.
- Amalia. - Mirta?
Mir…
Mirta.
Pak Fossati.
Seseorang mencarimu di pintu depan.
Baiklah, Susy.
Aku segera ke sana.
Maaf aku mampir begitu larut, Pak Fossati.
Aku ingin bicara tentang anakmu.
Anakku sudah tiada.
Tidak.
Kau pernah dengar tentang Benandanti?
Tidak.
Siapa mereka?
Kami hanya beberapa orang
yang diam-diam mewariskan misi.
Untuk melindungi manusia.
Melindungi mereka?
Dari siapa?
Apa kau sungguh percaya
bahwa jenazah Mirta dicuri?
Polisi berkata begitu.
Mana mungkin polisi berpikir orang mati bisa hidup lagi?
Jika mereka percaya,
kami tak perlu ada.
Anakmu masih ada di antara kita, Pak Fossati.
Maafkan aku.
Anakku sudah mati.
Istriku hilang akal.
Dan kau kemari
untuk berkata anak kami hidup kembali?
Lancang sekali kau?
Siapa kau?
Kau membuatku muak.
Pergi, sebelum kupanggil polisi!
Pergi!
Telepon aku.
Saat kau melihatnya.
Dan cepat atau lambat, kau akan melihatnya, Pak Fossati.
Jangan memercayainya.
Mirta bukan anak yang kaukenal lagi.
Kau membawaku ke mana?
Apa yang kauharapkan?
Kau pasti punya rumah.
Aku tak punya rumah.
Dengar.
Ayo mulai dari awal lagi.
Aku Mario, dan kau?
Luna.
Luna.
Tentu, terserah.
Ayo kita lepas kacamata ini, Luna.
Ayolah, demi Tuhan.
Aku sudah mengejarmu semalaman.
Kau ingin apa?
No comments yet. Be the first to leave one.