نخستین 200 خط.
ZainudinAri
Cukup sampai di sini.
Dia melompat.
Dengan tubuh babak belur begitu, memangnya dia bisa berenang?
Pertandingan di Kastel Tenis Inggris!
ZainuddinAri mempersembahkan
Jadi ini Lapangan Utama Wimbledon.
Tanah suci bagi para pemain tenis yang melegenda.
Rasanya kita belum apa-apa, ya.
Aku harap kita bisa main di sini.
Ini hanya digunakan untuk pertandingan final.
Kalau ingin main di sini, kita harus melewati beberapa rintangan dulu.
Turnamen yang diselenggarakan besok pagi,
memang bukan pertandingan resmi,
tapi ini bisa memberi kesempatan pemain muda untuk bersinar.
Dalam turnamen kali ini, kalian dipilih sebagai perwakilan Jepang.
Aku jadi tak sabar! Tak sabar lagi!
Jangan membuat malu Jepang.
Apa kaubilang?
Sepertinya kalian semangat sekali.
Hyotei?
Jadi kalian ke sini juga.
Kau pindah dari sini saat SD, 'kan?
Apa Wimbledon mengingatkan masa lalumu?
Sayangnya, yang kubayangkan sekarang,
kalau aku menang, aku bisa jadi raja di dunia ini.
Koshimae!
Aku kangen sekali, Koshimae!
Bisa main di Wimbledon rasanya seperti mimpi, 'kan?
Aku senang sekali!
Hei, hei, kalian heboh sekali.
Oh, Shitenhoji.
Jangan santai!
Kalian di sini sebagai wakil Jepang.
Jadi keluarkan semangat kalian!
Rikkai.
Lebih baik, kalian jangan merusak citra Jepang.
Apa kaubilang?
Kalau permainan kalian memalukan,
maka kami dari Rikkai yang akan menggantikannya.
Tentu saja, tapi bukan berarti kita berada di pihak yang sama.
Akan kami hancur leburkan kalian di turnamen.
Itulah yang kami harapkan.
Rasanya hawa di sini semakin tegang saja.
Bukan kau saja, Kin.
Ya, seperti kata Yushi:
"Kita ini bukan teman setim, tapi musuh di pertandingan yang lain."
Aku jadi bersemangat.
Ya, 'kan, Koshimae?
Aku pasti mengalahkan kalian semua.
Kalahkan mereka!
Moon Volley.
Hop, hop, kena!
Astaga, jadi ini hal pertama yang mau mereka lakukan?
Apa boleh buat, mereka bertemu terakhir kali saat final Turnamen Nasional.
Jadi wajar kalau mereka senang sekali, 'kan?
Tetap saja...
Pelatih, kalau boleh, aku juga mau main.
Hoi, kau juga, Yukimura?
Sayang sekali.
Hanya saja, Naniwa no Speed Star lebih cepat!
Naniwa no Speed Star: Kecepatan Bintang Naniwa
Peluang kau menggunakan Saiki Kanpatsu no Kiwami adalah 100%.
Saiki Kanpatsu no Kiwami: Puncak Kebijaksanaan Agung
Kalau begitu, ini akan berakhir dalam lima pukulan!
Nio? Kau bukan Koshimae?
Menyenangkan!
Terpesonalah oleh kemampuanku.
Di Inggris pun kau tetap meremehkan orang, ya?
Yang kalah di putaran ini harus mentraktir jus!
Baiklah!
Asyik! Dapat jus—
Eh?
Kak Momo!
Ada apa?
Siapa kalian?
Aku tak tahu apa yang terjadi,
tapi ini menarik!
Apa-apaan bola itu?
Mengagumkan.
Ternyata ada pemain yang lumayan bagus di Jepang.
Tezuka!
Maaf, tapi biar kubantu.
Aku tak butuh bantuanmu.
Ya, meski hanya bantuan kecil,
tapi mereka semakin banyak sekarang.
Ayolah.
Jangan lengah!
Ayo, bereskan mereka!
Suara gesekannya berbeda?
Chotaro, hati-hati. Itu—
Chotaro!
Sial.
Shishido!
Dasar... payah...
Membosankan.
Tetaplah berbaring dan renungkan betapa menyedihkannya dirimu.
Tunggu...
...dulu.
Memalukan.
Kalau wakil kapten melihat ini...
Apa yang harus kukatakan?
Sudah kuduga, ini sedikit merepotkan.
Bola itu...
Tezuka!
Shiraishi!
Kalian tak apa-apa?
Ya.
Kelihatannya umur mereka sama seperti kita,
tapi dari sekolah mana?
Sepertinya Shishido dari Hyotei dan Kirihara dari Rikkai juga diserang.
Itu bukan bola tenis.
Ukurannya berbeda.
Ini bola tenis yang sebenarnya.
Eh?
Tenis yang sebenarnya?
Di mana Echizen dan Momoshiro?
Masih belum! Ini masih belum!
Jadi hanya segini saja.
Jadi kau bos mereka?
Berat!
Echizen!
Awas!
Kak Momo!
Matilah!
Berani sekali,
kau muncul di hadapanku setelah berkhianat, Xiu!
Keith.
Seperti biasa, kau selalu bermain kotor.
Apa kau mau merengek minta ampun sekarang?
Menyingkirlah, Peter.
Apa kaubilang?
Jadi itu yang kausebut rasa keadilan?
Kau pasti akan menyesal.
Bagaimana caranya?
Akan kuhancurkan kau sampai tak bisa memegang raket lagi.
Berarti sama.
Aku juga mau bilang begitu.
Akan kuhancurkan tubuhmu sampai babak belur, jadi kau tak bisa main tenis lagi.
Sepertinya ini tidak akan selesai sampai salah satu dari kita hancur.
Sayangnya begitu.
Kaulah...
...yang akan hancur!
Koshimae!
Sepertinya kau lolos dari maut, Cebol.
Kak Momo!
Echizen!
Momo!
Untungnya, mereka hanya luka ringan.
Besok, mereka sudah baikan.
Tapi, bukankah jadi sulit ikut turnamen kalau begini?
Setidaknya, mereka tak akan diturunkan.
Tak hanya Jepang.
Sepertinya pemain dari negara lain juga diserang.
Lantas, mereka itu siapa?
Yang kita tahu, mereka seumuran dengan kita.
Selain itu, mereka juga memakai cincin perak.
Intinya, ini adalah masalah yang serius.
Kapten, wakil kapten, serta para guru sedang melaporkan hal ini pada panitia penyelenggara.
Sepertinya, pihak kepolisian akan turun tangan.
Momo terluka bukan karenamu, Echizen.
Mana mungkin kita menyerahkan masalah ini ke polisi.
Aku bakal mencari dan menghajar mereka!
Mengharukan sekali.
Balas dendam demi teman, ya?
Berani itu memang bagus,
tapi mereka bukan orang yang bisa kalian tangani.
Jauhi mereka.
Muncul dari mana kau?
Kusarankan kalian berlatih saja dan main yang jujur di turnamen.
Yang semalam.
Cincin di tangan kiri itu...
Hei, kau!
Jadi kau yang menyerang Momoshiro?
Bukan begitu, Kak.
Dia orang yang menyelamatkan kami semalam.
Menyelamatkan?
Itu hanya kebetulan.
Sekali lagi, kuperingatkan kalian.
Jangan berurusan dengan mereka.
Tak bisa.
Mereka yang memulai duluan!
Kau tetap tak mengerti, meski sudah kuperingatkan.
Hentikan, Kaido.
Keras kepala sekali.
Boleh kupinjam itu?
Raket?
Paling tidak,
mengertilah kalau kau tak bisa mengalahkanku,
dan balas dendam hanyalah mimpi di dalam mimpi.
Akan kuhentikan...
...ocehanmu itu!
Bagus! Itu Rising Shot yang menyaingi Shishido!
Selesai sudah.
Kenapa dia menghentikan raketnya?
Harusnya dia bisa memukulnya.
Ini dia, Boomerang Snake!
Lagi-lagi...
Kenapa ini?
Rasanya ada yang meredam raket sebelum menyentuh bola!
No comments yet. Be the first to leave one.