نخستین 200 خط.
Apa?
Aku urus.
- Terima kasih, Bu. - Aku bukan ibumu.
Ini terakhir kalinya aku lakukan ini untukmu, paham?
Kau yang buat ini?
- Aku berubah pikiran. Ambil, itu milikmu.
Oh, Sandy.
- Dia masih hidup, sayapnya saja yang patah.
- Aku cuma... - Apa yang
terjadi di luar sana?
Ada sekelompok orang sedang berkelahi.
Masalah pacar yang cemburu.
Dia mulai membunuh semua orang.
Aku terpaksa menghabisinya sendiri.
Di mana yang lain?
- David datang ke sana, lalu mereka menembaknya.
Di mana yang lain?
Mereka semua tewas, enam orang.
Kuharap begitu.
Jika tidak, kisah omong kosongmu takkan dipercaya.
Baiklah, apa yang kita punya?
Luka dalam di leher.
Banyak kehilangan darah, tekanan darah 80 per 50.
- Kami merespons panggilan di Capps Crossing.
Hanya dia yang hidup. Tempat itu bermandi darah.
- Bawa dia ke ruang bedah. Sekarang!
Ada apa?
Salah satu mainanmu masih hidup.
Mereka menembakku.
Seharusnya kubiarkan kau mati di sana.
Maka semua ini sudah selesai.
Itu dia.
Ambil tas lain.
Klem.
- Klem? - Klem.
- Kena karotis. Saraf rusak, beberapa pembuluh.
Jahit.
- Jahit? - Jahit.
Irigasi.
Oh, ayo, bertahanlah.
Tekanan darah turun.
Sial.
Pinggirannya robek.
Baiklah, klem.
Klem.
Bagus.
Bagus.
- Fiuh. - Naikkan.
Baiklah, kita bisa menjahitnya.
Kerja bagus, semuanya.
Baiklah, mari tutup lukanya.
Dia masih bernyawa.
Ya Tuhan, benarkah?
Pelan-pelan.
Apa yang sebenarnya kau harapkan kulakukan?
Kita benar-benar hancur, Sandy.
Kalau itu membuatmu merasa lebih baik,
dia mungkin tidak akan bisa bicara lagi.
- Itu tidak menghentikannya mengenali seseorang
di barisan suspek atau menulis sesuatu di kertas.
Dia menunggu berapa lama?
Kira-kira 24 bulan sebelum dia berulah lagi?
Aku tidak bisa terus melindungimu.
Dia anakmu.
Bukan anakku.
Kau harus melakukan sesuatu.
Kurung dia.
- Jika kukurung dia, kita semua akan masuk penjara.
Kau tahu anak itu tidak punya kesempatan.
Ibunya bunuh diri.
- Dia bunuh diri karena tahu anaknya menjijikkan.
Kita harus memberitahunya.
Harus cerita tentang kita dan tentang Tracy.
Itu tidak akan mengubah apa pun.
Kau harus melakukan sesuatu.
Aku tidak sanggup lagi melakukan ini.
Berapa banyak lagi yang diperlukan?
Berapa banyak lagi? 10? 20?
Cantik sekali gadis ini.
Banyak melawan juga.
Kau keberatan kalau aku...
Uf.
Kerja yang buruk.
Aku merindukanmu.
Senang bisa bertemu lagi.
Ayo.
Ayo.
Mau pergi ke mana lagi kau?
Berkemah.
Sudah kubilang.
Untuk ulang tahunku.
Jadi siapa yang akan mencuci piring
dan pakaian?
- Aku sudah cuci pakaian, apa Ayah
dan Catherine tidak bisa bilas piring dan masukkan ke mesin?
Ibumu terlalu sibuk,
pastikan kau pulang Senin sebelum sekolah.
Piring itu akan menunggumu.
Sampai jumpa hari Minggu, Frank.
Kenapa harus berkemah?
- Hari ulang tahunnya, pilihannya, itu peraturannya.
Terima saja. Jalani saja.
Tunggu, kau suka saat kita pergi
ke Six Flags demi aku, kan?
Lumayan.
Maksudku, kau sebenarnya tidak mau pergi, kan?
- Aku ingin menghabiskan waktu bersama kalian.
Lihat?
Dia juga tidak mau pergi.
Ada apa?
- Aku memotong ayam untuk Ibu, lalu jariku teriris.
- Ini sangat merah, sepertinya terinfeksi.
Sebaiknya kau minta Amber memeriksanya.
- Tidak mau ke sana. - Baiklah.
Tidak apa-apa.
Hei, kami boleh ikut?
- Aku ingin, tapi kau tahu Amber.
- Aku akan merindukanmu. - Aku tahu.
Hanya beberapa hari saja.
Rombongan sudah tiba.
- Akhirnya. Aku sudah menunggu 15 menit, Kawan.
- Dia menyebalkan, tapi dia tidak pernah terlambat.
Dia kawan kita.
Hei, siap berangkat?
Ya, kami sudah siap.
Perjalanan khusus gadis-gadis.
Tidak, tidak ada tempat untukmu.
Ayolah, apa masalahnya?
- Aku bisa tinggal, para pria boleh ikut.
- Bagus. - Serangga, cuaca dingin, dan orang aneh.
- Kau tidak akan terlalu menderita, Sid, aku janji.
Ayolah.
Dia sudah membicarakan ini selama berbulan-bulan.
Ayo, Todd.
Jangan hanya duduk, bantu kami angkat barang.
- Oh, asyik. - Kau pasti suka.
- Aku punya ide! Kita berkemah di halaman rumahku.
Hentikan.
Semuanya sudah masuk.
Sampai jumpa minggu depan, Sayang.
Aku pasti akan merindukanmu.
- Aku mencintaimu. - Aku juga mencintaimu.
Dia memang suka memegang kendali.
Baik, reservasi jam 1:00.
Aku ingin tiba beberapa menit lebih awal.
- Kau hanya cemburu. - Mm.
Kalian butuh kondom?
Oh, yang itu rasa stroberi?
- Mm-hmm. - Ooh.
Cepatlah.
Baik.
Cepatlah.
Baiklah, kenakan sabuk pengaman.
Oh, salah. Selamat tinggal.
- Selamat tinggal, Sayang. - Aku ingin kacanya diturunkan.
Jangan masturbasi saat aku tidak ada.
- Ya, baiklah. - Woo!
Woo hoo!
Sebentar lagi sampai, Semuanya.
Bagus.
Indahnya.
Aku ingin tinggal di rumah di dalam hutan suatu hari nanti.
- Bagus dipandang, bukan untuk ditinggali.
- Bagaimana kalau kubilang kita akan tinggal di kabin?
- Tunggu, serius? - Aku cuma bercanda.
Hebat.
- Aku akan buatkan minuman begitu kita tiba.
Ya, buatkan dua kali lipat.
- Sebanyak yang kubutuhkan untuk melemaskanmu.
Hei.
Kurasa bawaan kita kurang.
Dan
kita
sudah sampai.
Baiklah.
- Indahnya. - Mm-hmm.
Di mana kita akan mendirikan kemah?
Entahlah, di sana?
Ew, toilet portabel versi mewah.
Semuanya akan baik-baik saja.
Semuanya akan baik-baik saja.
Amber, tadi kau berada di dekat toilet?
Tidak, kenapa?
Aku baru saja dari toilet,
dan rasanya ada sesuatu yang menghantam dindingnya.
Mungkin buah pinus atau Hans dan Becca,
mereka ada di sana.
- Kenapa kemah kita sangat jauh dari Hannah dan Becca?
- Dari sini kita bisa melihat danau, lihat?
Lagi pula, aku tidak mau dekat dengan tawa Becca.
Jadi.
- Tapi bisakah kita pindah lebih dekat dengan mereka?
Aku punya tenda ekstra jika kau mau.
Kukira kau mau, karena aku mendengkur.
Aku tidak tidur sendiri.
Baiklah.
- Kau tidak takut tidur sendiri setelah apa yang terjadi?
Sebenarnya,
orang tua angkatku selalu menyuruhku tidur sendirian.
Jadi kurasa aku sudah terbiasa.
No comments yet. Be the first to leave one.