نخستین 200 خط.
Diterjemahkan oleh: Zain Selamat menonton
Pink Slip! Pink Slip!
Pink Slip! Pink Slip!
Pink Slip! Pink Slip!
Pesan dari Ibu:
"Hai, Sayang. Ibu lihat kamu belum nimbrung di grup keluarga."
Pesan dari Ibu: "Mungkin kita bisa FaceTime?"
Pesan dari Ibu: "Ibu baru mau rekam episode baru."
Hai. Selamat datang kembali.
Aku Dr. Tess Coleman,
dan ini Rebelling with Respect.
Hari ini di podcast, kita membahas dinamika sebuah hubungan
yang sangat dekat di hatiku.
"Pola Asuh Bersama Nenek."
Saat putriku, Anna, memilih jadi ibu tunggal,
itu mengubah keluarga kami selamanya.
Ryan! Cloffice. Sedang rekaman.
Maaf!
Sebagai seorang nenek, aku bisa turun tangan membantunya.
Harper!
Harper, 30 menit lagi kita berangkat ke sekolah.
Harp?
Sekarang sisa 20 menit.
Sepuluh menit lagi. Ya, konfirmasi sesi rekamannya.
Tapi aku tahu dia bisa menjual habis lebih dari di The Greek.
Dan ya, aku tahu jumlah kursinya.
Harper! Aku sungguh ingin menghargai privasimu,
tapi aku penasaran kenapa kamu belum keluar juga.
Waktumu lima menit lagi!
Menjadi seseorang yang bisa diandalkan oleh orang yang kita sayangi
adalah hubungan yang paling penting.
Ryan, aku makin jago dalam hal ini!
Tidak.
Tidak, tidak, tidak!
Oh, tidak terekam!
Sial...
Hai, Bu. Waktunya kurang pas. Aku sedang...
Ibu tahu, tapi podcast Ibu cepat selesai, jadi Ibu tawarkan untuk mengantar.
Tidak. Tidak apa-apa. Semua sudah terkendali.
Harper, harusnya kau bangun sepuluh menit lalu! Siap-siap Ibu serbu!
Harper!
Satu ombak lagi.
Bung, ombaknya gila banget.
Aku suka hidup kita!
Hei, kita bolos jam pertama?
Oh, sial. Kita harus pergi.
-Harper! -Apa?
Aku benar-benar sudah siap.
Hampir saja. Hampir saja.
Ibu buatkan makan siang kesukaanmu.
Bagaimana pickleball kemarin? Apa kau kalahkan mereka?
Kami bilang 'dihancurkan'.
Bu, aku sudah bilang aku bisa antarnya.
Ibu tahu, Sayang.
Tapi Ibu lihat di stories-mu kau kerja lembur di studio,
jadi Ibu putuskan untuk mengantarnya.
Bu, lebih baik Ibu unfollow aku saja.
Aku memang sering kerja lembur. Aku tetap bisa mengantarnya.
Anna, coba kita jeda dan tata ulang.
Saat kau memutuskan jadi ibu tunggal,
Ibu bilang akan mendukungmu seratus persen.
Nah, inilah bentuk dukungan seratus persen dari Ibu.
Oke, tahu tidak? Aku ikut juga.
Kita bisa mengantar berdua pagi ini.
-Bu. -Tidak, sudah. Kau saja yang pergi.
-Biar mereka... -Oh, oke, kau tidak jadi pergi.
-Bu. -Kau yang pergi.
Kau tidak... Tidak ada yang pergi.
Aku yang akan pergi!
-Jadi, ada apa, Nak? -Tidak ada.
-Oke, ceritakan saja. -Baiklah.
Rekan lab baruku benar-benar payah.
Dia anak baru, di sini selama setahun.
Maksudku, dia merasa jauh lebih baik dari semua orang karena dia orang Inggris,
yang harus selalu dia ingatkan setiap lima detik.
Seolah tidak ada orang lain yang pernah dari Inggris saja.
Jadi ayahku membuka restoran ketiganya di Paris,
dan begitulah aku bertemu pacarku dari Prancis, Philippe Henri.
Philippe Henri.
Dia orang Prancis dan seorang model.
Kau serius pernah ke Paris Fashion Week?
Anna Wintour menatapku dengan sinis.
-Serius? -Paris itu seperti apa?
Oh, indah sekali. Aku sering ke sana.
Abaikan saja gadis Inggris itu.
Setelah tahun ini berakhir, kau tak perlu melihatnya lagi.
Nasihat yang bagus dari seorang terapis.
Yah, aku bukan terapisnya. Aku ini Neneknya.
Baiklah, cukup sampai di sini. Tolong pergi seolah Nenek tak kenal aku.
Ambil keputusan yang baik!
Nenek payah sekali.
Payah!
Apa kau siap untuk laboratorium hari ini?
Tutup mulutmu.
Ronde bonus yang seru hari ini. Jangan pernah percaya atom. Kenapa?
Karena mereka menyusun segalanya. Aku di sini seharian, teman-teman.
Seharusnya kau pakai kacamata pelindung sebelum kita mulai.
Kacamatanya mirip punya Minion.
Benar. Kita kan bukan Minion.
Jadi, tidak, terima kasih. Tapi itu cocok untukmu.
Sepertinya Perang Revolusi jadi sia-sia saja.
Hari ini, ingat, ini adalah bahan kimia berbahaya.
Mungkin kita sebaiknya pakai bahan kimia yang tidak berbahaya?
Bagaimana kalau kau kerjakan bagianmu daripada hanya menggambar?
Ini namanya merancang.
Pengukurannya harus tepat.
Eksperimen ini sederhana sekali. Di Inggris, kami lakukan ini saat SD.
Satu-satunya alasan orang mengira kau pintar adalah karena aksenmu yang menyebalkan.
Setidaknya orang menganggapku cerdas.
Apa maksudmu bicara begitu?
Kau kan pintar. Cari tahu sendiri.
-Oh, tidak. -Oh, tidak.
-Oh, tidak. -Oh, tidak.
Oh, tidak.
-Itu tidak tepat! -Tidak tepat sama sekali!
Kepala Sekolah Waldman!
Aku tidak tahu, Bu. Aku tidak tahu kenapa kepala sekolah menelepon, tapi aku di sini.
Jadi Ibu tidak perlu datang. Begini saja.
Aku tidak menemukan yang ingin kusampaikan. Nanti kutelepon...
-Maaf. -Ini sepenuhnya salahku.
Tidak, tidak, tidak. Aku yang tidak lihat jalan.
Kau tidak apa-apa?
-Ponsel... ponselmu. -Ya, aku...
Ya, aku tidak tahu cara mematikan benda ini.
Ya, aku juga tidak yakin. Kurasa, mungkin...
-Sepertinya berhasil. -Sudah mati?
-Ya. Hanya saja... -Terima kasih.
-Tidak masalah. -Terima kasih.
Putriku baru bersekolah di sini, dan aku akui aku agak tersesat.
Apa kau kebetulan tahu di mana laboratorium kimia?
Ini serius. Seseorang bisa saja terluka.
Aku yakin itu hanya kecelakaan.
Menurutku ini hanya salah paham.
Harper kelihatannya begitu...
baik.
Yah, Lily kelihatannya sangat tulus dan baik hati.
Wow. Aku belum pernah kedatangan dua orang tua yang semenarik ini.
Maksudku 'penuh perhatian'.
Lily dan aku pasti akan merenungkan cara untuk menjadi lebih baik.
Ini akan menjadi satu-satunya pikiran Harper dan Aku.
Kami sangat, sangat berkomitmen.
Terutama sebagai keluarga orang tua tunggal.
Oh, kami juga.
-Kami lajang. Orang tua. -Bagus.
Maksudku...
-Aku orang tua tunggal, ya. -Orang tua tunggal. Bagus.
-Ya. Kau tahu maksudku. -Ya. Sama. Aku juga.
Lajang.
Orang tua tunggal. Betul sekali.
Bagus.
Aku juga lajang.
Ya Tuhan... Haruskah kita bertemu?
Mungkin putri-putri kita harus saling mengenal?
Mungkin, hari Rabu, setelah jam 6. Sambil minum wine?
Membicarakan anak-anak hebat ini?
Harper pasti akan sangat suka.
Sambil makan malam?
Makan malam kedengarannya sempurna.
Biar aku yang urus.
Petit Trois? Ya, bisa aku pesan meja untuk dua orang?
Privat. Di bagian belakang.
Apa kalian punya alergi?
-Tidak. -Tidak.
Tidak. Tidak ada alergi.
Oke, kau datang lebih awal. Ayo cerita.
Waktunya tidak cukup.
Pesta lajang, latihan dansa, pengepasan akhir, makan siang gladi.
Dan, oh, pernikahanku.
Banyak sekali yang kau urus. Hari besar. Tarik napas dalam.
-Banyak sekali yang harus dilakukan sebelum hari Minggu. -Anna, beri tahu kami cara membantu.
Mungkin ada yang bisa membantuku menghafal janji pernikahanku.
Bagaimana kalau begini? Aku bantu.
"Aku, Anna, menerimamu, Eric,
seorang pria yang baru kukencani selama enam bulan,
tapi mungkin akan mengubah seluruh hidupku dan pindah ke London,
tempat kita tak punya keluarga dan harga alpukat $11."
Mungkin kau harus tambahkan soal kesabaranku pada pemberontakan remaja.
Tepat sekali soal alpukat itu.
Oh. Itu bukan tentangmu.
Itu sebenarnya tentang tunangan ibuku yang lain, yang juga dari Inggris.
Hari ini dia jadi pelawak.
-Hanya hari ini saja. -Oh, begitu. Ya.
-Benar kan, Harper? -Aku sudah latihan dansa pertama kita.
Tunggu sampai kau lihat apa yang sedang kumasak.
Aku mengerti maksud candaanmu.
Aku merindukanmu sejak kemarin.
Iih.
Trevor Travis baru saja merilis single baru.
Kurasa kita semua bisa menebak lagu itu tentang siapa.
Halo?
Aku minta koki pastriku membuat puding pavlova toffee untuk bazar kue.
Benar-benar kesukaan remaja. Pavlova.
Setuju. Remaja zaman sekarang, seleranya canggih.
Ya, koki pastri yang ini
bangun jam 4 pagi untuk memanggang kue cokelat chip kuno
dari awal, tanpa bantuan staf.
Empat jam untuk kue kering?
Kurasa kita perlu mencarikanmu staf.
Hanya perlu didinginkan.
Berdiri tegap. Postur yang bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.