نخستین 143 خط.
Subtitle oleh DramaFever Diterjemahkan oleh INDRAUPIK
Sore hari yang spesial di rumahnya Sarang.
[Mereka berjalan sambil bergandengan tangan]
[Rambutnya Sarang hari ini bergaya Pippi Longstocking]
Kamu sedikit...
Bukankah bajumu itu sedikit norak?
Ayo masuk ke dalam.
[Air mengalir lewat saluran air di mejanya]
Wow!/Ayah, lihat!
Dari sini...
mienya sudah datang, dan kamu harus gunakan sumpitmu
untuk mengambilnya lalu memakannya.
Ini dia mienya!
Ayah akan menunjukkannya, jadi perhatikan baik-baik.
Iya!
Lihat, kamu masuk di sini.
Mienya keluar!
Tangkaplah!/ Ayah menangkapnya!
Ayah menangkapnya!
Lalu kau celupkan mienya ke dalam kecap.
Mmm!
Sarang tidak bisa! Ayah saja!
Tidak, tidak, tidak!/ Kau bisa melakukannya?
Mienya datang! Apa kau siap?
Siap!
Mienya turun! Tangkaplah!
Tangkaplah!, tangkaplah!
Tangkaplah!, tangkaplah!
Tangkaplah... Jangan seperti itu!
Kau tak boleh mengambilnya pakai tanganmu!
Ini, ini.
Celupkan ke dalam kecap.
Bagus, kau memasukkannya.
Bagaimana rasanya?
Susah!/Tadi susah, bukan?
Lihatlah baik-baik. Kau harus memperhatikannya dan cepat-cepat menangkapnya.
Ini dia!
Iya!/Mienya datang, Sarang!
[Apakah kali ini dia sukses pakai sumpitnya?]
Ini dia!
Iya, tahanlah! Ditahan, benar begitu!
Tahanlah, tahanlah!
Kamu celupkan, seperti itu.
Bagus!
Sudah berapa lamakah ini?
Cara dia menggunakan jarinya seperti sumpit sangat mengemaskan!
Membahagiakan melihat dia sudah bisa menggunakan sumpit dengan sendirinya.
Ini enak./ Ini enak, bukan?
Sarang, coba taruh mienya di sana.
Ayah akan menunggu mienya di sini.
Ayah, tangkap mienya!/ Oke, ayah akan menunggu di sini.
Tolong, beri aku mie di sini!
Tunggu sebentar!
Mienya datang!
Terima kasih.
Aku memasukkannya!/ Terima kasih banyak!
Ini menyenangkan!
[Tanpa lelah Sarang terus menyetorkan mie ke ayah]
Makan yang banyak!/ Sudah, ayah sekarang sudah kenyang!
Tidak, makan yang banyak!
[Hari ini dia punya banyak cinta untuk ayah]
Tidak, sudah cukup. Ayah kekenyangan.
Makan yang banyak!/ Tidak, tidak.
Makan yang banyak!/ Jangan buang-buang!
Sudah cukup, ayah sudah kenyang.
Ayah sudah kenyang.
Mienya datang!
Apa kau melakukannya hanya untuk bersenang-senang?
The Return of Superman, Episode 88.
'How To Beat The Heat'
Sementara itu, si Triplet ada lokasi kemping.
Apakah semalam mereka tidur nyenyak?
Kamu sudah bangun? Apa kamu kedinginan?
Tidak.
Tapi Dae Han pergi kemana?
Dae Han tidur di sampingmu.
Kalau Man Se di sini.
Man Se?
Dimana? Dia tak ada di sini!
Ayah, ini apa?
Itu kentang.
Kentang?/Kentang.
Aku mau istirahat di pelukan ayah!
Min Gook, tunggulah sebentar.
Ayah akan segera memberimu banyak pelukan.
Kelinci makan ini.
Benar, kelinci makan ini./ Apakah ada banyak kelinci?
Iya!
Di sini ada 3 ekor kelincinya ayah.
Min Gook si kelinci.
Dae Han si kelinci.
Man Se si kelinci./ Tidak, aku mau jadi seekor kucing!
Apakah kamu Dae Han si kucing?
Meong!
Boleh aku makan satu?
Iya, kamu boleh makan wortelnya.
Ayah, apa aku boleh makan ini?
Akan lebih lezat memakannya saat sudah matang ketimbang sekarang.
Aku yakin di sana ada serangga!
Oh, ada serangga! Bikin aku kaget saja!
[Aku akan memindahkanmu ke tempat yang aman!]
Tupainya kabur!
Tupainya takut!
Aku rasa dia takut kepadaku!
Ini tidak mau terbang?
Ayah! Man Se memetik buah strawberry!
Kamu memetik strawberry?
Min Gook, makanlah ini.
[Dia memberi satu lagi tanpa banyak tanya]
[Aku menyimpan nafsu makanku untuk sarapan!]
Dae Han tak mau buah strawberry...
[Dia baru saja selesai memotong kentang]
[Dia sudah selesai membuat kare dengan banyak sayuran!]
Dia menambahkan kuah kare di atas mie.
Apakah seperti ini bentuk penyajiannya?
Lihat, kalian putar seperti ini./ Ayah, ini panas!
Ini panas!
Ini masih panas, jadi kalian harus meniupnya dulu.
Ayah, aku boleh makan sekarang?/ Jangan makan sendirian.
Ayah sudah makan, jadi kau bisa makan sekarang./ Jangan, kita harus makan sama-sama!
Bersama!/ Iya, makanlah bersama-sama.
Kalian harus meniupnya dulu.
[Man Se mengambil satu sendokkan penuh!]
Ini rasanya enak!
Ini renyah./Lihat.
Kalian makannya harus seperti ini, diputar-putar pakai garpu.
Benar seperti itu, Dae Han.
Bagus!
[Menggunakan garpu masih sulit bagi Man Se]
Ayah, putarkan ini untukku?/ Putar apa?
Aku tak punya tenaga.
Kau putar seperti ini
lalu kau putar-putar terus.
Bilang ah./Apa aku harus menyedotnya seperti sebuah penyedot?
Bilang ah.
[Ayah Song dengan sabar mengajar dia setahap demi setahap]
Benar begitu, kau harus memutarnya lalu memakannya.
[Man Se, kau bisa langsung menyendoknya!]
[Kalau bersama ayah, kemping bisa sangat menyenangkan!]
Ayah, perutnya Man See sudah buncit sekarang.
[Ayah Song menghabiskan makanannya dalam sekejap!]
Apa ayah sudah selesai makan?/ Iya, sudah.
Aku rasa perut ayah akan jadi buncit!
No comments yet. Be the first to leave one.