نخستین 200 خط.
Kita manusia adalah pendatang baru di dunia udara,
dan mungkin kita pikir, kita sudah cukup bagus,
tapi dunia alam, dengan bantuan jutaan tahun evolusi,
telah melahirkan penerbang yang kemampuannya jauh lebih hebat dari kita.
Kisah tentang bagaimana hewan berhasil menguasai udara benar-benar mencengangkan.
Pertama adalah serangga.
Mereka awalnya memiliki dua pasang sayap
yang kemudian, dimodifikasi dengan berbagai cara.
Tapi setelah mereka menguasai udara selama sekitar 100 juta tahun,
jenis hewan baru mulai mengudara:
Vertebrata, makhluk bertulang belakang.
Mereka menghadapi tantangan berbeda, karena tubuh mereka jauh lebih besar dan berat.
Tetapi akhirnya mereka menemukan cara untuk menyelesaikan masalah itu.
Kita akan berkeliling dunia untuk melacak detail
dari keterampilan luar biasa, penerbang bertulang belakang.
Diterjemahkan oleh: Captain_Cold
Ini adalah Kalimantan.
Dan di sini masih ada hutan hujan yang sangat asri,
hutan yang sangat kaya akan binatang dari segala jenis.
Saya sedang dinaikkan ke salah satu pohon tertinggi di sini,
untuk mencari hewan yang bisa memberi petunjuk,
tentang bagaimana hewan bertulang belakang terbang ke udara.
Tersembunyi di antara daun-daun ini,
di ketinggian, di kanopi,
ada katak kecil yang sangat luar biasa.
Ini adalah Katak Pohon Harlequin,
dan dia adalah pemanjat yang sangat hebat
Dia menghabiskan sebagian besar hidupnya di sini, memanjat di cabang-cabang.
Di sini, dia jauh dari predator
yang mungkin menyerangnya di bawah sana.
Tapi jika ternyata, pemangsa bisa naik ke sini, untuk memburunya,
ular mungkin
Katak pohon memiliki trik yang luar biasa untuk pertahanan:
Dia meluncur.
Dia memiliki membran diantara jari-jari kaki,
jadi setiap kaki menjadi parasut yang memperlambat jatuhnya katak,
dan memungkinkannya melakukan pendaratan yang relatif aman.
Vertebrata mulai terbang ke udara sekitar 260 juta tahun lalu,
dan sangat mungkin beberapa dari mereka menggunakan membran
untuk mengendalikan jatuhnya mereka, seperti halnya katak kecil ini.
Harus dikatakan, bahwa itu bukan penerbang yang baik,
dia seperti, hanya meluncur saja.
Tapi ada hewan di sini, yang meluncur dari pohon ke pohon,
yang memang penerbang yang cukup baik,
sehingga mereka bisa berpindah dari satu pohon ke pohon lain,
dan tidak pernah turun ke tanah sepanjang hidup mereka.
Salah satunya adalah kadal kecil bernama Draco.
Setiap jantan memiliki wilayah kecilnya sendiri,
dia menarik betina dan menakuti musuhnya, dengan mengedipkan jenggotnya.
Dia juga meregangkan kulit di pinggangnya,
yang saat sepenuhnya diregangkan, bertujuan kurang lebih sama.
Tetapi ada juga predator di antara cabang-cabang.
Ular juga tinggal di sini, dan mereka berburu kadal.
Tapi kulit sisi Draco sekarang punya tujuan lain.
Dia menggunakannya untuk meluncur, dengan meregangkan kulit sisinya.
Dia sangat terampil di udara,
hingga dia bisa mengarahkan dan mendarat sesuai pilihannya.
Jika kamu hidup di cabang-cabang,
akan memakan sedikit energi dan lebih aman,
dengan berpindah melalui udara, daripada turun ke tanah.
Tapi jika kamu ingin menjadi penerbang sejati,
Kamu harus bisa terbang ke atas,
Kamu harus punya tenaga untuk terbang.
Ini adalah reptil lain,
dia punya kemampuan terbang yang lebih hebat dari kadal kecil tadi.
Sayangnya, sekarang
dia sudah punah.
Dia adalah Dimorphodon.
Kita dapat menyimpulkan dari fosilnya
bahwa dia memiliki otot untuk mengepakkan sayapnya,
dan komputer dapat menunjukkan seperti apa rupanya.
Dimorphodon adalah salah satu hewan besar pertama yang terbang di udara,
200 juta tahun yang lalu.
Dia termasuk dalam kelompok Pterosaurus, reptil bersayap.
Mungkin dia adalah penghuni hutan dan keturunan dari hewan peluncur.
Nenek moyang dari hewan ini mungkin memiliki sayap seperti milik Draco
yang terbuat dari kulit, dan mungkin memanjang dari tangan hingga kakinya.
Tapi Pterosaurus telah mengembangkan sayap yang lebih besar dengan jari panjang.
Membran sayap diperkuat dengan batang tipis dari jaringan yang lebih kaku.
Ada juga serat otot, yang memungkinkannya untuk memodifikasi konturnya saat terbang.
Melihat sayap di bagian tersebut, mengungkapkan rahasia efisiensi mereka.
Mereka memiliki tepi depan yang bulat dan tepi belakang yang tajam,
bentuk yang dikenal sebagai aerofoil.
Itu bekerja dengan memaksa udara di atas sayap, untuk dipercepat.
Udara yang lebih cepat ini memiliki tekanan lebih rendah sehingga sayap terangkat.
Semakin besar luas sayap, semakin besar daya angkat yang dihasilkannya.
Jadi sepertinya Pterosaurus adalah penerbang yang sangat kompeten.
Dan menilai dari giginya, tampaknya, dia memakan berbagai jenis serangga
yang mendahului mereka ke udara.
Serangga telah menguasai udara selama sekitar 100 juta tahun.
Sekarang, makhluk yang lebih besar telah tiba. Reptil.
Desain Pterosaurus untuk terbang terbukti sangat sukses.
Mereka menggunakan kekuatannya untuk menyebar ke luar hutan,
dan menguasai lingkungan baru.
Sebagian besar dari mereka hidup dan makan di dekat air.
Kita tahu ini karena banyak fosil muncul di bebatuan
yang dulunya lumpur di dasar danau dan laut dangkal.
Yang ini menunjukkan kerangka binatang yang 150 juta tahun lalu
jatuh ke dasar laguna dangkal.
Ini kepalanya,
ini tulang punggungnya,
ekor
kaki belakang,
dan di sini, terbentang dari tulang jari yang panjang ini, adalah sayapnya.
Dan fosil ini sangat luar biasa,
karena menunjukkan membran secara sangat detail.
Hingga kamu bisa melihat setiap lipatan kecil.
Kamu bisa menilai bagaimana hewan hidup dari tengkoraknya.
Dan yang ini, memiliki rahang panjang,
dengan gigi yang mengarah ke depan,
ini menunjukkan bahwa dia berburu dengan meluncur di permukaan laguna,
lalu menyambar ikan dengan gigi itu.
Ini, sangat berbeda, hanya kepalanya saja.
Dia memiliki rahang yang sangat panjang,
dan di ujung belakang ada berkas kecil dari filamen yang sangat halus.
Dan kita tahu dari spesimen lain bahwa filamen itu
awalnya membentang di sepanjang rahang.
Bentuk ini ini memungkinkan makhluk itu menyaring-makan,
dengan mengambil air,
lalu dibuang melaui bulu saat paruh tertutup,
dan kemudian menelan sisanya.
Dan di sini ada tengkorak spesies yang jauh lebih besar dari Brasil.
Dan dia tidak memiliki gigi atau bulu di rahangnya,
tapi pemeriksaan mikroskopis dari permukaan tulang di sini,
mengungkap pembuluh darah sangat kecil
dan itu menunjukkan bahwa rahang ini dulunya tertutup paruh.
Sehingga mungkin hewan ini menggunakannya paruh seperti tang
untuk menangkap reptil kecil, atau capung di udara.
Dan tengkorak ini mengungkapkan sesuatu yang lain
tentang gaya hidup spesimen ini,
karena bagian belakang tengkorak memiliki bagian luas.
Dan kerangka Pterosaurus dari spesies lain
ditemukan, beberapa dengan bagian luas seperti itu dan yang lain tidak.
Diperkirakan, mungkin inilah perbedaan kedua jenis kelamin.
Mungkin jantan yang memiliki bagian luas ini di belakang kepalanya,
dan mungkin ditutupi kulit, kita hanya bisa menebak.
Banyak spesies Pterosaurus mengembangkan bentuk kepala ini,
dan tampaknya sangat mungkin, bahwa itu berwarna.
Contoh spektakuler ini, dikenal sebagai Tapejara.
Dan dia membuat rumahnya di samping danau.
Pterosaurus juga melakukan diversifikasi dengan cara lain.
Beberapa memiliki tubuh yang jauh lebih besar.
Spesies ini memiliki lebar sayap lebih dari 7 meter.
Tetapi tidak semua Pterosaurus hidup di hutan atau di dekat air.
Tempat terbuka seperti ini,
kemungkinan adalah rumah bagi salah satunya.
Sekitar 70 juta tahun yang lalu,
Pterosaurus muncul dengan proporsi yang benar-benar kolosal.
Itu adalah salah satu makhluk terbesar yang pernah terbang,
dia seukuran pesawat terbang kecil, dan dia disebut, Quetzalcoatlus.
Bentang sayapnya memungkinkannya untuk menaiki arus udara hangat
yang muncul dari tanah yang dihangatkan matahari.
Kemudian dia bisa meluncur jarak jauh, mencari makanan.
Makhluk kecil seperti kadal, atau bangkai yang jauh lebih besar, dinosaurus.
Tapi Pterosaurus, dengan sayap kulit yang keras,
bukan satu-satunya kelompok reptil yang berhasil mencapai langit purba.
Sekitar 150 juta tahun yang lalu,
jenis reptil lain muncul di bumi yang juga bisa terbang.
Seperti kebanyakan reptil, termasuk Pterosaurus,
reptil ini memulai hidup mereka di dalam telur.
Tapi mereka telah mengembangkan desain baru untuk penerbangan,
yang akan mengantar bab baru, dalam kisah kita.
Dan tidak seperti Pterosaurus, mereka masih ada hari ini.
Tentu saja mereka adalah burung.
Beberapa diantaranya dapat memberi petunjuk,
tentang bagaimana nenek moyang mereka berhasil terbang ke udara.
Ini adalah anak burung yang bisa ditemukan di peternakan manapun:
Ayam Kate.
Dan pada tahap paling awal dalam hidupnya,
dia dapat menunjukkan kita sesuatu
tentang asal-usul peralatan terbang yang sangat penting, bulu.
Bulunya halus
artinya itu terbuat dari filamen sederhana,
dan fungsinya bukan untuk terbang,
melainkan isolasi, untuk menjaganya tetap hangat.
Dan saat periode Jurassic, jauh sebelum kedatangan burung,
bulu yang sangat mirip muncul pada jenis hewan lain, reptil,
dinosaurus tepatnya.
Untuk menemukan bukti pernyataan itu,
yang belum lama ini sangat kontroversial,
kita menuju Cina.
Timur Laut Tembok Besar Cina, dekat perbatasan Mongolia,
terletak provinsi Liaoning.
Di sini, ada area besar batu yang diletakkan seperti lumpur,
di dasar danau air tawar yang sangat besar.
Tubuh hewan yang tersapu ke danau ini,
perlahan terkubur oleh sedimen halus
yang menjaganya secara sangat detail.
Dan dari batuan ini telah muncul spesimen
yang memecahkan salah satu argumen evolusi yang paling diperdebatkan:
Asal usul burung.
Spesimen kunci sekarang di Beijing,
di mana mereka telah disiapkan, dengan mikroskop.
Mereka dipelajari di sini, oleh salah satu pakar dinosaurus terhebat,
Profesor Xing Xu.
Dia menunjukkan kepadaku salah satu spesimen tertua,
bagian lengan dinosaurus.
Dan berkat kehalusan lumpur danau kuno itu,
ada banyak yang lebih dari sekedar tulang.
Spesies ini disebut Beipiaosaurus,
No comments yet. Be the first to leave one.