نخستین 200 خط.
Tolong minggirlah.
Kau mau menghentikanku?
Sebagai hakim sebelah kanan,
kau mau menghentikan sesuatu yang kau anggap salah?
- Ya, kau salah. - Apa katamu?
Caramu salah.
Kekuatan terkuat para hakim...
...adalah dengan hukum.
Dengan hukum?
Baik Hukum Lembaga Pengadilan dan Protokol Pengadilan Tinggi...
...menyatakan bahwa Ketua Hakim harus mengadakan rapat...
...setelah menerima 5 permintaan dari hakim yang ada.
Rapat dengan para hakim?
Kalau kau ingin mengajukan komplain,
lakukanlah dengan benar.
Aku akan mengirim surel...
...kepada semua orang.
Hakim Im.
"Rapat umum bagi semua hakim..."
"...sangat dibutuhkan."
Dia benar-benar cari masalah.
Dia tak pernah ikut campur urusan orang. Ada apa dengannya?
Kita tak membicarakan orang lain. Hakim Im mengirimkan surelnya.
Benar-benar masalah yang serius.
- Semua ini karena Hakim Hong, 'kan? - Ya, benar.
Hakim Park mengumpulkan tanda tangan untuk petisi.
Kudengar beberapa Ketua Majelis Hakim mengatakan bahwa Ketua Majelis Hakim Sung...
...difitnah.
Mereka bilang semua ini terjadi karena Hakim Hong saja yang lemah.
Itulah yang kudengar,
tapi Hakim Im takkan melakukan hal seperti ini tanpa motif apapun.
Apa yang sedang terjadi, ya?
Kurasa semuanya semakin menarik saja.
Aigoo, lihatlah.
Kau masih bisa bekerja setelah melempar bom...
...di kantor ini? Kau buat aku takut saja.
Sebaiknya kita mendiskusikan apa yang bisa kita tingkatkan...
...mengenai budaya kerja dan menghentikan masalah diskriminasi seksual di sini.
Semua tahu itu maksudnya apa.
Lihatlah. Permohonan rapat umum para hakim...
...adalah 1:5.
Berapa hakim yang harus setuju?
325 bagi 5.
300... Sebentar.
6 kali 5 adalah 30.
Apa kau benar-benar lulusan teknik?
Jangan berisik. Mahasiswa teknik juga pakai kalkulator, kok.
- Sudah lebih dari 70. - Sudah 70?
Bom yang kaulempar belum meledak.
Baru permulaan.
Menandatangani kertas...
...dan menghadiri rapat umum oleh Ketua Hakim itu berbeda.
Sangat berbeda.
Maksudmu?
Kau benar.
Jika mereka tak hadir saat rapat umum,
maka rapatnya takkan terlaksana.
325 bagi 2.
Sekitar 163 hakim yang super sibuk...
...harus hadir di rapat itu.
Apakah yang menandatangani kebanyakan hakim wanita?
Tidak, berkatmu, banyak juga hakim pria yang menandatanganinya.
Bagaimana dengan Ketua Majelis Hakim?
Satu pun tidak?
- Perjalanan kita masih jauh. - Kita harus membujuk mereka.
Ini akan jadi kesempatan kita...
...untuk bisa dekat dengan hakim lainnya.
Kau semakin bersemangat saja.
Aku pergi dulu.
Aku yakin kau pasti akan membantuku.
Takkan sulit buat mereka setuju.
Apa aku masih bisa mengubah keputusanku?
- Tidak. - Tidak?
Kupikir begitu.
Gula darahku rendah.
- Kau akan membantu kami, 'kan? - Akan kupikirkan.
- Semoga harimu menyenangkan. - Kau juga.
Semoga harimu menyenangkan.
- 22.500 won. - Apa?
Jumlah snack yang kau ambil dari kantor.
Kau berbakat juga hanya mengambil yang mahal-mahal saja.
Apa yang kuambil?
Kalau kau mau menggunakan celana ketat,
jangan sampai kelihatan.
Astaga.
Kau benar-benar picik.
Kasar sekali kau ini. Bukankah kita tetangga?
Intelegensimu sangat tajam. Apa kau AlphaGo?
22.500 won.
Astaga, dia sangat pedendam.
Apa gunanya cantik kalau hatinya tak baik?
Tubuhku juga bagus.
Aku juga pendengar yang baik.
Dah.
Maaf. Dah.
Hakim Im.
Ketua Majelis Hakim Han ingin menemuimu.
Baik.
Masuk.
Aigoo, pemimpin serikat kerja ada di sini.
Pak.
Semua Ketua Majelis Hakim sangat takut.
Semua Hakim Anggota akan mogok.
Aku tak tahu kalau para panel memiliki hubungan seerat ini.
Benarkah?
Kau takkan mengakui kewenanganku seperti Hakim Park.
Bicaralah dengan nyaman.
Anggap saja aku seumuranmu. Lakukan semaumu.
Ketua Majelis Hakim Han, Anda pasti paham bukan itu maksudku.
Aku bisa memahami Hakim Park karena dia dekat dengan Hakim Hong.
Ku tak tahu kau juga akan seperti ini.
Harusnya kau lebih berhati-hati sebagai hakim sebelah kanan.
Aku sudah mempertimbangkannya,
dan kita tak boleh membiarkannya.
Aku tahu si Sung Gong Choong itu memang bermasalah.
Namun, bila masalahnya semakin parah,
...kau yang akan lebih dirugikan.
Dalam pekerjaan ini, kita harus menghadapi beberapa orang...
...pada kehidupan kita.
Aku akan menyelesaikannya dengan Sung Gong Choong.
Jangan ikut campur lagi.
Maaf.
- Sudah terlambat untuk berhenti. - Terlambat apanya?
Saat orang keras kepala merasa terancam, mereka akan menyudutkanmu!
Kita menghindari situasi seperti ini karena mereka itu orang tak becus.
Terkadang lebih baik kita menerima keadaan seperti itu.
Aku tak tahu mengenai itu,
tapi Hakim Park akan menghindarinya juga.
Mengenai permasalahan ini,
aku setuju dengan Hakim Park.
Kau takkan mendengarkanku, ya?
Baik, lakukanlah semaumu.
Di dunia ini,
situasi seperti ini akan sangat berbahaya.
Kenapa mereka tak paham juga?
Keteledoranku hanya buat kekacauan saja.
Seharusnya aku mengajar para hakim anggotaku lebih baik lagi.
Aku menyesal atas apa yang terjadi dengan Hakim Hong.
Dia pasti sangat terkejut.
Aku sangat tamak.
Aku tak bisa menjaga orang yang bekerja denganku.
Kau sangat bekerja keras.
Namun,
kerja keras saja tak cukup.
Kau harus bisa melakukan pekerjaan dengan baik.
Banyak orang yang bekerja keras.
Anda benar.
- Aku akan bekerja dengan baik. - Astaga.
Aku bisa mendengarmu. Tak usah berteriak.
Para wartawan mengajukan pertanyaan ke bagian humas.
Aku khawatir.
Tak perlu khawatir. Semuanya hanya salah paham.
Hakim Sung.
Pengadilan bukan hanya melakukan hal benar,
tapi juga harus adil.
Maaf.
Aku akan bekerja dengan baik.
Kupikir-pikir,
Ketua Majelis Hakim Cho Young Jin mengatakan hal yang sama.
Cho Young Jin? Apa katanya?
Bukankah kalian seangkatan?
Dia bilang...
...dia akan mengatasi masalah yang dilakukan oleh rekannya.
Dia selalu mengawasiku untuk promosi mendatang.
Jangan pikirkan dia.
Aku akan mengatasinya.
Silakan minum sebelum tehnya dingin.
Ya, Pak.
Pak, apakah ini ide bagus?
Hakim Hong mungkin sedang sensitif.
Tak apa.
Sudah tugasku untuk menjenguknya sebagai Ketua Majelis Hakim.
Terima kasih sudah datang bersamaku.
Kau tahu, 'kan, hanya kau yang kuandalkan?
Jangan bilang begitu, Pak.
Bagaimana ini?
Aku lupa membawakan sesuatu untuk Hakim Hong.
Aku ke supermarket rumah sakit dulu.
- Ini uangnya. - Tak perlu.
Aku akan segera kembali.
Ada pengunjung untuk Nn. Hong Eun Ji.
Jam segini?
Siapa itu?
Aku wali Hong Eun Ji.
Anda pasti suaminya.
Aku Sung Gong Choong.
Aku datang untuk menjenguk Hakim Hong.
Anda pasti Ketua Majelis Hakimnya. Kenapa Anda datang selarut ini?
Semua ini terjadi karena keteledoranku.
Aku ingin bertemu...
...Hakim Hong langsung.
Aku ingin minta maaf.
Aku ingin menyelesaikan beberapa kesalahpahaman dengannya.
- Ini kamarnya? - Dia sudah tidur.
Hakim Hong, ini aku. Bagaimana kondisimu?
Ada apa kemari, Pak?
Hakim Hong.
Kenapa bisa terjadi?
Aku tak tahu.
Kau harusnya memberitahuku kalau kau sakit.
No comments yet. Be the first to leave one.