نخستین 147 خط.
Salam Hangat Dari Singkawang Kalimantan Barat
Itulah akhir pertunjukan dari Grup Drum Sou.
Berikutnya saksikan tarian Bon.
Bersulang!
Ada yang ingin kucoba di pertunjukan kita yang berikutnya...
Maaf, teman-teman. Aku harus pergi.
Mengapa terburu-buru?
Aku harus bangun pagi untuk berangkat ke Kitasenju besok.
Semoga sukses, Tuan Insinyur!
Terima masih sudah mau datang!
Kau terlihat sedikit murung, Aki.
Sama sekali tidak.
Kau ada pekerjaan besok?
Jam kerjaku di malam hari.
Kalau begitu, ayo kita minum lagi!
Permisi! Aku boleh minta tambah birnya lagi?
Oh, diamlah...
Ya, halo?
Miyagawa? Sudah lama sekali.
Kau siapa?
Aku rasa kau mungkin sudah lupa... Ini aku, Yoshioka.
Yoshioka-sensei?!
Keadaanmu baik-baik saja?
Y-Ya...
Aku dengar kau sudah mapan sebagai penabuh drum pro di Tokyo.
Y-Yah, sepertinya begitu...
Sebenarnya, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.
Kami akan menghidupkan kembali Festival Drum Musim Gugur di Kariyama.
Kita semua akan kembali bersama. Sudah berapa lama? 15 tahun?
Tapi, kami tidak memiliki banyak orang untuk melatih...
... dan kemampuanku juga sudah agak berkurang. Bagaimana, Miyagawa?
Menurutmu kau bisa kembali sebentar dan melatih mereka?
Bahkan aku sendiri tahu kalau permainanku payah.
Aku mungkin seorang penabuh drum profesional, tapi aku harus melakukan pekerjaan sampingan untuk bisa bertahan.
Aku tidak punya rencana atau tujuan untuk masa depan.
Aku tidak pantas untuk melatih orang lain.
Kau sama sekali tidak berubah, Miyagawa.
Kau juga, Yoshioka-sensei.
Mobilnya ada di sini.
Oh, aku akan membawakannya untukmu.
Benar...
Tidak mungkin bahwa kami masih... sama seperti yang dulu.
Kumamoto sudah banyak berubah.
Kota ini sudah berkembang sampai ke daerah ini.
Lagi pula, kota ini adalah kota yang ditetapkan dan tertata.
Bahkan kota kita bergabung dengan kota tetangga dan menjadi Kota Mitomi.
Aku pikir aku tidak akan pernah terbiasa dengan nama itu.
Kariyama akan selalu menjadi Kariyama. Benar 'kan, Sensei?
Oh, jangan bilang begitu.
Berkat penggabungan itu, kita memiliki banyak anggota untuk berpartisipasi dalam festival sekarang.
Tapi kau tahu, aku merasa lega.
Akhirnya kau menggunakan dialek Kumamoto-mu.
Aku tadinya khawatir kau sudah berubah.
Aku akan datang menjemputmu besok.
Terima kasih banyak.
Aku pulang!
Selamat datang kembali.
Selamat datang kembali, Aki.
Aku tidak tahu kau juga akan pulang, Fumiko-nee-chan!
Aku dengar kau akan pulang, jadi aku pikir sebaiknya aku juga pulang.
Ayo, Haruna. Bilang halo.
Kau masih sangat kecil saat terakhir kali aku melihatmu.
Aku rasa kau sudah tidak ingat denganku.
Ini. Bagikan dengan semua orang.
Wah, kau merasa senang 'kan, Haruna-chan?
Ya!
Kalau begitu bilang terima kasih.
Terima kasih, onee-chan!
Kalau kau mencari Ayah, dia ada di halaman.
Aku pulang, Nenek.
Selamat datang kembali, Aki. Kami semua sudah menunggumu.
Ayah... aku pulang.
Ayah tahu.
Kau mungkin merasa lelah. Mau mengunjungi onsen sebelum makan malam, Aki?
Kau juga, Haruna.
Aku ingin bersama Kakek!
Ayahku dan aku hampir tidak pernah bicara semenjak aku pindah ke Tokyo.
Ah, rasanya nikmat sekali!
Aku bertanya-tanya sudah berapa lama sejak aku mandi bersama keluarga.
Tapi syukurlah Ayah mau menjaga Haruna saat kita di sini.
Bagaimana keadaanmu suamimu?
Masih sama seperti biasa.
Selalu sibuk dengan pekerjaan, dan hampir tidak punya waktu untuk kami.
Dan Ayah juga masih seperti yang dulu.
Kami sudah lama tidak bertemu, dan dia masih bersikap seperti itu.
Yah, mau diapakan lagi. Lagipula aku sendiri yang pergi untuk menjadi penabuh drum profesional.
Tapi, kau sudah mapan sebagai penabuh drum profesional di Tokyo, kan?
Aku meminta kakakku untuk pulang duluan, aku masih ingin keliling-keliling Kota Kariyama.
Kota asalku, sekarang bernama Kota Mitomi.
Aku bertanya-tanya mengapa aku kembali.
Lagunya asyik, kan?
Ada apa, Aki?
Suara drum...
Oh, mereka mungkin sedang berlatih untuk mengikuti festival.
Festivalnya dua minggu lagi, kan?
Aku sudah tidak sabar!
Tunggu, Aki?
Aku tidak bisa menjelaskannya, tapi suara itu begitu istimewa.
"Ini adalah menabuh drum!" Aku rasa.
Hei, Aki!
Mereka sangat keren!
Aku tidak begitu mengerti, tapi mereka sangat keren!
Ibu! Aku ingin mengikuti Festival Drum!
Halo.
Halo.
Hei.
Halo!
Kau anak baru itu, kan?
Umm...
Miyagawa Aki!
Aku Yoshioka. Senang bertemu denganmu, Aki-chan.
Senang bertemu denganmu, Yoshioka-sensei!
Ayolah, aku masih mahasiswa.
Jangan panggil aku Sensei.
Dia memanggilmu 'Sensei'!
Oi, Naoto!
Semuanya siap? Sekarang, perlahan-lahan angkat rute kalian.
Permainanmu cukup bagus. Kalau aku tidak tahu, mungkin aku mengira kau sudah berpengalaman.
Tapi kau memegang rute-mu terlalu keras.
Aku mengerti, Yoshioka-sensei!
Sudah kubilang jangan panggil aku Sensei.
Lakukan dengan benar!
Aku begitu terpesona dengan drum.
Mulai!
Berikutnya!
Menabuh drum bersama mereka sungguh menyenangkan.
Tapi yang terpenting, adalah perasaan yang terbuai oleh suaranya.
Berikutnya!
Apakah festivalnya bisa tetap diadakan?
Mereka bilang badainya akan hilang besok, jadi tidak apa-apa.
Keadaan mulai berbahaya. Ayo kita kembali ke dalam.
Sebelumnya aku benar-benar sedikit khawatir.
Aku lega badainya sudah menghilang.
Hei, Aki.
Ada apa?
Lupakan saja. Tidak ada apa-apa.
Terima kasih sudah menunggu. Kami sekarang akan memulai Festival Drum dan turnamen berikutnya.
Grup dari Yamaguchi yang akan pertama tampil.
Awas!
Ini buruk!
Festival itu ditunda,...
... dan pertunjukan pertama kami berakhir seperti mimpi.
"Kuil Kariyama"
Sudah diputuskan bahwa Festival Drum tidak akan diadakan di tahun berikutnya.
Atau di tahun-tahun berikutnya.
Keputusan ini sungguh berat untuk festival, dan bahkan drum,...
... sudah dilupakan oleh penduduk kota.
No comments yet. Be the first to leave one.