99

99

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

99 2019 WEBRIP AMZN
ناشر IPlateex

برچسب‌ها

webrip
web
BRip
تاریخ انتشار: 2022-07-21
تعداد دانلود: 15
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

- Ramachandra N. Thirthahalli. - Jangan lupakan ini.

- Dia tak sekolah. - Bisa panggil S. Janaki?

Kau tahu ini hari apa bagiku?

- Janu. - Selamat liburan.

Pak, selamat pagi.

- Selamat pagi. - Selamat pagi, Pak.

Turunlah.

Jam berapa sekarang?

- Pukul 08:50. - Pukul 08:50.

Pukul 09:00 sampai 18:00, memotretlah pakai kamera digital, 36 frame.

Jangan dilihat, jangan dihapus jika tak bagus.

Karena kalian harus tahu kesalahan kalian.

Selama itu, kalian tak boleh saling bicara.

Tak boleh mengobrol dan memakai WhatsApp.

Setiap frame yang dibuat untuk belajar, bukan mengesankan orang lain. Mengerti?

- Tentu, Pak. - Baik, Pak.

- Apa yang kau lakukan? - Aku tak bisa dapat titik fokusnya, Pak.

Sekarang?

- Dapat? - Ya, Pak.

- Jangan terlalu banyak bergerak. - Baik.

Hanya fotografi yang punya kekuatan menangkap waktu yang cepat berlalu.

- Amrutha. - Pak.

Gambar yang kau tangkap hari ini,

lihatlah pada suatu waktu dalam hidupmu, dan kau akan ingat momen ini.

Jadi, buat itu berharga dan nikmati momennya.

- Mengerti? - Ya, Pak.

Baik, Pak.

Siapa yang bisa mengemudi?

Pak.

Kau bisa mengemudi?

Baik kalau begitu. Kau harus kemudikan mobilku saat pagi. Bersiaplah.

- Baik, Pak. - Terima kasih, Pak.

Dengar.

Aku akan mengarahkanmu sesekali.

Jika kau mengemudi lebih dari 80 km per jam... Kau tahu aku, 'kan?

Jika kau merasa mengantuk, hentikan mobil dan minum teh.

Benar.

Terima kasih.

Kita ada di Thirthahalli.

Jalan di dekat Sakleshpur ditutup karena pohon tumbang.

Jadi, kita pergi lewat Shimoga Thirthahalli ke Bengaluru.

Pak, Google Map aktif.

Jalan terus.

Pak, Google Map menyuruh belok kiri.

Dengarkan mentormu, bukan Google. Jalan terus.

Baiklah.

Turunkan jendelamu.

Bagaimana aroma kota asalku?

Pak, ini kota asalmu?

Ini kota asalku.

Tempat aku lahir dan dibesarkan.

Itu terminal bus lama.

Tempat ibuku turun untuk pertama kalinya setelah menikah.

Hotel Dwaraka!

Mereka menyajikan dosa lezat dan chatni mantap di sana.

Toko roti SP. Kami sering beli roti krim enak di sana seharga 1,25 rupee.

Favoritku.

Aku masih utang uang dua roti krim pada mereka.

Ada jalan di sebelahnya. Rumahku di sana.

Pak, aku harus mengemudi ke rumahmu?

Tak perlu. Aku harus mengobrol jika bertemu siapa pun.

Baiklah.

Kau tahu rumah apa itu?

Itu rumah di film Malgudi Days.

Di sinilah tempat syutingnya.

- Kota asalku terkenal dengan apa? - Rashtrakavi Kuvempu?

Benar.

Jika kau mengemudi lebih jauh dan turun,

di sanalah rumahnya.

Jembatannya!

Ada apa, Pak.

Pak?

Tak apa-apa.

Bisa mengemudi dengan kecepatan penuh dan kejutkan dia?

Maksudku, mengemudi seolah kau akan menabraknya, lalu berhenti.

Lihat ini.

Selamat pagi, Opsir.

Ramachandra N. Thirthahalli, angkatan 99, seksi C.

Sudah kuduga!

Siapa yang berani menabrakku?

Apa kabarmu?

Kenapa kau begini formal?

Bicara biasa saja padaku.

Kau masih belum berhenti tertawa bertahap.

Sudah lama kita tak bertemu.

Mau minum teh?

Tidak.

Aku sedang bepergian dan mau mengunjungi sekolah, jadi aku mampir.

Boleh aku masuk, Pak?

Astaga.

Aku tak bisa membiarkanmu masuk begitu saja. Tak semudah ini.

Pertama, kau perlu izin dari kepala sekolah.

Lalu kau harus bawa surat yang sudah ditandatangani orangtuamu.

Serius?

Kenapa kau bertanya? Ini sekolahmu. Masuklah.

Pergi dan silakan melihat-lihat.

Masuklah.

BINTANG OLAHRAGA PHILOMINA

"Ramachandra." Itu aku!

Hadir, Pak.

- Arpita. - Hadir, Pak.

Ramachandra?

Sejak kapan kau di sana?

Baru saja.

Aku tenggelam dalam kenanganku. Aku tak melihatmu.

Ambil batu.

Lihat, aku membukanya dengan baik.

Terima kasih.

Omong-omong, ada pemuda yang selalu di belakangmu seperti ekor.

Rumahnya di dekat Taman Tulasi. Kalian masih saling bertemu?

Semua orang sibuk bekerja.

Semua orang sibuk, aku juga.

Kau memotret sekolah?

Halo, Ram.

Halo, ini Satpam Sekolah Thirthahalli.

Satpam?

Halo, Pak Satpam.

- Halo? - Halo.

Pak Satpam, ini aku, Murali.

Murali. Apa kabarmu?

Aku baik saja. Apa kabarmu?

Aku baik saja. Kami membicarakanmu,

dan Ram meneleponmu.

- Benarkah? Bagaimana anak-anakmu? - Ya, mereka semua baik-baik saja.

Dewa akan menjaga kita, kita hanya harus melakukan tugas kita.

- Itu saja. - Tolong berikan ponsel pada Ram.

Tunggu. Murali mau bicara denganmu.

- Halo. - Apa yang kau lakukan di sana?

Sebenarnya, aku tak tahu.

Kau memberiku jawaban yang sangat bagus.

Dasar kau... Kawan?

Sekolahnya masih sama atau telah dihancurkan dan dijadikan bangunan lain?

Masih sama.

Atapnya, ruang kelasnya, kepala sekolahnya dan pegawainya masih sama.

Gerbangnya pun masih sama.

Ram, alihkan ke panggilan video agar aku bisa lihat.

Sedang apa kau di sana? Kemari dan lihatlah sendiri.

Lakukan saja.

Rasanya berbeda.

Melihat lewat panggilan video tak seru. Kemari dan lihatlah.

- Kau... - Murali.

Sudah 12 sampai 15 tahun, ya?

Apa? 12 sampai 15 tahun?

Sudah 20 tahun.

Sudah 20 tahun? Tak terasa.

Kalian sudah menikah dan punya anak.

Kalian sadar apa tidak?

Kalian sudah tua sekarang.

Kenapa mengingatkanku tentang itu?

Kau telah bepergian ke beberapa tempat.

Aku belum pernah melewati perbatasan Kamataka.

Dengarkan baik-baik.

Aku pergi dari Thirthahalli ke Bengaluru.

Kutemui kau saat aku tiba.

Janjimu tak ada artinya bagiku.

Kenapa kau ada di Thirthahalli?

Aku mau kemari.

Kirimi aku semua nomor teman sekelas kita.

Aku mau hubungi mereka.

Halo, saudaraku.

Tak semudah itu mengumpulkan nomor telepon mereka dan mengobrol.

Sepertinya ada grup individual.

Semua orang punya grup WhatsApp sendiri.

Ada grup WhatsApp untuk sekolah kita,

untuk tempat pembuangan pesan tak penting.

Kau tahu siapa administratornya?

Aku tahu kau yang membuat grup itu.

Hanya kau yang memahami era digital India dengan baik.

Ya, benar. Ayo, akan kumasukkan kau juga.

Kau bergabunglah. Ya?

Selamat datang kembali di sekolah, Tn. Ramachandra N. Thirthahalli.

Boleh aku masuk, tolong?

Masuklah, pendatang baru.

- Kawan. - Sobat.

- Ram. - Selamat datang, fotografer.

Sang singa telah kembali.

Lihat ada siapa ini.

Bagaimana pun, pahlawan tetap pahlawan dan komedian tetap komedian.

Apa ada yang bereaksi saat aku dimasukkan dalam grup?

Ram, dari mana saja kau selama ini?

Baru sekarang kau ada di media sosial.

Kenapa mendadak masuk grup?

Aku ke sekolah kita tadi pagi.

Aku melihat ruang kelas kita, lapangannya, semuanya.

Aku jadi ingin bicara dengan kalian semua.

Entah kenapa aku merasa mau bertemu kalian semua.

Ram, aku juga mau bertemu kau.

Aku berpikir mau mengatakan hal yang sama padamu, Ram.

Seperti kata Ram, kita semua harus bertemu sesekali.

Kau mau bertemu kami, benar? Lihat ini.

Ram, kirim foto terbarumu, aku mau lihat wajahmu.

Tampan!

Aku tak bisa mengenalimu sekarang.

Apa kita makin lama makin muda?

Karena itulah dia mau bertemu kita.

- Administrator sedang mengetik. - Pasti akan ada pesan.

Aku menunggu.

Kita semua angkatan 99.

Sudah 20 tahun sejak terakhir kita bertemu.

Kurasa jika kita atur pesta reuni, kita semua bisa bertemu.

99 subtitles in other languages

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left