نخستین 200 خط.
Alih bahasa: Risqi Adittya Yogyakarta 28-02-2026
Selamat Menonton-
Selamat siang, Pak.
Di kantornya, Nona.
- Apakah mobil duta besar sudah di depan? - Sudah menunggu, Pak.
Yang Mulia akan langsung pergi ke bandara.
Tentu saja.
Baines, bunga untuk kamarnya. Kau tahu jenis yang disukai istriku.
Setelah delapan bulan di rumah sakit, tempat ini harus terasa seperti rumah.
Dia akan menemukan semuanya seperti yang ia tinggalkan.
Para dokter belum tahu apakah mereka mengizinkannya terbang.
- Perjalanan itu akan melelahkan. - Tuan Muda Phillipe, Pak.
- Dia seharusnya potong rambut. - Ada pesan untuk ibumu, Phillipe?
Katakan padanya aku punya sesuatu untuk ditunjukkan!
Itu akan membuatnya pulang. Jaga kedutaan.
Akan kembali hari Senin bersama istriku, semoga.
Saya juga berharap begitu, Yang Mulia. Sudah lama sekali.
Papa! Papa!
Sampai jumpa, Papa!
Halo, Macgregor.
Ah.
Halo, Macgregor. Selamat pagi.
Hmm. Ayo. Ayo.
Hmm. Ayo.
Hmm. Oh.
Lihat. London.
Selamat siang, Pak.
Baines?
Baines!
- Suasana hatinya kambuh lagi. - Selalu saja ada yang dikeluhkan.
Tidak sehat terlalu bersih seperti itu.
Kau hati-hati, Nak. Nyonya Baines sedang marah lagi.
Bagaimanapun, orang asing ini suka sedikit kotoran.
Akan jadi hal yang baik untuknya saat ibunya kembali.
Tuan Muda Phillipe, jangan berpikir kau bisa berlarian liar di seluruh rumah.
Tidak, Nyonya Baines.
Aku punya banyak pekerjaan. Apa itu yang ada di tanganmu?
Tunjukkan padaku. Apa itu?
Sepotong kapur.
Kau membuat coretan di seluruh lantai lagi? Ya? Kau melakukannya?
- Hanya coretan kecil. - Berikan kapurnya. Ayo. Berikan padaku.
- Sudah kau lakukan apa yang kusuruh? - Lakukan apa?
- Singkirkan itu. - Ya.
Kau tahu apa yang terjadi pada anak kecil yang berbohong?
Aku tidak mau ada hama di rumah mana pun yang kuurus.
Kau taruh itu di tempat yang kusuruh? Di kloset?
- Kau lakukan? Jawab aku. Kau lakukan? - Ya.
Apa yang kau sembunyikan di saku?
Keluarkan tanganmu. Tunjukkan padaku. Ayo.
Cuma permen.
Aku tak mau kau makan di antara waktu makan. Berikan padaku.
Kau butuh perhatian seorang ibu. Sudah berbulan-bulan aku mencoba menggantikannya. Hanya itu yang kau punya?
Pergi sana dan coba jangan bikin masalah.
Sudah cukup sulit dengan setengah staf sedang libur.
- Sampai jumpa hari Senin, Tuan Baines. - Selamat akhir pekan, Harry.
Pergi sana! Tak lihat aku sedang sibuk?
Tak bisa cari orang lain saja?
Yah, mumpung kau di sini, sekalian saja kerja.
- Kerjakan itu. - Lihat! Macgregor.
Oh. Hmm. Kelihatan sehat pagi ini, ya?
Punya kotak kecil untuknya?
Kotak kecil? Hmm. Mungkin bisa cari sesuatu.
Kau akan mengajakku jalan-jalan sore ini, Baines?
Yah, mungkin kalau kau bekerja cukup rajin. Mungkin. Kita lihat saja.
Banyak yang harus dikerjakan. Menyenangkan ya, ibumu akan kembali?
Ya, tapi, kau tahu, aku tidak terlalu ingat dia.
Minum soda ini. Sedikit minum bikin kita lebih lahap saat makan malam.
- Aku makan di bawah sini, kan? - Tentu saja.
- Ada apa untuk makan? - Makan?
Kau bilang begitu sebutan untuk makanan di Afrika.
Oh, ya, tentu. Makan.
- Ceritakan lagi tentang Afrika. - Lain kali.
- Di sana panas? - Kau belum pernah merasakan panas seperti itu.
Tidak... bahkan di tempat asalmu.
Bukan panas yang enak, ya, seperti di taman pada hari seperti ini.
Mereka menyebutnya kuburan orang kulit putih. Lembap.
- Berbau busuk. - Bau busuk itu seperti apa?
Eh? Oh, kebalikan dari ini.
Aku mencium bau karbol itu.
Kalau yang ada cuma bau karbol terus, kau jadi merindukan bau busuk.
Mmm. Aku mengerti.
- Hmm. - Jadi ada variasi.
Ya, tentu. Hmm.
Di sana itu kehidupan laki-laki, Phile.
Tapi kenapa kau meninggalkan Afrika?
Kenapa? Oh... menikah, kau tahu.
Tak ada yang bisa dinikahi di Afrika?
Oh, ada, banyak. Tapi mereka bukan kulit putih.
- Harus kulit putih? - Erm, hmm.
Nyonya Patterson, sedang apa dengan itu?
- Nyonya Baines menyuruh kami mengisinya. - Dolly dan yang lain di mana?
Libur akhir pekan. Tempat ini kosong kecuali Nyonya Baines, Phile dan aku.
- Phile, habiskan minummu dan bantu. - Jangan terlalu memaksanya, Tuan Baines.
- Harus cari nafkah. - Semua orang cari nafkah?
- Semua orang. - Bahkan Papa?
- Sebenarnya cuma budak. Hidupnya tidak mudah seperti kita.
- Bisa cari nafkah di Afrika? Bisa jadi kaya raya.
Bisa bikin apa saja yang kau mau. Bikin gajah dan raja dan istana.
Ya. Dan menembak mereka juga. Kalau mereka tidak lebih dulu membunuhmu.
Boleh aku tunjukkan pistolnya padanya?
Jangan berani-berani. Biarkan di tempatnya.
Tidak terisi peluru dan Baines memasang pengamannya.
Biarkan saja, Phile.
Ada pelurunya juga!
Phile...
Oh, itu kau. Menghambat pekerjaan lagi?
- Masih banyak yang harus dikerjakan. Kami akan menyelesaikannya.
Dengan duduk-duduk di sini seharian?
- Selamat pagi, Tuan Baines. Sampai Senin. - Dadah.
Tak pantas menyimpan pistol itu di rumah. Tuan Muda Phillipe, lanjutkan saladnya.
Baines akan mengajakku jalan-jalan sore ini.
Tidak dengan semua pekerjaan ini.
- Pasti ada waktu untuk keduanya. - Oh, tolong!
Kerja dulu, bersenang-senang nanti.
Kelihatan sekali kau makan di antara waktu makan.
Aku muak dengan tingkahmu, memanjakan anak itu.
Dia tidak. Aku yang mengambilnya.
- Berbohong lagi, Tuan Muda Phillipe? - Ada kebohongan dan ada kebohongan.
- Maksudmu? - Beberapa kebohongan cuma demi kebaikan.
- Kebaikan? - (TERKEJUT)
Sabar, sabar. Aku tak mau kau mengumpat di depan anak itu.
Tuan Muda Phillipe, kau tunggu apa?
Aku tidak mau.
Tuan Muda Phillipe, habiskan. Ayo pergi.
Kenapa kau tak biarkan Baines mengajakku jalan-jalan?
Karena aku bilang begitu.
Aku benci kau.
Kau akan menyesal mengatakan itu.
Aku tidak menyesal.
Baiklah. Pergi ke atas ke kamar anak dan kau akan tinggal di sana sore ini.
Ayo. Naik, naik, naik!
- Sana pergi. Ayo. - Aku tidak peduli.
Halo, Macgregor.
Lihat. Kau cantik sekali, tahu.
Apel!
Baines!
Baines!
Ayo, Macgregor. Sudah dapat kau.
Ah!
- Baines! - Jangan masuk ke sini, Nak.
Apa Tuan Baines ada di sini?
Tidak. Belum masuk ke sini.
Baines!
Phile.
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku melihatmu dari jendela.
- Kau sendirian? - Ya.
Kau membuatku kaget.
Kupikir itu akan lucu.
Ya, lucu. Tentu saja lucu.
- Phile, ini Julie. - Senang bertemu denganmu.
Ambil roti manisnya.
Dia mengeja namanya aneh. P-H-I-L-E. Phile.
Dia tidak punya selera makan. Tidak makan. Kau saja yang ambil dua-duanya.
Kau tak perlu memperhatikan kami.
- Ada segelas susu? Sepertinya masih ada sedikit.
Ya sudah, ambilkan, Phile.
Aku berharap aku mati saja.
Ya, tapi...
Itu tidak akan berhasil.
Ada hal-hal yang harus dikatakan.
Kalau mau kue lain, kau bisa menukarnya.
Tidak.
Begini menurutku, Julie.
Perempuan... yang kau bicarakan itu.
Temanmu... itu.
Dia... dia menyukai pria itu, bukan? Serius, maksudku.
L'amour?
L'amour éternel.
Kata-katamu itu, Julie.
Cara kau mengatakannya.
Maksudku, kau tak bisa mematahkan hal seperti itu.
Bukan hanya dengan pergi, menghilang begitu saja, pulang.
Dia tidak akan pulang.
Rumahnya di sini.
Maksudku negaranya sendiri.
Tidak akan berhasil, Julie.
Akan ada dia, seolah-olah itu kau, dan... dia, seolah-olah itu aku.
Dan semua jarak di antara mereka.
Seperti meja ini.
Itu tak akan berhasil.
Dia akan jadi gila, Julie.
Berharap setiap kali surat datang.
Tak bisa menulis.
Oh, dia akan... dia akan lupa. Tak banyak yang bisa diingat.
Selama tujuh bulan, sejak dia datang ke kedutaan, melihatnya setiap hari.
Tak berbicara karena orang-orang melihat.
Seperti ini.
Beri waktu... beri waktu, Julie.
- Tapi ini penyiksaan. - Apa yang penyiksaan?
- Dia bilang apa? - Dia bilang dia juga pernah merasakan sakit.
Itu akan segera hilang.
Tapi... pacarmu ini, Julie.
Dia tak harus pergi.
Selama masih hidup, masih ada harapan.
Selalu ada harapan.
Hal-hal bisa terjadi. Segalanya bisa berubah.
Orang tidak berubah. Dia sudah terikat.
Dia tak akan begitu menyukainya kalau dia tidak merasa terikat.
Aku tak percaya kita akan keluar dari sini, mengucapkan selamat tinggal dan tak pernah...
No comments yet. Be the first to leave one.