Ode to Joy

Ode to Joy (欢乐颂)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Ode to Joy E27 Webrip
ناشر indri danti22
credit to Viki

برچسب‌ها

webrip
web
BRip
تاریخ انتشار: 2017-03-12
تعداد دانلود: 23
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Alih bahasa dipersembahkan oleh The Splash Of Joy Team @ Viki

Ode to Joy

Episode 27

Aku mengerti bahwa kau berusaha menghiburku,

tapi apa kau tidak berpikir yang baru saja kau katakan terlalu...

keterlaluan seakan kau gagal menyembunyikan sesuatu?

Menurutmu begitu?

Tentu saja.

Mengenai pekerjaan, kau tak pernah meremehkan aku,

tapi mengenai kehidupan, kau cenderung meremehkan kemampuanku.

Hei! Ying Ying!

Pa! Aku dapat gaji.

Sungguh?

Mereka membayarku tepat waktu dan pembayarannya sedikit lebih banyak dari gajiku sebelumnya.

Kau tak perlu mengirimiku uang lagi karena aku sudah cukup.

Bagus! Bagus!

Kau bisa menghidupi dirimu sendiri di kota besar!

Aku merasa sangat bangga padamu!

Kau membawa kehormatan bagi leluhurmu! Ini membuktikan putriku mampu!

Hei, Pa, apa kau tahu?

Aku juga orang yang berwenang di toko online saat ini.

Aku mendapat komisi dari semua bisnis di toko online.

Aku menghitungnya; mereka tidak kekurangan bayar satu sen pun!

Tenang saja,

aku tahu pembayaranku bulan depan pasti akan lebih banyak daripada bulan ini!

Bagus, bagus, bagus!

Kau harus berusaha sebaik mungkin karena perusahaan mempercayaimu, oke?

Tagihan telepon mahal. Sudahi dulu teleponnya.

Kita bisa bicara memakai internet malam ini.

Hei, Pa? Pa?

Dia memutus teleponku karena dia terlalu mencemaskan tentang tagihan telepon.

Tunggu! Tunggu! Tunggu!

Terima kasih!

Hai!

Apa yang membuatmu sangat senang?

Aku gajian hari ini.

Lebih banyak dari yang kuharapkan.

Tidak mudah mencapai hasil seperti itu saat kau baru saja mulai di perusahaan itu.

Bisnis online-mu berjalan baik?

Presiden Wei,

kau seorang bos yang begitu penting tapi kau masih ingat hal-hal yang kusebutkan padamu.

Aku sangat tersentuh.

Tak heran Andy memperlakukanmu begitu baik.

Apa aku dapat bertanya sesuatu, Presiden Wei?

Bagaimana kau membuat sebuah bisnis benar-benar tumbuh?

Masalahnya itu,

bukan pertanyaan yang mudah,

dan jawabannya tergantung pada orang yang bertanya.

Untukmu aku menyarankan kau terus bekerja dengan gairah dan inisiatif,

pada akhirnya kau akan mencapai tujuanmu.

Lalu jika aku terus bekerja seperti ini, kapa aku akan sukses? Apa memakan waktu lama?

Terus seperti ini, selama periode waktu yang diberikan, memiliki efek berlipat ganda.

Tenut saja, itu jika kau berada di jalur yang tepat.

Terus di jalur yang tepat...

Presiden Wei, Presiden Wei, aku ingin tahu--

Apa menurutmu saat ini aku di jalur yang tepat?

Apa itu melakukan bisnis?

Itu melibatkan membuat kesepakatan dengan orang lain.

Kenapa seseorang memilih membuat kesepakatan denganmu, bukannya dengan pihak lain?

Ini bergantung pada dua faktor.

Pertama, bergantung pada produk yang kau miliki, harga dan kualitasnya;

kedua, pada seberapa baik kau mampu membujuk mereka.

Aku tak perlu memberitahumu lebih banya tentang sebelumnya.

Mengenai yang kedua, mengharuskan kau menganalisi orang lain.

Anda harus lebih teliti dalam pikiran daripada pihak lain, hanya dengan begitu yang lainnya bisa dibujuk.

Lihatlah aku,

saat ini, apa yang paling aku inginkan?

Saat ini, kau paling ingin makan--

Presiden Wei, aku akan pergi dulu.

Maaf tentang ini. Maaf.

Bagaiman bisa seseorang dengan kemampuannya melakukan bisnis?

Pertanyaannya terus semakin besar sepanjang waktu.

Aku sudah hampir menjadi guru hidupnya.

Apa kau ingin memberitahunya kebenaran?

Tolong jangan.

Dia terlalu muda untuk menerima kebenaran.

Jika aku menunjukkan akhirnya seawal ini,

dia mungkin kehilangan harapan untuk masa depannya.

Tapi aku memberitahumu kebenaran terkejam

dan menunjukkanmu masa depan suram. Apa itu adil?

Aku tidak peduli itu.

Tapi aku peduli.

Lao Tan mengatakan padaku hari ini, tidak selalu benar memberitahu orang kebenaran.

Terkadang, kebenaran seperti duri yang menusuk hatimu.

Itu lebih buruk daripada kebohongan putih.

Aku mungkin telah menusuk hatimu berkali-kali.

Aku tidak masalah dengan itu.

Untukmu, meskipun aku menjadi seekor landak, aku tak bersedia.

Ini bukan lelucon.

Jangan mudah menepiskannya, oke?

Kita bisa melalui ini.

Ini bukan masalah besar.

Hal paling penting adalah adikmu.

Tapi kau sebenarnya tidak perlu mengkhawatirkan semua ini.

Aku memberimu tekanan.

Aku seorang yatim piatu.

Aku tidak tahu tentang orangtuaku, dan aku tak bisa dekat dengan orang lain juga.

Jika kau tinggal denganku, aku akan menjadi bebanmu dalam jangka panjang.

Andy, kau seorang yatim piatu, jadi kita bisa menciptakan keluarga bersama.

Kau tidak suka di sekitar orang, jadi kau bisa tinggal saja denganku.

Kau tidak ingat siapa orangtuamu, jadi kita bisa menjadi orangtua atas anak kita.

Kita bersama pintar dan kau sangat cantik.

Ada kemungkinan besar kita akan memiliki anak seperti malaikat.

Kau memberiku begitu banyak hal indah.

Bagaimana kau menjadi bebanku?

Kau sungguh berpikir begitu?

Iya, sungguh.

Aku harus bagaimana?

Tentang apa?

Sejak kita mulai berpacaran,

aku telah memikirkah tentang masalah yang sangat serius.

Masalah apa?

Itu..

Bagaimana melamarmu tanpa kau menolakku.

Tapi itu tidak penting lagi.

Kita lewati saja berbagai masalah, dan langsung mendiskusikan anak kita.

Qi Dian,

aku tidak tahu bagaimana mencintai seseorang.

Tidak sepertimu, aku tidak bisa mengatakan hal-hal romantis.

Bagaimana jika aku melamarmu?

Kau...

Kau menganggap ini serius?

Iya.

Sejak aku bertemu kau, kau selalu peduli dan mengkhawatirkanku,

juga menghiburku dalam segala cara.

Aku tidak sepintar kau dan tidak pandai mengekspresikan diriku.

Qi Dian,

apa kau bersedia menikahiku?

Kau akan membuatnya semudah ini untukku?

Kau tidak ingin aku berlutut,

membacakan puisi, dan mengatakan kalimat murahan?

Tidak perlu!

Bagaimana dengan cincin? Kau tidak memerlukan... cincin?

Tidak perlu, dari dulu aku tidak suka memakai cincin.

Tentu saja, aku melamarmu sekarang.

Jika kau memerlukannya, aku bisa memberikannya.

Andy, Andy, Andy.

Apa yang harus kukatakan tentangmu?

Jika kubilang kau pintar, kau terlalu lugu.Jika kukatakan kau waspada,

maka terkadang kau sama beraninya seperti pria.

Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?

Tidak, tidak, tidak.

Kau tidak mengatakan hal yang salah. Aku hanya...

Aku hanya terlalu senang.

Apa kau bersedia atau tidak?

Aku bersedia.

Aku bersedia.

Tapi ada satu hal: "begitu kau membeliku, tidak dapat ditukar atau dikembalikan."

Aku tidak mengizinkanmu meninggalkanku.

Dan juga, aku akan membelikan cincin.

Bukan untuk alasan lain, tapi untuk

menyatakan kau sebagai milikku.

Jadi ini berarti kau setuju?

Tapi bukankah seharusnya ini lebih rumit dan formal?

Atau haruskah aku melakukan sesuatu

untuk benar-benar mengekspresikan ketulusanku?

Kau sudah melamar.

Bagaimana lagi kau harus menunjukkan ketulusanmu?

Jadi kau ingin untuk melakukan sesuatu?

Aku akan membuatkanmu makanan!

Mereka selalu menunjukkan itu di TV.

Biar kulihat apa yang kumiliki.

Kurasa di hari penting ini,

kita tidak boleh mengambil risiko.

Mari memesan makanan.

Aku tahu restoran makanan antar yang enak.

Apakah ada wine di rumah?

Halo? Ma?

Xiao Mei? Apa kau sudah pulang kerja?

Aku ingin bicara denganmu tentang beberapa hal.

Aku sudah pulang. Aku di bus.

Yah... tunggu sebentar.

Aku akan segera turun. - Oke.

Oke, oke.

Halo? Ma?

Aku sudah turun. Jadi ada apa?

Ini masih urusan dengan kakakmu.

Saat ini, pihak yang satunya... sedang duduk di rumah kami.

Bagaimana itu terjadi?

Bukankah mereka di rumah kakak?

Aku tidak tahu metode apa yang digunakan kakak iparmu. Dia menyelinap pergi.

Dan kemudian, dia menelepon kami untuk menjemput Lei Lei dari sekolah.

Mereka tak bisa menemukan dia, jadi mereka datang ke rumah kami.

Katakan, kenapa kakakmu begitu tak punya pikiran?

Bagaimana bisa dia memukuli seseorang begitu parah hingga orang itu masuk rumah sakit?

Rumah sakit?

Tidak ada yang bilang mereka masuk rumah sakit kemarin!

Apa mereka berusaha memeras dari kita?

Tidak, dia benar-benar masuk rumah sakit.

Aku melihat kuitansinya.

Tangan kirinya patah!

Mereka memintaku membayar 3.200 RMB untuk tagihan pengobatan!

Aku memberi mereka uang yang baru saja kau kirim, dan juga uang pensiun ayahmu dari beberapa bulan terakhi.

Tapi kami tak bisa membayar lebih banyak.

Mereka bilang jika kita tidak bayar, mereka akan mengambil barang kami untuk dijual.

Jadi, apa yang harus kami lakukan?

Ma, aku hanya memiliki uang segitu.

Pada saat aku mendapatkannya, aku mentransfernya ke rumah.

Aku baru saja membayar uang sewa 3 bulan ke depan. Uang apa yang kumiliki sekarang?

Aku bahakan harus berhemat makan sekarang! Aku makan dua kali mi instan sehari!

More Indonesian subtitles for Ode to Joy

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left