نخستین 200 خط.
Diterjemahkan oleh: Ketam Goreng
What's up?
- Bagaimana kabarnya? - Baik.
D
DO
DON
DONA
DONAS
DONASI
DONASI P
DONASI PU
DONASI PUL
DONASI PULS
DONASI PULSA
0
08
083
0831
08315
083151
0831511
08315119
083151195
0831511954
08315119540
083151195401
083151195401 S
083151195401 SE
083151195401 SEI
083151195401 SEIK
083151195401 SEIKH
083151195401 SEIKHL
083151195401 SEIKHLA
083151195401 SEIKHLASNYA
SENIN
Bukan punyaku.
Di mana itu? Itu dia.
- Sialan, bung... Empat, lima... - Ya, ini aku.
- Ya, ini aku. Kau baik-baik saja? - Ya. Kami sedang dalam perjalanan.
Apakah ini jalan menuju Amarillo? Apakah ini jalan menuju Amarillo...
- Sialan, aku merasa hebat! - Pegang setirnya.
Sial... Oke, kau pengemudi lihai.
Ya?
- Siapa itu? - Ini kami. Buka pintunya.
- Hei, what's up? - What's up? Hai, Brian.
- Kau baru saja membersihkan tempat ini? - Itu Anders.
Panggil aku Scorpion.
- Apa itu? - Kelihatannya seperti apa?
Aku bisa lihat itu pistol. Kau tidak butuh pistol di sini.
- Kembalikan? - Enyahlah. Tidak sekarang.
- Panggil aku Scorpion. - Scorpion apa?
Cukup Scorpion.
- Santai saja. - Arahkan benda itu ke orang lain.
- Kau mau berbisnis? - Aku harus memeriksanya dulu.
- Untuk apa? - Kemurnian.
- Persetan dengan kemurnian... Dari mana asalmu? - Naestved.
- Kau pernah membeli sebelumnya? - Aku sudah sering membeli.
- Jadi, oke? - Tidak, ini tidak oke.
- Ini oke... - Ini bukan seperti yang aku punya sebelumnya.
- Aku beri kau 45. - Harganya 50.000.
Persetan dengan ini. Tonny...
Tunggu sebentar.
Aku hanya punya 45.000. Hanya itu yang kupunya. Titik!
- Dia hanya punya 45.000. - Ambil 50.
Dia hanya punya 45.
Aku tidak peduli jika kau hanya punya 45. Nilainya 50. Kau bawa 45?
Kau punya kertas?
Ada apa?
Apa yang kau lakukan?
- Itu 45. - Itu bukan 45...
- Berikan aku 45 itu. - Berikan dia 45 itu.
Kubilang berikan dia yang 45 itu!
Itu tidak layak seharga 45.000 sialan. Lihatlah.
Tonny.
- Sampai jumpa. - Ya, aku akan menemuimu.
Oh sial!
Bangun.
Berikan itu padaku.
- What's up? - What's up, Vic?
- Oh sial! - What's up?
King, ke sini.
- Apa itu untukku, Frank? - Untukmu.
- Tidak apa-apa. - Terima kasih.
- Bagaimana menurutmu? - Kurasa itu besar.
What's up, Tonny?
Ke sini.
Apa yang akan kau lakukan dengan benda itu?
Aku akan membawanya tidur bersamaku saat kau tidak ada.
Ke sini, King.
Tenanglah. Duduk! Diam! Masuk ke dapur!
Ruangannya pas untuk itu.
Frank, jika kau ingin terus menyembunyikan sabu di sini, biayanya akan lebih mahal.
- Apa maksudmu? - Maksudku, biayanya akan lebih mahal.
Sisse, gadis dari klub itu...
Yang pirang itu... Dia dimasukkan ke sel isolasi karena ulah orang Pakistan.
Dia menyembunyikan sabu di apartemennya. Jadi, aku ingin uang lebih.
Halo...? Ada orang di rumah?
Jadi, apakah aku akan dapat lebih?
Diam, King! Ke sini.
- King, ke sini. - Kau harus bicara lembut padanya.
Haruskah kita memberinya dua lagi?
Dua lagi... Oke, kau dapat dua lagi.
- Kau masih punya hubungan dengan seseorang? - Aku dan Vicky?
Aku menidurinya.
- Apakah dia wanitamu, atau apa? - Aku tidak mau pelacur jadi wanitaku.
Apakah dia liar?
Ya, dia cukup liar.
- Apakah dia suka mengerang? - Bukan urusanmu.
- Kau benar-benar menyukainya, kan? - Tidak.
- Kau menyukainya, kalau tidak kau tidak akan membantahnya. - Aku tidak akan bilang jika dia mengerang.
Kau ingin tahu siapa yang mengerang?
Mette. Bukan, bukan Mette... Louise.
Teman Vic. Entah kau meniduri mulutnya, di antara payudaranya...
- Kedengarannya bagus, di antara payudara. - Itu sangat bagus.
- Kau belum pernah mencobanya? - Di antara payudara? Tidak.
Tidak mungkin. Kau pernah dihisap?
Coba kuingat... Ya.
- Oleh dua gadis sekaligus? - Sial, tidak.
- Kau pernah? - Tidak, dua gadis menghisapku?
Aku butuh setidaknya empat gadis untuk menghisapku.
- Karena itu sangat besar? - Itu sangat besar sekali.
Aku pernah mengencingi wajah gadis ini, lalu dia memintaku untuk lumuri dengan sperma.
Tunggu. Kau crot... Kau mengencingi wajahnya...?
Aku crot wajahnya, lalu aku mengencinginya sampai bersih setelahnya. Apa?
Kau crot wajahnya, dan dia memintamu mengencinginya sampai bersih? Itu menjijikkan.
- Tidak. Dia yang memintanya. - Itu kelainan.
- Tidak. - Iya.
- Aku tidak menemuinya lagi. - Tidak penting.
Itu ibumu.
Ayolah, bung. Santai saja.
"Jangan katakan apa pun tentang ibuku." Sekarang kau marah...
Apa?
Frank marah.
- Dam Square. Kau tahu di mana itu? - Ya.
Dia harus memeriksanya di depanmu. 200 putih... Ini 100.000.
Ambil sabunya sebelum dia mendapatkan uangnya. Ada lagi?
Hanya uangku.
- Kau mendapatkannya saat kau kembali. - Aku butuh sekarang.
Aku tidak punya sekarang. Aku bisa menyuruh orang lain melakukannya.
- Aku butuh itu saat aku kembali. - Hari Jumat.
- Kau janji? - Kau pergi dulu.
- Ingat. - Ya, kau pergi dulu.
Hei, ikan, ucapkan selamat tinggal pada saudaramu. Dia harus pergi sekarang.
Kira-kira mereka bisa menelan salah satu dari ini?
- Halo! - Apa-apaan ini?
- Ada pisang di dalam ini? - Ya, pisang goreng.
- Apa itu? - Armagnac.
- Sejenis produk pembersih? - Aku ragu.
- Itu kognak. - Boleh aku cicipi?
- Lumayan. - Jangan masukkan jari kotormu ke dalamnya!
Aku tidak memasukkan jariku ke birmu. Jauhkan jari kotormu dari Armagnac-ku.
Haruskah aku ambil yang baru, atau haruskah aku mencicipi apa yang kau dapatkan tadi malam?
Dorthe?
Lihat yang itu? Dia punya gaya lebih dari yang pernah kau tahu.
- Yang itu? - Ya, yang itu.
Hei ikan, kau dapat banyak wanita, ya?
Boleh aku minta Armagnac-mu lagi?
- Kau menyukainya? - Tidak, aku hanya merasa kotor di dalam.
Bung, rasanya seperti taik.
Aku tidak tahan lagi.
Aku akan panggil taksi. Aku tidak bisa tinggal di sini.
Ambil yang baru.
- Cheers. - Minumlah.
- What's up? - Hei, Frank, ini Pernille.
Hai, Pernille. Sial, aku tidak mau ada lemon di minumanku.
Bung, jangan masukkan jari kotormu ke minumanku.
Hai... Hai!
- Hai. - Seseorang menyapa kita.
Aku melihatmu di lantai...
- Aku melihatmu di lantai dansa! - Oh ya?
- Aku melihatmu. Siapa namamu? - Betina.
Betina! Jeanette, Betina, Jeanette...
- Apakah kau dari udik, atau apa? - Tidak, apakah suaraku terdengar seperti itu?
- Yang bernama Jeanette dan Betina biasanya begitu. - Ya, terserahlah...
- Jadi dari mana asalmu? - Dari sisi timur.
- Apa yang kau minum? - Carlsberg.
Hei... Satu Carlsberg dan satu Tuborg Gold.
- Kenapa kau tidak minum Tuborg Gold? - Karena aku tidak menyukainya!
- Itu cara murah untuk mabuk. - Aku tidak datang untuk mabuk.
- Dia bertanya apakah kau mencintainya. - Aku tidak jatuh cinta... Berhenti meraba-rabaku!
- Sialan bung, dia memukulku! - Dia memukulku, bukan kau.
- Dan pukulannya lebih keras darimu! - Itu kata-kata yang bagus. Ke sini.
SELASA
- Ya, ini aku. - Hai, ini aku.
- Ada apa, Vic? - Apakah aku membangunkanmu?
Tidak apa-apa.
Sial, Frank, kau tahu si mesum di seberang jalan yang selalu menatapku?
Dia melakukannya lagi. Keparat itu menatapku.
Apa yang harus kulakukan? Melempar botol padanya, atau...
Bisakah kau coba botolnya dulu dan hubungi aku jika tidak berhasil?
Dia bisa saja psikopat. Bagaimana jika dia mengamuk saat aku melempar botol?
- Sial, Frank, tidak bisakah kau mampir? - Lepaskan King padanya.
Aku akan membereskannya, tapi tidak bisa hari ini.
Aku tahu kau, yang akan kau lakukan hanyalah nongkrong dengan Tonny.
Oh ya?
Frank, Frank...
- Sampai jumpa, Vic. - Ya, oke, sampai jumpa.
- Nanti? - Nanti.
- What's up? - What's up?
- Ada seorang Swedia... - Manis? (Sweet?)
No comments yet. Be the first to leave one.