هماهنگ با نسخه‌های زیر

The Detective is Already Dead episode 01
ناشر MarBot
retail from iQIYI.

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2021-07-06
تعداد دانلود: 20
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Apa ada seorang detektif di antara para penumpang?

Aku cuma salah dengar, 'kan?

Itu bukan kalimat yang pas diucapkan di ketinggian 10.000 meter di atas udara.

Jadi, aku yakin aku salah dengar.

Tidak, aku berharap begitu.

Entah kenapa aku selalu didatangi masalah sejak dulu.

Apa aku ini magnet masalah?

Lewat jalan raya saja langsung diajak ikut flash mob.

Lewat jalan tikus pun bisa menyaksikan transaksi terlarang.

Saking seringnya datang ke TKP pembunuhan,

aku sampai dicurigai detektif yang kenal wajahku.

Bahkan hari ini ....

Aku tidak tahu apa isinya.

Aku disuruh membawa tas besar dan diterbangkan ke luar negeri.

Aku tak mengerti maksudnya. Ini absurd.

Lagi pula, orang yang biasa masuk situasi begini harusnya dokter dan perawat.

Kok malah detektif?

Apa ada seorang detektif di antara para penumpang?

Aku tidak salah dengar, ya?

Tidak. Tapi itu bukan masalah.

Karena aku bukan detektif.

Saya.

Saya adalah detektif.

Hei, siapa namamu?

Aku ini tiba-tiba ngomong apa?

Kebetulan sekali.

Kamu jadilah asistenku.

Ha?

Aku detektif dan dia asistenku.

Eh?

Harap ikut saya.

O-Oi. Apa maksudnya ini?

Siesta.

Siesta?

Itu namaku.

Namamu unik, ya.

Itu nama sandi.

Nama sandi?

Umumnya punya, 'kan?

Umumnya tidak punya, lah.

Siapa namamu?

Kimizuka Kimihiko.

Oh.

Aku panggil "Kimi", ya.

Apa itu panggilan?

Atau cuma kata ganti sapaan?

Menurutmu yang mana?

Saya membawa detektif dan asistennya.

Oh, ternyata benar ada detektif.

Kalian lebih muda dari yang kukira.

Siapa detektifnya?

Situasi dengan kemungkinan terburuk.

Abaikan saja itu. Biar kutanya dulu namamu.

Eh?

Koumori.

Cuma nama sandi, sih.

Tuh, 'kan?

Semua orang punya nama sandi, 'kan?

Ih, mana kutahu.

Persetan soal itu dan sekarang bukan saatnya bahas itu.

Aku Siesta.

Dia asistenku, Watson.

Kami lahir dan dibesarkan di Jalan Baker.

Jadi, apa tujuanmu, Koumori?

Kenapa memanggilku yang seorang detektif kemari?

Wanita yang menarik.

Oke, kalau begitu coba pecahkan alasanku membajak pesawat ini.

Jika menjawab dengan benar, aku tidak jadi memenggal kepala pilot ini.

Ha?

Kamu memanggil kami hanya untuk memecahkan itu?

Ya, benar sekali. Ini permainan.

Permainan maut yang mempertaruhkan nyawa 600 penumpang.

Bikin deg-degan, 'kan?

Syarat kalian menyelesaikannya

adalah menebak dengan benar alasanku membajak pesawat ini.

Itu saja.

Jika kami berhasil, semua nyawa penumpang selamat.

Jika kami gagal, semuanya mati?

Ya.

Aturan yang sederhana, 'kan?

Benar.

Tapi saat kami gagal,

kamu akan bernasib serupa dengan kami.

Kamu tidak sayang nyawamu sendiri?

Jika tidak begini, aku tidak merasakan nikmatnya hidup.

'Gitu, deh.

Oh.

Kamu kurang kerjaan sekali, ya.

Iya, lah.

Saking nganggurnya, aku bajak pesawat ini.

Oke. Itu jawabanku.

Saking nganggurnya, kamu jadi membajak pesawat ini.

Jawaban terakhir.

Tu-Tunggu dulu.

Kamu serius menjawabnya?

Jawabanmu memikul nyawa ratusan orang penumpang, lo.

Habisnya, pria itu bilang sendiri, 'kan?

Saking nganggurnya, dia jadi membajak pesawat.

Dia memang bilang begitu, tapi itu cuma keisengan dia.

Oh, berarti pria ini bohong?

Ha?

Dia ketakutan dengan detektif, mulutnya pun keceplosan.

Dia pura-pura itu cuma bohong dan menghakimi aku kalah

untuk mengakhiri permainan ini?

Berarti, kamu takut?

Benar begitu?

Hebat! Mantap, nih!

Wah, kerja bagus. Kerjamu bagus sekali.

Siapa sangka aku dipojokkan begini.

Walau hasilnya tak sesuai harapanku, tapi biarlah.

Tujuanku sudah tercapai.

Aku mundur saja.

Tidak usah cemas.

Dia cuma pingsan, bukan mati.

Yah, aku bakal ditangkap di bandara, tapi aku tidak membunuh siapa pun.

Setelah tinggal di vila sebentar, aku pasti boleh cepat pulang.

Ah, kamu benar-benar pembohong, ya.

Apa maksudmu?

Tidak, bukan apa-apa.

Dengar ya, Detektif.

Memang benar aku punya alasan lain membajak pesawat ini.

Tapi, aku sudah pura-pura kalah pada keberanianmu itu.

Astaga, aku terpaksa bilang beginian.

Benar.

Oke, ayo tiru sikap dewasa Koumori

dan kembali ke tempat semula.

Tidak. Bukan kebohongan itu yang kumaksud.

Kamu bilang tidak sayang nyawa saat membajak pesawat.

Itu bohong, 'kan?

Sebenarnya, kamu takut mati, 'kan?

Apa katamu?

Kamu mundur terlalu cepat.

Terlalu cepat mengakui kekalahanmu terhadapku.

Zaman sekarang, pria yang membajak seorang diri

tidak mungkin mundur semudah itu menghadapi wanita dan anak-anak.

Kemungkinan, kamu membajak atas perintah seseorang.

Lalu, kamu juga diperintah untuk mati dalam pesawat jatuh ini.

Tapi, kamu sebenarnya takut mati dan tidak ingin mati.

Untuk mencari alasan bisa selamat, kamu memanfaatkan kami, 'kan?

Tapi kenapa harus main permainan tebak-tebakan segala?

Jika mau berhenti membajak,

dia hanya perlu menyerahkan diri tanpa perlu berbuat apa-apa, 'kan?

Harga dirinya tidak terima itu.

Eh?

Dia ingin kalah dalam pertarungan, bukan melarikan diri.

Walau cuma asal-asalan.

Apa benar begitu?

Hei!

Kamu mau ke mana?

Aku mau kembali karena urusanku sudah selesai.

Tapi jangan tinggal aku begitu saja!

Kupikir kamu bakal mengikutiku dengan sendirinya.

Hei.

Jawab pertanyaan terakhirku.

Kenapa kamu bisa tahu semuanya?

Atas petunjuk apa bisa sampai kesimpulan itu?

Hanya karena aku mundur terlalu cepat?

Hanya karena itu?

Itu juga termasuk.

Eh?

Sejak awal, aku tahu tentangmu.

Ha?!

Kamu yang akan naik pesawat ini hari ini,

merencanakan pembajakan,

dan rekanmu yang memerintahkan itu.

Aku tahu semuanya.

Detektif papan atas itu ...

... bisa menyelesaikan kasus sebelum kasus itu terjadi.

Ternyata begitu.

Untung saja aku menanyakan untuk terakhir kalinya.

Asisten, tiarap!

Eh?

Oi! Apa yang—

Maaf, ya.

Aku ubah rencana saja.

Biar kuberi tahu satu hal.

Agen papan atas itu ...

... bisa menghabisi anak muda genius sebelum sempat dewasa.

O-Oi ....

Harusnya aku tidak mengangkat asisten.

Kamu tidak berguna sama sekali sampai sekarang.

Itu absurd.

Kamu sendiri yang memaksaku jadi asisten.

Yah, aku memang setuju kalau aku tidak berguna.

Apa-apaan itu?

Manusia buatan.

Ha?

Pria itu adalah anggota organisasi rahasia SPES.

SPES?

SPES adalah organisasi yang menciptakan manusia buatan di luar nalar.

Mereka meneror dunia dari kegelapan.

Baru telinga pria itu yang berubah.

Itu cuma curian purwarupa yang dipasang paksa ke tubuhnya.

Dengan kata lain, setengah manusia buatan.

Kenapa kamu tahu sejauh itu?

Lalu sebagai hukuman mengkhianati organisasi,

dia menerima hukuman ini.

Jawab pertanyaanku, kenapa kamu tahu sejauh itu?

Jangan-jangan, kamu juga ....

Oh.

The Detective Is Already Dead subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Detective Is Already Dead

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left