نخستین 200 خط.
Hari penuh berkat, Bibi Lydia.
Sebelumnya di The Testaments…
Tahukah kau kenapa patung ini didirikan?
Agar kau selalu bisa mengawasi kami.
Ya. Kita menginspirasi dunia dengan perbuatan baik kita, Agnes.
- Kau sudah merasakan bayimu menendang? - Aku sudah tidak sabar.
- Usia kehamilanmu sudah lebih tua. - Hulda!
Hasil kerjamu dalam gadis-gadis ini sungguh luar biasa.
Mereka memang hebat!
Di luar sana, ada calon suami kalian.
Malam ini, kalian akan jumpa dengannya.
Permisi, Nn. Mackenzie. Aku dipanggil.
Gantikan aku dengan wanita muda ini, ya?
Garth akan menjadi Komandan.
Jika menjadi Komandan, dia bisa menjadi milikku.
Jangan biarkan mereka membuat gadis-gadisku mabuk.
Aku akan bicara dengan mereka.
Bagaimana jika kita ambil minuman?
- Shu, kurasa aku akan muntah. - Dia mabuk.
Amat disayangkan, gadis yang berpotensi malah mengacaukan semuanya.
Sebagaimana Dia memberkati Rut dan Lea, Dia juga memberkatiku.
Dengan tangan-Nya, semoga Dia membuatku berbuah.
- Terpujilah Tuhan. - Selamat.
Aku yakin harapanmu terpenuhi?
Tidak. Aku melihat lebih dari satu gadis dipenuhi dengan minuman. Kau gagal.
- Mana bisa aku… - Masih banyak yang harus kau buktikan.
Bibi Vidala? Kurasa mungkin sudah saatnya kita membahas visi masa depan kita.
Segala puji bagi-Nya.
- Ya. Dengan senang hati. - Permisi, Komandan.
Baik, Anak-Anak. Bergegaslah.
Di masa kini, aku adalah objek keingintahuan.
Tidak bagi dunia di luar Gilead.
Tapi bagi para gadis ini.
Hari penuh berkat, Anak-Anak. Lekas.
Berhentilah mondar-mandir, ya? Kau membuatku gugup.
- Tenanglah. - Bagaimana?
Kenapa? Apa yang terjadi?
Para Bibi menentukan kandidat hari ini.
Masing-masing 2-3 pelamar, biasanya. Lalu kunjungan rumah, lalu pernikahan.
Lalu penjara selama sisa hidup kita.
Jangan mengatakan itu.
- Kenapa tidak? - Ava, postur. Ingat postur.
Terserah. Itu sudah di tangan Tuhan.
Atau tangan para Bibi.
Apa ada bedanya?
Meski aku misterius bagi mereka, gadis-gadis ini tidak misterius bagiku.
Mari kita mulai, ya?
Jehosheba menginginkan kekuasaan.
Hulda, keamanan.
Tapi Agnes… Aku tak yakin apa yang dia inginkan.
Belum.
Nasib mereka berada di tanganku yang fana.
Seorang wanita lajang memilihkan suami untuk setiap gadis yang melewati aula ini.
Ironinya tentu kusadari.
Sekolah dibatalkan lagi, ya?
Ini kali keempat bulan ini.
Aku tak keberatan. Kelasku berantakan.
Butuh sehari untuk membersihkan.
Giliran siapa yang mengisi kopi?
- Vivian. - Vivian di mana?
Kau terlambat. Bawa kopi?
Sesuatu terjadi.
Ada beberapa pria di luar.
- Mereka bersenjata. - Itu aneh.
Keith, mereka ingin bicara denganmu.
Denganku?
Baiklah.
Apa yang terjadi?
- Tidak! - Astaga.
Tetap perlihatkan tangan kalian!
Maju!
Jalan terus!
Jalan terus! Ayo!
Tolong lepaskan barang apa pun.
Perhiasan, ponsel, apa pun yang kalian bawa. Tas tangan.
Semuanya ke dalam wadah.
Jangan khawatir, Bu. Segera dikembalikan.
Lekas.
Enyahlah. Baiklah.
Jangan menyentuhku.
- Ke mana kalian… - Terus maju!
- Terus maju! - Hei!
Hei! Kalian berdua!
"Susan Snyder".
Kau yang hamil?
Jangan menyentuhku!
Tak bersuami, bukan?
Aku punya pasangan.
Bawa dia ke toko kotak.
- Permisi, ke mana… - Tak ada yang bisa kau lakukan.
- Ikut aku. - Lepaskan aku.
- Kalian membawanya ke mana? - Apa yang terjadi?
Apa yang dia lakukan? Cuma karena wanita itu hamil?
- Sama sekali tak masuk akal. - Hanya…
Dengan cepat menjadi jelas bahwa telah terjadi kudeta.
Perubahan kepemimpinan secara paksa.
- Yang pertama dari banyak. - Apa yang terjadi?
Hal yang akan terjadi selanjutnya,
- tak ada yang tahu. - Apa ini?
- Astaga. - Mereka berbuat apa pada mereka?
- Apa yang terjadi? - Apa…
Kalian mau berbuat apa pada mereka?
Lepaskan dia!
Berlutut!
Pendosa selalu terlihat bagi mata Ilahi.
Lepaskan mereka!
Dosa para wanita ini telah menemukan mereka.
- Celaka. - Tutup matamu.
Dengan tangan-Nya.
- Tidak! - Duduk!
Merunduk!
Diam! Kembali ke tempat duduk!
Astaga!
Tidak, merunduk. Merunduk.
Merunduk saja! Merunduk.
Cukup! Hei!
Komandan Maddox telah menyatakan minat terhadap Becka.
Itu menjanjikan.
Komandan Maddox adalah pria yang memberi miras kepada Becka di Pesta Dansa.
Lalu, kau berniat menghadiahi perilaku buruknya?
Itu membuat Becka tak punya pilihan lain. Sayangnya…
Vidala, mungkin kau harus mengurus Hulda.
Dia masih harus disertifikasi.
Bawa dia masuk.
- Aku siap. - Silakan masuk.
- Diberkatilah buah tubuhmu, Bibi Vidala. - Ya.
Turunkan pakaian dalammu dan duduklah.
Terpujilah Tuhan.
Aku turut bahagia untukmu.
Diam dan berdirilah.
- Lekas. - Jangan bawa dia.
Jangan menyentuhku. Lepaskan aku.
- Lekas! - Kumohon!
Mereka dibawa ke mana?
- Tidak… Tidak! - Ikut aku.
Mana aku tahu?
Ibuku masih tak mau bicara denganku,
sejak kejadian di Pesta Dansa.
Itu bukan kesalahanmu.
Siapa peduli?
Bagaimana jika dia berakhir dengan Komandan dari Koloni?
Maka aku berakhir dengan Komandan dari Koloni.
Becka, tahukah kau beberapa temanmu
membahayakan diri untuk menyelamatkan reputasimu?
Dari para gadis jahat.
Prem kering pencemburu.
Dia memanggilmu apa?
Prem kering.
Kau tahu, seperti Prem yang tak pernah menjadi Hijau.
Anak-Anak, kabar baik.
Hulda tersayang telah disentuh oleh tangan ilahi-Nya.
Dia resmi menjadi Hijau dan memenuhi syarat musim ini.
Kalian boleh merayakan.
Cukup.
Hulda, Tuhan telah memberimu kesempatan
untuk memasuki kewanitaanmu dengan pelajaran penting.
Menurutmu apa hukuman
yang pantas bagi gadis yang menggunakan kekerasan terhadap gadis lain?
Gadis seperti itu, tangannya harus diikat dan dicambuk.
Baiklah.
Hulda,
tahan lengan Shunammite di meja.
Hulda!
Mengajari para gadis ini ibarat resep untuk steik alot.
Pukuli dengan palu, lalu beri marinade dan lunakkan.
Aku pernah melihatnya berhasil
- pada diriku dan para wanita lain. - Diam, tetap berbaris!
Lepaskan aku, Berengsek.
Tidak!
- Tidak! - Operkan.
- Bangun! Lekas! - Tidak!
Semua orang ambil satu.
Ambil ini dan operkan.
Seiris.
- Akan kuambilkan. - Bunuh saja kami!
Beberapa orang cepat menghabiskannya,
tapi kubuat porsiku bertahan selama mungkin.
Mengunyah dan menelan mengalihkan pikiran dari kebingungan mental.
Juga melewatkan waktu.
Kukatakan bangun! Bangun!
Tak akan. Aku membantumu…
Ayo!
Tidak!
Tidak apa-apa.
Maafkan aku.
Tentang apa?
Kopinya. Aku lupa hari ini giliranku.
Aku rela berbuat apa pun demi secangkir kopi sekarang.
Dengan susu.
Susu hangat.
Kau adalah guru yang baik, Lydia.
Terima kasih.
Kau juga.
Ini, operkan.
Masing-masing sebotol.
Ini. Operkan.
Beberapa teguk saja. Entah kapan akan ada lagi.
Seiris, sebotol.
Kau mau roti? Ini.
Operkan kemari.
No comments yet. Be the first to leave one.