نخستین 126 خط.
Eh? Polisi?
He, kau tahu soal ini?
Tidak.
Ya? Ini ruang jaga.
Terus, terus.
Ha?
Ada apa?
Mereka kabur! Gerbang Tiga!
He! Jangan tembak!
dibuang dari seluruh penjuru dunia
sekai kara hajikidasarete
Gema TEROR
ZainuddinARI mempersembahkan
ke atas jarum yang teramat sangat tipis
tohoumonaku usui hari no ue ni ita
ujung jari yang kuseimbangkan ini menyentuhmu
balance o toru yubi no saki ga kimi ni furete
dan kumengerti bahwa ku tak sendiri
hitori ja nai to wakatta
dengan satu-satunya karunia yang kita miliki
bokura ni tada hitotsu ataerareteta
yaitu sayap ini
uganda hane de
sejak lahir hingga mati selalu saja mengikuti orang lain
umarete kara shinu made ni nani o shitai tte kiku
dirimu yang tersenyum terlihat bagai malaikat
kimi wa marude tenshi mitai ni sa warau kara
di teriknya musim panas
natsu no netsu ni
ku berlari jauhi kerumunan di tengah gedung yang membara
moeru biru no mure no sukima o nuke
seraya kita terjatuh
bokura wa ochiteku
mari tarik pelatuk terakhir ini
saigo ni hikigane o hiite yarou
dan musim dingin 'kan lahap semua yang tersisa
fuyu ga subete o oou
Cerita ini adalah karya fiksi. Nama individu dan organisasi yang muncul dan setiap persamaan dengan yang ada di dunia nyata adalah murni kebetulan.
Ya ampun, panas banget.
Tentu saja. Namanya juga musim panas.
Tapi, Nine, kau tak kepanasan?
Dengar, ya, Twelve, jangan terlalu menarik perhatian.
Bertingkahlah sealami mungkin sebagai anak SMA normal.
Ah, Kururin!
Dia lucu banget, ya? Rambutnya itu mirip antena semut.
Aku suka semut!
Apa kau mendengarkanku?
Hm?
Rasanya ada bau klorin!
Ayo, cepat lompat.
Kau pasti bisa!
Menyelam, menyelam!
Terbang tinggi, Lisa!
He, kalian sedang apa?
Eh?
A-Apa-apaan sih dia?
Ah, aku tahu! Dia pasti sedang dikerjai!
Dia bilang mau berenang.
Kayak orang kaya yang punya kolam renang!
Begitu, ya?
Di kolam renang tapi pakai seragam?
Ya, benar.
Karena panas.
Aku juga!
Di hari musim panas yang terik,
aku melihat senyum sehangat mentari
juga pandangan sedingin es.
Ini Arata Kokonoe, dia baru saja pindah ke sini.
Arata Kokonoe
Salam kenal.
Eh, oh, ya. Kursi di dekat jendela itu kosong.
Eh, ini murid pindahan baru, Touji Hisami.
Touji Hisami
Jambo!
Dia yang tadi, 'kan?
Dia sekelas dengan kita, tuh, Lisa.
Ini lucu sekali, lo, Pak Shibasaki!
Ada kucing yang bisa Moonwalk!
Oh?
Apa shogi memang seasyik itu?
Eh? Apa ini?
He, coba lihat ini!
Hm?
Ramalan Cuaca Sphinx
Nah, sip.
Jreng jreng.
Eh, selamat siang. Aku Sphinx nomor 1.
Aku nomor 2, makanan kesukaanku kari!
Mungkin agak mendadak, tapi kami akan laporkan ramalan cuaca besok.
Tokyo akan diliputi kegelapan mulai jam tiga sore.
Bakal ada kembang api raksasa yang mewarnai kawasan Shinjuku.
Mohon berhati-hati ketika akan keluar rumah.
Nah, kalau begitu, selamat menikmati hari yang indah ini!
Duh, yang beginian sudah muncul, ya?
Padahal masih belum waktunya libur musim panas.
He!
Sekarang masih jam kerja. Jangan banyak main!
Ah, maaf!
Pak Shibasaki, kau ini sudah bukan detektif lagi, jangan sok detektif.
Ah, baik, baik. Aku mengerti.
He, Kokonoe!
Apa kau dengar, Arata?
Halo?
Boleh tahu nomor ponselmu?
Aku juga mau!
Aku juga!
Ponselmu ada inframerahnya?
Tidak. Aku tak punya ponsel atau sejenisnya.
Dia ini...
Apa kabar?
Twelve, banyak gosip yang beredar tentangmu.
Sudah kubilang jangan menarik perhatian.
Kau sendiri bagaimana? Banyak juga gosip tentangmu, lo.
Itu tak benar.
Yang benar? Tadi Shiori Nonami dan Haruka Asami membicarakanmu, lo.
Ah, dan Youichi Shinozaki dan Shingo Sonoda bilang...
Kau tak perlu mengingat nama-nama anak kelas lain.
Terlalu tak alami.
Baik, baik.
Lisa Mishima.
Dia membawa bekalnya.
Mau makan di toilet, ya?
Jangan terlalu melibatkan diri.
Baik, baik!
Ada lagi?
Nine.
No comments yet. Be the first to leave one.