نخستین 200 خط.
Seol Hwa sudah berangkat bekerja. Aku juga sebaiknya memulai hariku.
Ini untuk dicuci.
Ini juga perlu dicuci.
Dia sudah beberapa lama memakai ini.
Apa ini?
Sayang, apa ini?
Apa?
Nomor telepon siapa ini?
Berikan kepadaku. - Apa itu?
Bukan apa-apa.
Kenapa kamu menyobeknya?
Ini...
Ada petani yang ingin aku memakai sayurannya, tapi kualitasnya jelek.
Kamu aneh.
Kamu bisa membuangnya saja. Kenapa menyobeknya?
Itu karena kamu memeriksa pakaianku.
Aku memeriksa kantongnya untuk dicuci.
Aku harus mengeluarkan isinya.
Kamu mau ke mana? Gantilah pakaianmu dan ke toko.
Air. Aku butuh air.
Itu aneh.
Dia sangat aneh belakangan ini.
"Daftar Panggilan"
Dia belum menelepon.
Astaga.
Apa kamu menunggu telepon dari seseorang?
Tidak.
Pakailah mantel ini.
Senang melihat kalian berdua pergi bekerja bersama.
Apa Ibu sesenang itu? - Tentu saja.
Anakmu yang dewasa membantumu. Tentu saja ibu senang.
Nenek, akan kuhasilkan banyak uang dan kubelikan semua kemauan Nenek.
Baiklah. Terima kasih.
Di mana Joon Sang? - Dia berangkat lebih cepat.
Kenapa terburu-buru? Kita seharusnya pergi ke kantor bersama.
Aku tahu.
Ada alasan dia terburu-buru.
Ayah, aku akan pergi lebih dulu. - Kenapa tidak pergi bersama Ayah?
Aku tidak mau. Orang akan menyapanya dari pintu masuk.
Aku akan naik bus.
Ayah, jangan bicara kepadaku di kantor.
Dasar kamu...
Baiklah. - Kamu tetap anaknya.
Jangan bersikap seperti anak-anak.
Anakku, bekerjalah yang baik.
Baiklah.
Pada hari pertama Joon Sang,
dia sama sekali tidak peduli.
Kepada Ji Sang, dia sangat baik.
Kakak.
Apa Kakak dari restoran?
Ya.
Kurasa kakak akan menemui Pak Song nanti.
Kamu mau berangkat bekerja? - Ya.
Ini hari pertamaku. Aku agak gugup.
Sampai nanti.
Tunggu.
Jangan asal mengikat rambutmu. Itu tidak terlihat bagus.
Sudah. Coba kulihat.
Kamu terlihat cantik.
Bawalah ini dan bekerjalah dengan giat.
Pergilah sekarang.
Terima kasih.
Dia kakakku.
Dia hanya kakakku.
Kakak, sampai nanti.
Baiklah.
Masuklah.
Selamat pagi.
Apa yang merasukimu?
Kukira kamu akan bertanya kenapa aku datang.
Kamu ke sini untuk untuk pergi bekerja bersamaku, bukan?
Aku memang mau bertemu denganmu di kantor.
Ada yang mau kukatakan kepadamu. Hanya butuh lima menit.
Katakan saja.
Kita akan bertemu di kantor.
Aku tidak mau keadaannya canggung.
Aku akan jujur saja denganmu.
Ada banyak yang harus kutangani saat ini.
Aku mau fokus pada pekerjaanku.
Aku juga harus melakukannya untuk keluargaku.
Aku tidak mengatakan apa-apa.
Seol Hwa.
Katakan tiga hal yang terpikirkan olehmu saat memikirkanku.
Katakanlah.
Aku merasa bersyukur, kamu orang yang baik,
dan aku merasa nyaman di dekatmu.
Semuanya hal yang bagus.
Tidak ada yang buruk, bukan?
Mulailah dari sana maka akan ada yang keempat.
Aku akan menjadi seseorang yang kamu sukai.
Aku akan menunggu sampai saat itu tiba.
Lakukan yang mau kamu lakukan. Di sisiku.
Joon Sang.
Aku jauh lebih sabar daripada dugaanmu.
Sudah lima menit. Ayo berangkat.
Selamat bersenang-senang hari ini. Mampirlah juga ke ruanganku.
Kamu menyuruhku bermalas-malasan sejak hari pertama?
Pergilah bekerja, Joon Sang.
Ayo pergi. Sampai nanti. - Sampai jumpa.
Kamu akhirnya di sini.
Kamu tahu siapa yang membantumu.
Kamu tidak punya harga diri?
Ya, aku tidak punya.
Apa?
Aku tidak bisa menolak bantuan atau punya banyak harga diri.
Jadi, aku akan bekerja keras.
Nona Bae, aku menantikan untuk bekerja bersamamu.
Seol Hwa.
Ji Sang, juniorku. Kita bekerja bersama lagi.
Aku senang sekali. - Tentu saja kamu senang.
Siapa wanita itu?
Dia Nona Bae Min Hee, manajer utama tim produksi.
Dia manajer utamanya, memangnya kenapa?
Kenapa kamu bersikap sangat berhati-hati dengannya?
Tidak ada alasan apa-apa.
Sebenarnya, aku mendapat posisi ini lewat koneksi.
Koneksi? - Ya, Joon Sang membantuku.
Nona Bae mengetahui itu.
Aku sungguh tidak tahu malu, bukan?
Apanya yang salah? Mengenal orang penting itu bagus.
Pikirkanlah yang dilakukan Channel P kepadamu.
Kamu lebih dari pantas untuk menerimanya.
Pimpinan pasti punya alasan untuk merekrutmu.
Terima kasih. Itu membuatku merasa lebih baik.
Omong-omong, aku tidak bilang apa-apa soal pimpinannya.
Apa aku bilang pimpinan?
Ya.
Keputusan penting pasti diambil oleh pimpinan. Itu alasannya.
Ayo masuk.
Ini produser baru kita, Nona Geum Seol Hwa.
Dia anggota baru Tim Produksi 1.
Senang bertemu dengan kalian. - Selamat datang!
Senang bertemu denganmu. - Ini...
Namaku Yoon Ji Sang.
Aku akan melakukan tugas apa pun yang kalian berikan.
Selamat datang.
Aku pengarah kreatif, Bae Min Hee.
Hari ini, pelajari saja yang akan kalian lakukan,
dan lihatlah program serta proposal yang sedang kita kerjakan.
Serta, kalau kalian punya proposal, kami akan mempertimbangkannya.
Permisi.
Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?
Itu sangat membosankan.
Bagaimana kamu bisa merayu atasanmu pada hari pertama bekerja?
Bukan begitu. Aku memang merasa kami pernah bertemu.
Itu yang dikatakan semua orang.
Astaga, ini membuat frustrasi.
Aku yakin pernah melihatnya. - Ji Sang.
Aku akan menyiapkan teh.
Ikutlah bersamaku.
Jangan berulah.
Apa? Aku yakin pernah melihatnya.
Kamu benar. - Benar?
Di mana aku melihatnya? - Di rumah sakit.
Rumah sakit?
Apakah dia gadis yang menampar wajah Dokter Han?
Pelan-pelan.
Apakah dia gadis yang akan dinikahi Dokter Han?
Sungguh kebetulan. Ibunya juga menakutkan.
Jangan mengatakan apa pun kepadanya.
Hubungan antara Seok Hoon dan dia sudah berakhir.
Baik. Karena sudah tahu, aku akan diam saja.
Aku hampir lupa. Adikmu juga di sini?
Tidak.
Kenapa? Dia tidak diterima?
Aku merasa sangat tidak enak. Dia amat kecewa. Aku turut prihatin.
Ayo kembali ke ruangan. Kita sebaiknya tidak mengobrol lama.
Apa dia menangis di tempat karaoke
karena tidak diterima bekerja, bukan karena dicampakkan?
Ini tidak adil.
Seol Hwa pergi bekerja, sedangkan aku harus di sini.
Semua temanku bepergian ke negara-negara yang hangat.
Di restoran ini juga hangat.
Ibu, berikan aku uang agar bisa bepergian.
Apa maksudmu?
Saat seharusnya menghasilkan uang, kamu meminta uang dari orang tuamu?
Temanku juga tidak bekerja. Itu uang orang tua mereka.
Mereka bahkan mendapat uang saku.
Hanya aku yang tidak pernah ke luar negeri.
Ibu juga tidak pernah ke luar negeri.
Ibu tidak pernah naik pesawat selama hidup 50 tahun.
Jika dipikirkan, bukankah seharusnya ibu pergi lebih dahulu darimu?
Aku akan meminta Kak Doo Na menggantikanku.
Sae Na.
Tidakkah ayahmu berubah belakangan ini?
Aku tidak yakin.
Kenapa Ibu tidak bisa berhenti menatap Ayah hari ini?
Ada yang mencurigakan. Rasanya tidak benar.
Apa maksud Ibu?
Dia seperti biasanya.
Dia berbeda.
Ibu punya firasat.
Kamu sudah mengunjungi orang tuamu?
Ya. Sejak mulai bekerja untuk Nyonya tiga tahun lalu,
untuk kali pertama aku mengunjungi orang tuaku pada Tahun Baru.
Maka kamu bisa melakukan penghormatan tiga kali sekaligus.
Apa mereka menyukai hadiah yang kukirim untuk mereka?
Aku yang memintanya, itu bukan benar-benar hadiah dari Nyonya.
Apa pun yang terjadi, aku yang membayar. Itu hadiahku.
No comments yet. Be the first to leave one.