Circle

Circle

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Circle 2015 WEB-DL Releases
ناشر Ariel Nugie
IDFL™ SubsCrew. BTW di note tertulis ini full manual listening, tapi ini sebenarnya ditranslate dari sub english.

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
تاریخ انتشار: 2015-10-23
تعداد دانلود: 149
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Penerjemah: Ariel Nugie IDFL™ SubsCrew,

Halo?

Halo?

Berhenti!

Jangan bergerak!

Mereka bisa melihat kita.

Apa ini?

Entahlah.

Kita ada di mana?

Menurutmu di mana?

Halo?

- Ya, Tuhan! - Tidak apa-apa.

Tolong!

Tenanglah!

- John! - Kau baik-baik saja.

Kau di mana?

Oh, sial!

Apa dia mati?

Kupikir begitu.

Astaga, Apa tadi itu?

Entahlah.

Apa tadi itu?

Sial!

Apa-apaan?

- Apa? - Semuanya jangan bergerak!

- Ya, Tuhan! - Mereka tahu jika kita bergerak.

Tetap tenang, maka kita akan baik-baik saja.

Jangan angkat kaki kalian dari lantai.

Jangan sentuh siapa pun!

Suara apa itu?

Ya, Tuhan!

Dari mana datangnya itu?

Diam!

Baiklah, sekarang ...

Tenanglah!

Tidak ada gunanya!

Semuanya tetap tenang!

Kita harus tenang!

Tenang semuanya!

Berpikirlah! Ambil nafas!

Ini dia!

Semuanya tolong diam!

Apa ada yang tahu apa yang terjadi?

Mereka membunuh kita.

Bukan mereka.

Apa kalian lihat ini?

Cahaya di lantai, bisakah kalian lihat selalu berpindah?

- Aku tak melihat apa-apa. - Cahaya apa?

- Kau bicara apa? - Lihat tangan kalian!

Jika kalian menggerakkannya, cahaya lantai berpindah!

Oh, sial!

Ya.

Aku hanya melihat satu cahaya.

Aku juga.

Kupikir kalian hanya bisa melihat cahaya masing-masing.

Apa yang mereka perbuat pada kita?

Sepertinya mereka mengutak-atik tangan kita.

Apa maksudnya?

- Itu kita. - "Kita"?

Apa maksudmu?

Kita memilih siapa yang mati.

- Sial! - Apa yang terjadi?

Seseorang melakukannya.

Jangan ada yang melakukan apa-apa!

Itu tak bekerja, kau lihat?

Kita harus mencoba sesuatu.

Jangan ada yang lakukan!

Baiklah!

Sial!

- Apa-apaan? - Ada apa dengan kalian?

Kita semua akan mati.

Kita semua berakhir.

Ya, Tuhan!

Sulit dipercaya!

Ini pengambilan suara.

Apa?

Kita mengambil suara.

Mereka membunuh siapa saja yang mendapat suara terbanyak.

Dari mana kau tahu?

Karena lonceng itu mati, ketika tangan dikepakkan!

Saat itulah kalian memilih.

Kita sebaiknya tak melakukannya lagi.

Lupakan! Seseorang akan mengacaukannya.

Tunggu!

Bagaimana jika kita memilih wanita itu lagi.

Ya, ayo coba itu!

Itu takkan bekerja.

Kita harus mencoba sesuatu.

Kita pilih wanita yang mati lagi!

- Sungguh? Apa kau serius? - Ayolah!

Kalian memilih orang yang salah.

- Tidak. - Itu tak bekerja.

Tapi kenapa dia?

Mungkin pria itu mendapat suara terbanyak kedua.

- Atau yang terbanyak sejauh ini? - Kita harus mencoba sesuatu.

Itu takkan bekerja.

Tak ada yang bisa kita lakukan, kita semua berakhir.

- Kita coba untuk tak mengambil suara. - Kumohon!

- Itu takkan bekerja. - Kita harus mencoba.

Tak ada yang mengambil suara. Kita tunggu saja.

Bagaimana kita tahu, itu takkan membunuh kita semua?

10, 9, 8, 7, 6, 5...

Apa sudah berakhir?

- Ya, Tuhan! - Tak ada yang boleh bergerak!

Semuanya, ayo kita lalui ini!

Tidak!

Jika kita tak memilih, mereka yang akan memilih.

Seseorang harus melakukan sesuatu, ini jelas tidak bekerja.

- Ketika kau mengatakannya ... - Semuanya diam!

Dengar! Tak ada alasan untuk kita terus saling membunuh seperti ini.

Lalu kita harus bagaimana?

Kita tak punya pilihan.

Maksudku, kita bisa menjalani ini dengan cara tertentu.

Dengar!

Ada celah satu atau dua menit sebelum giliran selanjutnya.

- Waktu itu tak banyak. - Ya, tentu saja!

Mungkin, jika kita tak cemas tentang siapa yang akan mati selanjutnya.

Dan mencoba mencari tahu hal ini.

Kita pasti bisa mencari tahu bagaimana menghentikan ini.

Jadi apa saranmu?

Aku melihat kalian semua.

Aku bisa melihat lima atau enam orang yang berumur 70-an dan 80-an.

Jika ini pengambilan suara, kita sebaiknya memilih mereka.

Itu bisa memberikan kita waktu lebih.

- Ayolah! - Tak mungkin!

- Aku tak mau. - Apa kau serius?

Menurut pandanganku, mereka tetap akan mati di dunia nyata, 'kan?

- Apa bedanya? - Dia benar.

Orang tua duluan!

- Itu adil. - Bagaimana bisa itu adil?

Mereka tetap akan mati.

Ya, mati secara alami, bukan karena kita membunuh mereka.

- Apa bedanya? - Ini gila.

- Kita tak punya pilihan. - Itu kacau, Nak!

Situasi sudah kacau, tapi kita harus melakukan sesuatu.

Siapa yang duluan?

Kita mulai di dia, lalu arah jarum jam berikutnya.

1, 2, 3 ...

Tunggu dulu!

4, 5, 6.

Itu bisa memberikan kita 10 menit.

Tidak. Pasti ada cara lain.

Apa kau punya ide yang lebih baik?

Siapa pun?

Kami minta maaf!

Hanya ini satu-satunya cara.

Tapi aku punya hak untuk hidup sama seperti kalian.

Kau sudah menghidupi kehidupanmu!

Kumohon!

Kumohon!

Baiklah!

Aku tahu ini sulit, tapi kalian melakukan hal yang benar.

Kita harus membuat keputusan yang rumit.

Bisakah kau diam! Kita paham.

Kau ingin kita mengulur waktu, dan kita melakukannya.

Jangan dibuang percuma!

Kita cari tahu tentang apa ini.

Ada pendapat?

Ayolah! Seseorang!

Bagaimana dengan pria itu?

- Aku? - Ya.

- Kau pasti tahu sesuatu tentang ini. - Aku tak tahu apa-apa.

- Omong kosong! - Ya! kalian pasti tahu.

Tentang apa?

Bagaimana tentang serbuan alien?

Apa?

Dengar, aku tak tahu apa-apa sama seperti kalian.

- Omong kosong! - Sumpah, aku tak tahu apa-apa!

Apa ada yang ingat sesuatu?

Aku ada di Glendale.

Aku juga.

Kita terjebak macet di jalan raya.

- Aku juga. - Begitu juga denganku.

Benar! Kita mencoba ke luar kota.

Tapi, macetnya sangat berat, jadi aku keluar dari mobil.

Lalu mulai berlari.

Ya, semuanya berlari.

Lalu, segalanya jadi gelap.

Itu yang kuingat.

Jadi, apa yang terjadi?

- Aku ditarik. - Ke kapal?

Entahlah.

Cahaya alien?

Sial.

Jadi kita ada di dalam piring terbang?

Apa kau pikir ada orang lain yang melakukan ini? Lingkaran yang lain?

Mereka takkan bertindak sejauh ini jika hanya untuk 50 dari kita.

Kenapa mereka melakukan ini?

Entahlah.

Hal berikutnya yang aku ingat.

aku ada di ruangan kecil dan segalanya menjadi merah.

Serasa ada di kamar gelap.

Lalu ada banyak mayat terkumpul.

Aku menganggap mereka mati, tapi aku tak tahu.

Mereka mungkin hanya pingsan.

Semua kecuali aku dan pria satunya.

- Alien? - Bukan, dia seorang manusia.

- Siapa? Salah satu dari kita? - Entahlah!

Aku tak melihat pria itu di sini.

Aku tak ingat lagi yang lain.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left