هماهنگ با نسخه‌های زیر

대박부동산ㆍDaebakㅡRealㅡEstateㅡE04 WEB-DL-Phanteam👻
ناشر nungstagram
04. Manual translate | 01:01:23 | Cocok untuk video RAW WEB-DL dari dramaday.net | Maaf kalau masih ada typo, ngetiknya abis sahur sambil nahan ngantuk hehe | Silakan buat yang mau aja | Rate good kalau suka dengan subtitle ini | Selamat berpuasa :)

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
تاریخ انتشار: 2021-04-23
تعداد دانلود: 24
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Sell Your Haunted House Episode 4

Sekarang! Lepas kalungnya!

Tidak bisa! Aku tidak mau!

Kau pasti bisa. Kau harus melepasnya.

Aku tidak mau, Ibu.

Kau sudah sadar, Jia?

Bibi.

Ibu bagaimana?

Telpon Bibi kalau kau butuh bantuan. Kapan saja, ya?

Ibu meninggal karena aku, 'kan?

Tidak, itu tidak benar.

Ibu menyuruhku untuk menusuk hantu itu,

tapi aku terlalu takut untuk melakukannya.

Perkataanmu benar.

Aku sudah mengalaminya berkali-kali sejak masih kecil.

Selama ini ku kira aku hanya sedang tidur sambil mengigau.

Sekarang aku tahu, bahwa aku dirasuki.

Tahukah kau berapa kali aku terbangun dengan tangan berdarah?

Aku tidak mau...

itu terjadi lagi.

Kau tidak akan pernah terbangun...

dengan tangan berdarah lagi.

Aku jamin itu tidak akan terjadi.

Percayalah padaku dan lepas kalung itu.

Ji Won,

kalau operasinya berjalan lancar,

kita bisa pulang.

Aku akan menyelesaikan semuanya.

Ji Won,

bagaimana bisa aku meninggalkanmu...

sendirian?

Aku harus pulang.

Aku harus pulang ke rumahku.

Rumah?

Kenapa seseorang yang meninggal di rumah bisa jadi roh pengembara?

Apa yang barusan...

merasuki tubuhku?

Kenangan yang tidak bisa dilepaskan oleh roh, bahkan dalam kematian.

Silakan datang kembali

Kenapa kau melepasnya sembarangan begitu?

Aku sedang bersiap-siap secara emosional.

Itu namanya kekerasan!

Itulah kenapa kau harus melepasnya saat aku menyuruhmu.

Aku akan melepasnya...

bahkan kalau kau tidak memaksanya, aku pasti akan melepasnya.

Apa ini?

Hadeeuuhh malu-maluin. Masa udah gede masih nangis?

Apa yang perlu ditangisi?

Ajussi, gak gitu!

Ini... bukan aku menangis.

Aku tahu.

Itu efek sampingnya.

Efek samping?

Setelah ingatan roh gentayangan merasuki tubuhmu,

bahkan setelah pengusiran setan selesai,

ingatan dan kebiasaan itu tetap ada di dalam dirimu untuk sementara waktu.

Kau harus diam di rumah selama seminggu dan jangan keluar rumah.

Seharusnya kau memberitahuku tentang itu!

Itu ada di dalam kontrak.

Kontrak...

Berapa lama aku harus di rumah?

Seminggu? Itu tidak selamanya, 'kan?

Emosi berangsur-angsur akan hilang.

Tapi ingatan itu tetap ada.

Jadi ingatan yang menyakitkan ini akan bertahan selamanya?

Ingatan tentang orang asing ini?

Ini yang kau lakukan pada paranormalmu, untuk menghasilkan uang?

Waahhh solimi banget!!

Padahal bayarannya gak banyak.

Ingatan roh gentayangan...

seharusnya tidak diserap oleh paranormal.

Apa maksudnya?

Biasanya, pengusir setanlah yang menyerapnya.

Tapi anehnya, setiap kali aku melakukan pengusiran setan denganmu,

kau juga ikut menyerap ingatan mereka.

Aku sudah beritahumu ini pada hari pertama kita bertemu.

Ooh begitu. Jadi itu sebabnya kau meminta untuk bekerja sama?

Dasar kau wanita kejam dan solimi!!

Kaulah yang pertama kali mengajak kerja sama.

Apa kau tidak ingat itu?

Ku katakan sekali lagi, lebih baik kau diam di rumah.

Oh In Beom!

Apa lagi?

Makan makanan kesukaanmu, tonton acara kesukaanmu,

dan beli apapun yang kau suka.

Coba untuk alihkan pikiranmu darinya.

Kerja bagus hari ini.

Sudah berapa lama...

kau melakukan pekerjaan ini?

10 tahun.

Kenapa?

Pasti sangat sulit.

Aku baru melakukannya sekali, dan sudah tidak bisa menahannya.

Tapi kau melakukan ini sendirian selama 10 tahun.

Kau juga sudah berusaha yang terbaik hari ini.

Kerja bagus hari ini. aku pesan kesukaanmu.

Kerja bagus hari ini.

Aku pesan menu kesukaanmu.

Makan yang banyak istirahat, ya.

Astagfirulloh!!

Waahh untung aku gercep, jadi cikinnya gak tumpah!

Ibu mau aku membawanya satu per satu dengan aman?

Bolak-balik cuma bikin rempong.

Punteun atuh, Bu! Aku mau lewat.

Syudahlah!

Aku aja yang permisi. Hadeuh!

Aduh!!

Ini...

Waahh, ternyata bisa minggir.

Aigoo!

Markimam, mari kita mamam!

Waahh mantap euy!

- Jadi ini alasannya. - Apa?

Apanya?

Anak-anak di sekitar rumahku tidak pernah mau bermain denganku.

Ada yang melempariku dengan batu...

ada juga yang lari sambil menangis.

Raut wajah mereka saat itu...

sama sepertimu.

Gak papa.

Bahkan nenekku bilang...

kalau aku dirasuki hantu...

dan itu adalah takdirku.

Dia menyumpahiku.

Aku pikir itu konyol.

Tapi dia benar.

Maaf.

Kau tahu aku ini penakut.

Tolong mengerti, ya?

Aku tidak akan pernah takut padamu lagi. Janji.

Apa kau masih...

takut padaku?

Gak!

Apa yang akan kau lakukan?

Apa kau mau berhenti?

Tidak.

Aku masih tidak tahu kenapa paman punya kalung ini.

Aku harus mencari tahu.

Makan cikin dan bir sepulang kerja emang paling maknyos!

Pasti sulit.

Aku baru melakukannya sekali, tapi sudah tidak bisa menahannya.

Tapi kau melakukannya sendirian selama 10 tahun.

Ternyata dia gak jahat-jahat amat.

Iya, 'kan?

Kenapa sih? Asik ya?

Terus aja ngagetin anaknya.

Yaah, abis.

Dapet nih!

Aku dirasuki.

Apapun yang kau dengar, jangan turun.

Paham?

Tidak.

Jangan pergi.

Jangan pergi.

Tidak!

Sadarlah, Hong Jia!

Sadarlah!

Cepat!

Bangun, Hong Jia.

Ini tidak nyata.

Kau harus bangun!

Ibu...

Ibu... maafkan aku...

Maafkan aku, Ibu.

Maafkan aku, Ibu.

Maaf. Aku minta maaf..

Hong Sajang-nim!

Hong Sajang-nim!

Buka pintunya!

Hong Sajang-nim!

Aku tahu kau ada di dalam!

Hong Sajang-nim!

Hey, Hong Jia!

"Hey, Hong Jia"?

Kenapa pura-pura tidak ada di dalam?

- Ada apa? - Jangan perlakukan aku seperti orang asing.

Buka dong pintunya!

Kalau gak penting, kita ngobrol nanti malam aja.

Tunggu!

Ini penting.

Hatiku rasanya sakit karena ingatan pelukis itu.

Gak bisa tidur, gak nafsu makan.

Belum lagi aku jadi cengeng, nangis terus.

Aduh! Ini juga pengen nangis lagi.

Tahan seminggu.

Kan udah aku jelasin kemarin.

Katanya kamu mau tanggung jawab!!

Tanggung jawab atas perkataanmu!

Oh? Mukanya kenapa?

- Bukannya harus ke rumah sakit? - Bacot! Cepet masuk!

Pukul!

Apa?

Katanya mau solusi.

Meninju sandbag sampai ingatan roh itu hilang...

itu solusi dariku.

Apa ada solusi lain yang tanpa kekerasan?

Soalnya aku kan softboi.

Ya kalo gitu, selow aja mukulnya.

Masa pergi gitu aja?

Sorry, aku gak sabaran.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left