نخستین 200 خط.
Dia tak ada di sini.
Mereka membawanya.
Jess, kau mendengarku?
Kumohon.
Tolong temukan aku. Bantu aku.
Tidak! Lepaskan aku!
- Kau aman. - Lepaskan aku!
SERIAL NETFLIX
"SINYAL MISTERIUS"
Kaset! Silakan beli kasetnya! Kaset pita!
Kaset! Silakan beli kasetnya!
Barang yang ada di kotak itu sedolar.
Isinya serbasedolar.
Kotaknya juga. Mau? Sedolar juga.
Kaset…
Kau mencari apa?
- Apa kabar, Dan? - Hei, Kawan.
Kubeli di lelang gudang sewaan pekan lalu.
Kau yang pertama lihat. Belum dibuka. Sepuluh dolar satu.
Bulan lalu, kau menjual kaset-kaset berisi 16 jam turnamen T-ball.
Ya.
Aku juga menjual Phantasmagoria versi tanpa sensor dari Channel 7.
Itu belum dirilis dan sangat langka.
Menurutku kau perlu beli VCR supaya tahu apa yang kau jual.
Ya, tapi apa asyiknya?
Begini, lima dolar satu.
Jika isinya jelek, kuberi voucer toko.
Aku tahu kau suka berburu kaset.
Baiklah.
Bagus.
Hei, Jill tadi mampir, dia titip salam.
- Pagi ini? - Ya.
Dia mengambil buku dari perburuan buku pekan lalu.
Mungkin bisa kau susul jika ke sana. Dia mau balik ke toko.
Kalian masih berteman, 'kan?
Baik. Sampai jumpa.
Kabari aku isi kasetnya.
Kaset!
Kaset VHS!
Kaset pita!
TEMPAT AWAL DAN SELANJUTNYA. BERTEMU. TERSESAT. TEMUKAN NEW YORK.
Ada proyektor 16 mm datang pekan depan, kalau kau masih mencarinya.
Kami baru dapat dua rol film Flash Gordon, 1940.
Kondisinya bagus.
Museum akan menghubungimu.
MUSEUM FILM
Dan, ini Evie Crest. Paketnya seharusnya tiba hari ini.
Kondisi rekamannya buruk.
Kabari jika kau bisa memperbaikinya.
EVIE CREST, LONDON UNTUK MUSEUM FILM A/N DANIEL TURNER
KASET VIDEO
Apa itu?
Lingkaran.
Antologi horor, 1958.
Semacam pendahulu Twilight Zone.
- Aku baru tahu. - Karena tak pernah tayang.
William Crest meninggal dan semua kasetnya hilang.
"Crest."
Dia yang menggarap Robinson Crusoe, ya?
Dia menggarap banyak film di 1930-an dengan Brenda Joyce.
- Saat kecil, aku suka filmnya. - Ayahku juga.
Jadi, dua bulan lalu,
putrinya, Evie, menemukan boks kaset di antara peninggalannya,
dan kini kita melihatnya.
Film menyeramkan.
Mungkin museum akan luncurkan koleksi baru, kau menulis panduannya.
Supaya bakatnya diapresiasi.
Aku hanya ingin Evie bisa melihat karya ayahnya.
- Dari Karen. - Apa ini?
Entahlah.
TOLONG RESTORASI DAN DIGITISASI KASET UNTUK BESOK PAGI.
RAHASIA. JANGAN DISALIN. KAREN
Kau siap?
Itu arti lampu merahnya, Mel.
Baik.
Aku Melody Pendras,
calon doktor jurusan Antropologi Budaya di NYU.
Penelitianku kali ini akan menilik komunitas kecil New York,
penghuni Apartemen Visser di East Village,
tentang bagaimana individu menghadapi pergeseran budaya pada akhir abad ke-20.
Mereka pasti mau diwawancarai, 'kan?
Wah, tidak.
Mereka akan meludahkan permen karet ke rambutmu
dan memasukkan laba-laba ke kamarmu.
Ya, tentu saja mereka mau.
Semua mau diwawancarai olehmu. Itu…
Sebaiknya aku ikut.
Untuk melindungi.
Dari apa?
Entahlah.
Tukang gerayang mesum, tikus got, vampir.
Bagaimana kalau kau dapat sahabat baru?
Tidak akan.
Penelitianmu tampak membosankan. Jangan tersinggung.
Ini untuk disertasiku.
Baik. Tinggalkan aku.
Aku tak pergi jauh.
Aku akan kembali sebelum kau kangen.
Amelia Earhart juga bilang begitu, dan…
Dia tak bilang begitu.
Tidak.
Doakan lancar.
Kau tak butuh itu.
APARTEMEN VISSER
KEBAKARAN DI APARTEMEN VISSER
13 ORANG HILANG DI KOBARAN API EAST VILLAGE
Namun, di tengah-tengah taman, tak ada apa pun.
Tak ada radio atau fonograf.
Hanya ada lagu yang mengalun entah dari mana.
Lagu yang pernah mereka dengarkan.
Edmond, kau di situ?
Kaukah itu?
Apakah Edmond, petugas taman kota,
tanpa sengaja menyeberang ke dimensi lain?
SINYAL MISTERIUS
Aku Mark Higgins.
Ini Sinyal Misterius: Kisah Nyata Kota Rahasia.
Jadi, pemuda itu sangat bokek.
Dia membelikan pacarnya cincin tunangan antik
dari salah satu pasar loak di Lower East Side.
Ternyata, dua hari setelah dia menyematkan cincin itu,
pacarnya menggila.
Pacarnya bilang melihat wanita menatapnya di cermin.
Apa? Kenapa? Cincin itu dihantui.
Aku tak percaya hal supranatural.
Aku lupa kau tak percaya. Dasar Tuan Paranoid.
Tuan yang merasa diawasi terus.
Besok aku harus berangkat pagi. Maaf.
Museum baru buka siang hari. Tak ada istilah berangkat pagi.
- Pekan depan, aku janji. - Hei.
Dengar, kabari aku kalau kau merasa terpuruk lagi, ya?
Serius. Langsung saja. Kau akan minta bantuanku?
Ya, aku akan minta bantuanmu.
Baiklah.
Baiklah.
Jangan main-main.
Hasil rekaman Hi8 itu bagus, Dan. Terima kasih atas kerja cepatnya.
Oh, tentu saja.
Omong-omong, tidak biasanya museum tertarik rekaman macam itu.
Itu balas budi untuk seorang donor besar.
Dia mengundangmu ke kantornya hari ini untuk berterima kasih.
VIRGIL DAVENPORT PRESDIR LMG
Dan.
Senang bisa bertemu.
Terima kasih sudah datang.
Bukan masalah.
Callie, bisa ambilkan es teh limun? Bawakan untuk Dan juga.
Duduklah.
Baiklah.
Terima kasih sudah menggarap proyek kecil kami semalam.
Karen bilang kaulah ahli restorasi terbaik di sini,
dan dia benar.
Yah, dia bosku.
Ya.
Benar. Ya.
Itulah alasanku memintamu mampir, Dan.
Mungkin kau tertarik mengubah itu,
tertarik bekerja untuk LMG.
Sementara, tentunya.
Wah, aku tidak…
Terima kasih.
Sebenarnya kalian perusahaan apa?
Aku sedikit mengulik, tapi…
Kau tak menemukan apa pun.
Benar.
Maka kita impas.
Aku tak menemukan informasi tentangmu.
Yah, aku menjaga privasiku.
Kuhargai itu. Kami juga menjaga privasi kami.
Ini masalahnya, Dan.
Kami mencari seniman.
Yang bisa merestorasi koleksi kaset rusak
yang baru kami dapatkan.
Rusak karena apa?
Karena api.
Asap, jelaga, air.
Kaset yang sudah kau digitisasi bagian dari koleksi itu.
Kebakaran di Apartemen Visser, ya?
Benar sekali.
Intinya, isi kaset-kaset ini
harus dijaga kerahasiaannya untuk alasan legal.
Upahnya seratus ribu dolar.
- Wah. - Ada satu kendala.
Kasetnya rapuh. Tak bisa dipindahkan.
Jadi, kau akan bekerja di kamp riset terpencil kami di Catskill.
Di sana indah.
Bukan tempat buruk untuk sendirian.
Ya.
Sebelum kau menolak, Dan,
ini sebabnya aku menilaimu orang yang tepat.
Membuat arsip ini,
memecahkan teka-teki ini,
mencari tahu kejadian di Visser,
akan berarti bagi mereka yang kehilangan akibat kebakaran itu.
Dan aku tahu kau bisa
sangat memahami situasi seperti itu.
Apa?
Kau kehilangan keluarga dalam kebakaran, 'kan?
Tampaknya seumur hidup, kau berusaha memulihkan yang hilang.
Maaf, aku harus kembali bekerja.
No comments yet. Be the first to leave one.