نخستین 200 خط.
Atas nama Tuhan
Lihatlah dirimu!
Apa ini yang sedang kau lihat?
Tidak bolehkah kupandangi tunanganku sendiri?
Buang saja yang ini, ini memalukan!
Yang ini bagus./ Yang mana?
Yang kita ambil di rumahmu.
Berkelas!
Berkelas!
Kakimu tersangkut?
Tidak, itu chadorku.
Aku sudah bilang ratusan kali!
Pegangi chadormu. Sekarang apa yang harus kulakukan?
Ya...
Hati-hati, kau bisa membuatnya sobek.
Jam segini tak ada seorang pun yang lewat sini.
Kau bersembunyi dari siapa?
Darimu!
Jangan kebut-kebutan.
Baik, aku pergi.
Hai./ Hai, calon pengantin cantik!
Disana ada banyak orang?/ Banyak sekali.
Lewat di jalan itu cukup teduh.
Terutama untuk seorang gadis muda./ Mereka akan menemukannya.
Menemukan dia? Jangan mimipi.
Aku tidak menunggu kedatanganmu.
Saljunya tidak turun terlalu banyak.
Kau butuh uang untuk menikah.
Jika penghasilan kami cukup untuk dipakai menikah,
aku pasti sudah melakukannya 100 kali.
Kau sudah meninggalkan tiga suami!
Aku tak mengambil apapun darimu./ Silakan saja kalau mau!
Baiklah, sampai jumpa.
Cepatlah, aku harus pulang lebih awal.
Duduklah, akan kuusahakan./ Terima kasih.
Aku sudah membawanya untukmu. Kau ingin mencobanya?
Kapan giliran kami?
Jadi yang mana dari kalian berdua yang akan pergi?
Aku mencari pekerjaan untuk dirikku dan istriku.
Hai, Nenek./ Hai.
Kau baik-baik saja?
Tunggu.
Kau di mana?
Selamat.
Kapan acaranya?
Jumat depan.
Kau akan mendapatkannya hari kamis,
dan bayarlah sebisamu.
Terima kasih banyak.
Pilihlah salah satu./ Yang benar saja.
Aku serius. Lakukan saja.
Yang ini.
Tunjukkan padaku. Heravi Square.
Itu terlalu jauh.
Yang satunya lebih buruk./ Tunjukkan padaku.
Pergilah.
Jangan pulang terlambat.
Pastinya. Selamat tinggal./ Selamat tinggal.
Diterjemahkan oleh SANGKUNI
HEDIEH TEHRANI
TARANEH ALIDOOSTI
HAMID FAROKH-NEJAD
CHAHARSYANBI SURI
Skenario: A. FARHADI dan M. HAGHIGHI
Penata Gambar: HOSSEIN JAFARIAN
Produser: SEYED JAMAL SADATIAN
Sebuah film oleh ASGHAR FARHADI
Siapa ini?
Permisi, Nyonya,
tetangga Anda tidak menjawab.
Apakah Anda tahu mereka ke mana?
Bel mereka rusak. Kau siapa?
Aku ke sini untuk bekerja pada mereka. Bisakah Anda membiarkan aku masuk?
Aku akan menelepon mereka, mereka yang akan membiarkanmu masuk.
Berikan ikan itu padaku!/ Ibu!
Baik-baik di sana. Cepatlah.
Hati-hati, kau bisa jatuh.
Kau mau ke mana?
Kau mencari seseorang?/ Apartemen 17.
Hubungi mereka, mereka akan membuka gerbangnya.
Ini sudah terbuka.
Aku tak tahu apa yang kau lakukan di sini. Ayo, keluarlah.
Keluar.
Sebentar.
Salam./ Salam. Silakan masuk.
Sumpah, aku sudah punya tiket.
Kau tak tahu sudah berapa lama aku ingin pergi dengan keluargaku.
Yang benar saja... Jangan ganggu aku!
Baiklah.
Lima menit? Aku tahu itu akan sampai tengah malam.
Baik. Sampai jumpa.
Nona?
Ya.
Mulailah dari ruangan ini.
Istriku akan memberitahu apa yang harus kau lakukan setelahnya.
Berantakan sekali.
Tunggu sebentar.
Pakailah sandal ini.
Ada banyak pecahan kaca, kau bisa terluka.
Kenapa kau bawa ponselku?
Kenapa kau mengambilnya?
Ada yang harus kulakukan. Aku harus pergi.
Aku sudah mencarimu selama satu jam.
Kapan kau pulang?/ Tuan?
Halo? Ya?
Di mana sapu dan pengkinya?/ Sebentar.
Di sana.
Siapa?
Pembantu rumah tangga. Aku tadi memanggilnya.
Agensi spesialis yang mengirim mereka.
Jadi mereka akan bekerja sama.
Dia parkir mobil di depan pintu gerbang lagi.
Kau seharusnya tidak memanggil dia.
Mana ponselku?/ Petugas yang akan membantuku.
Ini sudah berantakan selama 3 hari.
Petugas, petugas ...
Mana ponselku?
Kau mau pergi ke mana?
Berikan padaku, aku buru-buru.
Buru-buru ke mana?
Ke tempat kerja. Kau pikir ke mana?
Hari ini?
Mahmud tadi meneleponku. Mereka mendapatkan masalah.
Kita seharusnya bicara.
Aku pasti pulang, aku tidak melarikan diri.
Kau sudah bilang mau bicara hari ini.
Aku tahu, tapi Mahmud sekarang membutuhkanku.
Jangan khawatir, aku akan pulang jam 5 dan kita akan selesaikan semuanya.
Kau bilang pagi ini.
Ya, aku memang bilang begitu. Kau benar.
Tapi mereka membutuhkanku.
Selalu begitu! Kau selalu punya waktu untuk Mahmud!
Amir-Ali sedang tidak di rumah.
Terus kenapa?
Aku tak ingin kita bicara di depannya.
Memangnya kenapa kalau kita bicara di depannya?
Kita harus membuat keputusan.
Putuskan saja sendiri. Toh, aku sudah tahu apa itu.
Kalau begitu, besok aku tidak jadi pergi.
Apa maksudmu?
Mojdeh?
Dengar. Aku sudah beli tiket. Aku bukan bonekamu.
Kau sudah janji. Jangan jadi pengecut.
Yang kujanjikan hanyalah perjalanan ke Dubai.
Sudah kutepati janji itu, kaulah yang penuh omong kosong!
Hati-hati kalau bicara! / Kau yang harus hati-hati!
Ada orang memohon padaku untuk datang membantunya.
Ini mendesak, dan kau malah ingin aku tetap di sini.
Aku tidak bilang apa-apa./ Kemarin, kau bilang cukup.
Kaulah yang sering mengatakannya.
Kau sangat mudah emosi!
Bodoh.
Tunggu.
Aku sedang bicara padamu.
Kalau kau pergi, akan kujemput Amir-Ali lalu pergi.
Kau memalukan!
Memalukan? Aku tidak mau pergi.
Tunggu!
Aku bersumpah, aku akan membawanya pergi. Kenapa kau tidak juga mengerti?
Nyonya Sabri?
Nyonya Sabri?/ Ya.
Salam, Nyonya./ Salam. Panggilkan istrimu.
Dia akan segera kembali.
Dia seharusnya membantuku.
Dia sedang pergi belanja untuk keluarga Razavi.
Katakan padanya untuk menemuiku.
Manajemen apartemen tidak akan mengijinkan istriku bekerja.
Ini bukan urusan mereka.
Ketika dia bekerja, aku yang mengurus anak-anak.
Mereka bilang itu membuat aku tidak pergi kerja.
Suruh saja dia datang. Aku yang akan tanggung jawab.
Salam.
Ibimu di rumah?/ Ya, masuklah.
Bu, ada Nyonya Samii.
Mojdeh, masuklah.
Terima kasih. Sabri ada di sini?
Tidak. Memangnya kenapa?
Dia seharusnya membantuku hari ini.
Manajemen tidak ingin dia bekerja.
Suruh dia menemuiku setelah dia selesai belanja untukmu .
Bisa kita berdua rahasiakan hal ini?/ Baiklah.
Mereka membicarakan dia saat rapat.
Lalu bagaimana?
Mereka akan meminta pemilik apartemen untuk mengurus masalah itu.
Jangan khawatir. Kita tidak tahu apa-apa. Silakan masuk.
Aku buru-buru. Suruh dia datang./ Sampai jumpa.
Salam, Nyonya.
Aku mencari pemutih.
Ikut aku.
Aku tidak menemukannya di dapur.
Aku mau mencuci piring di bak mandi.
Dengan begitu, akan lebih lega di sini.
Tidak apa-apa. Terima kasih banyak.
Berapa yang harus kubayar?/ Apa?
Aku bahkan belum mulai!
Aku tahu. Seseorang akan datang membantuku.
Lalu kenapa kau menghubungi agensi?
Suamiku yang melakukannya,
Apa bedanya, kau dan suamimu?
Aku tidak berhutang penjelasan padamu.
No comments yet. Be the first to leave one.