نخستین 200 خط.
Permisi, Hakim Park?
Nn. Kim Da In.
Terima kasih.
Kenapa berterima kasih?
Maaf.
Tak ada yang bisa kulakukan untukmu.
Jangan bilang begitu.
Semua hakim sudah melakukan yang terbaik...
...dalam kedua persidangan.
Jangan salahkan diri Anda,
maupun menyesalinya.
Kenapa kita harus menyalahkan diri kita dan merasa menyesal...
...atas apa yang orang tak tahu malu itu perbuat?
Nn. Kim Da In.
Mereka yang tak pernah menyalahkan diri sendiri...
...atau menyesali apapun.
Apa yang harus kita lakukan...
...untuk melawan orang seperti itu...
...tanpa harus menjadi seperti mereka?
Ketua Majelis Hakim Sung, selamat.
Halo, Ketua Majelis Hakim Han.
Aku berhutang banyak dengan kalian.
Aku akan memberikan perhatian lebih...
...terhadap hasil putusan vonis dari Departemen 44.
Aku akan banyak belajar dari mereka.
Departemenmu memang lebih istimewa, 'kan.
- Pak. - Tolong bantu kami...
...pada persidangan-persidangan selanjutnya.
Hakim Park.
Jangan terlalu terpaku dengan hal-hal kecil.
Namun, Pak...
Kalau kau terlalu terpaku, kau bisa kalah.
Kau sudah lupa? Aku ini juga pria!
Pria, apanya.
Ini masalah harga diri!
Harga diri, apanya.
Kalau begitu, posisikan dengan baik, paham?
Kau bilang kau jago posisi duduk pas wamil dulu.
Aku lebih jago dengan posisi berdiri...
...atau berbaring di tanah.
Kalau begitu latihanlah sambil duduk.
Latihanlah sampai kau bisa.
Aku tak bisa menyebut diriku pria lagi.
Ya ampun...
Ayo cepat dan balik halamannya.
Apa yang akan terjadi?
"Tanpa ragu lagi,"
- "dia mengoyak pakaiannya." - Aigoo.
"Bercumbu satu sama lain,"
"tangannya mengelus badannya..."
Pikiranmu kotor sekali.
Mereka sudah gila.
Nenek.
Ya.
Setelah menjadi hakim,
ternyata banyak sekali orang jahat di dunia ini.
Benarkah?
Orang yang tak merasa bersalah atas apa yang mereka perbuat...
...dan juga tak pantang mundur.
Dunia ini penuh dengan bajingan kotor seperti mereka, aku tak mau melakukannya lagi.
Bukannya aku bisa membunuh mereka semua.
Maaf, Nek. Maksudku, aku bukannya ingin membunuh mereka.
Oh Reum, kau tahu...
...hal apa yang paling menjijikan di dunia ini?
Bagaimana kalau hal yang terbaik di dunia ini?
Kau tahu,
selama 80 tahun Nenek hidup,
Nenek sadar bahwa semua hal mulai yang terbaik hingga terburuk...
...dari yang paling jahat hingga yang paling suci,
dan juga hal terkeji...
...bahkan hal tersimpatik...
...semuanya datang dari manusia.
Mungkin kita lahir di dunia ini...
...untuk belajar menjadi sabar.
Mungkin itu pelajaran yang harus kita pelajari di dunia ini.
Jadi Oh Reum,
apapun itu,
jangan cepat menyerah, ya?
Yang Mulia, menurut Anda kenapa saya menggugat dia?
Dia Pendeta yang bekerja demi kebaikan.
Agak sedikit berlebihan untuk meminta ganti rugi kerusakan.
Ya.
Saya tahu dia orang yang baik.
Tapi pencuri itu buat saya hampir gila.
Saya sudah tak tahan lagi.
Baiklah. Jadi dia selalu masuk ke toko Anda...
- ...dan mencuri, benar? - Ya, Yang Mulia.
Dia cuman mencuri kabel tembaga, yang harganya mahal,
jadi saya rugi besar.
Bajingan yang duduk di sana itu terlihat tak bersalah,
tapi dia benar-benar pencuri yang hebat.
Maaf.
Saya pastikan Ga On takkan mencuri lagi...
Aku tak memercayaimu lagi.
Sudah berapa kali ini terjadi?
Cukup. Tolong hentikan.
Kau di sana, apa kau Lee Ga On?
Ga On.
Kau tak merasa kasihan dengan Bapak Pendeta yang merawatmu?
Anda lihat dia?
Dia bahkan tak memerhatikan Anda berbicara, Yang Mulia.
Dia membuat...
...semua usaha di daerah itu merugi.
Ketua Majelis Hakim akan memfasilitasi...
...dan menjadwalkan mediasi.
Kedua belah pihak silakan cari solusi yang terbaik...
...sebelum datang melakukan mediasi.
Dia terlihat masih muda, tapi dia bukan anak pada umumnya.
Apa mediasi akan berhasil?
Dia masih muda, Pak.
Jangan salah paham. Catatan kriminalnya sangat banyak.
Baik.
Benar-benar sangat banyak.
"Melanggar Hukum Mengenai Pengendalian Bahan Kimia Beracun dan pencurian".
- Lem? - Ya.
Dia beberapa kali diinvestigasi karena menghirup lem.
Dia masih dalam masa percobaan.
Pencurian yang dilakukannya pasti berhubungan dengan lem itu.
Entah dia mencuri setelah menghirup lem,
atau mencuri uang untuk membelinya.
Mungkin saja.
Tapi dia masih anak-anak.
Jangan lihat tampangnya.
Bahkan orang tua takut melihatnya.
Saat kondisi tak begitu banyak membantunya,
dia menolak menjawab pertanyaan.
Dia bisa saja pura-pura menjadi anak-anak.
Aku akan cari tahu apa yang terjadi.
Hei, kau.
Turunkan ponselmu.
Beraninya kau? Hei, sialan!
Kau tak dengar aku lagi bicara denganmu?
Pak?
Maaf, Hakim Park.
Aku tak bisa menahannya.
Dia memang selalu begitu.
Dan ada tiga anak nakal sepertinya.
Maaf menyela,
mereka rajin belajar di sekolah dan bekerja menjadi kurir.
Pendeta, Anda sangat berlebihan.
Anda tahu apa orang menyebut Anda di sini?
Anda itu perawat kucing jalanan.
Pak, bisa tolong jaga omongan Anda?
Maafkan saya.
Ga On,
kau sudah minta maaf dengan pria pemulung itu?
Dia mengumpulkan sampah demi mencari nafkah. Sangat sulit baginya.
Dia bekerja tiap hari, pagi siang dan malam.
Kau tahu, 'kan?
Terima kasih, Yang Mulia.
Jangan berharap terlalu banyak padanya.
Aku melayangkan gugatan,
tapi aku tak menginginkan kompensasi yang banyak.
Aku tahu para Pendeta tidaklah kaya.
Lalu, kenapa?
Aku ingin anak itu diusir...
...atau Pendeta itu pindah dari sini.
Dia harus memutuskannya.
Pak.
Kemana dia bisa pergi?
Dia itu tak bisa diharapkan.
Masukkan dia ke panti rehabilitasi remaja,
atau jebloskan dia ke penjara.
Hei, coba lihat tanganmu.
Kau suka main games?
Kau benar-benar tak bisa diharapkan, ya?
Pendeta.
Pasti berat, ya?
Yang Mulia, saya tidak layak menjadi seorang Pendeta.
Jangan bicara begitu.
Anda mengurus anak-anak yang kurang beruntung.
Tak semua orang bisa melakukannya.
Ga On adalah anak yang paling kusukai.
Dia pintar dan ramah.
Sejak beberapa tahun terakhir, aku memerhatikan anak baik itu...
...terjerumus ke hal-hal salah.
Aku sudah tak tahan lagi.
Dulu dia anak yang baik, ya?
Ga On pernah ikut paduan suara di gereja.
Dia juga murid yang pandai.
IQ-nya 140 saat sekolah dulu.
Dia sangat pintar.
Sekarang, aku yakin IQ-nya takkan sampai 100.
Lem adalah narkotika termurah.
Lem bisa merusak otak dan syaraf optik.
Jika semakin parah, dia bisa kehilangan kemampuan berbicaranya.
Dan tak bisa melihat dengan jelas di malam hari.
Aku tak tahu akan separah ini.
Anak lainnya...
...mengendarai motor setelah menghirup lem.
Dimana sekiranya saya bisa menemui anak-anak yang menghirup lem itu?
Katakan pada saya, Pendeta.
Kami mungkin tidak begitu tahu,
tapi jika kau ditangkap, kau akan terlihat buruk.
Ambillah itu.
Pelan-pelan makannya.
Semuanya punyamu.
Astaga.
Darimana kalian dapat lemnya?
Bisa didapatkan di toko onderdil mana saja.
No comments yet. Be the first to leave one.